Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32214 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fauzan; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi
S-2139
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Maududy; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri
S-1979
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muftia Chairunisa; Pembimbing: Ridwan Z. Syaaf
S-3350
Depok : FKM UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lili Rochmawati; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Robiana Modjo, Ellen Happy Forever
S-6361
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nila Tesa; Pembimbing: Nasri, Sjahrul M
M-764
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ricky Nugroho Saputro; Pembimbing: Suharnyoto Martomulyono; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Usep Sutisna
S-4757
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agnes Krisyati Husin; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji; Doni Hikmat Ramdhan, Wien Goerindro
S-7796
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farif Miharto; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Baiduri, Chandra Satrya, Widura Imam Mustopo, Levino Mariano Pupella
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa keikutsertaan pekerja pada kegiatansenam pagi rutin yang dilaksanakan di PT. Astra Daihatsu Motor. Dari observasi,banyak pekerja tidak melaksanakan senam pagi rutin dengan sungguh-sungguh.Penelitian dilakukan pada 255 responden yang dipilih secara random padakarayawan dengan status karyawan tetap. Dua tujuan utama adalah untuk melihatbagaimana persepsi pekerja terhadap kegiatan senam pagi dan melihat posisikegiatan senam pagi rutin menurut pekerja itu sendiri dan juga organisasi(manajemen). Terkait dengan persepsi pekerja terhadap kegiatan senam pagi rutindigunakan Paradigma Psikometri dan Health Belief Model (HBM), sedangkan darisisi manajemen atau organisasi digunakan metode wawancara. Dari hasil analisaberdasarkan paradigma psikometri dan HBM didapatkan bahwa banyak pekerjayang menganggap kegiatan senam pagi sebagai sesuatu yang tidak memberikankeuntungan atau manfaat bagi mereka. Sedangkan dari sisi manajemenmenganggap kegiatan senam pagi merupakan kegiatan regular yang juga tidakmempunyai nilai tambah yang bisa diambil oleh perusahaan, sehingga kegiatantersebut berjalan begitu saja dan tidak perlu untuk dievaluasi atau diperbaiki.Secara garis besar, kegiatan senam pagi rutin belum menjadi budaya dalamkehidupan perusahaan.
Kata Kunci:Senam pagi rutin, Persepsi, Paradigma Psikoetri, Health Belief Model,Manajemen.
This study aims to analyze the participation of workers on a routine morningexercise activities which conducted at PT. Astra Daihatsu Motor. Fromobservation, many workers do not carry out the morning exercise routine earnestly.The study was conducted on 255 respondents chosen randomly on permanentemployees. Two main purposes are to see the perception of workers to routinemorning exercise activities and also the the posisiton of those program inorganization (management). Workers perception of routine morning exerciseactivities evaluated using Psychometric Paradigm and Health Belief Model(HBM), while in terms of management or the organization used interview method.From the analysis by the psychometric paradigm and HBM found that manyworkers consider that morning exercise activities as something that does notprovides advantages for them. In terms of the management considers routinemorning exercise activities is an activity that does not have added value that canbe taken by the company, so that the activity runs away and does not need to beevaluated or iproved. Broadly speaking, a regular morning exercise activities isnot a culture of corporate life.
Keyword:Routine morning excercise, Perception, Psychometric Paradigm, Health BeliefModel, Management.
Read More
T-4663
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Wijayanti; Pembimbing: Rina Artining Anggorodi
M-1647
Depok : FKM UI, 2003
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Soeyoed Harianto; Pembimbing: Syaaf, Ridwan Z.; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Candra Satrya, Louise Fernandus, Mayarni
Abstrak:
Penelitian ini berangkat dari tingginya angka keluhan nyeri punggung bawah (low back pain/ LBP) para tenaga perawat di 4 bagian: ICU, IGD, Kamar Operasi dan Anesthesi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta, serta dukungan data penelitian tentang LBP dari luar negeri. Disinyalir sebagai penyebab adalah pola kerja keperawatan, beberapa pertimbangan selanjutnya penelitian diarahkan pada bagian ICU-A dengan alasan mendasar pada bagian ini terdapat kasus LBP yang signifkan. LBP disebabkan adanya kerusakan organ tubuh, telah terjadi kecelakaan samar atau cedera traumatik yang berulang dan akumulatif. Keluhan LBP sangat bersifat universal dan subyektif, nilai subyektifitas dapat ditingkatkan menjadi nilai obyektif. Agar keluhan tersebut dapat menjadi nilai obyektif maka perlu bukti pengukuran. Jastifikasi pengukuran didasari pada prinsip ergonomi dengan metode pendekatan psikofisik RPE (Rating of Perceived Exertion) akan menghasilkan persepsi beban kerja, dilengkapi pengukuran sampling pekerjaan yang akan menghasilkan performen kerja. Hasil ukur keduanya akan dibandingkan untuk meyakinkan kebenaran hasil ukurnya. Performen kerja menjadikan dasar ukur tingkat risiko LBP dengan metode perhitungan risiko kualitatif FLAME Model dan rekomendasi angkat NIOSH. Acuan dasar penelitian ini adalah tugas tenaga perawat pada bagian ICU-A yang terbagi elemen kerja sebagai input dalam kerangka pikir penelitian. Hasil pengukuran performen kerja perawat pada bagian ICU-A menunjukkan tingkat kerja produktif cukup tinggi (87,9%), persepsi beban kerja memperlihatkan tingkat sangat tinggi dengan konsekuensi tingkat risiko LBP yang tinggi, terutama elemen kerja mengangkat cara manual dengan beban diatas 15 Kg. Situasi pola kerja demikian sangatlah bertentangan dengan prinsip ergonomi "Fitting the task for the human", selain pertimbangan yang lebih mendasar bahwa perawat adalah aset perusahan yang perlu perlindungan terhadap segala risiko akibat kerja. Elemen kerja postur janggal dengan tangan diatas lutut dan mendorong atau menarik obyek perlu mendapat perhatian khusus karena kemungkinan besar mengandung risiko LBP. Solusi jawaban masalah ini terdapat pada teori siklus perbaikan kerja ergonomi, pelaksanaannya perlu inovasi perbaikan terhadap sistem kerja dengan pola pelaksanaan yang tidak boleh berhenti perlu kontinyunitas, sampai ditemukan pola kerja yang aman terhadap LBP. Muatan manajemen risiko menjadi prioritas dalam perlindungan tenaga perawat terhadap LBP.

This research is inspired by high symptom of low back pain (LBP) suffered by nurses at four departments: ICU, IGD, Surgery Rooms and Anesthesia at Pertamina Central Hospital Jakarta and supported by observation data on LBP from abroad. It is hypothesized that the reason of the pain is the working pattern of nurses. Further consideration on this research is focused on the ICU-A Department with the reason that it is found significant LBP cases at this department. Body's organ disorder and obscure accident or continuous and cumulative traumatic injury causes LBP. Complaint on the LBP is universal and subjective in nature; its subjectivity value can be increased to objectivity value. It is required a measurement to make the complaint objective. Measurement justification based on the ergonomic principle under Rating of Perceived Exertion (RPE) the psychophysical approach will result in working burden perception and measurement of job sampling produces working performance. Result of both measurements will be compared one another to assure of its accuracy. Working performance becomes the measurement basis of the LBP risk rate under FLAME Model qualitative risk calculation method and NIOSH recommendation. The basic reference of this research is the duties of nurses at ICU-A Department consisting of input working element in the research framework. The result of the working performance of nurses at ICU-A Department reveals that a sufficiently high productivity (87.9%), high working load perception resulting in high risk of LBP, particularly working element of manual lifting work of 15 kg load. The working situation is greatly in the contrary to the ergonomic principle "Fitting the task for the human", in addition to a more basic consideration that nurses is the company's asset which needs to be protected against all risks of work. Working element of improper body position with arm put on the knees and pushing or pulling object requires further special attentions because they attribute to the risk of LBP. The solution to this problem is contained in the theory on the improvement of the working ergonomics, the implementation of which requires innovative improvement of the working system on a continuous basis until the formulation of a safe working pattern toward LBP. Risk management shall become a high priority in the protection of nurses against LBP.
Read More
T-1174
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive