Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 23740 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Aisya Safira Nisa; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Budi Hidayat, Chandra Istanti Prasetyo
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik coordination of benefit yang terjadi dienam negara, yaitu Prancis, Swedia, Belanda, Turki, China, dan Indonesia. Metode yang digunakan adalah literature review dengan sumber data pada penelitian ini berasal dari website, buku, grey literature dari Library Universitas Indonesia, dan database online melalui Google Scholar, ProQuest, Science Direct, Sage Publications, Scopus, SpringerLink, Oxford Journals. Pengkajian penelitian ini dilakukan dengan mengikuti tahapan metode PRISMA
Read More
S-10860
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ajeng Kusumawardani; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Kurnia Sari, Amila Megraini
Abstrak:
Pengendalian biaya merupakan salah satu strategi untuk mengendalikan biaya pelayanan kesehatan supaya tidak terjadinya over budget dan untuk memastikan keberlangsungan program asuransi kesehatan nasional. Keberadaan program Jaminan Kesehatan juga membawa dampak positif bagi masyarakat untuk dapat mengakses pelayanan kesehatan tanpa adanya kesulitan finansial. Program asuransi kesehatan nasional sebagai bentuk dari jaminan kesehatan juga diharuskan dapat mencakup seluruh populasi, peningkatan penggunaan layanan kesehatan yang berlebih oleh masyarakat juga dapat membawa efek negatif yaitu biaya kesehatan yang semakin meningkat jika tidak dikendalikan akan menimbulkan inflasi pada sektor kesehatan serta akan berdampak pada kualitas layanan kesehatan dan kualitas kesehatan masyarakat. Untuk itu pentingnya mengetahui lebih jauh dan menerapkan skema pengendalian biaya pada program asuransi kesehatan nasional karena dalam strategi skema pengendalian biaya, tidak hanya biaya kesehatan yang dikendalikan tetapi juga pada kualitas layanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah literature review menggunakan online database Pubmed, Scopus, ProQuest, dan EBSCOHost yang menghasilkan 4 jurnal terinklusi yang diterbitkan sepuluh tahun terakhir (2013-2023) yang dipilih berdasarkan kategori negara middle income. Hasil dari 4 jurnal yang terinklusi menjelaskan mengenai penerapan skema pengendalian biaya dan dampaknya yaitu dengan diterapkannya skema pengendalian biaya dengan metode kapitasi, cost sharing, dan metode campuran dapat berdampak pada penurunan utilisasi rawat jalan dan rawat inap, penurunan biaya klaim dan Out Of Pocket, penurunan kemiskinan dan kualitas layanan kesehatan.

Cost control is one of the strategies to control the cost of health services so as not to overbudget and to ensure the sustainability of the national health insurance program. The existence of the Health Insurance program also has a positive impact on the community to be able to access health services without financial difficulties. The national health insurance program as a form of health insurance is also required to cover the entire population, increasing the use of excessive health services by the community can also have a negative effect, namely increasing health costs if not controlled will cause inflation in the health sector and will have an impact on the quality of health services and the quality of public health. For this reason, it is important to know more and apply the cost control scheme to the national health insurance program because in the cost control scheme strategy, not only health costs are controlled but also on the quality of health services. The method used is literature review using online databases Pubmed, Scopus, ProQuest, and EBSCOHost which produces 4 inclusive journals published in the last ten years (2013-2023) selected based on the middle income country category. The results of the 4 included journals explain the application of cost control schemes and their impacts, namely the implementation of cost control schemes with capitation methods, cost sharing, and mixed methods can have an impact on reducing outpatient and inpatient utilization, decreasing claim costs and Out Of Pocket, reducing poverty and health service quality.
Read More
S-11510
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Salman Alfarisi; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Atik Nurwahyuji, Amila Megraini
Abstrak:
Kepesertaan asuransi pada lebih dari satu badan asuransi , menciptakan peluang adanya pelaksanaan skema koordinasi manfaat. Skema koordinasi manfaat membantu mengkoordinasikan pihak asuransi dalam membayar biaya klaim sesuai dengan cakupan manfaat yang tersedia dan mencegah adanya tumpang-tindih dalam pembayaran klaim. Pelaksanan skema koordinasi manfaat di Indonesia masih belum optimal. Dengan melihat pelaksanaan koordinasi manfaat seperti di Amerika Serikat, dapat memberikan pertimbangan bagi Indonesia untuk menciptakan skema koordinasi manfaat yang lebih baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan koordinasi manfaat antara medicare dan asuransi lain di Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan metode scoping review.Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan online database seperti Pubmed, Google Scholar dan website resmi pemerintahan. Terdapat 8 literatur yang terpilih untuk penelitian ini. Sebanyak 3 literatur membahas skema koordinasi manfaat di Amerika Serikat dan 5 literatur menjelaskan bagaimana medicare bekerjasama dengan asuransi lain. Hasil penelitian ini dapat menyajikan gambaran pelaksanaan koordinasi manfaat antara medicare dan asuransi lain di Amerika Serikat. Skema koordinasi manfaat di Amerika Serikat memiliki dua aspek penting yaitu sumber data mengenai peserta dengan asuransi lebih dari satu dan entitas koordinasi manfaat yang membantu dalam mengelola sumber data serta memastikan bahwa setiap asuransi membayarkan biaya klaim sesuai cakupan manfaat.

Insurance participation in more than one insurance agency creates opportunities for the implementation of a coordination of benefit scheme. Coordination of benefit schemes help coordinate insurers in paying claim costs according to the available benefit coverage and prevent overlaps in claim payments. The implementation of the coordination of benefit scheme in Indonesia is still not optimal. By looking at the implementation of the coordination of benefits such as in the United States, it can provide consideration for Indonesia to create a better coordination of benefit scheme. Therefore, this study aims to describe the implementation of coordination of benefits between Medicare and other insurance companies in the United States. This study uses a scoping review method. Literature searches are carried out using online databases such as Pubmed, Google Scholar and official government websites. There are 8 literatures selected for this study. A total of 3 literature discusses coordination of benefit schemes in the United States and 5 literature describes how Medicare cooperates with other insurers. The results of this study can provide an overview of the implementation of coordination of benefit between Medicare and other insurance companies in the United States. The coordination of benefit scheme in the United States has two important aspects, namely a source of data on participants with more than one insurance and a coordination of benefit entity that assists in managing data sources and ensuring that each insurer pays claims according to the coverage of benefits.
Read More
S-11149
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Nuryani; Pembimbing: Pujiyanto; Sofiawati, Diah
L-152
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indra Hatari Sumantri; Pembimbing: Sandi Iljanto
S-2740
Depok : FKM-UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lefi Wilamala; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Atik Nurwahyuni, Budi Hartono
S-5836
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raha Dwi Sessha Purwa; Pembimbing: Sandi Iljanto
S-3946
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Asyuri; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Handi Surya Adiguna
S-4994
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Salsabila; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Septiara Putri, Erma Wijayanti
Abstrak: Keinginan membeli ulang adalah salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan konsumen terhadap suatu pelayanan jasa. Faktor yang dapat membuat konsumen berkeinginan membeli ulang sebuah jasa adalah kualitas pelayanan jasa tersebut. Kualitas pelayanan dapat diukur dengan metode SERVQUAL dengan dimensi tangible (bukti fisik), reliability (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), dan empathy (empati). Penelitian ini membahas hubungan antara kualitas pelayanan asuransi kesehatan dengan skema Coordination of Benefit terhadap keinginan membeli ulang asuransi kesehatan dengan skema Coordination of Benefit pada tenaga pendidik dan kependidikan FKM UI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah tenaga pendidik dan kependidikan FKM UI yang merupakan peserta dari asuransi kesehatan skema CoB dengan sampel 65 responden. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner secara daring. Uji Mann Whitney digunakan untuk melihat hubungan antara variabel dependen dan independen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 96,9% dari responden (n = 63) berkeinginan membeli ulang asuransi kesehatan dengan skema CoB. Terdapat hubungan yang bermakna antara dimensi assurance dengan keinginan membeli ulang asuransi kesehatan dengan skema CoB (p value = 0,044). Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberi saran kepada AKT untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan agar peserta CoB tetap membeli ulang produknya. Kata kunci: kualitas pelayanan, coordination of benefit, minat beli ulang Urge to repurchase is one of the factors affecting consumer satisfication towards services. The factor that can make consumers want to repurchase the service is the quality of the service itself. Quality of a service can be measured with the SERVQUAL method with dimensions of tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. This research discusses the relationship between quality of service in health insurance with coordination of benefits scheme towards intention to repurchase health insurance with coordination of benefits scheme for teachers and educational staffs of FKM UI. This research is using a quantitive method with a study design using cross-sectional. The population in this research are teachers and educational staffs of FKM UI who are participants of CoB scheme health insurance with 65 respondents. Samples are gathered using a purposive sampling technique. The instrument used in this research is an online questionnaire. Mann Whitney Test was conducted to determine the relationship between dependent and independent variables. The result of this research shows that 96,9% of respondents (n = 63) wanted to repurchase CoB scheme health insurance. There is a significant correlation between assurance dimension with the intention to repurchase health insurance with CoB scheme (p value = 0.044). According to the result of this study, we suggest insurance companies to maintain and increase the quality of their service so that CoB participants will repurchase their products. key words: quality of service, coordination of benefits, repurchase intention
Read More
S-10320
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Qeis Yahya Arifin; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Harjadi
Abstrak:
Asuransi kesehatan mengatur risiko bisnisnya dengan memindahkan sebagian risiko tersebut ke pihak lain, yaitu reasuransi. Reasuransi berperan sebagai penanggung risiko asuransi (cedant) atas klaim yang terjadi dengan pemenuhan manfaat oleh cedant dengan mengacu proporsinya dari perjanjian kerjasama yang ada (treaty). Ketika cedant menerima klaim dari peserta tertanggungnya, atas perjanjian kerjasama yang ada maka cedant tersebut dapat mengalihkan klaimnya kepada reasuransi dengan porsi-porsi cakupan pembayaran klaim, melalui laporan bordero klaim. Penelitian berfokus dalam menganalisis karakteristik peserta tertanggung yang dilaporkan di dalam bordero klaim, seperti jenis kelamin dan usia terhadap biaya klaim, serta mengidentifikasi penyakit dengan klaim tinggi. Pendekatan yang digunakan untuk penelitian adalah kuantitatif deskriptif dengan melakukan analisis data sekunder dari bordero klaim yang dikirim perusahaan asuransi dari tahun 2021-2023 menggunakan uji T sampel independen dan ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya klaim laki-laki lebih tinggi daripada perempuan, rata-rata biaya klaim kelompok usia lansia adalah yang tertinggi daripada bayi sampai dewasa. Penyakit neoplasma, sistem peredaran darah, dan darah dan mekanisme imun teridentifikasi sebagai jenis-jenis penyakit dengan biaya klaim tertinggi berdasarkan rata-rata biaya klaimnya selama 2021-2023. Kesimpulan dari penelitian adalah diperlukannya peninjauan loss ratio untuk berhenti menerima klaim jika pembayaran klaim sudah lebih tinggi daripada penerimaan premi, penyesuaian tarif premi  yang lebih sesuai dengan penerimaan risiko yang ada, dan penetapan pembatasan atas peserta dengan risiko yang tidak dapat diterima.

Health insurance manages its business risk by transferring part of that risk to reinsurance. Reinsurance functions as a risk bearer for the insurance company (cedant) for claims arising from fulfilling benefits by the cedant, based on the proportions stipulated in the reinsurance treaty. When the cedant receives claims from insured members, the existing treaty allows the cedant to cede a portion of these claims to the reinsurer according to the agreed claim share proportions, which are reported through claim bordereaux. This study focuses on analyzing the characteristics of insured members reported in claim bordereaux, such as sex and age, in their relation to claim costs, and identifying diseases associated with high cost claims. This study uses a descriptive quantitative approach by analyzing secondary data from claim bordereaux submitted by insurance companies during the 2021–2023 period, using Independent Sample T-test and One Way ANOVA. The results shows that the average claim cost for male members is higher than claim for females, and the elderly age group members has the highest average claim cost compared to infants to adults. Neoplasms, diseases of the circulatory system, and diseases of the blood and immune mechanisms are identified as disease categories with highest cost claims based on their average claim costs during 2021–2023. The study concludes to apply loss ratio review to cease claim acceptance when claim payments exceed premium income, premium rates adjustments to reflect better accepted risks, establish restrictions on members with unacceptable risk levels.
Read More
S-12173
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive