Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34669 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Okta Krisnawati; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Rico Kurniawan, Yoslien Sopamena, Hanny Harjulianti, Eti Rohati
Abstrak:
Kematian ibu masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dengan komplikasi selama persalinan menjadi faktor penyumbang utama. Penelitian ini mengkaji hubungan antara faktor ibu berisiko tinggi khususnya usia ibu dan paritas dengan kejadian komplikasi persalinan menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional dilakukan terhadap 64.000 ibu (sampel terbobot: 17.956.052) yang melahirkan antara tahun 2018-2023. Pembobotan sampel kompleks diterapkan untuk memastikan representasi nasional. Analisis bivariabel menggunakan uji chi-square dan regresi logistik multivariabel dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko independen komplikasi persalinan. Prevalensi komplikasi persalinan adalah 21,22%. Analisis multivariabel menunjukkan bahwa ibu berusia >35 tahun memiliki peluang 1,36 kali lebih tinggi mengalami komplikasi (AOR=1,359; 95% CI: 1,248-1,480) dibandingkan ibu berusia 20-35 tahun. Sebaliknya, ibu nulipara dan primipara menunjukkan angka komplikasi tertinggi (21,01%), sementara ibu multipara memiliki risiko yang lebih rendah (AOR=0,715; 95% CI: 0,629-0,776). Faktor geografis, frekuensi ANC, dan akses ke fasilitas kesehatan juga menunjukkan hubungan signifikan dengan komplikasi persalinan. Usia ibu lanjut (>35 tahun) dan paritas rendah secara signifikan meningkatkan risiko komplikasi persalinan di Indonesia. Penguatan program keluarga berencana, peningkatan kualitas pelayanan antenatal, dan perbaikan akses layanan kesehatan merupakan strategi esensial untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas maternal.

Maternal mortality remains a significant public health challenge in Indonesia, with complications during childbirth being a primary contributing factor. This study examines the relationship between high-risk maternal factors specifically maternal age and parity and the occurrence of childbirth complications using data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). The study is a cross-sectional study was conducted with 64,000 mothers (weighted sample: 17,956,052) who delivered between 2018-2023. Complex sample weighting was applied to ensure national representativeness. Bivariable analysis using chi-square tests and multivariable logistic regression were performed to identify independent risk factors for childbirth complications. The prevalence of childbirth complications was 21.22%. Multivariable analysis revealed that mothers aged >35 years had 1.36 times higher odds of experiencing complications (AOR=1.359; 95% CI: 1.248-1.480) compared to those aged 20-35 years. Conversely, nulliparous and primiparous mothers showed the highest complication rates (21.01%), while multiparous mothers had lower odds (AOR=0.715; 95% CI: 0.629-0.776). Geographic factors, ANC frequency, and access to healthcare facilities also demonstrated significant associations with childbirth complications. Advanced maternal age (>35 years) and low parity significantly increase the risk of childbirth complications in Indonesia. Strengthening family planning programs, enhancing quality antenatal care, and improving healthcare access are essential strategies to reduce maternal morbidity and mortality.
Read More
T-7477
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Aryastuti; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Dwi Gayatri, Nida Rohmawati, Popy Irawati
Abstrak: Komplikasi persalinan merupakan penyebab langsung kematian maternal yangsebenarnya dapat dicegah melalui perawatan kehamilan yang baik. Peningkatancakupan pemeriksaan kehamilan yang tidak diikuti dengan menurunnyakomplikasi persalinan karena para ibu hamil belum sepenuhnya mendapatkanpelayanan yang sesuai standar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubunganantara perawatan kehamilan dengan komplikasi persalinan pada ibu di Indonesia.Penelitian ini merupakan studi analitik menggunakan data Survei Demografi danKesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 dengan desain cross-sectional. Sampelpenelitian yaitu semua perempuan usia 15-49 tahun yang pernah melahirkan anakhidup maupun mati, tercakup dalam rumah tangga yang disurvei di 33 propinsi diIndonesia yang memenuhi kriteria sampel penelitian sebanyak 11.803 responden.Variabel yang diteliti adalah komplikasi persalinan, perawatan kehamilan, umuribu saat melahirkan, pendidikan, paritas, jarak kelahiran, penolong persalinan,tempat persalinan, riwayat komplikasi kehamilan, riwayat komplikasi persalinansebelumnya dan kehamilan kembar. Analisis menggunakan regresi logistik ganda.Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kejadian komplikasi persalinan diIndonesia antara kurun waktu tahun 2007-2012 sebanyak 49,2% dan prevalensiperawatan kehamilan yang buruk tidak sesuai standar sebanyak 91,2%. Ibudengan perawatan kehamilan yang buruk berisiko 1,3 kali lebih tinggi mengalamikomplikasi persalinan dibandingkan dengan ibu dengan perawatan kehamilan baik(OR: 1,3, 95% CI: 1,14-1,49).
Kata kunci: komplikasi persalinan, perawatan kehamilan
Read More
T-4641
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anang Setiana; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar, Tris Eryando; Penguji: Agustin Kusumayati, Ucu Supriatna, Ubbay Ujziana
T-2423
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amran Julianto Tanesib; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Sutanto Priyo Hastono, Dakhlan Choeron, Intje Picauly
Abstrak:
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang determinannya dapat bervariasi antarwilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan determinan stunting pada wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dan rendah di Indonesia menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Penelitian ini menggunankan desain cross-sectional. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik multivariat yang dipisahkan berdasarkan kategori prevalensi wilayah, dengan pelaporan adjusted odds ratio (AOR) dan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat lahir rendah (<2500 gram) merupakan determinan yang konsisten pada kedua wilayah. Pada wilayah prevalensi tinggi, kejadian stunting berhubungan signifikan dengan jenis kelamin laki-laki (AOR = 1,36; 95% CI: 1,07-1,72), usia anak 12-23 bulan (AOR = 2,34; 95% CI: 2,25-2,46), berat lahir rendah (AOR = 2,30; 95% CI: 1,52-3,50), konsumsi tablet tambah darah (TTD) <90 tablet selama kehamilan (AOR = 1,51; 95% CI: 1,18-1,94), serta status sosial ekonomi terbawah (AOR = 2,83; 95% CI: 1,84-4,37). Pada wilayah prevalensi rendah, stunting dikaitkan dengan berat lahir rendah (AOR = 3,61; 95% CI: 1,07-12,17) dan pendidikan ibu tingkat SMP (AOR = 4,22; 95% CI: 1,60-11,17). Penelitian ini menunjukkan bahwa determinan stunting bersifat kontekstual sesuai tingkat prevalensi wilayah. Pada wilayah prevalensi tinggi, stunting dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis anak, kondisi sosial ekonomi, dan gizi ibu selama kehamilan, sedangkan pada wilayah prevalensi rendah stunting lebih bersifat selektif.

Stunting is a chronic nutritional problem whose determinants may vary across regions. This study aimed to analyze differences in the determinants of stunting between areas with high and low stunting prevalence in Indonesia using data from the 2023 Indonesia Health Survey (Survei Kesehatan Indonesia/SKI). A cross-sectional study design was employed. The analysis was conducted using multivariable logistic regression stratified by regional prevalence category, with results reported as adjusted odds ratios (AOR) and 95% confidence intervals (CI). The results showed that low birth weight (<2500 grams) was a consistent determinant in both regions. In high-prevalence areas, stunting was significantly associated with male sex (AOR = 1.36; 95% CI: 1.07-1.72), child age 12-23 months (AOR = 2.34; 95% CI: 2.25-2.46), low birth weight (AOR = 2.30; 95% CI: 1.52-3.50), consumption of fewer than 90 iron tablets during pregnancy (AOR = 1.51; 95% CI: 1.18-1.94), and the lowest socioeconomic status (AOR = 2.83; 95% CI: 1.84-4.37). In low-prevalence areas, stunting was associated with low birth weight (AOR = 3.61; 95% CI: 1.07–12.17) and maternal education at the junior secondary school level (AOR = 4.22; 95% CI: 1.60-11.17). The findings indicate that the determinants of stunting are contextual and vary according to regional prevalence levels. In high-prevalence areas, stunting is influenced by a combination of child biological factors, socioeconomic conditions, and maternal nutritional status during pregnancy, whereas in low-prevalence areas, stunting appears to be more selective in nature.
Read More
T-7505
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syamsiah Zachri; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Ella Nuerlaella Hadi, Toha Muhaimin, Lukas C. Hermawan, Emi Nurjasami
T-1294
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yetti Armagustini; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Toha Muhaimin, Muhamad Ilhamy, Ning Sulistyowati
T-3162
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Wijayanti; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Agustin Kusumayati, Sudarto Ronoatmodjo, Ning Sulistyowati, Luknis Sabri
Abstrak:

ABSTRAK Analisi data sekunder Riskesdas 2010 mengidentifikasi kejadian komplikasi pasca persalinan di Indonesia. Sampel 9665 wanita yang berumur 10 – 59 tahun pernah kawin, hamil dan melahirkan anak terakhir dalam kurun waktu 5 tahun terkahir sebelum survai dan memiliki data lengkap sesuai dengan variabel yang akan diteliti. Variabel dependen komplikasi pasca persalinan. Hasil penelitian faktor yang berhubungan dengan komplikasi pasca persalinan, riwayat komplikasi kehamilan (OR = 2,18; 95% CI : 1,18– 2,63; P value : 0,0001); riwayat komplikasi persalinan (OR = 3,01; 95% CI : 2,66–3,40; P value : 0,000) dan penolong persalinan (OR = 1,32; 95% CI : 1,14–1,52; P value : 0,0001). Riwayat komplikasi persalinan merupakan faktor yang paling berhubungan, dengan nilai p 0,0001 dan OR 3,01. Memberikan perhatian khusus pada ibu hamil yang memiliki riwayat komplikasi baik kehamilan maupun persalinan, sehingga dapat dilakukan penanganan secara dini terhadap komplikasi pasca persalinan.


 

 ABSTRACT In depth analysis of the Riskesdas data 2010 identifity determinants of postpartum complication in Indonnesia. The sampel was taken 9.665 women aged 10-59 years old have been married, pregnant and gave birth to the last child in the last 5 years prior to the survey and had complete data in accordance with the variables to be studied. Dependent variable postpartum complications. The results of factors associated with postpartum complications, history of pregnancy complications (OR = 2.18, 95% CI: 1.18 to 2.63, P value: 0.000), a history of birth complications (OR = 3.01, 95% CI: 2.66 to 3.40, P value: 0.000) and birth attendants (OR = 1.32, 95% CI: 1.14 to 1.52, P value: 0.000). It was found that history of childbirth complications was the main factor in postpartum complication with p 0.0001 and OR 3.01. Giving special attention to pregnant women who have a history of either pregnancy or childbirth complications, so it can be done early treatment of complications after delivery.

Read More
T-3838
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chantika Permata Demayanti; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Yovsyah, Dhora Yufita N
Abstrak:
Masalah gizi pada ibu hamil di Indonesia masih menjadi perhatian serius karena tingginya angka kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia. Untuk mengatasinya, pemerintah telah menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil sebagai intervensi gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran alasan pemberian PMT pada ibu hamil di Indonesia berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional), menggunakan data sekunder SKI 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan PMT pada ibu hamil masih belum optimal, dengan proporsi terbesar penerima PMT berada pada kelompok usia 20–35 tahun, usia kehamilan trimester 2, berpendidikan dasar-menengah, tidak bekerja, dan tinggal di wilayah pedesaan. Alasan utama pemberian PMT adalah pemeriksaan kehamilan di posyandu (59,9%), karena ibu mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), diikuti oleh anemia, berat badan selama hamil tidak naik, serta berasal dari keluarga tidak mampu. Pemberian makanan tambahan telah menyasar ke sasaran prioritas sesuai dengan aturan juknis PMT 2023, namun pendistribusiannya belum merata dan menjangkau seluruh ibu hamil yang membutuhkan. PMT juga belum sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan gizi, karena sebagian besar distribusi diberikan berdasarkan faktor administratif seperti kehadiran di posyandu. Temuan ini menyoroti pentingnya peningkatan ketepatan sasaran dalam implementasi program PMT.

Nutritional problems among pregnant women in Indonesia remain a serious concern due to the high prevalence of Chronic Energy Deficiency (CED) and anemia. To address this, the government has implemented a Supplementary Feeding Program (PMT) for pregnant women as a nutritional intervention. This study aimed to describe the reasons behind the provision of PMT to pregnant women in Indonesia based on data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). A descriptive quantitative design with a cross-sectional approach was used, utilizing secondary data from the 2023 SKI. The results showed that the coverage of PMT among pregnant women remains suboptimal, with the majority of recipients being women aged 20–35 years, in their second trimester of pregnancy, with basic to intermediate education levels, unemployed, and residing in rural areas. The main reason for PMT provision was antenatal care visits at the posyandu (59.9%), followed by CED, anemia, inadequate weight gain during pregnancy, and low household income. While the provision of supplementary food has targeted priority groups in accordance with the 2023 PMT technical guidelines, its distribution remains uneven and has yet to fully reach all pregnant women in need. Moreover, PMT is not entirely based on nutritional need, as distribution is often influenced by administrative factors such as attendance at posyandu. These findings highlight the importance of improving targeting accuracy in the implementation of the PMT program.
Read More
S-11976
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Fauzia; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Lilysiana
Abstrak: Angka komplikasi persalinan di Indonesia sendiri mengalami kenaikan hal ini dapat dilihat dari data SDKI tahun 2002-2003 sampai SDKI 2012.Berdasarkan data SDKI 2002 dan SDKI 2007, kejadian komplikasi persalinan di Indonesia naik sebesar 11%. Jika dibandingkan dengan kejadian komplikasi persalinan berdasarkan data SDKI tahun 2007 dan SDKI tahun 2012, angka komplikasi persalinan naik sebesar 19,4%.

Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi komplikasi persalinan di Indonesia.Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel penelitian adalah total sampling. Sampel dalam penelitian ini wanita yang pernah kawin usia 15-49 tahun, pernah melahirkan dan yang dianalisis adalah kelahiran anak terakhir yang tercakup dalam data SDKI 2012 sebesar 14.023 ibu.

Hasil determinan yang berhubungan dengan kejadian komplikasi persalinan adalah paritas, komplikasi kehamilan, penolong persalinan, tempat persalinan, dan pendidikan.

Kata Kunci : Komplikasi Persalinan, Kematian Maternal

The complication rate of births in Indonesia increased, this can be seen from the data in the 2002-2003 to IDHS 2012.Based on IDHS data is IDHS 2002 and 2007, the incidence of complications of childbirth in Indonesia increase 11%. When we compared with the incidence of complications of labor based on data IDHS IDHS 2007 and 2012, the number of delivery complications increased by 19.4%.

This research aims to know description of the factors that influence the delivery complications in this Indonesia. This research is a descriptive analytic research with cross sectional design. Sample in this research is total sampling. The sample in this study ever married women aged 15-49 years, had given birth and the birth of the last child is analyzed is included in the data IDHS 2012 of 14.023 mothers.

Results determinant incidence of complications related to are parity, complications of pregnancy, birth attendants, birth place, and education levels.

Keywords: Complications of Childbirth, Maternal Mortality
Read More
S-8559
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zakiyah; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Ella Nurlella Hadi, Helda, Syahmida S. Arsyad, Irwan Panca Wariaseno
Abstrak: Komplikasi persalinan menyebabkan morbiditas dan mortalitas ibu, kejadiannya meningkat dari 46% pada tahun 2012 menjadi 71,1% pada tahun 2017. Penelitian analisis lanjut menggunakan data SDKI 2017 dengan desain cross sectional, bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan komplikasi persalinan di 34 Provinsi di Indonesia tahun 2012-2017. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita usia subur (WUS) yang melahirkan dalam dalam periode 2012-2017 yaitu sebanyak 14.996 orang. Hasil penelitian ini membuktikan adanya hubugan yang signifikan antara status ekonomi, umur, paritas, komplikasi kehamilan, riwayat komplikasi persalinan, penolong persalinan dan tempat persalinan dengan komplikasi persalinan. Hasil analisis regresi logistik ganda didapatkan faktor yang paling dominan berhubungan dengan komplikasi persalinan adalah riwayat persalinan. Responden yang pernah mengalami komplikasi persalinan berisiko hampir 4 kali (OR 3,585; 95% CI: 2,760-4,656) mengalami komplikasi persalinan setelah dikontrol oleh faktor umur, paritas, komplikasi hamil, penolong persalinan, dan tempat persalinan. Komplikasi kehamilan, dan tempat persalinan berinteraksi dengan riwayat komplikasi persalinan terhadap komplikasi persalinan. Disarankan Kementerian Kesehatan dan BKKBN dapat memberikan pelatihan ANC, INC, dan metode kontrasepsi kepada petugas yang memiliki wewenang untuk memberikan perawatan antenatal, intranatal dan pascanatal. Serta memberikan KIE khususnya pada ibu yang mempunyai riwayat komplikasi persalinan untuk mencegah terulangnya komplikasi.
Kata kunci: Komplikasi persalinan, wanita usia subur
Read More
T-5531
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive