Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39647 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hairia Yazid; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Mardiati Nadjib, Masyitoh, Menur Wahyu Hidayati, Sri Kuswahyuni Edi
Abstrak:
Latar Belakang : Kunjungan ulang pasien gigi merupakan salah satu hal yang penting dalam keberhasilan perawatan penyakit gigi dan mulut serta pencegahan terhadap terjadinya kasus yang baru. Berbagai upaya telah dilakukan seperti renovasi sarana, edukasi melalui media sosial dan peningkatan skill untuk pelayanan akan tetapi jumlah pasien yang melakukan kunjungan ulang di klinik Pratama Mitra Medis Indonesia (KIMMI) belum sesuai dari angka yang ditargetkan, sehingga penting untuk melakukan evaluasi dan membuat strategi yang tepat dalam meningktkan kunjungan ulang ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan pasien dan edukasi sosial media terhadap kunjungan ulang pasien poli gigi melalui loyalitas pasien sebagai variabel mediasi di klinik Pratama Mitra Medis Indonesia (KIMMI). Metode: Data primer diperoleh dari pengisian kuesioner oleh 103 responden yang melakukan kunjungan ulang ke KIMMI untuk mengerjakan kasus baru. Penilaian variabel kepuasan pasien dengan indikator Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty dan Tangible, sedangkan variabel edukasi media sosial dinilai dengan indikator Sharing, Presence, Engagement, Reputation, loyalitas pasien dinilai dengan indikator Repeat puschase, paymore, advocate, retention, serta variabel Kunjungan Ulang. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukan semua indikator kepuasan pasien, edukasi media sosial, loyalitas pasien berpengaruh positif dan signifikan terhadap kunjungan ulang. Hubungan kepuasan pasien dan loyalitas pasien memiliki korelasi Pearson yang kuat (0,647), sedangkan edukasi media sosial ke kunjungan ulang berkorelasi lemah (0,377). Peran variabel loyalitas memediasi parsial dalam hubungan kepuasan pasien terhadap kunjungan ulang, dan loyalitas memediasi penuh dalam hubungan edukasi media sosial terhadap kunjungan ulang. Kesimpulan: Faktor-faktor yang berkorelasi kuat dengan kunjungan ulang dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya sedangkan faktor yang berkorelasi lemah seperti edukasi media sosial dapat dilakukan evaluasi agar KIMMI mempunyai penerapan strategi yang optimal dalam meningkatkan kunjungan ulang pasien poli gigi di KIMMI 

Background: Repeat dental visits are essential for the success of dental and oral disease treatment as well as for the prevention of new cases. Various efforts have been made, such as facility renovations, social media education, and improving service skills. However, the number of patients returning for follow-up visits at Klinik Pratama Mitra Medis Indonesia (KIMMI) has not met the targeted goals. Therefore, it is important to conduct an evaluation and develop effective strategies to increase these return visits. Objective: This study aims to analyze the influence of patient satisfaction and social media education on repeat dental visits, with patient loyalty as a mediating variable at Klinik Pratama Mitra Medis Indonesia (KIMMI). Methods: Primary data were obtained through questionnaires completed by 103 respondents who returned to KIMMI for new dental cases. The patient satisfaction variable was measured using the indicators of Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, and Tangibles. The social media education variable was assessed using indicators of Sharing, Presence, Engagement, and Reputation. Patient loyalty was measured through indicators of Repeat Purchase, Pay More, Advocacy, and Retention, along with the Repeat Visit variable. Results: Bivariate analysis showed that all indicators of patient satisfaction, social media education, and patient loyalty had a positive and significant effect on repeat visits. The correlation between patient satisfaction and loyalty was strong (Pearson correlation of 0.647), while the correlation between social media education and repeat visits was weak (0.377). Patient loyalty was found to partially mediate the relationship between patient satisfaction and repeat visits and fully mediate the relationship between social media education and repeat visits. Conclusion: Factors with a strong correlation to repeat visits should be maintained and improved in quality, while weaker factors such as social media education should be evaluated to help KIMMI develop optimal strategies to increase repeat dental visits at its clinic.
Read More
T-7266
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suchi Nur Dwi Septiyani; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Puput Oktamianti, Sutanto Priyo Hastono, Dwi Setyawan, Muhammad Syaifuddin
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hubungan kualitas pelayanan dan kualitas produk ortotik prostetik terhadap kepuasan pasien PT. Pratama Sentra Rehabilitasi, serta menemukan dimensi yang paling dominan berhubungan dari kualitas pelayanan dan kualitas produk yang mempengaruhi kepuasan pasien. Penelitian dilakukan di PT. Pratama Sentra Rehabilitasi, Serpong, Banten. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dan telaah dokumen, dengan jumlah sampel 100 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan Analisis Univariat, Bivariat, dan Multivariat Uji Regresi Linier Berganda dengan menggunakan berbagai Uji Asumsi Heil Gauss. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa adanya hubungan yang bermakna signifikan antara persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan dan kualitas produk di PT. Pratama Sentra Rehabilitasi. Kualitas pelayanan yang diteliti secara keseluruhan terdiri dari 5 dimensi dan kualitas produk terdiri dari 8 dimensi, tujuannya untuk menemukan dimensi yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan pasien. Terbukti bahwa dimensi emphaty merupakan dimensi yang paling dominan atau paling besar hubungannya dengan kepuasan pasien PT. Pratama Sentra Rehabilitasi. 

This study aims to obtain the relationship between service quality and prosthetic orthotic product quality on patient satisfaction at PT. Pratama Rehabilitation Center, as well as finding the most dominant dimensions related to service quality and product quality that affect patient satisfaction. Research conducted at PT. Pratama Rehabilitation Center, Serpong, Banten. The research method used is a cross sectional design with a quantitative approach and document review, with a total sample of 100 people. Data collection was carried out by distributing questionnaires. Data analysis was carried out quantitatively using Univariate, Bivariate and Multivariate Analysis Multiple Linear Regression Tests using various Heil Gauss Assumption Tests. The results of statistical tests showed that there was a significant relationship between patient perceptions of service quality and product quality at PT. Pratama Rehabilitation Center. The quality of service studied as a whole consists of 5 dimensions and product quality consists of 8 dimensions, the aim is to find the most dominant dimension related to patient satisfaction. It is proven that the empathy dimension is the most dominant dimension or has the greatest relationship with patient satisfaction PT. Pratama Rehabilitation Center.
Read More
T-6762
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sitti Ashari; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Jaslis Ilyas, Mardiati Nadjib, Murniwati, Suci Rahmasari
Abstrak:
Saat ini masalah yang sering dihadapi rumah sakit pada umumnya yaitu belum mampu memberikan apa yang sebenarnya yang diharapkan pasien. Kurangnya kepedulian dan lambatnya penanganan dari pelaku kesehatan juga menjadi kendala mengapa pelayanan rumah sakit. Pasien menuntut sikap terhadap kepuasan pasien terhadap kualitas dan kepercayaan kepada pemberi jasa layanan. RSGM UNAND merupakan rumah sakit kesehatan gigi dan mulut dibawah naungan Fakultas Kedokteran Gigi UNAND yang memiliki mahasiswa profesi atau dokter gigi muda. Setiap tindakan dokter gigi muda masih berada dibawah supervisi dokter pembimbingnya. Dokter gigi muda yang menjalani pendidikan harus tetap memberikan perawatan sesuai keluhan dan diagnosis pasien tetapi juga harus menyelesaikan treatment kasus yang telah ditetapkan dalam menyelesaikan pendidikan. Dalam studi pre klinik tentunya ini menjadi tantangan bagi dokter gigi muda maupun pihak RSGM UNAND untuk memberikan layanan yang berkualitas sehingga pasien dapat percaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut terhadap kepuasan dan kepercayaan pasien pada dokter gigi muda di RSGM Universitas Andalas. Penelitian kuantitatif menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan 228 sampel yang ditentukan dengan teknik accidental sampling. Dari hasil data analisis secara univariat dan path analysis ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan kualitas layanan terhadap kepercayaan pasien (p value= <0,001, B=47,7%), hubungan kualitas layanan yang signifikan terhadap kepuasan pasien (p value= <0,001, B=37,4%), hubungan kepuasan layanan yang signifikan terhadap kepercayaan pasien (p value= <0,001, B=32,2%), dan hubungan kepuasaan pasien signifikan sebagai mediator pengaruh kualitas layanan terhadap kepercayaan pasien (p value= <0,001, B=12%).

Currently, the problem that hospitals often face in general is that they have not been able to provide what patients actually expect. The lack of concern and slow handling of health actors is also an obstacle to why hospital services. Patients demand an attitude towards patient satisfaction with quality and trust in service providers. RSGM UNAND is a dental and oral health hospital under the auspices of the Faculty of Dentistry UNAND which has dental preclinical students. Every action of dental preclinical students is still under the supervision of his supervising doctor. Dental preclinical students undergoing education must continue to provide treatment according to the patient's complaints and diagnosis but also must complete the case treatment that has been determined in completing education. In pre-clinical studies, of course, this is a challenge for dental preclinical students and the RSGM UNAND to provide quality services so that patients can trust. This study aimed to determine the effect of the quality of oral health services on patient satisfaction and trust in dental preclinical students at RSGM Universitas Andalas. Quantitative research using descriptive research with a cross sectional approach using 228 samples determined by accidental sampling technique. From the results of univariate data analysis and path analysis, it was found that there is a significant relationship between service quality and patient trust (p value = <0.001, B = 47.7%), a significant relationship between service quality and patient satisfaction (p value = <0.001, B = 37.4%), a significant relationship between service satisfaction and patient trust (p value = <0.001, B = 32.2%), and a significant relationship between patient satisfaction as a mediator of the effect of service quality on patient trust (p value = <0.001, B = 12%).
Read More
T-6806
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septi Hariyani; Pembimbing: Mary A. Wangsarahardja
S-3952
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fifit Harziah; Pembimbing: Hafizzurrachman; Penguji: Sandi Iljanto, Titie Siswati
S-5341
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Celly Devita Febrianti; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Kurnia Sari, Chenti Afreri, Elidisari
Abstrak: Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Lampung terus bertambah. Rumah Sakit Umum (RSU) Handayani merupakan salah satu rumah sakit swasta rujukan COVID-19 di Lampung. Terdapat penurunan kunjungan pasien rawat jalan di RSU Handayani selama Pandemi Covid-19.Penelitian ini membahas tentang stigma pasien pada tenaga kesehatan serta faktor lainnya terhadap perilaku kunjungan rawat jalan pada masa pandemi di RSU Handayani Lampung Utara. Metode penelitian ini adalah sequential explanatory yang merupakan kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada pasien rawat jalan, sedangkan penelitian kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara stigma pasien pada petugas kesehatan, pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kunjungan pasien rawat jalan. Penyebab stigma diantaranya karena pasien beranggapan mobilisasi petugas kesehatan yang tinggi di rumah sakit sehingga berisiko menularkan Covid-19. Pasien kelompok rentan sebagian besar memiliki stigma. Penelitian juga mendapatkan beberapa responden tidak patuh berkunjung untuk berobat pada masa pandemi Covid-19. Perlu dilakukan berbagai upaya oleh pihak-pihak terkait untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat khususnya pada masa Pandemi Covid-19.
Positive confirmed cases of COVID-19 in Lampung continue to increase. The Handayani General Hospital (RSU) is one of the private COVID-19 referral hospitals in Lampung. There was a decrease in outpatient visits at Handayani Hospital during the Covid-19 Pandemic. This study discusses the stigma of patients on health workers and other factors on the behavior of outpatient visits during the pandemic at Handayani Hospital, North Lampung. This research method is sequential explanatory which is a combination of quantitative and qualitative. Quantitative research was conducted by distributing questionnaires to outpatients, while qualitative research was conducted by in-depth interviews. The results showed that there was a significant relationship between patient stigma on health workers, knowledge and attitudes towards outpatient visiting behavior. The cause of the stigma, among others, is because patients think that the high mobilization of health workers in the hospital is at risk of spreading Covid-19. Most of the vulnerable patients have a stigma. The study also found that several respondents did not comply with visiting for treatment during the Covid-19 pandemic. It is necessary to make various efforts by related parties to improve health services for the community, especially during the Covid-19 Pandemic.
Read More
T-6092
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nikmatul Hidayah; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Prastuti Soewondo, Purnawan Junadi, Marthino Robinson, Sri Utami Rahayuningsih
Abstrak:
Kanker merupakan salah satu penyakit yang semakin meningkat prevalensinya, yang mendorong pentingnya pelayanan paliatif untuk mendukung kualitas hidup pasien, terutama bagi mereka yang mengalami kanker pada stadium lanjut. Layanan paliatif tidak hanya fokus pada pengelolaan gejala fisik, tetapi juga pada dukungan emosional, psikologis, dan sosial bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pasien terhadap pelayanan paliatif di RS X Kota Bogor dan dampaknya terhadap loyalitas serta kualitas hidup pasien. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mendeskripsikan data demografi dan klinis pasien yang diperoleh dari data sekunder rekam medis, sementara pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen dengan 19 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien umumnya merasa puas dengan pelayanan paliatif yang diberikan, yang turut berkontribusi pada tingkat loyalitas yang tinggi. Hal ini terlihat dari kesediaan pasien untuk merekomendasikan rumah sakit dan kembali menggunakan layanan di masa depan. Kepuasan ini juga berdampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup pasien, terutama dalam aspek dukungan emosional dan sosial. Diharapkan rumah sakit terus meningkatkan kualitas pelayanan paliatif, dengan fokus pada pelatihan bagi tenaga kesehatan dan penyediaan fasilitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pasien kanker secara lebih komprehensif.

Cancer is one of the diseases with an increasing prevalence, highlighting the importance of palliative care to support the quality of life of patients, especially those with advanced-stage cancer. Palliative care not only focuses on managing physical symptoms but also provides emotional, psychological, and social support for patients. This study aims to analyze patient satisfaction with palliative care services at RS X in Bogor and its impact on patient loyalty and quality of life. A quantitative approach was used to describe the demographic and clinical data of patients obtained from secondary medical records, while a qualitative approach was conducted through in-depth interviews, observations, and document reviews with 19 informants. The results show that patients are generally satisfied with the palliative care provided, which also contributes to high loyalty levels. This is reflected in patients' willingness to recommend the hospital and return for future services. This satisfaction also positively impacts the improvement of patients' quality of life, particularly in terms of emotional and social support. It is hoped that the hospital will continue to improve the quality of palliative care services, focusing on training medical staff and providing adequate facilities to meet cancer patients' needs more comprehensively.
Read More
T-7193
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kezia Chrisiavinta; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Helen Andriani, Kurnia Sari, Mieska Despitasari, Hidayat Nuh Ghazali Djadjuli
Abstrak:
Kepatuhan kontrol rutin pasien hipertensi di Indonesia tetap rendah dan stagnan dalam satu dekade terakhir. Penelitian ini menganalisis determinan utilisasi layanan kesehatan melalui perilaku kunjungan ulang pasien hipertensi menggunakan kerangka Model Perilaku Andersen Fase 5. Desain potong lintang analitik diterapkan dengan data sekunder SKI 2023 (53.668 sampel, 38 provinsi), dianalisis menggunakan Complex Samples Logistic Regression Multinomial yang mengintegrasikan karakteristik kontekstual (dataset RUTA) dan individual (dataset ART) secara simultan. Hasil menunjukkan hanya 43,1% penderita hipertensi yang kontrol rutin, sementara 56,9% atau sekitar 9,68 juta jiwa belum menjalani kontrol teratur. Sembilan dari dua belas variabel terbukti signifikan, dengan edukasi tenaga kesehatan sebagai determinan paling dominan (aOR = 6,041; 95% CI: 5,113-7,133), diikuti usia muda (aOR 2,988), komorbiditas PTM (aOR 1,844-1,960), dan kepesertaan JKN sebagai faktor protektif. Karakteristik individual terbukti lebih dominan dibandingkan karakteristik kontekstual. Penguatan komunikasi klinis tenaga kesehatan primer dan percepatan cakupan JKN merupakan intervensi paling mendesak untuk meningkatkan kepatuhan kontrol hipertensi nasional.

Routine follow-up adherence among hypertensive patients in Indonesia has remained persistently low over the past decade. This study analyzed the determinants of healthcare utilization through follow-up visit behavior among hypertensive patients using the Andersen Behavioral Model Phase 5 framework. An analytic cross-sectional design was applied using secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI 2023) comprising 53,668 samples across 38 provinces, analyzed through Multinomial Complex Samples Logistic Regression integrating contextual characteristics (RUTA household dataset) and individual characteristics (ART individual dataset) simultaneously. Results showed that only 43.1% of hypertensive patients attended routine follow-up visits, while 56.9%, equivalent to approximately 9.68 million individuals, had not undergone regular monitoring. Nine of twelve variables were statistically significant, with healthcare provider education being the most dominant determinant (aOR = 6.041; 95% CI: 5.113-7.133), followed by young age (aOR 2.988), non-communicable disease comorbidities (aOR 1.844-1.960), and National Health Insurance (JKN) membership as a protective factor. Individual characteristics proved more dominant than contextual characteristics. Strengthening clinical communication capacity among primary healthcare workers and accelerating JKN coverage expansion are the most critical interventions to improve hypertension follow-up adherence at the national population level.
Read More
T-7551
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wendy Eszwara; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Adang Bachtiar, Jaslis Ilyas, Novalino, Rahmi Syaflida Dalimunthe
Abstrak:
Kesehatan gigi dan mulut merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang merata di Indonesia, memengaruhi individu dari berbagai kelompok usia. Kesehatan gigi yang buruk tidak hanya mengurangi kualitas hidup tetapi juga meningkatkan risiko penyakit sistemik seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes. Tingginya prevalensi masalah gigi seperti karies, kehilangan gigi, dan penyakit gusi menunjukkan perlunya strategi promosi kesehatan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak berbagai metode edukasi dalam meningkatkan pengetahuan pasien tentang kesehatan gigi dan mulut di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Dengan menilai efektivitas pendekatan ini, penelitian ini bertujuan memberikan wawasan dalam meningkatkan praktik kebersihan gigi dan kesehatan umum pasien.

Oral health is a pervasive public health issue in Indonesia, affecting individuals across all demographics. Poor oral health not only diminishes quality of life but also exacerbates risks for systemic diseases such as cardiovascular conditions and diabetes. The prevalence of dental problems like cavities, tooth loss, and gum disease underscores the urgent need for effective health promotion strategies. This study focuses on evaluating the impact of various educational methods on enhancing patients' knowledge of dental and oral health at the Faculty of Dentistry, Universitas Indonesia Dental Hospital. By assessing the effectiveness of these approaches, the research aims to contribute insights into improving oral hygiene practices and overall health outcomes among patients.
Read More
T-7114
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irwiena Tahar Sejati; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Prastuti Soewondo, Puput Oktamianti, Sri Andayani, Vensya R Sitohang
Abstrak:

Abstrak "Leave no one behind" adalah prinsip inti dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencapai kesehatan yang merata dan menyeluruh. Upaya ini ditujukan untuk mengatasi kesenjangan kesehatan dan menyediakan layanan berkualitas dan terjangkau bagi semua orang, terutama mereka yang paling rentan dan terpinggirkan, termasuk dalam layanan kesehatan gigi untuk orang dengan gangguan jiwa. Komunikasi adalah kunci keberhasilan perawatan. Diagnosa dan rencana perawatan yang sesuai membutuhkan komunikasi yang baik. Orang dengan gangguan jiwa seperti depresi berat dan skizofrenia menghadapi kendala komunikasi: depresi menyebabkan respons tertunda dan penyempitan pikiran, sementara skizofrenia menyebabkan disorganisasi pikiran dan bicara. Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor, sebagai rumah sakit rujukan terbesar di Indonesia, merawat banyak pasien dengan gangguan jiwa, termasuk depresi berat dan skizofrenia. Diperlukan keterampilan komunikasi khusus selama perawatan untuk mencapai hasil yang sukses. Penelitian ini bertujuan menemukan pendekatan terbaik dalam berkomunikasi dengan pasien depresi berat dan skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan terdiri dari dokter gigi, pasien dengan gangguan jiwa, dan keluarga pasien. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif adalah dengan melibatkan kesabaran, empati, dan keterampilan mendengarkan aktif, sangat penting dalam keberhasilan perawatan gigi pada pasien dengan gangguan jiwa. Pengetahuan tentang kondisi psikologis pasien dan pelatihan komunikasi interpersonal bagi tenaga kesehatan juga penting untuk meningkatkan kualitas perawatan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kebijakan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi bagi tenaga kesehatan di rumah sakit jiwa guna meningkatkan efektivitas komunikasi dan hasil perawatan gigi pada pasien dengan gangguan jiwa. Kata Kunci: komunikasi, perawatan gigi dan mulut, gangguan jiwa, depresi berat, skizofrenia, fenomenologi.


Abstract "Leave no one behind" is a core principle of the World Health Organization (WHO) aimed at achieving comprehensive and equitable health. This effort seeks to address health disparities and provide quality and affordable services for everyone, particularly the most vulnerable and marginalized, including dental care services for individuals with mental disorders. Communication is key to successful treatment. Proper diagnosis and treatment planning require effective communication. Individuals with mental disorders such as severe depression and schizophrenia face communication challenges: depression leads to delayed responses and narrowed thinking, while schizophrenia causes disorganized thoughts and speech. Dr. H. Marzoeki Mahdi Mental Hospital in Bogor, the largest referral hospital in Indonesia, treats many patients with mental disorders, including severe depression and schizophrenia. Special communication skills are required during treatment to achieve successful outcomes. This study aims to identify the best approach to communicating with patients with severe depression and schizophrenia at Dr. H. Marzoeki Mahdi Mental Hospital in Bogor. The research employs a qualitative method with a phenomenological approach. Informants include dentists, patients with mental disorders, and their families. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results show that effective communication, involving patience, empathy, and active listening skills, is crucial in the success of dental care for patients with mental disorders. Knowledge of the patients' psychological conditions and interpersonal communication training for healthcare providers are also important in improving the quality of care. This study recommends the development of policies and training to enhance communication skills for healthcare providers in mental hospitals to improve communication effectiveness and dental care outcomes for patients with mental disorders. Keywords: Communication, Dental Care, Mental Disorders, Severe Depression, Schizophrenia, Phenomenology.

Read More
T-7123
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive