Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33266 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Velycia Stefaris Susanto; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Tria Astika Endah Permatasari
Abstrak:
Label gizi dan logo “Pilihan Lebih Sehat” (yang merupakan bentuk dari Front-of-Pack Nutrition Labeling/FOPNL di Indonesia) bertujuan membantu konsumen memilih pangan kemasan yang lebih sehat. Namun, praktik membaca label gizi dan logo “Pilihan Lebih Sehat” di Indonesia masih rendah, khususnya di kalangan mahasiswa yang sedang memasuki masa transisi menuju kedewasaan dan mulai mengambil keputusan makan secara mandiri. Selain itu, penelitian yang membahas mengenai logo “Pilihan Lebih Sehat” di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi praktik membaca label gizi dan logo “Pilihan Lebih Sehat” pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner daring secara mandiri pada Mei 2025 dengan jumlah responden sebanyak 242 mahasiswa FKM UI. Analisis dilakukan secara univariat, dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 41,7% responden memiliki praktik membaca label gizi dan logo “Pilihan Lebih Sehat” yang baik. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara sikap terhadap label gizi dan logo “Pilihan Lebih Sehat” (p=0,002; OR 2,29; 95% CI 1,339-3,916), gaya hidup (p<0,001; OR 3,15; 95% CI 1,850-5,358), kejelasan dan keterbacaan label gizi dan logo “Pilihan Lebih Sehat” (p=0,023; OR 1,83; 95% CI 1,084-3,093), serta pengaruh sosial (p<0,001; OR 2,78; 95% CI 1,632-4,741) dengan praktik membaca label gizi dan logo “Pilihan Lebih Sehat”. Mahasiswa diharapkan lebih aktif dalam membaca label gizi dan menemukan logo “Pilihan Lebih Sehat”, sementara FKM UI disarankan dapat meningkatkan edukasi dan eksposur terkait label gizi dan logo “Pilihan Lebih Sehat” melalui berbagai media kampus serta kebijakan internal. Regulator seperti BPOM dan Kementerian Kesehatan perlu memperluas ketersediaan produk dengan logo “Pilihan Lebih Sehat”, memperbaiki desain visual dan ukuran logo, serta memperkuat sosialisasi dan evaluasi kebijakan logo “Pilihan Lebih Sehat” secara nasional.

Nutrition labels and the Healthier Choice logo (which is a form of Front-of-Pack Nutrition Labeling/FOPNL in Indonesia) are aimed to help consumers choose healthier packaged foods. However, the practice of reading nutrition labels and the Healthier Choice logo remains low in Indonesia, especially among university students who are transitioning into adulthood and beginning to make independent dietary decisions. In addition, studies specifically discussing the Healthier Choice logo in Indonesia are still limited. This study aims to identify the factors influencing the practice of reading nutrition labels and the Healthier Choice logo among students of the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia (FPH UI) in 2025. A cross-sectional design and stratified random sampling technique were used. Data were collected through a self-administered online questionnaire in May 2025, involving 242 FPH UI students as respondents. Univariate analysis was conducted descriptively, while bivariate analysis was performed using the Chi-square test. The results showed that 41.7% of respondents demonstrated good practices in reading nutrition labels and the Healthier Choice logo. Bivariate analysis revealed that the practice of reading nutrition labels and the Healthier Choice logo was significantly associated with attitudes toward the label and logo (p=0,002; OR 2,29; 95% CI 1,339-3,916), lifestyle (p<0,001; OR 3,15; 95% CI 1,850-5,358), label clarity and readability (p=0,023; OR 1,83; 95% CI 1,084-3,093), and social influence (p<0,001; OR 2,78; 95% CI 1,632-4,741). Students are encouraged to be more proactive in reading nutrition labels and recognizing the Healthier Choice logo. FPH UI is advised to increase education and exposure regarding these labels through campus media and internal policies. Regulators such as BPOM and the Ministry of Health need to expand the availability of products with the Healthier Choice logo, improve its design and visibility, and strengthen national promotion and evaluation of the logo’s implementation.
Read More
S-11987
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noti Sudahono; pembimbing: Yvonne M. Indrawani; Penguji: Trini Sudiarti, Deksa Presiana
S-8272
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kholida Eliyana; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Fadila Wirawan
Abstrak:
Label informasi nilai gizi produk pangan kemasan dapat digunakan untuk memantau asupan makanan, sehingga pemahaman terhadap informasi nilai gizi pada kemasan harus diperhatikan karena akan mempengaruhi pemilihan makanan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan membaca label informasi nilai gizi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilaksanakan bulan Mei-Juli 2023 pada Mahasiswa Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia. Sampel penelitian ini yaitu 208 responden melalui pengisian kuesioner. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua cara, yaitu chi square dan uji t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30,8% responden memiliki kebiasaan baik dalam membaca label informasi nilai gizi. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara gaya hidup dan pengetahuan gizi pada produk pangan kemasan dengan kebiasaan membaca label informasi nilai gizi. Oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai keuntungan dan cara membaca label informasi nilai gizi untuk meningkatkan kebiasaan yang baik dalam membaca label informasi gizi sebelum membeli produk pangan kemasan.

Nutrition labels on packaged food products can be utilized to monitor dietary intake and understanding of nutrition labels on the packaging should be noticed because it affects daily food selection. Lack of understanding of nutrition labels will impact inappropriate food selection. The Objective of this study is to identify the factors influencing the habit of reading nutritional information labels. The research adopts a quantitative approach with a cross-sectional design. Data collection was conducted from May to July 2023 among students from the Health Sciences Cluster at the University of Indonesia. The sample in this study was 208 respondents who were collected with a self-administered questionnaire and who were selected using accidental sampling. The study utilized two statistical analysis methods: chi-square and independent t-test. This study showed that 30,8% respondents have a good habit of reading nutrition labels. According to bivariate analysis, there was a significant association between healthy lifestyle and nutrition knowledge of packaged food products with the habit of reading nutritional information labels. Therefore, it is necessary to improve knowledge and understanding of the benefits and methods of reading nutritional information labels to enhance the good habit of reading such labels before purchasing packaged food products
Read More
S-11467
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arini Zhafira; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Kusharisupeni Djokosujono
Abstrak:
Kurangnya konsumsi air minum di tingkat mahasiswa memerlukan perhatian khusus agar dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan konsumsi air minum Mahasiswa Gizi FKM UI Tahun 2025. Kajian pustaka menyebutkan faktor jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan ayah, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ayah, status pekerjaan ibu, uang saku, status gizi, aktivitas fisik, dan preferensi minuman termasuk kedalam faktor internal. Faktor eksternal meliputi pengaruh media sosial, media massa, teman sebaya, keluarga, dan pengaruh perilaku yang mendorong konsumsi air minum. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner daring Google form pada bulan April 2025. Responden yang bergabung kedalam penelitian seluruhnya merupakan mahasiswa aktif S1 Gizi FKM UI tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 79 orang. Hasil penelitian menemukan sebanyak 83,5% responden memiliki konsumsi air minum kurang. Terdapat hubungan antara konsumsi air minum dengan uang saku, aktivitas fisik, pengaruh perilaku yang mendukung konsumsi air minum, dan pengaruh media sosial. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbentuk utilisasi dari faktor-faktor yang berkaitan oleh pihak-pihak terkait penelitian, baik institusi, Mahasiswa Gizi FKM UI, maupun peneliti selanjutnya. Contoh intervensi yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan penggunaan botol minum dari rumah, saling mengingatkan sesama mahasiswa untuk mengonsumsi air minum terutama melalui media sosial, dan mengajak sesama untuk melakukan kegiatan gizi positif yang dapat meningkatkan konsumsi air minum, seperti melakukan aktivitas fisik rutin.


Lack of water consumption among students requires special attention so that it can be improved. This study aims to determine internal and external factors related to drinking water consumption of Nutrition Students of FKM UI in 2025. Literature review mentions factors such as gender, age, father's education level, mother's education level, father's employment status, mother's employment status, pocket money, nutritional status, physical activity, and beverage preferences as internal factors. External factors include the influence of social media, mass media, peers, family, and behavioral influences that encourage drinking water consumption. This study uses a quantitative cross-sectional method. Data collection was carried out using Google form questionnaire in April 2025. All respondents who joined the study were S1 Nutrition students of FKM UI in the 2024/2025 academic year, totaling 79 people. The results of the study found that 83.5% of respondents had insufficient water consumption. There is a relationship between drinking water consumption and pocket money, physical activity, behavioral influences that support drinking water consumption, and the influence of social media. Therefore, intervention is needed in the form of utilization of related factors by parties related to research: the institution, FKM UI Nutrition Students, and further researchers. Examples of interventions that can be done are by increasing the use of drinking bottles from home, reminding fellow students to consume water especially through social media, and inviting fellow students to do positive nutrition activities that can increase water consumption, such as doing routine physical activities.
Read More
S-12083
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sada Rasmada; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Anies Irawati, Hera Nurlita
Abstrak:

Masalah mengantuk pada mahasiswa berdampak negatif pada konsentrasi belajar dan produktifitas mahasiswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain asupan zat gizi, asupan energi, status gizi dan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berpengaruh terhadap masalah mengantuk pada mahasiswa S-1 reguler FKM UI tahun 2011. Penelitian dilakukan selama bulan Mei 2011 di FKM UI menggunakan desain cross sectional dengan jumlah responden yang didapatkan 139 orang. Data primer yaitu data IMT, Masalah mengantuk, aktivitas sehari-hari (aktivitas fisik, durasi tidur dan keterpaparan media), asupan energi dan asupan zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, serat, triptofan dan Fe). Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Persentase mahasiswa S-1 reguler FKM UI angkatan 2008-2010 tahun 2011 yang sering mengantuk adalah 28,80%. Pada penelitian ini ada hubungan yang signifikan antara durasi tidur dengan masalah mengantuk. Variabel yang paling dominan adalah durasi tidur. Mahasiswa dengan durasi tidur yang  <8 jam/ hari akan sering mengantuk sebesar 0,478 kali lebih tinggi dibandingkan mahasiswa dengan durasi tidur ≥8 jam/ hari (ada efek protektif). Kata Kunci : Masalah Mengantuk, Asupan Zat Gizi, Mahasiswa S-1 Reguler FKM UI


 

The highest problem sleepiness among students has a negative impact to their concentrate and productivity. Nutrient and energy intake, nutrition status and daily activity could give an impact for sleepiness frequency. This study is aimed at knowing the dominant factor that can give influence for problem sleepiness among Public Health Students in 2011. The sample consisted of 139 public health students participating in a cross sectional study in Faculty of Public Health, University of Indonesia. The percentage of students who is almost sleepy is 28,80%. This research showed the association between sleep duration and problem sleepiness is significant. The dominant factor is sleep duration. Students with sleep duration < 8 hours/ day could be 0,478 times more sleepy than students with sleep duration ≥ 8 hours/ day (has a protective effect). Keywords : Problem Sleepiness, Nutrient Intake, Public Health Students

Read More
T-3449
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Olivia Kirana Zuhdi; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Salimar
Abstrak: Perilaku makan tidak sehat yang tinggi GGL merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan asupan GGL pada siswa SMAN 8 Jakarta tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pada penelitian ini, asupan GGL merupakan variabel dependen sedangkan jenis kelamin, durasi tidur, emotional eating, alasan pemilihan makanan dan minuman, pengetahuan GGL, pengetahuan logo Pilihan Lebih Sehat, uang jajan, pengaruh orang tua, pengaruh teman sebaya, serta pengaruh iklan makanan dan minuman tinggi GGL merupakan variabel independen. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni-Juli 2022 kepada 168 siswa kelas X dan kelas XI SMAN 8 Jakarta yang terpilih secara acak. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner secara daring. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara univariat serta secara bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 42,3 persen responden memiliki asupan GGL yang tinggi. Hasil juga menunjukkan bahwa uang jajan, pengetahuan GGL, dan pengaruh teman sebaya berhubungan dengan asupan GGL yang tinggi pada siswa SMAN 8 Jakarta. Oleh karena itu, disarankan dapat diberikan edukasi terkait pola hidup sehat mengenai asupan GGL dan logo Pilihan Lebih Sehat melalui UKS SMAN 8 Jakarta yang bekerja sama dengan puskesmas
Unhealthy eating behavior high in sugar, salt, and fat is one of the risk factors for non-communicable diseases. This study aims to determine the factors associated with the intake of SSF in students of SMAN 8 Jakarta in 2022. This study is a quantitative study with a cross-sectional design. In this study, intake of SSF is the dependent variable while gender, sleep duration, emotional eating, reasons for choosing food and beverages, knowledge of SSF, knowledge of the Healthier Choice logo, pocket money, parental influence, peer influence, and the influence of high SSF food and beverage advertisements are independent variables. Data collection was carried out in June-July 2022 to 168 students of class X and class IX of SMAN 8 Jakarta who were randomly selected. Data were collected through filling out online questionnaires. The data obtained were then analyzed univariately and bivariately using the chi-square test. The results showed that 42,3 percent of respondents had a high intake of SSF. The results also show that pocket money, knowledge of SSF, and peer influence are associated with high intake of SSF in students of SMAN 8 Jakarta. Therefore, it is recommended that education related to a healthy lifestyle regarding the intake of GGL and the Healthier Choice logo can be provided through UKS SMAN 8 Jakarta in collaboration with the Health Affairs Office.
Read More
S-11006
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahma Marfuatim Mutohharoh; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Kamaluddin Latief
S-7931
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Toby Tri Putra; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Asih Setiarini, Evi Fatimah
Abstrak: Persentase aktivitas fisik yang rendah pada kelompok penduduk usia >10 tahun di Indonesia mencapai 33,5%. Mahasiswa, salah satu kelompok penduduk yang termasuk dalam kelompok usia tersebut, dinyatakan oleh beberapa penelitian terdahulu memiliki persentase tingkat aktivitas fisik rendah yang cukup tinggi. Kondisi pandemi COVID19 yang membatasi aktivitas di luar turut memengaruhi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan tingkat aktivitas fisik mahasiswa FKM UI. Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional ini dilakukan melalui pengisian kuesioner online yang dibagikan melalui surat elektronik mahasiswa. Variabel dependen yang diukur dalam penelitian ini adalah aktivitas fisik dan variabel independennya adalah jenis kelamin, pengetahuan, tempat tinggal, fasilitas olahraga, screen time, dukungan keluarga dan teman, serta motivasi. Aktivitas fisik mahasiswa diukur melalui Global Physical Activity Questionnaire yang dikembangkan oleh World Health Organization (WHO). Hasil penelitian ini menunjukkan 40% mahasiswa FKM UI memiliki tingkat aktivitas fisik yang kurang atau tidak mencapai rekomendasi WHO, yaitu ≥600 MET setiap minggu. Analisis statistik yang telah dilakukan menunjukkan faktor yang berhubungan dengan aktivitas fisik mahasiswa adalah ketersediaan fasilitas olahraga, dukungan keluarga dan teman, serta motivasi. Intervensi berupa edukasi aktivitas fisik, saling memberi dukungan untuk beraktivitas fisik pada keluarga dan teman, penyediaan dan pemanfaatan fasilitas olahraga, dan upaya meningkatkan motivasi berolahraga diperlukan untuk meningkatkan tingkat aktivitas fisik.
Read More
S-10956
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Keisya Budiargo; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Asih Setiarini, Dieta Nurrika
Abstrak:
Obesitas merupakan akumulasi lemak tubuh yang berlebihan dan meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular. Pengukuran obesitas menggunakan persen lemak tubuh dinilai lebih akurat dibandingkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Prevalensi obesitas mahasiswa FKM UI berdasarkan data pemeriksaan kesehatan tahun 2022–2024 mencapai 13,6%, melebihi ambang batas masalah kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi ultra-processed food (UPF), asupan energi, lemak, karbohidrat, protein, serat, serta perilaku sedentary dengan kejadian obesitas berdasarkan persen lemak tubuh pada 147 mahasiswa FKM UI tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi obesitas berdasarkan persen lemak tubuh sebesar 12,9%. Terdapat hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi UPF, konsumsi energi UPF, asupan energi; lemak; protein, dan perilaku sedentary dengan obesitas (p-value<0,05). Sedangkan asupan serat dan karbohidrat tidak menunjukkan hubungan signifikan (p-value>0,05) tetapi menunjukkan kecenderungan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan lebih bijak dalam memilih makanan sehari-hari dan mengurangi aktivitas sedentary. FKM UI diharapkan menciptakan lingkungan kampus yang mendukung gaya hidup sehat serta program pemantauan status gizi. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan alat objektif untuk mengukur perilaku sedentary, serta menggunakan analisis multivariat untuk memahami hubungan mendalam antara konsumsi UPF, asupan gizi, dan perilaku sedentary terhadap kejadian obesitas

Obesity is the excessive accumulation of body fat that elevates the risk of non-communicable diseases. Compared to Body Mass Index (BMI), body fat percentage offers a more accurate measure of obesity. Based on health screening data from 2022 to 2024, the prevalence of obesity among FKM UI students reached 13.6%, surpassing the public health concern threshold. This study investigated the association between ultra-processed food (UPF) consumption, energy, fat, carbohydrate, protein, fiber intake, and sedentary behavior with obesity—measured by body fat percentage—among 147 FKM UI students in 2025. This quantitative study used a cross-sectional design. Findings revealed an obesity prevalence of 12.9%. Significant associations were observed between obesity and the frequency of UPF consumption, UPF-derived energy intake, total energy, fat and protein intake, and sedentary behavior (p-value<0.05). Although fiber and carbohydrate intake were not statistically significant (p-value>0.05), both showed trends. These results highlight the importance of making healthier dietary choices and reducing sedentary time. FKM UI encouraged to promote a supportive campus environment for healthy lifestyles and establish nutrition monitoring initiatives. Future studies should incorporate objective tools to assess sedentary behavior and utilize multivariate analysis to better understand the interactions between those risk factors and obesity
Read More
S-11984
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riska Wulandari; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Sandra Fikawati, Dieta Nurrika
Abstrak:
Kejadian gizi lebih di mahasiswa menjadi isu kesehatan global akibat perubahan gaya hidup saat transisi ke perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara asupan energi, asupan karbohidrat, asupan lemak, asupan protein, asupan serat, durasi tidur, aktivitas fisik, pengetahuan gizi, dan stres akademik dengan kejadian gizi lebih berdasarkan waist to height ratio (WHtR) pada 146 mahasiswa FKM UI Tahun 2025 yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Data analisis penelitian ini menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 32,2% mahasiswa FKM UI Tahun 2025 mengalami gizi lebih. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara seluruh variabel independen (asupan energi, asupan karbohidrat, asupan lemak, asupan protein, asupan serat, durasi tidur, aktivitas fisik, pengetahuan gizi, dan stres akademik) dengan kejadian gizi lebih (p-value > 0,05). Meskipun demikian, terdapat beberapa variabel yang memiliki kecenderungan gizi lebih pada mahasiswa dengan asupan serat rendah, durasi tidur kurang, pengetahuan gizi rendah, dan tingkat stres akademik tinggi. Oleh karena itu, diperlukan edukasi gizi kepada mahasiswa FKM UI Tahun 2025 melalui pihak fakultas maupun organisasi mahasiswa untuk mendorong penerapan gaya hidup sehat dalam upaya pencegahan kejadian gizi lebih di kalangan mahasiswa

Overnutrition among university students has become a global health issue due to lifestyle changes during the transition to college. This study aimed to examine the relationship between energy intake, carbohydrate intake, fat intake, protein intake, fiber intake, sleep duration, physical activity, nutrition knowledge, and academic stress with overnutrition based on waist-to-height ratio (WHtR) among 146 FKM UI students in 2025 selected using proportional stratified random sampling. This research used a quantitative method with a cross-sectional design. Data were analyzed using the chi-square test. The results showed that 32.2% of students experienced overnutrition. However, no significant association was found between the independent variables (energy intake, carbohydrate intake, fat intake, protein intake, fiber intake, sleep duration, physical activity, nutrition knowledge, and academic stress) and overnutrition (p-value > 0.05). Nonetheless, students with low fiber intake, short sleep duration, low nutrition knowledge, and high academic stress showed a tendency toward overnutrition. Therefore, nutrition education is needed for FKM UI students through faculty and student organizations to promote healthy lifestyles in preventing overnutrition.
Read More
S-11910
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive