Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39333 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hermansyah Pattyranie; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Masyitoh, Trimartani, Ahmad Qoyyim
Abstrak:
Emergency boarding time merupakan indikator penting dalam menilai efisiensi dan responsivitas layanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit. Istilah ini merujuk pada jeda waktu antara keputusan dokter untuk merawat pasien secara inap hingga pasien benar-benar dipindahkan ke ruang perawatan. Penelitian kualitatif ini bertujuan mengkaji fenomena Emergency boarding time di Rumah Sakit Unimedika Setu Bekasi dari perspektif pasien dan tenaga kesehatan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap lima pasien dan lima tenaga kesehatan, meliputi dokter, perawat, serta staf administrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami waktu tunggu yang cukup lama, yakni lebih dari 120 menit, yang melebihi standar waktu Emergency boarding time rumah sakit sebesar 65 menit. Berbagai faktor internal teridentifikasi sebagai penyebab utama, antara lain keterbatasan kamar rawat inap, lamanya pemeriksaan penunjang, kurangnya tenaga kerja, serta kendala administratif. Kondisi ini berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental pasien serta menurunkan kualitas dan keselamatan pelayanan di IGD. Para informan mengusulkan beberapa perbaikan, seperti optimalisasi alur kerja, peningkatan koordinasi antar unit, pemanfaatan sistem informasi kesehatan, dan pelatihan sumber daya manusia. Temuan ini menekankan pentingnya penerapan strategi sistemik dan berkelanjutan guna memperpendek Emergency boarding time dan meningkatkan mutu layanan darurat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dalam menyusun kebijakan operasional yang lebih efektif dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Emergency boarding time serves as a vital metric in assessing the effectiveness and responsiveness of hospital emergency departments. Defined as the interval between a physician’s decision for inpatient admission and the patient’s transfer to a hospital ward, emergency boarding time plays a crucial role in patient safety and service efficiency. This qualitative research explores the emergency boarding time phenomenon at Unimedika Setu Bekasi Hospital through the viewpoints of both patients and healthcare professionals. Data were gathered using in-depth interviews involving five patients and five health workers, including medical, nursing, and administrative staff. The study revealed that the majority of patients experienced extended boarding times surpassing 120 minutes—almost double the institution’s benchmark of 65 minutes. Several internal factors were identified, such as limited inpatient room availability, lengthy diagnostic procedures, insufficient human resources, and administrative delays. These prolonged waiting times were reported to negatively affect both the physical and psychological conditions of patients while also compromising the overall quality and safety of emergency care. Respondents proposed actionable improvements, including better workflow management, enhanced coordination among departments, investment in health information systems, and comprehensive training for staff. The findings emphasize the importance of developing systemic and sustainable strategies to reduce emergency boarding time and enhance emergency service outcomes. This study is intended to inform hospital administrators and policymakers in devising more effective operational policies that ensure timely admissions and higher standards of care in emergency settings.
Read More
B-2555
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oktavia Tri Hapsari; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Regina Aloyse Meilinda
S-8883
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andara Dwike; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Anhari Achadi, Sasha Karina, Makkie Mubarak
Abstrak:
Pada bulan Maret 2020 saat pandemi Covid-19 masuk di Indonesia, hal ini mempengaruhi secara keseluruhan kunjungan pasien ke Rumah Sakit termasuk RS MMC, dibutuhkan peniliaian kinerja RS yang tergambar dari perspektif pelanggan untuk melihat apakah terdapat pengaruh pada peningkatan pasien pada tahun 2021 atau setelah satu tahun pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang pada pasien di RS MMC pada masa pandemi COVID-19 pada periode Januari 2021 hingga Desember 2021. Pengambilan sampel dilakukan dari data subjek yang memenuhi kriteria inklusi diambil dari rekam medis. Hasilnya tidak terdapat hasil bermakna pada analisis statistik antara kinerja RS berdasarkan perspektif pelanggan yang dinilai dari empat aspek dan peningkatan pasien yang dinilai dari lima aspek, namun sebagian aspek penilaian pelanggan memiliki hasil yang memuaskan, bahkan terdapat peningkatan jumlah pasien RS MMC secara keseluruhan sebanyak 20,8% pada tahun 2021 dibandingkan tahun 2020. Kesimpulannya kinerja RS MMC berdasarkan perspektif pelanggan adalah baik karena telah mencapai target atau kesesuaian yang diinginkan oleh pihak manajemen RS MMC, adapun kekurangannya tidak melebihi dari 17% dari seluruh penilaian kinerja RS MMC.Statistik angka kunjungan pasien dalam total jumlah pasien dibandingkan tahun sebelumnya mayoritas memiliki peningkatan angka, namun pada indikator peningkatan jumlah pasien yang digunakam, tidak terdapatnya peningkatan jumlah pasien pada sebagian waktu pada tahun 2021.

In March 2020 when the Covid-19 pandemic entered Indonesia, this affected overall patient visits to hospitals including the MMC Hospital, an assessment of hospital performance was needed which was illustrated from a customer perspective to see whether there was an effect on increasing patients in 2021 or after one pandemic year. This study is a cross-sectional study of patients at the MMC Hospital during the COVID-19 pandemic in the period January 2021 to December 2021. Sampling was carried out from subject data that met the inclusion criteria taken from medical records. The result was that there were no significant results in the statistical analysis between hospital performance based on a customer perspective assessed from four aspects and patient improvement assessed from five aspects, but some aspects of customer assessment had satisfactory results, there was even an increase in the total number of MMC Hospital patients by 20, 8% in 2021 compared to 2020. In conclusion, the performance of the MMC Hospital based on the customer's perspective is good because it has reached the target or suitability desired by the management of the MMC Hospital, while the deficiencies do not exceed 17% of all MMC Hospital performance ratings. Statistics on patient visit numbers in the total number of patients compared to the previous year the majority have an increase in numbers, but in the indicator of an increase in the number of patients used, there is no increase in the number of patients at some time in 2021
Read More
B-2308
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhima Paramitha Oktacynara; Pembimbimbing: Helen Andriani; Penguji: Kartika Anggun Dimar Setio, Dhoni Suhendra, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Kemajuan teknologi digital telah menjadikan media sosial, khususnya Instagram, sebagai platform yang sangat berpengaruh dalam edukasi kesehatan. Namun, eksplorasi pemanfaatan media sosial oleh rumah sakit masih perlu dikaji dari perspektif pasien dan tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di RSIA Pasutri Bogor pada April - Juni 2025. Informan terdiri atas sepuluh pasien dan lima tenaga kesehatan (dokter spesialis, perawat, bidan). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Konten edukasi kesehatan di Instagram RSIA Pasutri Bogor dinilai mudah dipahami oleh pasien maupun tenaga kesehatan. Fitur interaktif Instagram mendukung komunikasi dua arah yang efektif, dengan konten edukatif terbukti paling memengaruhi keputusan pasien. Selain itu, konsistensi penyampaian, relevansi topik dengan isu kesehatan terkini, serta kolaborasi antara tenaga medis dan tim pemasaran menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan edukasi kesehatan. Temuan ini menegaskan bahwa Instagram dapat menjadi media strategis dalam edukasi kesehatan rumah sakit jika dikelola secara konsisten, relevan, dan kolaboratif. Hasil penelitian diharapkan memberi rekomendasi praktis bagi RSIA Pasutri Bogor dalam menyempurnakan strategi komunikasi digital, berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat, serta memperkaya literatur terkait edukasi kesehatan berbasis media sosial. Kata kunci: Edukasi kesehatan, media sosial, Instagram, tenaga kesehatan

Advances in digital technology have positioned social media, particularly Instagram, as a highly influential platform for health education. However, the utilization of social media by hospitals still requires further exploration from the perspectives of patients and healthcare providers. This study employed a descriptive qualitative approach conducted at RSIA Pasutri Bogor from April to June 2025. The informants consisted of ten patients and five healthcare providers (specialist physicians, nurses, and midwives). Data were collected through in-depth interviews and observations, and subsequently analyzed using data reduction, data display, and conclusion-drawing techniques. The health education content on RSIA Pasutri Bogor’s Instagram account was perceived as easy to understand by both patients and healthcare providers. Instagram’s interactive features supported effective two-way communication, with educational content proven to have the greatest influence on patients’ decision-making. In addition, consistency in message delivery, relevance of topics to current health issues, and collaboration between medical professionals and the marketing team were identified as key factors determining the success of health education. These findings affirm that Instagram can serve as a strategic medium for hospital health education when managed consistently, relevantly, and collaboratively. The results of this study are expected to provide practical recommendations for RSIA Pasutri Bogor in refining its digital communication strategy, contribute to the improvement of public health, and enrich the literature on social media–based health education
Read More
B-2576
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Juharma Zanira; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Pujiyanto, Yuli Prapanca Satar, Siti Sarah Agustini
Abstrak: Penelitian yang dilakukan di poliklinik RS Kartika Husada Setu ini membahas hubungan persepsi tentang bauran pemasaran dengan kepuasan dan word of mouth pada pasien umum , yang dinilai penulis penting dilakukan untuk acuan rumah sakit dalam menetapkan strategi pemasaran. Penelitian dilakukan dengan disain kuantitatif, metode survei dan pendekatan crossectional. Berdasarkan hasil penelitian diketahui mayoritas persepsi pasien tentang product baik sebesar (64,2%) ,persepsi pasien tentang price kurang baik sebesar (58,8%) , persepsi pasien tentang place baik sebesar (60,1%), persepsi pasien tentang promotion baik sebesar (54,7%), persepsi pasien tentang people baik sebesar (56,8%), persepsi pasien tentang physical evidence baik sebesar (62,2%), persepsi pasien tentang process baik sebesar (55,4%), pasien yang puas sebesar (58,8%) dan pasien melakukan word of mouth sebesar (56,1%). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara persepsi pasien tentang product (p=0,604), place (p=0,016), people (p=0,019), physical evidence (p=0,042) dengan kepuasan pasien dan tidak ada hubungan antara price (p=0,528), promotion (p=0,225), dan process (p=0,202) dengan kepuasan pasien. Hasil penelitian juga menunjukkan ada hubungan antara kepuasan pasien dan word of mouth (p=0,044). Hasil penelitan menunjukkan physical evidence memiliki hubungan paling kuat dengan kepuasan pasien (p=0,048). RS Kartika Husada Setu perlu memperhatikan aspek bauran pemasaran product, place, people, dan terutama physical evidence. Kata kunci: Persepsi, Bauran Pemasaran, Kepuasan Pasien, Word of Mouth Research conducted in polyclinic RS Kartika Husada Setu discusses the relationship of perception about the marketing mix with satisfaction and word of mouth in general patients, which assessed the author is important for hospital reference in setting marketing strategy. The research was conducted by quantitative design, survey method and cross-sectional approach. Based on the result of the research, it is known that the majority of patient perception about good product is (64,2%), patient perception about price less good (58,8%), patient perception about good place (60,1%), patient perception about promotion good (54,7%), patient perception about good people (56,8%), patient perception about physical evidence either (62,2%), patient perception about good process (55,4%), patient Satisfied (58,8%) and patient do word of mouth (56,1%). The result showed that there was correlation between patient perception about product (p = 0,604), place (p = 0,016), people (p = 0,019), physical evidence (p = 0,042) with patient satisfaction and no relation between price (p = 0,528 ), Promotion (p = 0,225), and process (p = 0,202) with patient satisfaction. The results also showed there was a relationship between patient satisfaction and word of mouth (p = 0.044). The results showed physical evidence had the strongest relationship with patient satisfaction (p = 0.048). RS Kartika Husada Setu needs to pay attention to the marketing mix of product, place, people, and especially physical evidence Keywords: Perception, Marketing Mix, Patient Satisfaction, Word of Mouth
Read More
B-1892
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Luyanti Tshia; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Mustikasari, Wahyu Sulistiadi, Lie A. Dharmawan
Abstrak:

Penelitian dilaksanakan di Instalasi Kamar Bedah RS Husada tanggal 11- 17 Desember 2012. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif-kualitataif, analisa data kuantitatif dengan menggunakan metode Time and motion study, dimana aktifitas perawat bedah diteliti pada kegiatan perioperatif, serta kegiatan diluar operasi. Kemudian dengan menggunakan metode Formula Unit Ruang Bedah dihitung jumlah kebutuhan perawat bedah berdasarkan beban kerja. Penelititan kuatitatif dengan wawancara mendalam mengenai kompetensi yaitu pengetahuan, ketrampilan, dan sikap perawat bedah, kepada 3 responden yaitu Kepala Bagian Bedah, Kepala Perawat, dan perawat bedah di Instalasi Kamar Bedah untuk mengetahui jumlah kebutuhan berdasarkan kompetensi perawat bedah.


Research was conducted at the Hospital Surgery Room Installation Husada on 11 to 17 December 2012. Research conducted a quantitative-qualitative descriptive research, quantitative data analysis using the Time and motion study, which investigated the activities of a surgical nurse perioperative events and activities outside of surgery. Then using the Formula Unit Ruang Bedah calculated amount need based surgical nurse workload. Qualitative research in-depth interviews about the competence of the knowledge, skills, and attitudes of surgical nurses, to the third respondent, Head of Department of Surgery, Head Nurse Installation, and surgical nurse at Surgical Room Installation.

Read More
B-1467
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Weny Rinawati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Andi Basuki Prima B., Kemal Imran
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Weny Rinawati Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Analisis biaya perawatan stroke berdasarkan Clinical Pathway di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta dalam pelayanan pasien Jaminan Kesehatan Nasional Latar belakang. Masalah yang sering dihadapi pada pelayanan pasien Jaminan Kesehatan Nasional adalah kesenjangan biaya perawatan pasien stroke dengan tarif INA-CBGs. Hal ini terkait dengan biaya perawatan dan Clinical Pathway. Tujuan. Mengetahui biaya perawatan pasien stroke di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Metoda. Penelitian kuantitatif deskriptif mengikutsertakan 277 subjek penyakit stroke yang diperoleh di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta selama Januari – Juni 2015. Biaya perawatan stroke dihitung berdasarkan biaya satuan (unit cost) dengan menggunakan metode activity based costing dan Clinical Pathway. Hasil. Biaya satuan perawatan stroke iskemik dan stroke hemoragik berdasarkan Clinical Pathway, dengan memperhitungkan biaya investasi dan biaya gaji, tanpa memperhitungkan jasa medis berturut-turut adalah Rp 311,860,860.83 dan Rp 585,083,610.01; dengan memperhitungkan biaya investasi, biaya gaji, dan jasa medis berdasarkan tarif rumah sakit adalah Rp 321,682,940.73 dan Rp598,929,450.01; dengan memperhitungkan biaya investasi, biaya gaji, dan jasa medis berdasarkan tarif IDI adalah Rp 318,360,860.73 dan Rp 594,333,610.01; tanpa memperhitungkan biaya investasi, biaya gaji, dan jasa medis adalah Rp30,361,681.00 dan Rp25,698,199.46; tanpa memperhitungkan biaya investasi dan biaya gaji, tetapi memperhitungkan jasa medis berdasarkan tarif rumah sakit adalah Rp 40,183,761.00 dan Rp 39,544,199.46; tanpa memperhitungkan biaya investasi dan biaya gaji, tetapi memperhitungkan jasa medis berdasarkan IDI adalah Rp 36,861,681.00 dan Rp 34,948,199.46. Simpulan: Dijumpai selisih biaya perawatan berdasarkan biaya satuan dan Clinical Pathway, baik yang memperhitungkan biaya investasi, gaji, dan jasa medis, maupun tanpa memperhitungkan biaya investasi, gaji, dan jasa medis, dengan tarif layanan existing dan tarif INA-CBGs Kata kunci : biaya, Clinical Pathway, INA-CBGs, stroke


ABSTRACT Name : Weny Rinawati Study Program : Hospital Administration Title : Cost of stroke treatment based on Clinical Pathway in National Brain Center Hospital, Jakarta Background. Problem often encountered in patient care National Health Insurance is the gap between the cost of stroke treatment with INA-CBGs tariff. This is related to the cost of treatment and the Clinical Pathway. Aim. Knowing the cost of stroke treatment in the National Brain Center Hospital Jakarta. Methods. Descriptive quantitative study involving 277 subjects stroke obtained at the National Brain Center Hospital Jakarta during January - June 2015. The cost of stroke treatment are calculated based on the unit cost using activity-based costing method and Clinical Pathway. Results. The unit cost of ischemic stroke and hemorrhagic stroke treatment by Clinical Pathway, taking into account investment costs and salary costs, regardless of medical services is IDR 311,860,860.83 and IDR 585,083,610.01; taking into account investment cost, salary cost, and medical services tariff based hospital is IDR 321,682,940.73 and IDR 598,929,450.01; taking into account investment cost, salary cost, and medical services tariff based IDI is IDR 318,360,860.73 and IDR 594,333,610.01; without taking into account investment cost, salary cost, and medical services are IDR 30,361,681.00 and IDR 25,698,199.46; without taking into account the investment cost and salary cost, but taking into account medical services tariff based hospital is IDR 40,183,761.00 and IDR 39,544,199.46; without taking into account the investment cost and salary cost, but taking into account medical services tariff based IDI is IDR 36,861,681.00 and IDR 34,948,199.46. Conclusion. Found difference in the cost of stroke treatment is based on unit cost and Clinical Pathway, both of which take into account the investment, salaries, and medical services cost, and without taking into account investment, salaries, and medical services cost, with existing services and tariff rates INA-CBGs Keywords: Clinical Pathway, cost, INA-CBGs, stroke

Read More
B-1786
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evi Rachmawati; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Anhari Achadi, Vetty Yulianty Permanasari
Abstrak: Tesis ini membahas minat beli ulang pasien di instalasi rawat jalan Rumah SakitPuspa Husada Bekasi tahun 2013. Penelitian dilakukan karena pasien lama yangmelakukan kunjungan kembali di instalasi rawat jalan rumah sakit ini masih rendahdibandingkan pasien baru dan bagaimana gambaran karakteristik dan kepuasan pasiendi Rumah Sakit Puspa Husada ini belum pernah diketahui. Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data primer yangdiperoleh dari kuesioner yang diisi sendiri atau diwakilkan kepada wali pasien bagipasien anak. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang menjalani rawat jalanatau pendampingnya yang memahami kondisi pasien di RSIA Puspa Husada denganbesar sampel sebanyak 98 responden.Hasil penelitian menunjukan bahwa minat beli ulang di instalasi rawat jalan RumahSakit Ibu dan Anak Puspa Husada Bekasi masih rendah. Mayoritas pasien rawat jalanrumah sakit ini adalah perempuan, berumur dibawah 30 tahun, pendidikan setingkatSMA atau dibawahnya, pekerjaan sebagai swasta, memiliki pendapatan dibawahUMR setempat, tinggal dekat dengan rumah sakit dan melakukan pembayaran denganbiaya sendiri. Pasien di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Ibu dan Anak PuspaHusada Bekasi yang tidak puas sebesar 58,2%. Ketidakpuasan tertinggi terdapat padadimensi reliability yaitu mencapai 89,8% diikuti ketidakpuasan pada dimensiassurance dan responsiveness. Kepuasan tertinggi terdapat pada dimensi empathyyaitu sebesar 90,9%. Terdapat dua karakteristik yang berpengaruh terhadap proporsiminat beli ulang, yaitu karakteristik jarak dan pendapatan. Dan pada dimensiServQual, perbedaan proporsi minat beli ulang hanya pada dimensi assurance.Minat beli ulang ditentukan oleh kualitas pelayanan yang diberikan dan berdasarkanhasil penelitian, peneliti menyarankan agar Rumah Sakit Ibu dan Anak Puspa Husadamemperbaiki kualitas pelayanan terutama pada dimensi reliability, assurance danresponsiveness.
Read More
B-1659
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Gusti Gede Utara Hartawan; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Amila Megraini, Puput Oktamianti, Mustikasari, Komang Ayu Mustriawati
Abstrak: Peningkatan jumlah kunjungan pasien di UGD Rumah Sakit Bali Royal tidak diikutidengan perubahan jumlah ketenagaan perawat. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui beban kerja perawat dan kebutuhan perawat di UGD Rumah Sakit BaliRoyal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengamatandilakukan oleh peneliti untuk mengetahui waktu yang dihabiskan oleh perawatdalam melayani pasien dengan menggunakan metode Time Motion Study. Hasilpenelitian menunjukkan beban kerja untuk pasien gawat darurat sebesar 63,4 menitper hari (1,1 jam per hari), pasien gawat tidak darurat 1.585,5 menit per hari (26,4jam per hari), dan pasien darurat tidak gawat 2.187,7 menit per hari (36,5 jam perhari) dan kebutuhan tenaga perawat di UGD Rumah Sakit Bali Royal sebesar 17orang. Diperlukan penambahan tenaga perawat pelaksana sebanyak 3 orang.Kata Kunci : unit gawat darurat, perawat, time motion study, beban kerja, kebutuhanperawat.
The increasing number of patients visit in the Emergency Unit of Bali RoyalHospital is not followed by a change in the number of nurses. The purpose of thisstudy was to determine the workload of nurses and nurses needs in the EmergencyUnit of Bali Royal Hospital. This research was a descriptive quantitative research.Observations were made by the researcher to determine the time spent by nurses inserving patients by using the Time Motion Study. The results shown the workloadfor critically emergency patients at 63.4 minutes per day (1.1 hours per day),critically non emergency patients 1,585.5 minutes per day (26.4 hours per day), and2,187 minutes per day (36.5 hours per day) for non critical-but emergency patientsand the need for nurses in the Emergency Unit of Bali Royal Hospital was 17 people.Nurses needed additional power as much as 3 people.Keywords : emergency unit, a nurse, time motion study, workload, the need fornurses
Read More
B-1611
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Antony Halim Gunawan; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Jaslis Ilyas, Dumilah Ayuningtyas, Eko Budi Santosa, Sumijatun
Abstrak: Perawat, sebagai SDM tenaga kesehatan memberikan kontribusi besar terhadappelayanan kesehatan di rumah sakit dalam hal pelayanan langsung kepada pasien.Pelayanan keperawatan Unit Pelayanan Intensif merupakan pelayanan keperawatanyang saat ini perlu untuk dikembangkan di Indonesia, sejalan denganperkembangan teknologi dibidang perawatan intensif. Oleh karena itu, demiefisiensi kebutuhan tenaga dan kompetensi perawat Unit Pelayanan Intensif perludikonsentrasikan. Penelitian ini membahas tentang analisa kebutuhan tenagakeperawatan di Unit Pelayanan Intensif RS dr Oen Solo Baru berdasarkan bebankerja (menggunakan time and motion study kepada 7 perawat kemudian diolahdengan Metode Ilyas) dan kompetensi kerja berdasarkan Aditama 2007 dan Ilyas(depth interview kepada tiga informan dengan fokus kepada pengetahuan seputarpekerjaan , keterampilan dan sikap ). Hasil penelitian ini menyatakan waktuproduktif sebesar 81,56 %, beban kerja 6,88 jam/shift, belum memenuhi standardan kompetensi yang ada, dan dibutuhkan 51 perawat.Kata kunci :Beban kerja , kompetensi kerja , perawat, unit pelayanan intensif
Nurses, as human resources for health also contribute greatly to the health servicesin hospitals and to provide services directly to patients. Nursing services atIntensive Care Unit has to be developed along with the technology development.Therefore, there is a need to concern the effieciency of nurses in term of quantityand competencies. This research discussed about the needs analysis nursing staffin the Intensive Care Unit of dr. Oen Solo Baru Hospital based on workload (usingtime and motion technique to 7 nurses then processed by Ilyas Methods) and workcompetencies based on Aditama 2007 and Ilyas (depth interview to threeinformants with a focus on job knowledge, skills and attitudes). Results of thisresearch show that productive time amounted to 81.56%, the lack of standards andcompetencies, and it need 51 nursesKey Words :Workloads , work competency , nurses, intensive care unit
Read More
B-1746
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive