Ditemukan 32126 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Zulkifli; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ema Hermawati, Indra Kusuma Cahyadi
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Kecelakan lalu lintas merupakan salah satu permasalahan utama dalam bidang kesehatan masyarakat dan keselamatan transportasi di tingkat global, regional maupun nasional. Berdasarkan laporan yang telah dikeluarkan oleh Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia tahun 2023 sekitar 152.720 kasus kecelakan lalu lintas yang terjadi di Indonesia. Kecelakaan lalu lintas di kota Depok pada tahun 2020-2024 memiliki tingkat kecelakaan yang cukup tinggi yang disebabkan oleh faktor kendaraan, faktor lingkungan dan faktor jalan. Tujuan: untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara faktor faktor risiko kecelakaan seperti faktor kendaraan, faktor lingkungan dan faktor jalan dengan kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Depok pada tahun 2020-2024. Metode: menggunakan desain studi ekologi dengan metode kuantitatif yaitu uji korelasi dan pengambilan sampel menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Laporan Data Satlantas Polres Metro Depok tahun 2020-2024. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa waktu kejadian memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Depok(p<0,001, r=0,154), kondisi kendaraan dan jenis kendaraan yang terlibat memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Depok(p<0,001, r=0,144) dan kondisi jalan memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Depok(p<0,001, r= -0,523). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara waktu kejadian, kondisi kendaraan, jenis kendaraan yang terlibat dan kondisi jalan terhadap kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Depok.
Background: Traffic accidents represent a major public health and transportation safety challenge at global, regional, and national levels. According to reports issued by the Indonesian National Police Traffic Corps, approximately 152,720 traffic accident cases occurred in Indonesia in 2023. Between 2020 and 2024, Depok City experienced a high rate of traffic accidents driven by vehicle factors, environmental factors, and road factors. Objective: To identify and analyze the relationship between accident risk factors specifically vehicle, environmental, and road factors and the occurrence of traffic accidents in Depok City from 2020 to 2024. Methods: This study employed an ecological study design with a quantitative approach, utilizing correlation tests. Sampling was conducted using secondary data obtained from the Depok Metro Police Traffic Unit reports for the 2020–2024 period. Results: The findings indicate that the time of occurrence has a significant relationship with traffic accident events in Depok City (p<0.001, r=0.154). Vehicle condition and the type of vehicle involved also showed a significant relationship (p<0.001, r=0.144). Furthermore, road conditions were significantly related to traffic accidents in Depok City (p<0.001, r=-0.523). Conclusion: There are significant relationships between the time of occurrence, vehicle condition, type of vehicle involved, and road conditions with the incidence of traffic accidents in Depok City. .
S-12184
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yova Tsalvina Rizka; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Dewi Susanna, Joko Irwanto
Abstrak:
Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di duniayang disebabkan oleh tiga faktor risiko utama yaitu faktor manusia yang meliputi faktor sosialdemografi dan faktor perilaku, kedaraan, dan lingkungan/infrastruktur. Dampak yangditimbukan dari kecelakaan lalu lintas di Indonesia berdasarkan data Kepolisian setiap jammeyebabkan tiga orang meninggal dunia. Terdapat perbedaan angka kecelakaan lalu lintas disetiap daerah di Indonesia serta terdapat perbedaan faktor risiko penyebab kecelakaan lalulintasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko kecelakaandengan kecelakaan lalu lintas di Kota Cilegon tahun 2017-2018. Penelitian ini inimenggunakan desain cross sectional dengan variabel independennya adalah faktor risikokecelakaan yang meliputi faktor manusia, faktor kendaraan, dan faktorlingkungan/infrastruktur. Variabel dependennya adalalah kecelakaan lalu lintas. Data yangdigunakan merupakan data sekunder terkait dengan kecelakaan lalu lintas yang didapatkan dariPolres Kota Cilegon. Pengambilan dan pemasukkan data dilakukan di Polres Kota Cilegon.Digunakan analisis data univariat dan bivariat dengan Uji Chi Square. Hasil ananlisismenunjukkan bahwa proporsi faktor jenis kelamin laki-laki memiliki presentase tertinggi yaitusebesar 91,8% pada tahun 2017 dan 87,6% pada tahun 2018. Dari 14 variabel yang diuji, tidakada variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kecelakaan lalu lintas di KotaCilegon.Kata kunci:Kecelakaan lalu lintas, meninggal dunia, faktor risiko manusia, faktor risiko kendaraan, faktorrisiko lingkungan/infrastruktur.
Read More
S-10245
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Angela Olivia Sitompul; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Budi Hartono, Wakhyono Budianto
Abstrak:
Read More
Transportasi merupakan sarana yang dipergunakan untuk melakukan perpindahan manusia maupun barang. Transportasi darat menjadi transportasi yang paling banyak digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan keuntungan bagi kehidupan, disisi lain transportasi juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi penggunanya, bilamana terjadi kecelakaan lalu lintas yang dapat menimbulkan konsekuensi serius pada kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara faktor-faktor risiko kecelakaan (faktor manusia, kendaraan, dan lingkungan) dengan kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Administrasi Jakarta Timur pada tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi cross-sectional dengan metode kuantitatif dan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Hasil dari penelitian ini adalah pengemudi yang terlibat kejadian kecelakaan lalu lintas mayoritas mengalami cedera/luka dan gambaran distribusinya didominasi oleh kelompok usia ≤ 35 tahun, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan tinggi, memiliki pekerjaan, mengalami kecelakaan akibat perilaku lengah dan kondisi jalan berlubang. Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian kecelakaan lalu lintas dengan faktor manusia, yaitu pendidikan dan kecepatan tinggi. Dimana pengemudi dengan pendidikan tinggi lebih berisiko 62,7 kali untuk mengalami kecelakaan lalu lintas dibandingkan dengan yang berpendidikan rendah dan pengemudi yang berkendara dengan kecepatan tinggi lebih berisiko 0,04 kali mengalami kecelakaan lalu lintas dibandingkan dengan yang berkendara dalam kecepatan rendah. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian kecelakaan lalu lintas dengan faktor kendaraan dan faktor lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor manusia memiliki peran penting dalam terjadinya kecelakaan.
Transportation is a tool used to carry out the movement of people and goods. Land transportation is the most widely used transportation by humans in everyday life. In addition to providing benefits for life, on the other hand transportation can also have a negative impact on its users, if a traffic accident occurs which then has serious consequences for public health. The purpose of this study was to analyze the relationship between accident risk factors (human, vehicle, and environmental factors) and traffic accidents in the Administrative City of East Jakarta in 2023. The research design used was a cross-sectional with quantitative methods and simple random sampling technique. The results of this study are that the majority of drivers involved in traffic accidents experience injuries and the distribution is dominated by the age group ≤ 35 years, male, highly educated, has a job, has accidents due to negligent behavior and potholes potholes on the road. There is a significant relationship between traffic accidents and human factors, namely education and high speed. Where drivers with higher education are 62.7 times more at risk of experiencing traffic accidents than those with low education and drivers who drive at high speeds are 0.04 times more at risk of experiencing traffic accidents than those who drive at low speeds. There is no significant relationship between traffic accidents and vehicle and environmental factors. The conclusion of this study is that the human factor has an important role in the occurrence of accidents.
S-11393
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Astri Getriana; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi, Budi Hartono; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Masdianto , Astuti
Abstrak:
Pendahuluan: Pada tahun 2020 kematian akibat kecelakaan kendaraan di jalan raya diprediksi akan menjadi penyebab kematian ketiga tertinggi di dunia setelah sebelumnya masih diposisi sepuluh. Jumlah sepeda motor mendominasi kejadian kecelakaan lalu lintas di jalan, maka diperlukan upaya pengendalian kasus dan faktor risiko untuk mencegahnya yaitu perlunya melakukan analisis kejadian kecelakaan lalu lintas dari sisi kesehatan masyarakat. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran spasial dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor. Desain studi yang digunakan pada penelitian ini adalah mixed method. Terdapat 136 sampel desain kuantitatif dan 6 informan untuk desain kualitatif, setelah ditentukan kriteria inklusi dan ekslusi. Data diperoleh dari laporan registrasi Ditlantas Polres Metro Jakarta Selatan dan wawancara mendalam. Data dianalisis dengan menggunakan analisis spasial, uji statistik dan analisis kualitatif. Hasil: (1) Kecamatan yang banyak terdapat kejadian kecelakaan terletak di Kebayoran Lama, Pasar Minggu dan Cilandak. (2) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor umur, kepemilikan SIM dan hari terhadap akibat kejadian kecelakaan. (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor jam kejadian dengan akibat kejadian kecelakaan. Manfaat: Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengguna jalan di Jakarta Selatan dan sebagai bahan masukan bagi pihak yang bertanggung jawab terhadap keselamatan di jalan. Kata Kunci: Kecelakaan, sepeda motor
Read More
T-5059
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rusli; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Budi Haryanto, Rachmat Suherwin, Inswiasari
T-3023
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Silvia Fitriana; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Budi Hartono, Wakhyono Budianto
Abstrak:
Read More
Peningkatan populasi penduduk di suatu perkotaan berdampak pada meingkatnya beban terhadap sistem transportasi, salah satunya adalah kecelaaan lalu lintas. Berada pada urutan kesembilan sebagai penyebab utama kematian di dunia dan diperkiran berada pada urutan keempat pada 2030. Kecelakaan lalu lintas di Jakarta utara memiliki indeks fatalitas tertinggi di Jakarta. Pada tahun 2022-2023, terdapat peningkatan angka kecelakaan lalu lintas dengan penyebab dan korban didominasi oleh pengemudi sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor manusia (usia, jenis kelamin, lengah, mengantuk atau lelah, tidak tertib lalu lintas, penggunaan alat pelindung diri, dan kepemilikan SIM) dan faktor lingkungan (geometri jalan, permukaan jalan, waktu kejadian, dan cuaca) dalam kecelakaan lalu lintas pada pengemudi sepeda motor di Kota Jakarta Utara Tahun 2022-2023. Menggunakan desain strudi cross sectional dengan metode kuantitatif dan total sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik dengan tingkat kepercayaan 95% (p-value=0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara jenis kelamin (p-value=0,005; OR=2,667), tidak tertib lalu lintas (p-value<0,001; OR=4,108), dan cuaca (p-value=0,001; OR=3,774) dengan kecelakaan lalu lintas. Variabel yang paling berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah tidak tertib lalu lintas. Berdasarkan hasil analisis spasial, titik lokasi kecelakaan lalu lintas terbanyak berada di Jalan Raya Cilincing, Jalan R. E. Martadinata, dan Jalan. Yos Sudarso.
The increasing population of urban areas has resulted in an increasing burden on the trasportation system, including traffic accident. Traffic accident is the ninth leading cause of death in the world and are expected to foruth by 2023. Traffic accident in North Jakarta have the highest fatality index in Jakarta. In 2022-2023, there was an increase in the number of traffic accident with casuse and victims dominated by motorcyclist. This study aims to analyze human factors (age, gender, inattention, drownsiness or fatigue, traffic violation, use of personal protective equipment, and possession of driver’s license) and environmental factors (road geometry, road surface, time of accident, and weather) in traffic accident among motorcyclist in North Jakarta City in 2022-2023. This study used a cross-sectional study design with quantitative methods and total sampling as sampling techniques. Statistical analysis was perfomed using the chi-square test and binary logistic regression with 95% confident level (p-value=0,005). The result showed and association between gender (p-valu=0,005; OR=2,667), traffic violation (p-value<0,001; OR=4,108), and weather (p-value=0,001; OR=3,774) with traffic accident among motorcyclyst. The most influential variabel in the occurrence of traffic accident among motorcyclist is traffic violation. Based on the spatial analysis, the most location of traffic accident are Jalan Raya Cilincing, Jalan R. E. Martadinata, and Jalan Yos Sudarso.
S-11710
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Gita Fitri Cahyani; Pembimbing: Suyud; Penguji: Rita Parmawati, Zakianis
Abstrak:
Minyak jelantah adalah minyak yang telah digunakan lebih dari 2 atau 3 kali penggorengan dan dapat dikategorikan sebagai limbah karena dapat menimbulkan kerusakan lingkungan dan sejumlah penyakit pada manusia. Saat ini pemakaian minyak jelantah dimasyarakat masih terbilang tinggi khususnya bagi pedagang kaki lima, para pedagang kaki lima masih belum banyak mengetahui bahaya dari pemakaian minyak jelantah bagi kesehatan maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemakaian minyak goreng berulang kali pada pedagang kaki lima di Kota Depok. Penelitian ini menggunaan studi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sumber data penelitian ini merupakan data primer yang diambil langsung oleh peneliti menggunaan teknik simple random sampling. Populasi studi pada penelitian ini adalah seluruh pedagang kaki lima di Kota Depok yang menggunakan minyak goreng. Sampel yang didapatkan sebanyak 58 pedagang. Hasil penelitian didapatkan bahwa Faktor individu yang terdiri dari variabel usia (p-value 0,975) dan pendidikan (p-value 0,419) tidak memiliki hubungan bermakna dengan perilaku pemakaian minyak goreng berulang kali, sedangkan untuk variabel alasan (p-value 0,001), pengetahuan (p-value 0,027) dan sikap (p-value 0,00) memiliki hubungan bermakna terhadap perilaku pemakaian minyak goreng berulang kali. Faktor lingkungan terdiri dari variabel lingkungan (p-value 0,259) dan ketersedian (p-value 0,340) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku pemakaian minyak goreng berulang kali pada pedagang kaki lima di Kota Depok tahun 2022.
Used cooking oil is an oil that has been used more than 2 or 3 times in frying pans and can be categorized as waste because it can cause environmental damage and many diseases in humans. Currently, the use of used cooking oil in the community is still relatively high, especially for street vendors, street vendors still do not know much about the dangers of using used cooking oil for health and the environment. This study aims to determine the factors related to the use of cooking oil waste (used cooking oil) at street vendors in Depok City. This study uses quantitative studies with a cross-sectional approach. The source of this research data is primary data taken directly by researchers using simple random sampling techniques. This study's population in this study was all street vendors in Depok City who used cooking oil. The sample obtained was 58 traders. The results of the study found that individual factors consisting of age variables (p-value 0.975) and education (p-value 0.419) did not have a meaningful relationship with the behavior of using cooking oil waste (used cooking oil), while the variables of reason (p-value 0.001), knowledge (p-value 0.027) and attitude (p-value 0.00) have a meaningful relationship to the behavior of using cooking oil waste (used cooking oil). Environmental factors consisting of environmental variables (p-value 0.259) and availability (p-value 0.340) do not have a meaningful relationship with the behavior of using cooking oil waste (used cooking oil) at street vendors in Depok City in 2022.
Read More
Used cooking oil is an oil that has been used more than 2 or 3 times in frying pans and can be categorized as waste because it can cause environmental damage and many diseases in humans. Currently, the use of used cooking oil in the community is still relatively high, especially for street vendors, street vendors still do not know much about the dangers of using used cooking oil for health and the environment. This study aims to determine the factors related to the use of cooking oil waste (used cooking oil) at street vendors in Depok City. This study uses quantitative studies with a cross-sectional approach. The source of this research data is primary data taken directly by researchers using simple random sampling techniques. This study's population in this study was all street vendors in Depok City who used cooking oil. The sample obtained was 58 traders. The results of the study found that individual factors consisting of age variables (p-value 0.975) and education (p-value 0.419) did not have a meaningful relationship with the behavior of using cooking oil waste (used cooking oil), while the variables of reason (p-value 0.001), knowledge (p-value 0.027) and attitude (p-value 0.00) have a meaningful relationship to the behavior of using cooking oil waste (used cooking oil). Environmental factors consisting of environmental variables (p-value 0.259) and availability (p-value 0.340) do not have a meaningful relationship with the behavior of using cooking oil waste (used cooking oil) at street vendors in Depok City in 2022.
S-11084
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sulis Setiawati; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Laila Fitria, H. Suhli
S-6278
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alya Haidar Hanun; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Budi Hartono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak balita di seluruh dunia, khususnya di negara berkembang. Di Kelurahan Sukamaju Baru, kasus ISPA balita menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, dengan puncak kasus terjadi pada tahun 2022 yaitu sebanyak 5.135 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian ISPA pada balita di Kelurahan Sukamaju Baru pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol dengan total sampel sebanyak 140, yang terdiri atas 70 kelompok kasus dan 70 kelompok kontrol. Kelompok kasus adalah balita yang didiagnosa ISPA oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Sukamaju Baru, sedangkan kelompok kontrol adalah balita yang tidak didiagnosa ISPA dan tinggal di wilayah RW yang sama dengan kelompok kasus. Analisis data mencakup analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda berbasis model determinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 variabel yang diteliti, ditemukan 8 variabel yang memiliki hubungan dengan kejadian ISPA pada balita yaitu variabel status imunisasi (OR = 2,20), pengetahuan (OR = 2,39), kebiasaan membakar sampah (OR = 0,35), jenis dinding (OR = 2,36), luas ventilasi kamar (OR = 2,71), kepadatan hunian (OR = 2,48), kelembapan (OR = 3,27) dan pencahayaan alami (OR = 2,14), serta ditemukan variabel luas ventilasi kamar menjadi variabel dominan yang paling berpengaruh terhadap kejadian ISPA pada balita. Penelitian ini mengungkap bahwa sebagian besar faktor risiko ISPA pada balita di Kelurahan Sukamaju Baru berasal dari faktor lingkungan fisik rumah. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan cakupan rumah sehat di wilayah ini, dengan fokus utama berupa penambahan luas ventilasi.
Acute Respiratory Infections (ARI) are a leading cause of morbidity and mortality among children under five worldwide, particularly in developing countries. In Sukamaju Baru Village, ARI cases among children under five have shown an increasing trend in recent years, peaking in 2022 with 5,135 cases. This study aims to identify the most influential factors associated with ARI incidence among children under five in Sukamaju Baru Village in 2024. This research employs a case-control study design with a total sample of 140, consisting of 70 cases and 70 controls. The case group comprises children under five diagnosed with ARI by healthcare workers at the Sukamaju Baru Public Health Center, while the control group includes children under five who were not diagnosed with ARI and resided in the same neighborhood unit (RW) as the case group. Data analysis includes bivariate analysis using the Chi-square test and multivariate analysis using a multiple logistic regression model based on determinant factors. The results of this study indicate that out of 15 variables examined, 8 were found to be significantly associated with ARI incidence among children under five. These variables include immunization status (OR = 2.20), maternal knowledge (OR = 2.39), waste-burning habits (OR = 0.35), wall type (OR = 2.36), bedroom ventilation area (OR = 2.71), household density (OR = 2.48), humidity (OR = 3.27), and natural lighting (OR = 2.14). Among these, the bedroom ventilation area was identified as the most dominant factor influencing ARI incidence. This study highlights that most ARI risk factors for children under five in Sukamaju Baru Village are related to the physical environment of the home. Therefore, further efforts are needed to improve the prevalence of healthy homes in the area, with a primary focus on increasing ventilation area.
Read More
Acute Respiratory Infections (ARI) are a leading cause of morbidity and mortality among children under five worldwide, particularly in developing countries. In Sukamaju Baru Village, ARI cases among children under five have shown an increasing trend in recent years, peaking in 2022 with 5,135 cases. This study aims to identify the most influential factors associated with ARI incidence among children under five in Sukamaju Baru Village in 2024. This research employs a case-control study design with a total sample of 140, consisting of 70 cases and 70 controls. The case group comprises children under five diagnosed with ARI by healthcare workers at the Sukamaju Baru Public Health Center, while the control group includes children under five who were not diagnosed with ARI and resided in the same neighborhood unit (RW) as the case group. Data analysis includes bivariate analysis using the Chi-square test and multivariate analysis using a multiple logistic regression model based on determinant factors. The results of this study indicate that out of 15 variables examined, 8 were found to be significantly associated with ARI incidence among children under five. These variables include immunization status (OR = 2.20), maternal knowledge (OR = 2.39), waste-burning habits (OR = 0.35), wall type (OR = 2.36), bedroom ventilation area (OR = 2.71), household density (OR = 2.48), humidity (OR = 3.27), and natural lighting (OR = 2.14). Among these, the bedroom ventilation area was identified as the most dominant factor influencing ARI incidence. This study highlights that most ARI risk factors for children under five in Sukamaju Baru Village are related to the physical environment of the home. Therefore, further efforts are needed to improve the prevalence of healthy homes in the area, with a primary focus on increasing ventilation area.
S-11820
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hamid; Pembimbing: Nasrin Kodim
S-3532
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
