Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33877 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Irsan Monro; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Renti Mahkota, Hendry Febriana Hende
Abstrak:
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah dalam kesehatan masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki aktivitas industri berat.  Kecamatan Morosi adalah daerah yang memiliki industri smelter nikel, sehingga berpotensi menyebabkan pencemaran udara dan berdampak pada kesehatan warga setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi penyebaran penyakit ISPA di Kecamatan Morosi pada tahun 2024 hingga 2025, berdasarkan karakteristik host dan faktor lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang berasal dari laporan kunjungan pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Morosi tahun 2024 hingga 2025. Variabel yang dianalisis mencakup jumlah kasus penyakit ISPA, usia, jenis kelamin, status pekerjaan, serta faktor lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kasus penyakit ISPA pada tahun 2025 lebih tinggi dibandingkan tahun 2024.Kasus penyakit ISPA terbanyak terjadi pada usia 6–65 tahun, baik pada tahun 2024 (90,0%) maupun tahun 2025 (86,1%), laki-laki Pada tahun 2024, persentase kasus pada laki-laki mencapai 75,6% dan pada tahun 2025 sebesar 72,2%., dan mereka yang bekerja sebagai karyawan smelter. Di samping itu Faktor lingkungan yaitu; jumlah kasus yang tinggi pada jarak tempat tinggal yang dekat, bulan dan musim panas turut mempengaruhi meningkatnya kejadian penyakit ISPA.

Acute Respiratory Infections (ARI) remain a public health problem, particularly in areas with intensive industrial activities. Morosi Subdistrict is an area with nickel smelter industries, which have the potential to cause air pollution and negatively affect the health of the local population. This study aimed to describe the distribution of ARI in Morosi Subdistrict from 2024 to 2025 based on host characteristics and environmental factors. This study employed a descriptive approach using secondary data obtained from outpatient visit reports at the Morosi Primary Health Care Center (UPTD Puskesmas Morosi) from 2024 to 2025. The variables analyzed included the number of ARI cases, age, sex, employment status, and environmental factors. The results of the study show that the number of cases of ARI in 2025 is higher than in 2024. The most cases of ARI occurred in the age group of 6–65 years, both in 2024 (90.0%) and in 2025 (86.1%), men In 2024, the percentage of cases in men reached 75.6% and in 2025 it was 72.2%., and those who work as smelter employees. In addition, environmental factors, namely; the high number of cases at close residential distances, summer months and seasons also influence the increase in the incidence of ARI
Read More
S-12171
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Parulian Situmorang; Pembimbing: Sumengen Sutomo, Haryoto Kusnoputranto
T-1806
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jack Lesmana; Pembimbing: Yovsyah
S-3189
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuanita Ananda; Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah, Renti Mahkota, Lucky Tjahjono
T-2386
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rini Handayani; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Ririn Arminsih, Edy Hariyanto, Ely Setyawati
Abstrak: Kebakaran hutan yang terjadi di Provinsi Bengkulu tahun 2015 menyebabkan adanyapencemaran udara baik di dalam maupun di luar ruangan. Hal ini juga mengakibatkanmeningkatnya kejadian ISPA pada balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan kondisi rumah, kepadatan hunian dan pajanan asap terhadap kejadian ISPA pada balitadi Kota Bengkulu saat kebakaran hutan tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan adalahcase control. Kasus merupakan balita yang berkunjung ke Puskesmas Kecamatan dan didiagnosamenderita ISPA dan kontrol adalah dua balita tetangga kasus yang ditemui pertama kali.

Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis atap (OR: 2,79; 95% CI: 1,36-5,69), ventilasi (OR: 2,60; 95%CI: 1,39-4,84), kepadatan hunian (OR: 2,14; 95% CI: 1,07-4,28), dan asap bahan bakar memasak(OR: 4,14; 95% CI: 1,56-10,9) memiliki hubungan yang kuat terhadap ISPA. Jadi, ada hubunganantara kondisi rumah, kepadatan hunian dan pajanan asap terhadap kejadian ISPA pada Balitasetelah dikontrol oleh variabel kovariat.

Kata kunci:ISPA, Faktor Lingkungan, Balita, Kebakaran Hutan
Read More
T-4727
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dara Puspita Dewi; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Helda, Dorlina Nainggolan
S-6177
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mawary Edy; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan; Penguji: Yovsyah, Tri Yunis Miko, Azimal, Eka Muhiriyah
T-3037
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widya Anggraeni; Pembimbing: Bambang Wispriyono, Dewi Susanna; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Resna Soerawidjaj, Sri Irianti
T-2304
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desinta Ayu Lestari; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Ratna Djuwita, Bobby Syahrizal, Mugia Bayu Raharja
Abstrak: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yaitu penyakit infeksi yang secara umum ada pada anak usia balita. ISPA diartikan sebagai penyakit saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh agen infeksius yang menularkan diantara manusia. ISPA merupakan faktor morbidtas dan mortalitas utama pada Balita. Faktor risiko terjadinya ISPA pada balita salah satunya yaitu BBLR. Jenis penelitan dalam penelitian ini adalah korelasional. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan cross sectional dengan analisis cox regression dan hasil ukur Risk Ratio (RR). Populasi pada penelitian ini sebanyak 17.848 responden dan sampel yang memenuhi kriteria penelitian sebanyak 13.113 responden. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Mei - Juli 2020.Variabel pada penelitian ini meliputi usia balita, jenis kelamin, pendidikan ibu dan ayah, pekerjaan ibu dan ayah, status merokok ibu dan ayah, status imunisasi, pemberian ASI, pemberian vitamin A, tempat tinggal, tingkat kesejahteraan keluarga dan jumlah balita dalam keluarga Oleh karena itu, pentingnya informasi dari tenaga kesehatan bahwa nutrisi ibu saat hamil penting dengan melihat dari faktor ANC saat kehamilan untuk mencegah bayi terlahir BBLR disertai pemberian imunisasi lengkap pada balita untuk mencegah balita mengalami ISPA
Read More
T-6204
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mohamad Ershad Al Annas; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Helda; Devi Surya Iriyani
S-6421
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive