Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32294 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Faisa Rachma Maurizka; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Arinta Adhininggar
Abstrak:
Keamanan lingkungan kampus merupakan aspek penting karena berdampak langsung terhadap kenyamanan dan keberlangsungan aktivitas akademik maupun non-akademik. Kampus Universitas Indonesia di Depok merupakan kampus terbuka, sehingga memiliki potensi risiko keamanan baik faktor internal maupun eksternal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai risiko keamanan di Universitas Indonesia, khususnya Kampus Depok menggunakan desain studi deskriptif analitik dengan metode kualitatif sehingga didapatkan gambaran risiko terkait keamanan di Universitas Indonesia. Penelitian dilaksanakan di Kampus Universitas Indonesia Depok pada bulan Maret hingga Juni 2025. Data primer didapatkan melalui observasi dan wawancara dengan petugas keamanan, serta data sekunder didapatkan dari dokumen laporan kasus di kantor keamanan Universitas Indonesia, serta literatur lain yang relevan dengan penelitian ini. Hasil identifikasi ancaman menunjukkan terdapat 38 potensi ancaman keamanan di lingkungan kampus, antara lain 2 ancaman extreme risk, 3 ancaman high risk, 18 ancaman significant risk, 10 ancaman medium risk, dan 5 ancaman low risk. 5 prioritas ancaman yang memerlukan perhatian lebih meliputi pelanggaran aturan lalu lintas, parkir, berdagang, memancing dan pemulung tanpa izin di dalam kampus, pencurian, perampokan, serta kekerasan seksual. Penilaian risiko keamanan yang sistematis di Universitas Indonesia penting dilakukan sebagai dasar penerapan sistem manajemen keamanan kampus di masa depan yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan di lingkungan kampus.


Campus security is important as it directly impacts the comfort and continuity of both academic and non-academic activities. Universitas Indonesia Depok Campus is an open campus, which has potential security risks from both internal and external factors. This study aims to assess security risks in Universitas Indonesia, specifically at Depok Campus, using descriptive analytical study design with qualitative method to describe security-related risks at Universitas Indonesia. The research conducted at Universitas Indonesia Depok from March to June 2025. Primary data gathered through observation and interview with security officers and secondary data through case report documents, as well as other literature related to this research. Threat identification indicates 38 potential threats on campus which included 2 threats of extreme risk, 3 threats of high risk, 18 threats of significant risk, 10 threats of medium risk, and 5 threats of low risk. Top 5 priority threats were traffic violation, parking, fishing, selling, and scavenging illegally in campus, theft, robbery, and sexual harrashment. A systematic security risk assessment at Universitas Indonesia is important to be the foundation for implementing a university security management system in the future which aims to improve security in the university.
Read More
S-12135
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aninditya NS; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Robiana Modjo, Yuni Kusminati, Devi Partina Wardani
Abstrak: Nama : Aninditya NS Program Studi : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Judul : Analisis Aspek Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan di Hunian Sementara Mahasiswa di Pondok Cina Depok, Tahun 2019 Pembimbing : Prof. Dra. Fatma Lestari, Msi., PhD Semakin berkembangnya pendidikan tinggi di Indonesia, maka jumlah mahasiswa yang masuk perguruan tinggi semakin meningkat, dan hal ini membuat kebutuhan akan hunian sementara mahasiswa yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar. Dengan banyaknya jenis dan jumlah hunian diperlikan klasifikasi dari berbagai jenis hunian yang ada di Pondok Cina. Metode yang digunakan purposive sampling dengan tools berupa checklist diikuti dengan wawancara dan observasi hunian sementara. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa klasifikasi kelas hunian yang ada di pondok cina terbagi atas tiga kelas yaitu kelas 5 yang paling baik sebesar 18%, kelas 4 sebesar 69% dan kelass terakhir kelas 3 sebesar 13%. Walaupun rata-rata sudah berada dalam kondisi yang relative aman tetapi masih butuh ditingkatkan mengenai kebijakan akan rokok, manajemen hama dan juga terkait persiapan pemadaman kebakaran. Kata kunci: Hunian sementara, klasifikasi hunian sementara ABSTRACT Name : Aninditya NS Study Program : Occupational Health and Safety Title : Risk Analysis for off campus housing near University of Indonesia at Pondok Cina, Depok Year 2019 Counsellor : Prof. Dra. Fatma Lestari, Msi., PhD The Rapid increasing student population as a result of increase interest in higher institutions of learning over the years and this make off campus housing demand increasing too. To provide high quality of housing to improve education quality. Area near campus provide many classification of rental housing in Pondok Cina. Methode using is purposive sampling with check list as a tools and also observation and interviews. Resulting there is only 3 best class in rental housing classification in Pondok Cina which is class 5 18%, class 4 69% the biggest class in Pondok Cina, and last class 3 13%. Although the condition of housing relatively safe, but still need improvement in pest management, cigarette policy and fire safety Key words: Off-campus housing, Classification off campus housing
Read More
T-5768
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sam Pangalo; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Robiana Modjo, Yuni Kusminanti
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) sebagai pengabdian masyarakat dengan pendekatan prinsip leadership engagement dan community participation melalui mekanisme pembentukan Komite K3L dengan cara mengkombinasikan indikator-indikator yang mendukung pembentukan Komite K3L di FKM UI. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi yang menggunakan pendekatan kerangka kerja logis. Informan dalam penelitian ini merupakan representasi dari stakeholder yang terlibat dalam pembentukan K3L di FKM UI. Hasil penelitian menunjukkan Komite K3L di FKM UI belum ada anggaran yang secara khusus di alokasikan untuk menunjang program K3L serta perbaikan dan pengendalian risiko K3L yang merupakan temuan sepanjang tahun sehingga disarankan untuk memasukkan anggaran pelaksanaan program K3L tersebut ke dalam RKAT masing-masing departemen atau unit. Selain itu Komite K3L FKM UI juga belum memiliki surat keputusan pengesahan, Kebijakan K3L organisasi serta pedoman atau manual Komite K3L FKM UI yang di tandatangani oleh Manajemen Puncak sehingga disarankan agar Dekan FKM UI segera menetapkan dan mensahkan secara tertulis Komite K3L FKM UI, Kebijakan K3L organisasi serta manual pelaksanaannya dan dikomunikasikan ke semua pihak sehingga semua orang dapat mengetahui, memahami dan melaksanakan kewajiban serta perannya masing-masing dalam organisasi dan memiliki komitmen yang sama terhadap kebijakan yang ditetapkan. 

This study aims to develop Health Safety and Environmental (HSE) as community service by leadership principles approach and community participation through mechanism of HSE Committee establishment by combining indicators that support HSE Committee establishment at FKM UI. This study was descriptive qualitative research with in-depth interviews, documents review and observations methods using the logical framework approach. Informen in this study were a representative of the stakeholders involved in the establishment of HSE at FKM UI. The results showed that the HSE Committee FKM UI does not have a budget for supportting the HSE program as well as HSE improvement and risk control which are the findings throughout the year and it is recommended to put into the Annual Work Plan and Budget (AWPB) of each Department or Units. The HSE Committee FKM UI also does not have the legalization decree, HSE policy as well as guidelines or manuals of HSE Committee that is signed by the Top Management. It is recommended that Dean of FKM UI immediately establish and ratify in writing the HSE Committee, HSE policy and manual, and communicated to all parties so that everyone knowns, understands and implements their respective obligations and roles in the organization and have the same commitment to the policy set.
Read More
S-9460
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Avina Fitri Aisyah; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Astrid Widayati
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai penilaian risiko keselamatan kebakaran dari segifasilitas pencegahan dan penanggulangan kebakaran, komponen sistem fasilitas, sertamanajemen kegawatdaruratan di Rumah Sakit Universitas Indonesia. Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui tingkat risiko keselamatan kebakaran di Rumah SakitUniversitas Indonesia dengan mengacu pada standar nasional dan internasional.Penelitian ini bersifat kualitatif dengan desain penelitian deskriptif yang dilakukanmelalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen serta menggunakan instrumenberupa checklist dan ASHE Risk Assessment Tools. Analisis data dilakukan denganmelihat kesesuaian kondisi aktual dengan standar dan peraturan yang berlaku, kemudianmelakukan penentuan tingkat risiko berdasarkan kategori yang ditetapkan oleh ASHERisk Assessment Tools. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa aspek yang secarakeseluruhan hampir memenuhi ketentuan standar dan memiliki tingkat risiko yang dapatditerima adalah sistem proteksi kebakaran dan komponen sistem fasilitas. Sedangkanuntuk sarana penyelamatan jiwa di rumah sakit masih terdapat ketidaksesuaian denganstandar, sehingga masih terdapat tingkat risiko yang tergolong tinggi dan perludilakukan tindakan perbaikan. Manajemen kegawatdaruratan dan bencana di rumahsakit juga saat ini sedang dalam tahap pengembangan secara bertahap, sehingga belumseluruhnya memenuhi ketentuan dari modul Hospital Safety Index WHO khususnyakarena belum tersedianya prosedur yang telah disahkan dan diberikannya pelatihan bagiseluruh tim tanggap darurat.Kata Kunci:Sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif, sarana penyelamatan jiwa, komponen sistemfasilitas, manajemen kegawatdaruratan, rumah sakit.
Read More
S-10140
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Audrey Adhisty; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Muhamad Damawan
S-9000
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ika Kartika Laila; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Indri Hapsari Susilowati
S-5288
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safira Nurul Izzah; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Tubagus Dwika Yuantoko
S-12026
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deni Andrias; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Subejo, Adrianus Pangaribuan
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Manajemen dan Penerapan SistemKeselamatan Kebakaran pada Bangunan Gedung di Kawasan Kampus UniversitasIndonesia, Depok dengan metode penelitian Semi Kuantitatif dan desain DeskriptifAnalitik. Evaluasi dilakukan berdasarkan kesesuaian 12 safety parametes dan persyaratantambahan pada NFPA 101A: Alternate Approaches to Life Safety dengan standar NFPA101: Life Safety Code. ®. Variabel yang dianalisis adalah komponen Manajemen,Penerapan Sistem Keselamatan dan Proteksi Kebakaran. Hasil penelitian menunjukankinerja sistem keselamatan kebakaran cenderung kurang baik, hal tersebut dipengaruhimanajemen yang kurang baik, hasil evaluasi dimaksudkan untuk tindak lanjut perbaikandan peningkatan kinerja sistem keselamatan kebakaran yang diterapkan.
Kata kunci : Manajemen, Sistem, Proteksi Kebakaran, CFSES, Keselamatan Kebakaran.
This research is aimed to evaluate the performance of management and the application ofthe Fire Safety Systems Building in the area of University of Indonesia, Depok, by Semi-Quantitative research methods Descriptive Analytical design. The evaluation is based onconformity 12 safety parameters and the additional requirements in NFPA 101A:Alternate Approaches to Life Safety standards NFPA 101: Life Safety Code. ®. Thevariables analyzed were components of Management, Implementation of Safety and FireProtection Systems. The results showed the performance of fire safety systems tend to beless good, it is influenced by poor management, the results of the evaluation is intendedfor the follow-up fixes and performance improvements of are applicable fire safetysystems are applicable.
Keywords: Management, System, Fire Protection, CFSES, Fire Safety
Read More
T-4245
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ananda Putri Utami; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Kharis Saefudin
Abstrak: Penelitian ini membahas risiko keselamatan dan kesehatan pada fasilitas di Sekolah Alam Indonesia Meruyung yang bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat risiko yang ada di setiap fasilitas. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan melakukan identifikasi bahaya melalui observasi, wawancara, dan penggunaan data sekolah yang kemudian dilanjutkan dengan menganalisis risiko dengan metode semikuantitatif dari formula WT. Fine. Hasil penelitian ini teridentifikasi 77 bahaya dengan pembagian 88,16 % objek yang berbahaya, 5,26 % kondisi sistem yang berbahaya, dan 6,58 % aktivitas yang berbahaya. Sedangkan berdasarkan tingkat risiko terdapat 51,31 % acceptable, 25 % priority 3, 19,73 % substantial, 2,63 % priority 1, dan 1,31 % very high. Bahaya yang memiliki tingkat risiko tertinggi adalah pagar kelas lantai dua yang vertikal, climbing wall yang tidak memiliki pembatas atau pagar dan permukaan area jatuh yang tidak aman, tali climbing wall yang rusak, dan nyamuk. Kata kunci: Penilaian risiko, Level Risiko, Evaluasi Risiko, Keselamatan Sekolah, Sekolah Alam Indonesia Meruyung This study discussed about health and safety hazard in every facilities of Sekolah Alam Indonesia Meruyung which aims to know the level of risk from each hazard. Design of this study was descriptive observational. Hazard identification was by observe the facility and activity, interview, and using school data which then continued by analyzing with semiquantitative method from formula W.T. Fine 1971. The results of this study identified 77 hazards with 88.16% division of dangerous objects, 5.26% dangerous system conditions, and 6.58% dangerous activity. While the result of risk level are 51.31% were acceptable , 25% were priority 3, 19.73% were substantial, 2.63% were priority 1, and 1.31% were very high. The highest risk (very high, priority 2, and subsatantial) were vertical second-class fences, rock-bottomed climbing or unsafe fences and cliffs, drop objects, damaged climbing ropes, and mosquitoes. Key word: Risk assessment, level of risk, risk evaluation, school safety, Sekolah Alam Indonesia Meruyung
Read More
S-9819
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Akbar Husnul Falah; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Mila Tejamaya, Muthia Ashifa, Listya Eka Anggraini
Abstrak:
Paparan bahan kimia dan agen biologis di laboratorium lingkungan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan bagi analis laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat risiko kesehatan akibat pajanan bahan kimia melalui rute inhalasi dan dermal, serta paparan terhadap agen biologis (bakteri) yang digunakan di Laboratorium Lingkungan PT X pada tahun 2025. Penilaian risiko dilakukan menggunakan metode Chemical Health Risk Assessment (CHRA) dari DOSH Malaysia untuk bahan kimia, serta metode BIOGAVAL NEO untuk agen biologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa bahan kimia seperti benzena, formaldehida 37%, asam sulfat dan kalium dikromat memiliki nilai hazard rating dan exposure rating yang tinggi pada kedua rute pajanan tersebut. Sementara itu, paparan agen biologis seperti Escherichia coli dan Salmonella spp. diklasifikasikan ke dalam kelompok risiko 2 berdasarkan klasifikasi WHO. Evaluasi terhadap pengendalian risiko mengungkapkan bahwa meskipun beberapa tindakan telah diterapkan, seperti penggunaan fume hood, masih terdapat praktik kerja yang kurang aman dalam aktivitas yang melibatkan bahan kimia, serta kelemahan dalam penerapan prinsip biosafety dan biosecurity dalam penanganan agen biologis. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan efektivitas pengendalian yang ada serta penerapan pengendalian tambahan yang lebih spesifik, terarah, dan menyeluruh guna memastikan perlindungan optimal bagi tenaga kerja laboratorium dari risiko kesehatan akibat paparan bahan kimia dan biologis.

Exposure to chemical substances and biological agents in environmental laboratories has the potential to pose significant health risks to laboratory analysts. This study aims to evaluate the level of health risk resulting from chemical exposure via inhalation and dermal routes, as well as exposure to biological agents (bacteria) used in the Environmental Laboratory of PT X in 2025. Risk assessment was conducted using the Chemical Health Risk Assessment (CHRA) method from DOSH Malaysia for chemical agents, and the BIOGAVAL NEO method for biological agents. The results indicate that several chemicals, such as benzene, 37% formaldehyde, sulfuric acid, and potassium dichromate, have high hazard rating and exposure rating through both inhalation and dermal exposure routes. Meanwhile, exposure to biological agents such as Escherichia coli and Salmonella spp. is classified as Risk Group 2 based on WHO classification. Risk control evaluation revealed that although some measures have been implemented—such as the use of fume hoods—unsafe work practices still persist in activities involving chemical handling. Additionally, weaknesses remain in the implementation of biosafety and biosecurity principles in activities involving biological agents. Therefore, it is necessary to enhance the effectiveness of existing controls and implement additional, more specific, targeted, and comprehensive control measures to ensure optimal protection for laboratory personnel from health risks due to chemical and biological exposures.
Read More
T-7347
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive