Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39544 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yuliana Setypany; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Puput Oktamianti, Rina Mutiara
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman peserta dan petugas dalam proses verifikasi perawatan pada Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang diselenggarakan oleh PT ASABRI (Persero). Program ini dirancang untuk memberikan perlindungan sosial bagi prajurit TNI, anggota Polri, dan ASN di lingkungan Kementerian Pertahanan dan Polri. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga peserta JKK dan tiga petugas ASABRI yang terlibat langsung dalam proses verifikasi, serta analisis dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses verifikasi perawatan mencakup beberapa tahapan, yaitu pengecekan dokumen, validasi data medis, dan evaluasi kepatuhan terhadap standar prosedur operasional (SOP). Peserta mengungkapkan bahwa proses verifikasi kerap kali rumit dan birokratis, terutama terkait kelengkapan dokumen dan ketidakpastian informasi. Dari sisi petugas, tantangan terbesar terletak pada kurangnya sosialisasi dan literasi peserta, serta keterbatasan sumber daya manusia dalam menangani klaim yang kompleks. Persepsi terhadap kualitas pelayanan, ditinjau melalui dimensi SERVQUAL (tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy), berpengaruh terhadap tingkat kepuasan peserta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan efektivitas verifikasi perawatan sangat penting dalam menjamin kepuasan peserta. Rekomendasi meliputi penyederhanaan prosedur administratif, pelatihan petugas, dan optimalisasi sistem informasi untuk mendukung proses klaim. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan kebijakan layanan JKK di lingkungan ASABRI.


This study aims to analyze the experiences of participants and officers in the medical care verification process within the Occupational Injury Insurance Program (JKK) managed by PT ASABRI (Persero). This program is designed to provide social protection for Indonesian National Armed Forces (TNI) soldiers, National Police members, and Civil Servants (ASN) within the Ministry of Defense and the Police. A qualitative approach with a case study design was used. Data were collected through in-depth interviews with three JKK participants and three ASABRI officers directly involved in the verification process, along with a review of supporting documents. The findings reveal that the verification process includes several stages: document checking, medical data validation, and compliance evaluation with standard operating procedures (SOPs). Participants reported that the verification process is often complicated and bureaucratic, especially regarding documentation requirements and the lack of clear information. From the officers’ perspective, the main challenges include low participant literacy, lack of socialization, and limited human resources in handling complex claims. Perceptions of service quality, assessed through the SERVQUAL dimensions (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy), influence participant satisfaction levels. This study concludes that enhancing the effectiveness of the medical care verification process is essential for ensuring participant satisfaction. Recommendations include simplifying administrative procedures, improving staff training, and optimizing information systems to support the claims process. These findings are expected to serve as input for evaluating and improving policy in ASABRI’s JKK services.
Read More
S-12076
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Immanuel Natanael Tarigan; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Puput Oktamianti, Vetty Yulianty Permanasari, Hima Liliani, Supriyantoro
Abstrak:
Sejak diberlakukan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), rumah sakit harus dapat mengelola klaim JKN dengan baik. Salah satu cara yang dilakukan oleh rumah sakit adalah dengan menempatkan dokter verifikator internal medis (VIM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa yang memengaruhi kinerja verifikasi dokter VIM. Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada 16 dokter VIM dengan kuesioner dan wawancara mendalam. Hasil studi menemukan bahwa kinerja verifikasi dokter VIM pada Januari-Juni 2022 adalah 81,45%. Studi ini juga menemukan bahwa determinan yang berhubungan dengan kinerja verifikasi dokter VIM adalah determinan demografis berupa lama bekerja sebagai VIM dan beban pekerjaan lain yang dilakukan, determinan pengetahuan, determinan kepuasan kerja berupa kepuasan kerja secara umum, kepuasan atas gaji, tunjangan dan imbalan atas pekerjaan, kepuasan atas sifat dasar pekerjaan, serta kepuasan atas situasi operasional pekerjaan dan rekan kerja. Determinan dukungan organisasi berupa standar operasional prosedur, kesempatan pelatihan dan pendidikan serta kesempatan komunikasi dengan pihak eksternal ditemukan berhubungan dengan kinerja verifikasi dokter VIM. Adapun determinan lain yang berhubungan dengan kinerja verifikasi dokter VIM adalah keinginan dari dalam diri untuk menjadi dokter VIM, pembagian tugas dalam verifikasi, umpan balik atas kinerja serta kriteria atau standar dalam menjadi seorang dokter VIM.

Since the implementation of the National Health Insurance, hospitals must be able to manage JKN claims properly. One way to properly manage the situation is by employing a medical internal verification doctor. This study aims to determine the factors that influence the performance of medical internal verification doctor. The research was conducted using a case study method with a qualitative and quantitative approach. The study was conducted on 16 medical internal verification doctors using questionnaires and in-depth interviews. The results of the study found that the performance of medical internal verification doctors in January-June 2022 was 81.45%. This study also found that the determinants related to the verification performance of medical internal verification doctors were demographic determinants in the form of years of service as medical internal verification doctors and other workloads, knowledge, job satisfaction in general, satisfaction with salary, benefits and rewards for work, satisfaction with the nature of work, as well as satisfaction with the operational situation of work and colleagues. Other determinants in medical internal verification doctors verification performance is organizational support, such as standard operating procedures, training and education opportunities and opportunities for communication with external parties. Other determinants related to the verification performance of VIM doctors are the passion as a medical internal verification doctor, tasks assignment, feedback on performance and criteria or standards for becoming a medical internal verification doctors.
Read More
T-6513
Depok : FKM UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erdayani; Pembimbing: Prastuti Suwondo; Penguji: Pujiyanto, Isti Qomarsih
Abstrak: Skripsi ini membahas analisis umur, jenis kelamin, wilyah tempat tinggal dan diagnosis penyakit terhadap tingkat utilisasi dan biaya klaim Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Bapel JPKM PT X di RS P. Penelitian ini adalah penelitian deskriptik analitik dengan desain crosssectional atau potong lintang. Hasil penelitian menyarankan di lakukannya manajemenutilisasasi secara berkelanjutkan dan memperhatikan faktor usia, jenis kelamin, wilayah tempattinggal dan diagnosis. Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah lama hari rawat. Kata Kunci :Utilisasi
This study analyzes age, gender, diagnosis, lenght of stay, and diagnosis of disease ofparticipants on the level of utilization and claim cost in Health care program in Bapel JPKM PTX di RS P. This is describe about descriptic analytical study use cross sectional design. Theresults of this study suggest Skripsi ini membahas analisis umur, jenis kelamin, wilyah tempattinggal dan diagnosis penyakit terhadap tingkat utilisasi dan biaya klaim Program JaminanPemeliharaan Kesehatan Bapel JPKM PT X di RS P. Penelitian ini adalah penelitian deskriptikanalitik dengan desain cross sectional atau potong lintang. Hasil penthat it is need to considerother factors besides age, gender, diagnosis and status of participants. Same factors needs to beconcerned are leght of stay and type of health care.Key word :Utilization.
Read More
S-7577
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nindito Kresnamukti; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Kurnia Sari, Puput Oktamianti, Syafik Ahmad, Jaslis Ilyas
Abstrak:
Program Jaminan Kesehatan Nasional menuntut rumah sakit menyelenggarakan proses klaim yang akurat, lengkap, dan tepat waktu agar pembiayaan pelayanan berjalan berkelanjutan. Dalam praktiknya, klaim pending BPJS Kesehatan masih menjadi masalah karena ketidaksesuaian dokumen, koding, indikasi medis, dan koordinasi antarunit dapat menunda pembayaran serta mengganggu arus kas rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerja tim casemix dalam menangani klaim pending BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus melalui telaah dokumen klaim periode Agustus–Desember 2025 dan wawancara terstruktur dengan informan dari casemix, rekam medis, IGD, rawat inap, dan unit terkait. Analisis menggunakan kerangka Donabedian yang mencakup struktur, proses, dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tim casemix berperan sebagai pengendali utama koding, verifikasi internal, klarifikasi dokumen, dan tindak lanjut klaim pending. Rawat inap memberikan beban finansial terbesar karena menyumbang 77,8% dari total nominal pending, meskipun jumlah kasusnya lebih sedikit daripada rawat jalan. Penyebab pending meliputi kelengkapan bukti penunjang, ketepatan koding, indikasi rawat inap, lama rawat, readmisi, episode layanan, dan konsul internal. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan audit pra-klaim berbasis risiko, integrasi sistem informasi, dan forum evaluasi lintas unit diperlukan untuk menurunkan klaim pending. Rekomendasi tersebut diharapkan meningkatkan mutu administrasi klaim, kepastian pendapatan, dan akuntabilitas pelayanan JKN di rumah sakit.

The National Health Insurance program requires hospitals to manage claims accurately, completely, and on time to support sustainable healthcare financing. In practice, pending BPJS Health claims remain a significant issue because document discrepancies, coding errors, medical indication problems, and weak interdepartmental coordination may delay payment and disrupt hospital cash flow. This study aimed to analyze the work of the casemix team in handling pending BPJS Health claims at Pertamina Central Hospital. This study used a case study approach through a review of claim documents from August to December 2025 and structured interviews with informants from the casemix unit, medical records, emergency department, inpatient unit, and related work units. The analysis used Donabedian’s framework, which includes structure, process, and outcome. The findings showed that the casemix team played a central role in coding control, internal verification, document clarification, and follow-up of pending claims. Inpatient claims created the largest financial burden because they contributed 77.8% of the total pending claim value, although the number of inpatient cases was lower than outpatient cases. The causes of pending claims included incomplete supporting evidence, inaccurate coding, inpatient indication issues, length of stay, readmission, service episodes, and internal consultations. This study concluded that risk-based pre-claim audits, information system integration, and regular cross-unit evaluation forums are needed to reduce pending claims and improve claim accountability.
Read More
T-7718
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tessa Mardhana; Pembimbing: Ronnie Rivany
S-3422
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eliza Dwi Agustina; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Dwi Zarlis
S-9739
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Denti On Madya; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujianto; Mardiati Najib, Fani Syafani, Nia Widyanti
Abstrak: Jumlah tenaga kerja informal lebih banyak dibandingkan dengan tenaga kerja formal di Indonesia. Cakupan kepemilikan jaminan kecelakaan kerja masih sangat rendah sedangkan angka kecelakaan kerja masih cenderung tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jaminan kecelakaan kerja pada tenaga kerja informal di Indonesia. Variabel yang diamati yaitu, wilayah, umur, jenis kelamin, status pernikahan, status kesehatan, pendidikan, tingkat resiko pekerjaan, lama bekerja, Kepemilikan JKN, rawat jalan dan pendapatan tenaga kerja informal. Data yang digunakan adalah Data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) tahun 2017 diolah menggunakan stata dengan uji logit serta dianalisis dengan pendekatan model ekonometri. Hasil penelitian dengan p value <0,05 menunjukkan adanya hubungan antara wilayah, umur, jenis kelamin, status kesehatan, pendidikan, tingkat resiko pekerjaan, Kepemilikan JKN, dan pendapatan tenaga kerja informal terhadap kepemilikan jaminan kecelakaan kerja di Indonesia. Sedangkan variabel umur, status pernikahan, rawat jalan tidak berhubungan secara statistik dengan kepemilikan JKK. Nilai Ods Ratio (OR) tertinggi antara lain variabel pendapatan (OR 6,37), pendidikan tinggi (OR 2,99) dan kepemilikan JKN (OR 2,44) sedangkan yang terendah adalah variabel jenis kelamin (0,71).
Read More
T-5599
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Shabrina; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Pujiyanto, Arslan Herwin Harahap
Abstrak: Berdasarkan Peraturan BPJS Kesehatan No. 1 Tahun 2014, BPJS mewajibkan kepesertaan bagi Badan Usaha dalam program Jaminan Kesehatan Nasional. Namun, dari data yang diperoleh peneliti, di wilayah Tangerang dari total 7707 Badan Usaha terdapat 1185 Badan Usaha yang belum mendaftar BPJS Kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran persepsi badan usaha terkait kepesertaannya dalam program JKN di wilayah Tangerang tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan tehnik wawancara mendalam pada informan kunci yaitu pihak HRD perusahaan atau perwakilan Perusahaan yang biasa berurusan dengan BPJS Kesehatan. Variabel yang diteliti menggunakan teori 3 atribut kepuasan pelanggan oleh Dutka yaitu atribut produk, atribut pelayanan, atribut pembelian dan ditambahkan dengan teori Tafal yaitu peraturan dan sanksi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kepesertaan Badan Usaha dalam program Jaminan Kesehatan Nasional dipengaruhi oleh persepsi Badan Usaha. Persepsi Badan Usaha terhadap BPJS Kesehatan beragam, baik dari segi pelayanan di fasilitas kesehatan maupun pelayanan dari pegawai di kantor BPJS Kesehatan Tangerang. Badan Usaha yang sudah mendaftar BPJS Kesehatan menjadi peserta karena BPJS Kesehatan bersifat wajib dan keterpaksaan dari peraturan . Bagi Badan Usaha yang belum mendaftar karena pelayanan yang diberikan BPJS belum baik dan merasa keberatan dengan beban iuran yang harus dibayarkan ke BPJS Kesehatan. .Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman mengenai nilai-nilai yang diterapkan pada program JKN , dan juga beban karyawan BPJS Kesehatan Tangerang yang tidak seimbang dengan jumlah peserta yang harus dilayani.
Kata Kunci: Kepuasan Pelanggan, Badan Usaha, BPJS Kesehatan
Based on Peraturan BPJS Kesehatan No.1 tahun 2014, BPJS require the participation of enterprises in the JKN (National Health Insurance Program). However, from the data obtained by researchers, in the Tangerang area of total 7707 enterprises, there are 1185 enterprises that have not signed up in BPJS Kesehatan Tangerang. The purpose of this study to known perception of the enterprises related their membership of BPJS Kesehatan Tangerang. The research is use qualitative study using in-depth interview techniques to key informants that the HRD company or company representative that is used to dealing with BPJS. Variables studied using the theory of three attributes of customer satisfaction by Dutka which product attributes, service attributes, attributes the purchase and added with Tafal theory that rules and sanctions. Results from the study show that the coverage of the enterprises in the JKN is influenced by the perception of enterprises. Perception Enterprises against BPJS diverse, both in terms of services in health facilities and services of an employee in the office BPJS Tangerang. Enterprises that have signed up BPJS be a participant because BPJS is compulsory and compulsion of regulation. For those entities that have not signed up for the service provided has not been good BPJS and objecting to the burden of dues to be paid to BPJS. .This Is due to a lack of understanding of the values that applied to the program JKN, as well as personnel expenses BPJS Tangerang are not balanced by the number of participants to be served.
Key words: Customer Satisfication, enterprises, BPJS Kesehatan
Read More
S-9119
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Radinal Husein; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Mieke Savitri, Nuriana Ariani
S-4373
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irmania Wahyuningtyas; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Puput Oktamianti, Amila Megraini
Abstrak:
Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan kecelakaan kerja di industri konstruksi menimbulkan dampak bahaya yang signifikan. Menurut Organisasi Buruh Internasional (ILO), kasus PAK dan kecelakaan kerja merenggut nyawa 2,78 juta orang setiap tahunnya. Dari kematian tersebut, PAK menyumbang hampir 2,4 juta (86,3%) dan kecelakaan kerja mencapai lebih dari 380.000 (13,7%). Mengingat Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No:PER.03/MEN/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Pekerja, pengusaha atau penyelenggara mengandalkan langkah ini untuk melindungi pekerja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hasil implementasi Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja sesuai Permenakertrans No. Per.03/Men/1982 ditinjau dari sudut pandang teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn pada Proyek Pembangunan Proving Ground di BPLJSKB Bekasi. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dan melakukan penulusuran serta telaah dokumen untuk mendapatkan data sekunder. Dengan menggunakan variabel ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya kebijakan, karakteristik lembaga pelaksana, komunikasi antar organisasi, disposisi lembaga pelaksana, dan lingkungan sosial, ekonomi, dan politik, penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala berdasarkan enam variabel dari teori Van Meter dan Van Horn sehingga implementasi kebijakan pelayanan kesehatan tenaga kerja di perusahaan belum optimal dilaksanakan. Beberapa saran direkomendasikan antara lain dengan meningkatkan jumlah kegiatan sosialisasi kepada seluruh karyawan, mengefisienkan anggaran program, melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin, menugaskan dokter perusahaan untuk melakukan pembinaan dan pengawasan, serta menyusun kebijakan atau SOP khusus terkait pelaksanaan kebijakan pelayanan kesehatan tenaga kerja.

Occupational illnesses and accidents in the construction industry pose a significant danger. According to the International Labor Organization (ILO), occupational diseases and work-related accidents claim the lives of 2.78 million people annually. Of these deaths, occupational diseases accounted for almost 2.4 million (86.3%) and work accidents for over 380,000 (13.7%). In light of the Minister of Manpower and Transmigration Regulation No:PER.03/MEN/1982 about Worker Health Services, employers or administrators are relying on this measure to safeguard employees. The purpose of this study was to analyze the outcomes of the Worker Health Services implementation of Permenakertrans No. Per.03/Men/1982 from the theoretical viewpoint of Van Meter and Van Horn's policy implementation on the Proving Ground Project at BPLJSKB Bekasi. This study applied a qualitative research methodology and a case study design. Comprehensive interviews were the main method of gathering secondary data for this study, along with searches and document reviews. Using the variables of policy size and objectives, policy resources, implementing agency characteristics, inter-organizational communication, implementing agency disposition, and the social, economic, and political environment, this study utilized Van Meter and Van Horn's theory of policy implementation. The study's findings demonstrated that several barriers existed, based on six characteristics from the Van Meter and Van Horn theory, which prevented the workforce healthcare policies from being implemented in businesses in an ideal manner. Increasing the number of socialization activities for all employees, making the program budget as efficient as possible, conducting routine monitoring and evaluation, assigning company doctors to provide coaching and supervision, and developing unique policies or SOPs pertaining to the implementation of workforce health service policies are just a few of the suggestions that are advised.
Read More
S-11715
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive