Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38521 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Iqbal Andri Makarim; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Helen Andriani, Vetty Yulianty Permanasari, Harimat Hendarwan, Atmiroseva
Abstrak:

Hingga saat ini dari indikator-indikator yang masuk ke dalam komponen pembayaran kapitasi berbasis kinerja yang diinisiasi oleh BPJS Kesehatan, indikator angka kontak menjadi yang pencapaiannya paling rendah dengan capaian nasional kurang dari 50% Puskesmas di Indonesia belum mencapai target angka kontak berdasar data Riset Fasil-itas Kesehatan (Rifaskes) 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor input dan karakteristik dengan ketercapaian angka kontak Puskesmas di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menerapkan penelitian kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Sampel dari penelitian ini adalah seluruh Puskesmas yang ada di Indonesia yang masuk dalam Rifaskes 2019 sebanyak 9.831 Puskesmas. Data dalam studi ini diperoleh dari data sekunder yang didapatkan dari hasil Rifaskes 2019. Dari penelitian ini didapatkan dari 5.384 Puskesmas, faktor kelengkapan alat kesehatan esensial poliklinik (OR=1,16; p=0,029), rasio dokter per 5000 peserta (OR=1,06; p<0,0001), rasio bidan per 5000 peserta (OR=1,01; p=0,033), dan pengelolaan keuangan berbasis BLUD (OR=1,13; p=0,062) secara signifikan memengaruhi ketercapaian angka kontak. Namun, model prediktif hanya menjelaskan 2,6% varians (Nagelkerke R²=0,026). Pada penelitian berikutnya dapat dilakukan perampingan data dan mengambil studi menilai pengaruh dari faktor-faktor lain seperti output Puskesmas atau demand dari sisi pasien. Diharapkan pihak berwenang dapat melengkapi alat kesehatan dan menambah tenaga kesehatan di Puseksmas guna meningkatkan angka kontak.


Of the indicators included in the performance-based capitation payment component in-itiated by BPJS Kesehatan, the contact rate indicator has the lowest achievement. Based on 2019 Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes) data, less than 50% of Puskesmas in Indonesia did not reach the contact rate target. This study aimed to determine the effect of input and characteristics factors on contact rate achievement among Pusk-esmas in Indonesia. This analytical study applied a quantitative research design and used cross-sectional approach. The study sample included all 9,831 Puskesmas in In-donesia included in the 2019 Rifaskes. Data for this study were using secondary data obtained from the 2019 Rifaskes results. The study found that the completeness of es-sential medical equipment for polyclinics (OR = 1.16; p = 0.029), the ratio of doctors to 5,000 participants (OR = 1.06; p < 0.0001), the ratio of midwives to 5,000 partici-pants (OR = 1.01; p = 0.033), and BLUD-based financial management (OR = 1.13; p = 0.062) significantly influenced contact rate achievement. However, the predictive model only explained 2.6% of the variance (Nagelkerke R² = 0.026). Future research could refine the data and examine the influence of other factors, such as output factors or patient demand. It is expected that authorities should equip Puskesmas with medical equipment and increase the number of health workers to improve contact rates.

 

Read More
T-7416
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiwit Gemiwati; Pembimbing: Abdur Rachman, Haryoto Kusnoputranto
T-1563
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hairia Yazid; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Mardiati Nadjib, Masyitoh, Menur Wahyu Hidayati, Sri Kuswahyuni Edi
Abstrak:
Latar Belakang : Kunjungan ulang pasien gigi merupakan salah satu hal yang penting dalam keberhasilan perawatan penyakit gigi dan mulut serta pencegahan terhadap terjadinya kasus yang baru. Berbagai upaya telah dilakukan seperti renovasi sarana, edukasi melalui media sosial dan peningkatan skill untuk pelayanan akan tetapi jumlah pasien yang melakukan kunjungan ulang di klinik Pratama Mitra Medis Indonesia (KIMMI) belum sesuai dari angka yang ditargetkan, sehingga penting untuk melakukan evaluasi dan membuat strategi yang tepat dalam meningktkan kunjungan ulang ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan pasien dan edukasi sosial media terhadap kunjungan ulang pasien poli gigi melalui loyalitas pasien sebagai variabel mediasi di klinik Pratama Mitra Medis Indonesia (KIMMI). Metode: Data primer diperoleh dari pengisian kuesioner oleh 103 responden yang melakukan kunjungan ulang ke KIMMI untuk mengerjakan kasus baru. Penilaian variabel kepuasan pasien dengan indikator Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty dan Tangible, sedangkan variabel edukasi media sosial dinilai dengan indikator Sharing, Presence, Engagement, Reputation, loyalitas pasien dinilai dengan indikator Repeat puschase, paymore, advocate, retention, serta variabel Kunjungan Ulang. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukan semua indikator kepuasan pasien, edukasi media sosial, loyalitas pasien berpengaruh positif dan signifikan terhadap kunjungan ulang. Hubungan kepuasan pasien dan loyalitas pasien memiliki korelasi Pearson yang kuat (0,647), sedangkan edukasi media sosial ke kunjungan ulang berkorelasi lemah (0,377). Peran variabel loyalitas memediasi parsial dalam hubungan kepuasan pasien terhadap kunjungan ulang, dan loyalitas memediasi penuh dalam hubungan edukasi media sosial terhadap kunjungan ulang. Kesimpulan: Faktor-faktor yang berkorelasi kuat dengan kunjungan ulang dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya sedangkan faktor yang berkorelasi lemah seperti edukasi media sosial dapat dilakukan evaluasi agar KIMMI mempunyai penerapan strategi yang optimal dalam meningkatkan kunjungan ulang pasien poli gigi di KIMMI 

Background: Repeat dental visits are essential for the success of dental and oral disease treatment as well as for the prevention of new cases. Various efforts have been made, such as facility renovations, social media education, and improving service skills. However, the number of patients returning for follow-up visits at Klinik Pratama Mitra Medis Indonesia (KIMMI) has not met the targeted goals. Therefore, it is important to conduct an evaluation and develop effective strategies to increase these return visits. Objective: This study aims to analyze the influence of patient satisfaction and social media education on repeat dental visits, with patient loyalty as a mediating variable at Klinik Pratama Mitra Medis Indonesia (KIMMI). Methods: Primary data were obtained through questionnaires completed by 103 respondents who returned to KIMMI for new dental cases. The patient satisfaction variable was measured using the indicators of Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, and Tangibles. The social media education variable was assessed using indicators of Sharing, Presence, Engagement, and Reputation. Patient loyalty was measured through indicators of Repeat Purchase, Pay More, Advocacy, and Retention, along with the Repeat Visit variable. Results: Bivariate analysis showed that all indicators of patient satisfaction, social media education, and patient loyalty had a positive and significant effect on repeat visits. The correlation between patient satisfaction and loyalty was strong (Pearson correlation of 0.647), while the correlation between social media education and repeat visits was weak (0.377). Patient loyalty was found to partially mediate the relationship between patient satisfaction and repeat visits and fully mediate the relationship between social media education and repeat visits. Conclusion: Factors with a strong correlation to repeat visits should be maintained and improved in quality, while weaker factors such as social media education should be evaluated to help KIMMI develop optimal strategies to increase repeat dental visits at its clinic.
Read More
T-7266
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dina Fitriani; Pemimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Aditya Galatama Purwadi, Fatimah
Abstrak:
Tahun 2023, Global TB Report melaporkan Indonesia kembali menempati peringkat kedua setelah India dengan jumlah kasus TB terbanyak di dunia. Perlunya sebuah kegiatan sistematis yang dapat mendukung proses pencegahan penularan penyakit TB kepada orang yang sehat dan orang yang rentan tertular TB. Investigasi kontak pada pasien TB merupakan salah satu strategi untuk menemukan kasus terduga baru TB secara dini dan untuk mencegah penularan TB. Penelitian ini berfokus untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan investigasi kontak yang dilakukan di Puskesmas Jatinegara, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kualitatif jenis rapid assessment procedure (RAP) dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan investigasi kontak pasien TB di Puskesmas Jatinegara belum berjalan optimal yang terlihat dengan masih banyaknya permasalahan yang ditemukan baik itu dari input, output ataupun outcome dari kegiatan investigasi kontak. Pendanaan juga masih menjadi bahasan yang cukup penting, melihat masih tingginya proporsi dana dari bantuan luar negeri dalam kegiatan ini. Peran serta dari kemitraan juga harus mendapat perhatian khusus, dimana komitmen dan kompetensi dari mitra yang terlibat masih perlu untuk ditingkatkan. Dari data hasil capaian kasus indeks yang dilakukan investigasi kontak di Puskesmas Jatinegara didapatkan angka sebesar 49,14%, angka ini masih jauh sekali dari target yang ditentukan yaitu 90%. Masih perlunya pendekatan yang komprehensif untuk mendorong kasus kontak TB agar dapat berpartisipasi penuh dalam kegiatan investigasi kontak sebagai langkah awal deteksi dini dan skrining TB.

In 2023, the Global TB Report reports that Indonesia will again rank second after India with the highest number of TB cases in the world. There is a need for systematic activities that can support the process of preventing the transmission of TB disease to healthy people and people who are susceptible to contracting TB. Contact investigation in TB patients is one strategy to find new suspected cases of TB early and to prevent TB transmission. This research focuses on evaluating the implementation of contact investigation activities carried out at the Jatinegara Primary Health Care, East Jakarta. This research uses a rapid assessment procedure (RAP) type qualitative study design with data collection techniques of in-depth interviews and document review. The results of this research indicate that the implementation of contact investigation activities for TB patients at the Jatinegara Primary Health Care has not been running optimally, which can be seen from the many problems still found in terms of input, output or outcome of contact investigation activities. Funding is also still an important topic of discussion, considering the still high proportion of funds from foreign aid in this activity. Participation in partnerships must also receive special attention, where the commitment and competence of the partners involved still needs to be improved. From the data on the results of index cases that were carried out by contact investigations at the Jatinegara Primary Health Care, the figure was 49.14%, this figure is still very far from the specified target, namely 90%. There is still a need for a comprehensive approach to encourage TB contact cases to fully participate in contact investigation activities as an initial step in early detection and TB screening.
Read More
T-6949
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Subakir; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Anwar Hasan, Hening Darpito, RA Sofyan
T-1506
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sardiyono; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo, Anwar Hasan; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Marti
T-2208
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deddy Ferry Rachmat Santoso; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Mieke Savitri, Wachyu Sulistiadi, Eni Gustina, Konni Kurniasih
Abstrak: Abstrak

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 memperlihatkan bahwa persalinan yang dilakukan di fasilitas kesehatan sebanyak 55,4%, sedangkan persalinan yang dilakukan di rumah ibu bersalin sebanyak 43,2%, dan sebagian besar ditolong oleh dukun bayi sebanyak 40,2%. Persalinan di rumah yang dilakukan oleh dukun bayi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya Angka Kematian Ibu. Di Kabupaten Karawang, JawaBarat masih terjadi kasus kematian pada ibu dan kematian pada bayi. Jumlah kematian ibu cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Dari laporan KIA Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang ada ibu bersalin yang meninggal dunia yang persalinannya ditolong oleh Dukun bayi. Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di Kabupaten Karawang yang melakukan kunjungan K4 mencapai 93,43%. Hal ini menunjukan terdapat 6,57% bumil yang melakukan kunjungan K4 tapi tidak bersalin oleh tenaga kesehatan. Masih banyaknya persalinan oleh dukun bayi menunjukkan kurangnya kemitraan antara bidan dan dukun bayi. Namun hingga kini masih ada saja dukun bayi yang enggan bermitra dengan bidan, dan terjadi juga di Kabupaten Karawang terutama di wilayah kerja Puskesmas TanjungPura dan Pedes.

Dari masalah tersebut sehingga tujuan umum dari penelitian ini adalah ingin mengetahui mengenai faktor-faktor yang menghambat dukun bayi untuk bermitra dengan bidan.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang, yang merupakan jumlah dukun bayi yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tanjungpura dan Pedes, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variable pengetahuan, sikap dan pelatihan keterampilan dukun bayi yang berpengaruh terhadap kemitraan dukun bayi dengan bidan.Faktor yang paling dominan menghambat kemitraan dukun bayi dengan bidan adalah pengetahuan dukun bayi.

Saran pada penelitian ini adalah memberikan pembekalan dan pelatihan tentang Peran Dukun bayi dalam kemitraan dengan bidan kepada semua dukun bayi agar informasi yang diberikan dapat menyebar secara merata guna meningkatkan pengetahuan dukun bayi.


Health Research (Riskesdas) in 2010 showed that deliveries conducted at health facilities as much as 55.4%, while the delivery is done at maternal home as much as 43.2%, and mostly attended by traditional birth attendants as much as 40.2%. Home deliveries conducted by TBAs is one of the factors that affect the high maternal mortality rate. In Karawang regency, West Java still occur in cases of maternal mortality and infant mortality. Number of maternal deaths is likely to increase from year to year.

KIA of reports there Karawang District Health Office maternal childbirth who died were rescued by Shaman baby. Coverage of births by skilled health personnel in Karawang regency K4 visits reached 93.43%. It is revealed that there is 6.57% pregnant women who visited K4 but not delivery by health workers. Still many deliveries by traditional birth attendants showed a lack of partnership between midwives and TBAs. But until now there are still traditional birth attendants are reluctant to cooperate with the midwife, and occurs also in Karawangdistrict, especially in the Tanjungpura and Pedes Primary Health Centre.

Of the problem so that the general purpose of this research is to know about the factors that hinder traditional birth attendants to partner with midwives. This study uses cross-sectional design with a sample size of 48 people, which is the number of midwives who are in the Primary Health Center Tanjungpura and Pedes, Karawang regency, West Java.

The results showed that knowledge, attitudes and skills training TBAs affecting TBAs partnership with midwives. The most dominant factor inhibiting partnership with the midwife and TBAs is knowledge.

Suggestions on this research is to provide a soft skill and briefing on the role of healer baby in partnership with midwives to all traditional birth attendants to the information provided can be spread evenly in order to increase the knowledge of TBAs.

Read More
T-3848
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Afrina Ferawati Sitohang; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Anhari Achadi, Lindawati. Sri Puji Wahyuni
Abstrak: Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian di dunia maupun di Indonesia. Salah satu intervensi kunci dan cara yang paling efektif untuk menurunkan PTM adalah pengendalian faktor risiko PTM, diantaranya pemanfaatan Posbindu PTM sebagai wadah deteksi dini faktor risiko PTM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular di wilayah kerja Puskesmas Mogang Kabupaten Samosir. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method dengan sequential explanatory design (urutan pembuktian) diawali dengan penelitian kuantitatif terhadap 246 orang responden sesuai dengan kriteria inklusi dan dilanjutkan dengan penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam, focus group discussion dan observasi pelaksanaan kegiatan Posbindu PTM. Data dianalisis secara univariat, bivariat, multivariat dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pemanfaatan Posbindu PTM dalam satu tahun hanya 3.2 kali. Faktor dominan yang berhubungan secara signifikan pada CI 95% secara berturut turut adalah sikap (P value 0.001), umur (P value 0.001), ketersediaan sarana (p value 0.005), dukungan tokoh masyarakat (p value 0.007), pengetahuan (p value 0.008), dukungan keluarga (p value 0.021). Disarankan kepada Dinas Kesehatan, Puskesmas Mogang untuk melaksanakan resosialisasi program Posbindu PTM, meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi bagi masyarakat, pembenahan terhadap sarana dan prasarana, meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan lintas sektor serta mengembangkan pemberdayaan masyarakat terintegrasi melalui kelompok-kelompok potensial.
Read More
T-5532
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Surendra; Pembimbing: Mieke Savitri, Pujiyanto
T-1861
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive