Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33106 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Syahrani Tri Buwana Putri Kusumawardani; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Renti Mahkota, Chita Septiawati
Abstrak:
Infeksi Hantavirus di Indonesia umumnya bermanifestasi sebagai Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Meskipun bukti reservoir pada rodensia cukup kuat, data epidemiologis pada manusia masih terbatas. Mendeskripsikan karakteristik epidemiologi kasus konfirmasi Hantavirus di Indonesia tahun 2025 berdasarkan aspek orang, tempat, dan waktu. Studi kuantitatif dengan desain case series menggunakan data sekunder hasil penyelidikan epidemiologi Kementerian Kesehatan RI terhadap 14 kasus konfirmasi. Mayoritas kasus ditemukan pada laki-laki (71,43%) dan kelompok usia 19-59 tahun (50%). Jenis pekerjaan terbanyak adalah buruh/sopir/ART (35,71%). Gejala klinis dominan meliputi demam (85,71%) dan ikterik (64,28%), dengan 50% kasus mengalami komplikasi gagal ginjal. Sebagian besar kasus (92,86%) melaporkan keberadaan tikus di lingkungan tempat tinggal. Secara geografis, frekuensi tertinggi ditemukan di Provinsi DIY (42,85%). Berdasarkan waktu, puncak temuan kasus terjadi pada bulan Mei dan Juni. Kasus Hantavirus di Indonesia tahun 2025 ditemukan pada kelompok usia produktif dengan riwayat keberadaan reservoir di lingkungannya serta manifestasi klinis yang mengarah pada gangguan fungsi ginjal.

Hantavirus infection in Indonesia generally manifests as Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). While evidence in rodent reservoirs is substantial, human epidemiological data remains limited. To describe the epidemiological characteristics of confirmed Hantavirus cases in Indonesia in 2025 based on person, place, and time. A quantitative study with a case series design using secondary data from the Indonesian Ministry of Health's epidemiological investigations of 14 confirmed cases. The majority of cases were found in males (71.43%) and the 19-59 age group (50%). The most frequent occupations were laborers/drivers/domestic workers (35.71%). Dominant clinical symptoms included fever (85.71%) and jaundice (64.28%), with 50% of cases experiencing renal failure complications. Most cases (92.86%) reported the presence of rats in their residential environment. Geographically, the highest frequency was in the Special Region of Yogyakarta (42.85%). Temporally, the peak of case findings occurred in May and June. Hantavirus cases in Indonesia in 2025 were identified in the productive age group with a history of reservoir presence in their environment and clinical manifestations leading to renal dysfunction.
Read More
S-12177
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuda Triyuni Sakdiah; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Sri Endang Kusdiningsih
S-5917
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto; Pembimbing: Djuwita Ratna Hatma; Penguji: Tri Yunis Miko, Ade Afandi
S-7597
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syafarudin Nur; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Syahrizal Syarif, Inggariwati, Emita Ajis
Abstrak: COVID-19 menjadi masalah kesehatan di dunia. Manifestasi klinis berupa tanpa gejala hingga dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor risiko kematian pasien COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta. Desain penelitian adalah kohort retrospektif menggunakan data sekunder dari Formulir Penyelidikan Epidemiologi di Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta (2 Maret - 20 Desember 2020). Sampel adalah pasien terkonfirmasi COVID-19 berdasarkan RT-PCR, usia ³18 tahun, dicatat keadaan terakhirnya: hidup atau meninggal, terdata di Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dan berasal dari Provinsi DKI Jakarta. Pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri dan dirawat dieksklusi dari penelitian ini. Analisis regresi Cox dari 100.540 sampel menunjukkan variabel yang meningkatkan risiko kematian pasien COVID-19 adalah laki-laki (RR = 1,28 [IK95%: 1,11-1,47]; p=0,001), usia 40-59 tahun (RR = 5,62 [IK95%: 4,37-7,23]; p<0,001), usia ³60 tahun (RR = 12,99 [IK95%: 10,03-16,81]; p<0,001), sesak napas (RR = 2,50 [IK95%: 2,06-3,03]; p<0,001), pneumonia (RR = 5,39 [IK95%: 4,14-6,59]; p<0,001), pasien yang dirawat di ICU (RR = 2,20 [IK95%: 1,612,99]; p<0,001), hipertensi (RR = 1,25 [IK95%: 1,01-1,55]; p=0,042), serta hipertensi sekaligus penyakit jantung (RR = 1,58 [IK95%: 1,17-2,13]; p=0,003). Interaksi hipertensi dan penyakit mengindikasikan interaksi sinergistik (ICR>0)
COVID-19 is a global health problem. Clinical manifestations are asymptomatic to death. This study aims to determine the risk factors for death of COVID-19 patients in DKI Jakarta Province. The study design was a retrospective cohort using secondary data from the Epidemiological Investigation Form at the DKI Jakarta Provincial Health Office (2 March - 20 December 2020). The sample is a confirmed patient of COVID-19 based on RT-PCR, age 18 years, the last condition recorded: alive or dead, recorded at the DKI Jakarta Provincial Health Office, and comes from the DKI Jakarta Province. Patients who were self-isolating and being treated were excluded from this study. Cox regression analysis of 100,540 samples showed that the variables that increased the risk of death of COVID-19 patients were male (RR = 1.28 [95% CI: 1.11-1.47]; p = 0.001), age 40-59 years (RR = 5.62 [95% CI: 4.37-7.23]; p<0.001), age 60 years (RR = 12.99 [95% CI: 10.03-16.81]; p<0.001), shortness of breath (RR = 2.50 [CI 95%: 2.06-3.03]; p<0.001), pneumonia (RR = 5.39 [CI95%: 4.14-6.59]; p0).
Read More
T-6143
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Setia Hidiyah Wati; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Trisari Anggondowati, Menikha Maulida
Abstrak:

Latar Belakang: Campak merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Pada tahun 2018 dilaporkan lebih dari 140.000 orang meninggal karena campak terutama anak-anak dibawah usia 5 tahun, meskipun vaksin sudah tersedia Pencapaian target imunisasi di Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2022 ke tahun 2023. Imunisasi campak sangat berperan dalam menurunkan angka kematian anak, maka imunisasi campak merupakan salah satu indikator pencapaian tujuan SDGs ketiga yaitu kehidupan sehat dan sejahtera. Adanya penemuan kasus campak yang tinggi di tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian epidemiologi kasus campak di wilayah Kota Bogor Tahun 2022 sampai tahun 2024.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain studi epidemiologi deskriptif. Data yang diambildalam penelitian ini yaitu berupa data sekunder. Data tersebut diperoleh Tim Surveilans dan imunisasi P3MS, Bidang P2P, Dinas Kesehatan Kota Bogor adalah data pelaporan kasus campak dan cakupan imunisasi dari tahun 2022 - 2024. Data berupa spreadsheets laporan kasus campak.
Hasil : Gambaran epidemiologi kasus campak di Kota Bogor tahun 2022 - 2024 terdapat pada tahun 2023 jenis kelamin laki-laki sebanyak 176 anak. Pada kelompok umur 2-5 tahun (42,9%) selanjutnya 5-10 tahun (31,4%) dan kelompok umur kurang dari 1 tahun (19,1). Kasus paling banyak terdapat di Kecamatan Bogor Barat (97 kasus) dan Bogor Selatan (93 kasus), serta kasus tertinggi terjadi pada tahun 2023 sebanyak 340 kasus. Cakupan imunisasi yang rendah diantara kasus konfirmasi positif
Kesimpulan dan Saran: Gambaran epidemiologi kasus campak di Kota Bogor tahun 2022 - 2024 populasi terbanyak dengan kelompok umur 2-5 tahun, dan jenis kelamin laki-laki. Kasus paling banyak terdapat di Kecamatan Bogor Barat dan Bogor Selatan, serta kasus tertinggi terjadi pada tahun 2023. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan metode kualitatif tren kasus campak di wilayah Bogor Selatan. Penguatan sistem pemantauan di kecamatan resiko tinggi, kolaborasi dengan organisasi masyarakat dalam peningkatan kesadaran imunisasi, dan mengadakan pelatihan serta workshop rutin untuk kemampuan komunikasi kepada masyarakat.


Background Measles is a disease that can be prevented by immunization (PD3l). In 2018, it was reported that more than 14,000 people died caused by measles, especially children under 5 years old, Even though vaccines are available, the achievement of immunization targets in Indonesia has decreased from 2022 to 2023. Measles immunization plays an important role in reducing child mortality. Measles immunization is one of the indicators of achieving the third SDGs goal, namely a healthy and prosperous life. There was a high discovery of measles cases in 2023 compared to the previous year, so the author was interested in conducting epidemiological research on measles cases in Bogor 2022 to 2024. Methods This research used a descriptive epidemiological study design. The data used in this research is secondary data. This data was obtained by the P3MS Surveillance and Immunization Team, P2P Division, Bogor City Health Service. data form reporting of measles cases and immunization coverage 2022 - 2024. data form spreadsheets of measles case reports. Result Epidemiological case description of measles in Bogor 2022 - 2024, in 2023 the male gender was 176 children. In the age group 2-5 years (42.9%) then 5-10 years (31.4%) and the age group less than 1 year (19.1). The most cases were in West Bogor District (97 cases) and South Bogor (93 cases), and the highest cases occurred in 2023 as many as 340 cases.Low immunization coverage among confirmed positive cases. Conclution and Suggestions: Epidemiological descriptive of measles cases in Bogor City in 2022-2024, the largest population is in the 2-5 year age group, and male gender. The most cases are in West Bogor and South Bogor, and the highest cases occurred in 2023. Futher research is needed using qualitative methods on measles case trends in the South Bogor area. Stengthening the monitoring system in high risk districts, collaborating with community organizations in increasing immunization awareness, and holding routine and workshop for communication skills to the community. 

Read More
S-11852
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jack Lesmana; Pembimbing: Yovsyah
S-3189
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desfalina Aryani; Pembimbing: Nuning Mari Kiptiyah; Penguji: Helda, Jeanne Uktolseja
S-7715
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aljira Fitya Hapsari; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Syahrizal Syarif, Aditya Pratama
Abstrak: Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran epidemiologi, morbiditas dan mortalitas kasus konfirmasi COVID- 19 di Puskesmas Kecamatan Pulogadung tahun 2020 dengan metode cross-sectional deskriptif. Hasil analisis univariat menunjukkan 2915 kasus konfirmasi COVID-19 dengan kasus bulanan terbanyak pada bulan Desember (34,3%), lebih banyak terjadi pada perempuan (53,7%), paling banyak terjadi pada kelompok usia 20-29 tahun (21,9%), paling banyak terjadi pada kelurahan Cipinang (21,2%), memiliki riwayat kontak erat (98,5%). Distribusi kasus konfirmasi COVID-19 berdasarkan klasifikasi gejala menunjukkan bahwa terdapat 13,9% kasus konfirmasi tanpa gejala (asimtomatik), 71,6% dengan gejala ringan dan 14,5% dengan gejala sedang. Gejala yang paling banyak adalah batuk (28,3%) pada seluruh kelompok usia dengan perbedaan distribusi gejala lain berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin.
Read More
S-10708
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Luqman; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Syahrizal Syarif, Inggariwati
Abstrak: Salah satu upaya untuk mengeluarkan Indonesia dari pandemi COVID-19 adalah dengan vaksinasi. Data capaian vaksin primer COVID-19 di DKI Jakarta per Juli 2022 sudah sangat baik yaitu mencapai 106,5%, dengan 78% diantarnya ber KTP DKI. Tetapi dalam waktu yang sama kasus harian COVID-19 di DKI Jakarta menembus angka 1.749 kasus per hari. Sehingga dalam studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status vaksinasi dan jenis vaksin dengan kejadian infeksi COVID-19. Desain studi yang dipilih adalah case-control (1:1) dengan jumlah sampel sebanyak 5.574 responden yang terpilih dari data COVID-19 DKI Jakarta. Penegakkan sampel penelitian berdasarkan hasil positif atau negatif COVID-19 dengan RT-PCR. Hasil univariat menunjukkan sebagian besar responden kasus telah mendapat vaksin 2 kali (81,92%) dan jenis vaksin homolog (88,87%). Hasil analisis multivariat hubungan status vaksinasi dengan kejadian infeksi COVID-19 menunjukkan hasil yang kontradiktif, dimana pada kelompok dengan status vaksinasi belum cukup (vaksin 1 kali atau belum vaksin) justru memberikan perlindungan dari infeksi COVID-19 sebesar 77,5%. Kemudian pada hasil analisis multivariat hubungan jenis vaksin dengan kejadian infeksi COVID-19 menunjukkan hasil pada kelompok yang mendapat jenis vaksin homolog lebih berisiko terinfeksi COVID-19 sebesar 3,220 kali dibandingkan dengan kelompok yang telah mendapat jenis vaksin heterolog (95%CI: 0,033-0,045). Perlu adanya penelitian lanjutan dengan menggunakan desain studi yang berbeda atau menggunakan sumber data yang berbeda sebagai upaya memvalidasi hasil studi ini. Upaya menurunkan kasus COVID-19 dapat dilakukan dengan cara meningkatkan capaian program vaksinasi hingga dosis booster dengan metode heterolog pada populasi berisiko.
Read More
T-6365
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Euis Saadah Hernawati; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Yovsyah, Cicilia Windiyaningsih, Eny Priyatni
Abstrak:

Dengue Hemorrhagic Fever (DBD) has become public health problem for almost four decades. The highest case took place in DKl Jakarta than the other provinces till year 2007 which 30.703 of overall eases, 82 of mortality case, IR (378.5) and CFR (0.3). The South Jakarta is the highest ease in DKI Jakarta which are 28 of mortality case, IR (551.69), CFR (0.3), tends to increase for every years.Consequently related study of risk factors of DBD case must be took using new technology of Geographic Information System (GIS) contributed fur mapping correspond to examination, analysis. and controlling of health services. This study aimed to obtain description of epidem tology of DBD based on Geographic Information System (GIS) and related factors oi DBD case taking place in South Jakarta year 2007. Design of research uses ecological and serial of case study exploiting secondary data in Sudinkesmas, BPS Jakarta, and BMG. The data was analyzed in the manner of univariat, bivariat, multivariat and spatial. Result of research of DBD case in South Jakarta on January - December 2007 found most man hit by this case about 53,9%, partially age of 5-14 years old with 26% proportion and 15-44 years old with 55%. The highest incident rate of 64 sub-districts is Mampang Prapatan with 1225/100.000 population. While the lowest incident rate found in Pasar Minggu sub-district with 3941100.000. Generally top of epidemy happened on February and March.

Read More
T-2900
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive