Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35290 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Shamim Thahir Ahmad; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Mardiati Nadjib, Edu Parningotan Aritonang
Abstrak:
Durasi penyelesaian klaim menjadi indikator penting dalam menilai efisiensi pelayanan asuransi, terutama pada produk santunan harian rawat inap. Keterlambatan dalam proses klaim dapat menurunkan kepuasan dan kepercayaan nasabah terhadap perusahaan asuransi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan durasi penyelesaian klaim santunan harian rawat inap di PT. X berdasarkan data tahun 2023–2024. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif dan memanfaatkan data sekunder sebanyak 299 klaim. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan regresi logistik ordinal. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar klaim diselesaikan dalam waktu 6–14 hari (39,1%) dan 0–5 hari (37,5%). Terdapat dua variabel yang memiliki hubungan signifikan secara statistik terhadap durasi klaim, yaitu asal daerah dan kelengkapan dokumen. Peserta dari luar Pulau Jawa cenderung mengalami durasi klaim lebih lama, sedangkan klaim dengan dokumen lengkap memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk diselesaikan dalam waktu singkat. Empat variabel lainnya—sebab dirawat, jenis rumah sakit, nominal klaim, dan riwayat pengajuan sebelumnya—tidak menunjukkan hubungan signifikan namun memiliki kecenderungan praktis yang relevan.
The duration of claim settlement is an important indicator in assessing the efficiency of insurance services, particularly for hospital daily cash benefit products. Delays in the claim process may reduce customer satisfaction and trust in insurance companies. This study aims to analyze the factors associated with the duration of claim settlement for hospital daily cash benefits at PT. X based on 2023–2024 data. A cross-sectional design with a quantitative approach was used, utilizing secondary data from 320 claims. The analysis was conducted using univariate and bivariate methods with ordinal logistic regression. The results showed that most claims were settled within 6–14 days (39.1%) and 0–5 days (37.5%). Two variables showed statistically significant relationships with claim duration: region of origin and completeness of documents. Participants from outside Java Island tended to experience longer claim durations, while claims submitted with complete documents had a significantly higher likelihood of being processed more quickly. The other four variables—reason for hospitalization, hospital type, claim amount, and claim history—were not statistically significant but showed relevant practical trends.
Read More
S-12000
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Subekti Yudianto; Pembimbing: Ronnie Rivany
S-2738
Depok : FKM-UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joko Suwandi; Pembimbing: Sandi Iljanto
S-3157
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zsandrina Ashriza EL Yusvaa Andreina; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Pujiyanto, Mardiati Nadjib
Abstrak:
Proses penyelesaian klaim asuransi non-JKN di rumah sakit memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran arus kas dan keberlangsungan operasional. Keterlambatan dalam proses klaim dapat berdampak pada waktu penerimaan pembayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketepatan waktu dan proses penyelesaian klaim asuransi non-JKN di RS UI tahun 2025. Faktor input yang diteliti meliputi SDM, sarana dan prasarana, kelengkapan berkas klaim, dan jenis asuransi. Penelitian ini juga menganalisis distribusi waktu pada setiap tahapan proses, meliputi T1 (discharge to closed), T2 (closed to invoicing), T3 (invoicing to sending), dan T4 (sending to payment), serta hambatan yang terjadi hingga tahap pembayaran klaim. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari seluruh klaim asuransi non-JKN tahun 2025 sebanyak 7313 klaim, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yang terlibat dalam proses klaim di unit AR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar klaim telah diselesaikan sesuai dengan target ≤55 hari dengan persentase 83,5% dan rata-rata total waktu penyelesaian sebesar 29 hari. T4 merupakan tahapan dengan durasi paling lama dan menjadi bottleneck dalam proses klaim. Faktor input secara umum telah mendukung proses, tetapi masih ditemukan kendala terkait ketidaklengkapan berkas klaim, keterbatasan SDM pada kondisi tertentu, dan sistem yang belum optimal. Terdapat variasi waktu penyelesaian klaim berdasarkan jenis perawatan dan jenis asuransi yang dipengaruhi oleh kompleksitas berkas dan perbedaan kebijakan asuransi. Hambatan dalam proses klaim didominasi oleh faktor internal rumah sakit, meskipun faktor eksternal juga turut memengaruhi. Secara keseluruhan, proses penyelesaian klaim asuransi non-JKN di RS UI telah berjalan cukup baik, tetapi masih diperlukan perbaikan pada kelengkapan berkas klaim, optimalisasi sistem, dan pengelolaan SDM untuk meningkatkan efisiensi dan konsistensi dalam pencapaian target waktu penyelesaian klaim.

The process of non-JKN insurance claim settlement in hospitals plays an important role in maintaining cash flow and ensuring operational sustainability. Delays in the claim process still occur and may affect the timeliness of payment receipt. This study aims to analyze the timeliness and process of non-JKN insurance claim settlement at Universitas Indonesia Hospital in 2025. The input factors examined included human resources, facilities and infrastructure, completeness of claim documents, and type of insurance. This study also analyzed the time distribution at each stage of the claim process, including T1 (discharge to closed), T2 (closed to invoicing), T3 (invoicing to sending), and T4 (sending to payment), as well as the barriers encountered until the payment stage This study employed a cross-sectional design using quantitative and qualitative approaches. Quantitative data were obtained from a total of 7,313 non-JKN insurance claims in 2025, while qualitative data were collected through in-depth interviews with informants involved in the claim process within the AR Unit. The results showed that the majority of claims were completed within the target of  ≤55 days, accounting for 83,5% of all claims, with an averge total processing time of 29 days. T4 was identified as the longest stage and became the bottleneck in the claim process. In general, the input factors supported the claim settlement process; however, several obstacles were still identified, including incomplete claim documents, limited human resources under certain conditions, and suboptimal system performance. Variations in claim processing time were also found based on the type of care and type of insurance, influenced by document complexity and differences in insurance policies. Barriers in the claim process were predominantly caused by internal hospital factors, although external factors also contributed to delays. Overall, the non-JKN insurance claim settlement process at Universitas Indonesia Hospital has been implemented relatively well; however, improvements in claim document completeness, system optimization, and human resource management are still needed to improve efficiency and consistency in achieving the targeted claim processing time.
Read More
S-12226
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vera Wahyuni Ulandari; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Atmiroseva
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Penolakan Klaim Rawat Jalan Reimbursement Produk FSL di PT BCD periode Januari - Desember 2022 berdasarkan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Selama periode bulan Januari – Desember 2022 klaim ditolak paling banyak dikarenakan klaim melebihi batas waktu pengajuan kelengkapan dokumen klaim sebesar 48,80% dari jumlah klaim yang ditolak pada produk FSL. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor yang berhubungan dengan penolakan klaim rawat jalan reimbursement meliputi SDM yang belum melakukan pelatihan, kurangnya kelengkapan dokumen klaim, SOP terkait penolakan klaim menurut pre-existing condition, waiting period, non-disclosure, not-meet criteria, policy exclusion, invalid claim, dan expired yang belum ada, kendala software terkait notifikasi pending gagal terkirim. Saran diperlukan pendidikan dan pelatihan mengenai klaim yang ditolak, membuat SOP secara spesifik mengenai klaim ditolak menurut pre-existing condition, waiting period, policy exclusion, non-disclosure, not-meet criteria, policy exclusion, invalid claim, dan expired, pembaharuan SOP claim, perbaikan dan pemantauan sistem secara berkala, menciptakan sebuah sistem konsultasi untuk nasabah.

The purpose of this study is to identify factors associated with Outpatient Reimbursement Claims Rejection for FSL Product at PT BCD during the period of January to December 2022 based on in-depth interviews and document analysis. During the period of January to December 2022, the highest number of rejected claims for the FSL product was due to claims exceeding the submission deadline, accounting for 48.80% of the total rejected claims. This research utilizes both quantitative and qualitative methods, with data collection techniques involving in-depth interviews and document analysis. The research findings indicate several factors associated with the rejection of outpatient reimbursement claims, which include insufficient training of human resources, incomplete claim documentation, absence of Standard Operating Procedures (SOPs) related to claim rejections based on pre-existing conditions, waiting period, non-disclosure, not meeting criteria, policy exclusion, invalid claims, and expired claims. Additionally, challenges related to software were identified, particularly regarding failed notification delivery for pending claims. Recommendations for improvement include the implementation of education and training on claim rejections, development of specific SOPs for claim rejections based on pre-existing conditions, waiting period, policy exclusion, non-disclosure, not meeting criteria, policy exclusion, invalid claims, and expired claims. Further suggestions involve updating the SOPs related to claims, periodic system improvement and monitoring, and establishing a consultation system for customers.
Read More
S-11455
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zeranina Zahra Alyya; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Atik Nurwahyuni, Hananta Praditya
Abstrak:
Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang sering menyebabkan peningkatan utilisasi layanan kesehatan dan klaim kesehatan pada peserta asuransi kumpulan dalam perusahaan. Program vaksin influenza menjadi salah satu upaya preventif yang dilakukan perusahaan untuk menurunkan risiko penyakit ISPA serta mengendalikan frekuensi dan biaya klaim kesehatan pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan frekuensi dan biaya klaim rawat jalan ISPA pada peserta asuransi sebelum dan sesudah program vaksinasi influenza, serta membandingkan klaim antara kelompok peserta tervaksin dan tidak tervaksin. Penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan retrospektif menggunakan data klaim kesehatan peserta asuransi PT X periode polis 2023-2024. Sampel penelitian terdiri dari 762 peserta asuransi, dengan 381 peserta tervaksin dan 381 peserta tidak tervaksin. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk melihat perubahan klaim sebelum dan sesudah vaksinasi serta uji Mann-Whitney untuk membandingkan distribusi klaim antara kelompok tervaksin dan tidak tervaksin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi klaim ISPA mengalami penurunan yang signifikan pada kelompok tervaksin maupun tidak tervaksin. Kelompok tervaksin menunjukkan penurunan frekuensi klaim lebih besar yaitu 17,5%, sedangkan kelompok tidak tervaksin mengalami penurunan sebesar 6,32%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perubahan tersebut signifikan pada kedua kelompok dengan nilai p-value <0,05. Sementara itu, biaya klaim belum mengalami perubahan yang signifikan pada kedua kelompok, namun tetap mengalami penurunan secara nominal. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan distribusi frekuensi dan biaya klaim antara kelompok peserta tervaksin dan tidak tervaksin. Berdasarkan hasil penelitian, program vaksin influenza memiliki potensi sebagai upaya preventif pengendalian utilisasi layanan kesehatan akibat ISPA, terutama dalam menurunkan frekuensi klaim kesehatan rawat jalan.

Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the diseases that frequently increases healthcare utilization and health insurance claims among group health insurance participants. Influenza vaccination programs have become one of the preventive measures implemented by companies to reduce the risk of ARI and control the frequency and cost of employee health claims. This study aimed to analyze changes in the frequency and cost of outpatient ARI claims before and after influenza vaccination, as well to compare claims between vaccinated and unvaccinated participants. This study used a quantitative observational research design with a retrospective approach using health claim data from PT X insurance participants during the 2023-2024 policy period. The study sample consisted of 762 insurance participants, including 381 vaccinated participants and 381 unvaccinated participants. Data analysis was conducted descriptively and inferentially using the Wilcoxon Signed Rank Test to assess changes in claims before and after vaccination, and the Mann-Whitney test to compare claim distribution between vaccinated and unvaccinated groups. The results showed that the frequency of ARI claims significantly decreased in both vaccinated and unvaccinated groups, with a greater reduction observed in the vaccinated group. The vaccinated group experienced a 17.5% reduction in claim frequency, while the unvaccinated group experienced a 6.32% reduction. The Wilcoxon test results indicated significant changes in claim frequency in both groups with p-values
Read More
S-12320
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Shakia Az Zahra; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Budi Hidayat, Khaterina Kristina Manurung
Abstrak:
Secara global kanker paru merupakan tiga terbesar kasus penyakit kanker di dunia dan menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian akibat penyakit kanker pada laki laki dan perempuan (Globocan, 2022) Di Indonesia, kanker paru menjadi penyebab utama kematian akibat kanker di samping kanker payudara dan kanker kolorektal (WHO, 2022). Kanker paru ditempatkan sebagai beban utama biaya pengobatan yang bersifat katastropik dengan menyerap anggaran besar dari total belanja kesehatan negara dalam Diasease Account 2023. Besaran biaya klaim penyakit kanker paru sangat ditentukan oleh berbagai faktor yang memengaruhi tingkat keparahan dan intensitas pemanfaatan layanan. Oleh karena itu diperlukan analisis untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan biaya kanker paru. Metode: Penelitian menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan dengan desain cross sectional. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara usia, jenis kelamin, segmen kepesertaan, hak kelas rawat, metastasis, kunjungan rawat inap, kunjungan rawat jalan, kepemilikan rumah sakit, tipe rumah sakit, dan wilayah regional FKRTL dengan biaya klaim. Faktor yang paling berhubungan yaitu metastasis (p value <0,001; AOR 11,045). Kesimpulan: Diperlukan peningkatan deteksi dini melalui skrining nasional, pemerataan akses, dan peninjauan tarif INA CBGs

Lung cancer is among the three most common cancers worldwide and remains the leading cause of cancer-related mortality in both men and women (GLOBOCAN, 2022). In Indonesia, lung cancer is one of the primary causes of cancer deaths, alongside breast and colorectal cancer (WHO, 2022). It also represents a major catastrophic health expenditure, accounting for a substantial proportion of national healthcare spending as reported in the Disease Account 2023. The magnitude of lung cancer treatment costs is influenced by various factors related to disease severity and healthcare utilization. Therefore, an analysis is needed to identify factors associated with lung cancer treatment costs. Methods: This study used secondary data from the BPJS Kesehatan Sample Data and employed a cross-sectional study design. Data were analyzed using bivariate and multivariate logistic regression analyses to identify factors associated with lung cancer claim costs. Results: Significant associations were found between age, sex, membership segment, inpatient class entitlement, metastasis status, inpatient visits, outpatient visits, hospital ownership, hospital type, and regional referral healthcare facility (FKRTL) location with lung cancer claim costs. Metastasis was identified as the factor most strongly associated with high claim costs (p-value < 0.001; AOR = 11.045). Conclusion: Strengthening early detection through a national lung cancer screening program, improving equitable access to healthcare services, and reviewing INA-CBGs tariffs are recommended to reduce the economic burden of lung cancer and improve the efficiency of healthcare financing under the National Health Insurance (JKN) system.
Read More
S-12403
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Oktaviani; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Eddy Setiawan
S-5915
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cynthia Valianty; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Bagus Satriya
S-5842
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ekaning Wedarantia; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Atik Nurwahyuni, A. Nandi Wahyu
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang berhubungan dengan utilisasi (besaran klaim) rawat inap tingkat lanjutan peserta lansia di PT Askes (Persero) Kantor Cabang Utama Jakarta Selatan tahun 2012 dengan menggunakan desain studi cross sectional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengisi daftar isian dari data sekunder yang berupa data register klaim. Diagnosis, lama hari rawat, jenis rumah sakit, dan kelas perawatan mempunyai hubungan yang signifikan dengan utilisasi (besaran klaim) rawat inap tingkat lanjutan, masing-masing dengan p-value 0,009, 0,001, 0,001 dan 0,001. Umur, jenis kelamin dan status kepesertaan tidak ditemukan hubungan yang signifikan dengan utilisasi (besaran klaim) rawat inap tingkat lanjutan.
 

 
The purpose of this research is to examine factors associated with utilization (claim) of elderly’s secondary care inpatient at PT Askes (Persero) primary branch office at South Jakarta n 2012. This research applied cross sectional design. Data were collected from secondary sources, for example claim register data. Diagnosis, length of stay, type of hospitals, and the class of treatment have significant relation with the utilization of secondary care inpatient, each with p-value 0,009; 0,001; 0,001 and 0,001. The result of the research shows that age, sex, and membership status do not have significant relation with the utilization of secondary care inpatient.
Read More
S-7893
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive