Ditemukan 32976 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Dhiya Muhammad Fatimah Puspadina; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Evi Martha, Haris Hawari Maharudin
Abstrak:
Read More
Program Kampung Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan salah satu upaya berbasis komunitas dalam mendukung implementasi kebijakan KTR di tingkat lokal. Keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh kesiapan masyarakat dalam menerima dan menjalankannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesiapan masyarakat RW 05 Kelurahan Kukusan terhadap pelaksanaan Program Kampung KTR dengan menggunakan pendekatan Community Readiness Model (CRM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada informan kunci serta Focus Group Discussion (FGD) kepada informan utama yang terdiri dari warga RW 05. Data dianalisis menggunakan analisis tematik berdasarkan lima dimensi CRM, yaitu community knowledge of the issue, community knowledge of efforts, leadership, community climate, dan resources. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki pemahaman dasar mengenai bahaya rokok, namun pengetahuan terhadap Program Kampung KTR masih terbatas. Dukungan dari tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan mulai terlihat, meskipun belum optimal. Iklim sosial masyarakat menunjukkan adanya penerimaan awal terhadap program, namun norma merokok masih cukup kuat. Ketersediaan sumber daya juga masih terbatas, terutama dalam aspek pendanaan dan media sosialisasi. Secara keseluruhan, kesiapan masyarakat berada pada tahap Vague Awareness menuju Preplanning, yang menunjukkan bahwa masyarakat telah mulai menyadari pentingnya isu rokok dan keberadaan program, tetapi belum memiliki perencanaan yang terstruktur dalam mendukung implementasi Program Kampung KTR.
The Kampung KTR (Smoke-Free Village) Program is a community-based initiative aimed at supporting the implementation of smoke-free policies at the local level. The success of this program is highly influenced by the community’s readiness to accept and implement it. This study aims to explore the readiness of the community in RW 05, Kukusan Village, toward the implementation of the Kampung KTR Program using the Community Readiness Model (CRM) approach. This study employed a qualitative approach with a phenomenological design. Data were collected through in-depth interviews with key informants and Focus Group Discussions (FGDs) with community members as main informants. Data were analyzed using thematic analysis based on the five dimensions of CRM: community knowledge of the issue, community knowledge of efforts, leadership, community climate, and resources. The findings indicate that the community has a basic understanding of the health risks of smoking; however, knowledge of the Kampung KTR Program remains limited. Support from community leaders and stakeholders has begun to emerge, although it is not yet optimal. The community climate reflects initial acceptance of the program, but smoking norms remain relatively strong. Available resources are also limited, particularly in terms of funding and communication media. Overall, the level of community readiness falls between the Vague Awareness and Preplanning stages, indicating that the community has begun to recognize the importance of the smoking issue and the existence of the program, but has not yet developed structured planning to support its implementation.
S-12363
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fadilah Martiza Rafa; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Tri Krianto, Ainal Mardhiyyah
Abstrak:
Rokok merupakan salah satu ancaman kesehatan masyarakat terbesar. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebagai perlindungan masyarakat dari paparan asap rokok. Untuk mendukung implementasi kebijakan KTR di Kota Depok, Dinas Kesehatan Kota Depok berinovasi membentuk Program Kampung KTR. Keberhasilan adopsi program ini sangat dipengaruhi oleh persepsi keluarga sebagai bagian dari masyarakat terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi keluarga terhadap Program Kampung KTR di RW 13 Kelurahan Cisalak ditinjau dari Karakteristik Inovasi pada Teori Difusi Inovasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Rapid Assessment Procedure (RAP), melibatkan informan utama dari Keluarga Perokok dan Non Perokok, serta informan kunci seperti Ketua RW, Satgas KTR, dan Penanggung Jawab Program KTR UPTD Puskesmas Abadi Jaya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, FGD, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik keuntungan relatif, kesesuaian, dan dapat diamati cenderung mendukung adopsi inovasi, sedangkan kerumitan dan dapat dicoba berpotensi menghambat. Secara keseluruhan, persepsi keluarga terhadap Program Kampung KTR di RW 13 Kelurahan Cisalak masih beragam. Persepsi keluarga dibentuk oleh pengalaman pribadi, keterlibatan dalam program, dan paparan terhadap hasil implementasi. Untuk memperkuat adopsi program secara menyeluruh, dibutuhkan strategi pelibatan warga yang lebih luas, komunikasi yang berkesinambungan, serta tahapan implementasi yang lebih inklusif dan partisipatif.
Smoking is one of the greatest threats to public health. The Indonesian Government has implemented the No-Smoking Area (Kawasan Tanpa Rokok) policy to protect the public from exposure to cigarette smoke. To support the implementation of this policy in Depok City, the Depok City Health Office initiated the Kampung KTR (No-Smoking Area Village) Program. The success of this program’s adoption is highly influenced by the perceptions of families as members of the affected community. This study aims to analyze family perceptions of the Kampung KTR Program in RW 13, Cisalak Subdistrict, based on the characteristics of innovations in Diffusion of Innovations Theory. This research employed a qualitative approach with a Rapid Assessment Procedure (RAP) design, involving primary informants from smoker and non-smoker families, as well as key informants such as the Neighbourhood Head, the KTR task force, and KTR Program Coordinator from Abadi Jaya Health Center. Data were collected through in-depth interviews, FGD, and observation. The results show that relative advantage, compatibility, and observability tend to support the adoption of innovation, while complexity and trialability potentially hinder it. Overall, family perceptions of the Kampung KTR Program in RW 13 remain varied. These perceptions are shaped by personal experience, involvement in the program, and exposure to the outcomes. To strengthen adoption, broader community engagement, continuous communication, and a more inclusive and participatory implementation strategy are needed.
Read More
Smoking is one of the greatest threats to public health. The Indonesian Government has implemented the No-Smoking Area (Kawasan Tanpa Rokok) policy to protect the public from exposure to cigarette smoke. To support the implementation of this policy in Depok City, the Depok City Health Office initiated the Kampung KTR (No-Smoking Area Village) Program. The success of this program’s adoption is highly influenced by the perceptions of families as members of the affected community. This study aims to analyze family perceptions of the Kampung KTR Program in RW 13, Cisalak Subdistrict, based on the characteristics of innovations in Diffusion of Innovations Theory. This research employed a qualitative approach with a Rapid Assessment Procedure (RAP) design, involving primary informants from smoker and non-smoker families, as well as key informants such as the Neighbourhood Head, the KTR task force, and KTR Program Coordinator from Abadi Jaya Health Center. Data were collected through in-depth interviews, FGD, and observation. The results show that relative advantage, compatibility, and observability tend to support the adoption of innovation, while complexity and trialability potentially hinder it. Overall, family perceptions of the Kampung KTR Program in RW 13 remain varied. These perceptions are shaped by personal experience, involvement in the program, and exposure to the outcomes. To strengthen adoption, broader community engagement, continuous communication, and a more inclusive and participatory implementation strategy are needed.
S-11969
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Permatasari; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Tiara Amelia, Mery Aderita
Abstrak:
Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui penerimaan warga DKI Jakarta terhadap program Vaksinasi COVID- 19 ditinjau dari Health Belief Model. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang, dilakukan pada Mei hingga Juni 2021 dengan melibatkan sampel penelitian sebesar 266 responden dengan kriteria inklusi berusia ≥12 tahun, berdomisili di wilayah DKI Jakarta, termasuk kategori penerima vaksinasi tahap 3, responden sudah maupun belum melakukan Vaksinasi COVID-19.
Read More
S-10673
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fiqih Mutiara; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Dien Anshari, Arum Ambarsari
Abstrak:
Provinsi DKI Jakarta merupakan wilayah episentrum penyebaran COVID-19 dengan kasus tertinggi di Indonesia, untuk itu diperlukan upaya perilaku pencegahan pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku pencegahan penularan COVID-19 masyarakat DKI Jakarta ditinjau dari variabel yang ada di dalam teori Health Belief Model. Penelitian dengan pendekatan metode kuantitatif, desain cross sectional, dilakukan pada 320 orang yang berusia 15-64 tahun dan diambil secara quota sampling dari 5 wilayah DKI Jakarta. Data dikumpulkan dengan metode responden mengisi kuesioner secara mandiri yang dilakukan secara online dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat telah melakukan sebagian besar perilaku pencegahan penularan COVID-19 dengan baik seperti pada penggunaan masker setiap keluar rumah, menerapkan etika batuk, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir saat sebelum makan, setelah makan, setelah menggunakan kamar mandi, setelah beraktivitas dan menyentuh benda, serta mencuci tangan minimal 20 detik, menggunakan hand sanitizer, tetap di rumah ketika sakit, menghindari berjabat tangan, memberi jarak 1-2 meter dengan orang lain, menghindari kegiatan yang melibatkan banyak orang, menghindari tempat dan kendaraan umum, dan menghindari berpergian ke zona merah. Hal ini karena pengetahuan masyarakat tentang upaya pencegahan COVID-19 sudah tinggi, namun masih rendah mengenai penggunaan tisu alkohol dan waktu yang dibutuhkan untuk dapat tertular COVID-19. Masyarakat pada umumnya mempersepsikan COVID-19 penyakit yang serius bagi dirinya dan merasa dirinya rentan untuk tertular COVID-19. Umumnya masyarakat tidak merasa ada hambatan untuk melakukan perilaku pencegahan, dan mayoritas menganggap tindakan pencegahan COVID-19 bermanfaat bagi dirinya serta mereka merasa mampu untuk melakukan tindakan pencegahan. Perlu meningkatkan edukasi atau sosialisasi yang efektif dan konsisten melalui berbagai media untuk pengetahuan dan perilaku yang masih kurang baik, melakukan penyuluhan tentang pakai masker yang benar, serta meningkatkan penerapan kebijakan dan kedislipinan di semua sektor.
Kata kunci: Perilaku Pencegahan COVID, Masyarakat, Provinsi DKI Jakarta, Health Belief Model
The DKI Jakarta Province is the epicenter of the spread of COVID-19 with the highest cases in Indonesia, for this reason prevention efforts are needed in the community. This study aims to see the prevention measures for the transmission of COVID-19 in the people of DKI Jakarta in terms of the variables in the Health Belief Model theory. Research with a quantitative method approach, cross sectional design, was conducted on 320 people aged 15-64 years and was taken by quota sampling from 5 areas of DKI Jakarta. Data were collected using the respondent's method of giving a questionnaire which was conducted online and analyzed descriptively. The results of community research have done most of the prevention of COVID-19 transmission well, such as using masks every time you leave the house, applying cough etiquette, washing hands with soap and water before eating, after eating, after using the bathroom, after activities and objects, as well as washing hands for at least 20 seconds, using hand sanitizers, staying at home when sick, avoiding shaking hands, giving 1-2 meters distance from other people, avoiding activities that involve many people, avoiding public places and transportation, and avoiding traveling to the zone red. This is because the community knowledge about efforts to prevent COVID-19 is high, but still low regarding alcohol use and the time it takes to catch COVID-19. Society in general complicates COVID-19, a serious disease for itself and susceptible to COVID-19. Of the society does not feel there are obstacles to taking precautions, and stopping COVID-19 prevention measures is beneficial for them and they feel capable of taking preventive measures. It is necessary to increase effective and consistent education or socialization through various media for knowledge and behavior that is still inadequate, conduct counseling on how to use masks properly, and increase the implementation of policies and discipline in all sectors.
Key words: COVID-19 prevention behaviour, community, DKI Jakarta Province, Health Belief Model
Read More
Kata kunci: Perilaku Pencegahan COVID, Masyarakat, Provinsi DKI Jakarta, Health Belief Model
The DKI Jakarta Province is the epicenter of the spread of COVID-19 with the highest cases in Indonesia, for this reason prevention efforts are needed in the community. This study aims to see the prevention measures for the transmission of COVID-19 in the people of DKI Jakarta in terms of the variables in the Health Belief Model theory. Research with a quantitative method approach, cross sectional design, was conducted on 320 people aged 15-64 years and was taken by quota sampling from 5 areas of DKI Jakarta. Data were collected using the respondent's method of giving a questionnaire which was conducted online and analyzed descriptively. The results of community research have done most of the prevention of COVID-19 transmission well, such as using masks every time you leave the house, applying cough etiquette, washing hands with soap and water before eating, after eating, after using the bathroom, after activities and objects, as well as washing hands for at least 20 seconds, using hand sanitizers, staying at home when sick, avoiding shaking hands, giving 1-2 meters distance from other people, avoiding activities that involve many people, avoiding public places and transportation, and avoiding traveling to the zone red. This is because the community knowledge about efforts to prevent COVID-19 is high, but still low regarding alcohol use and the time it takes to catch COVID-19. Society in general complicates COVID-19, a serious disease for itself and susceptible to COVID-19. Of the society does not feel there are obstacles to taking precautions, and stopping COVID-19 prevention measures is beneficial for them and they feel capable of taking preventive measures. It is necessary to increase effective and consistent education or socialization through various media for knowledge and behavior that is still inadequate, conduct counseling on how to use masks properly, and increase the implementation of policies and discipline in all sectors.
Key words: COVID-19 prevention behaviour, community, DKI Jakarta Province, Health Belief Model
S-10325
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dahlia Nur; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji : Zarfiel Tafal, Budi Hartono, Leny Ariyani, Juhri
Abstrak:
Sampah telah menjadi permasalahan nasional yang masih saja terjadi hingga saat ini sehingga penanganannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat. Peran perilaku masyarakat dalam penanganan sampah menjadi salah satu aspek sangat penting dalam mengatasi permasalahan sampah yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku penanganan sampah rumah tangga serta faktor yang berkontribusi terhadap perilaku tersebut pada masyarakat di wilayah RW 04 kelurahan Kamal Muara Penjaringan Jakarta Utara tahun 2015. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan metode Rapid Assessmengt Procedure (RAP). Pengumpulan data primer dengan wawancara mendalam dan observasi, sedangkan data sekunder menggunakan data wilayah dan kependudukan Kelurahan Kamal Muara serta data kesakitan Puskesmas Kelurahan Kamal Muara. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perilaku masyarakat dalam melakukan pemilahan dan membuang sampah dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah sikap tak acuh dengan lingkungan, sarana prasarana dan fasilitas pengelolaan sampah termasuk laut yang menjadi bagian fasilitas tempat pembuangan sampah. Semua faktor-faktor ini menimbulkan niat bagi masyarakat dalam melakukan perilaku pemilahan dan pembuangan sampah. Berdasarkan kesimpulan, maka direkomendasikan terutama kepada pemerintah daerah untuk mensosialisasikan dan implementasi program pengelolaan sampah secara regular kepada masyarakat terutama dalam perilaku pemilahan dan pembuangan sampah. Kata kunci: perilaku penanganan sampah, pemilahan dan pembuangan sampah
Read More
T-4501
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Diva Ramadhani; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Lingga Ocland Anggraini
Abstrak:
Read More
Perilaku menutup tempat penampungan air merupakan bagian dari upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN-DBD) yaitu tindakan pengendalian nyamuk vektor penyebab DBD di lingkungan melalui 3M Plus bersama dengan upaya menguras tempat penampungan air dan mendaur ulang barang bekas. Penerapan perilaku menutup tempat penampungan air sebagai upaya PSN-DBD masih menjadi masalah karena angka penerapannya yang tergolong rendah yaitu hanya sebesar 16, 9% warga di DKI Jakarta pada tahun 2018 yang menerapkan PSN pada kategori baik sementara lainnya pada kategori sedang dan buruk, hal ini diperparah dengan masih tingginya angka DBD di wilayah Jakarta Timur sebagai yang tertinggi di DKI Jakarta yaitu 689 kasus pada tahun 2023 dengan Kecamatan Pulogadung sebagai wilayah dengan angka kasus tertinggi di pada tahun 2022 yaitu 315 kasus. Incidence Rate kumulatif Kelurahan Cipinang pada tahun 2024 juga menjadi yang tertinggi ketiga di Kecamatan Pulogadung yaitu sebesar 0,25. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku menutup tempat penampungan air sebagai upaya PSN-DBD pada masyarakat RW 6 Kelurahan Cipinang Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Data penelitian dikumpulkan melalui pengisian kuesioner secara daring oleh 121 ibu rumah tangga di wilayah RW 6. Data dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian telah menunjukkan sebanyak 80 ibu rumah tangga (66,1%) telah melakukan perilaku menutup tempat penampungan air secara rutin. Penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p= 0,018; OR= 6,68; 95% CI 1,28 - 34,78), sikap (P= 0,006; OR= 0,20; 95% CI 0,06 - 0,62), dukungan keluarga (p= 0,023; OR= 2,62; 95% CI 1,21 - 5,67), dan ketersediaan alat penutup tempat penampungan air (p= 0,0005; OR= 26,0; 95% CI 8,60 - 78, 58) dengan perilaku menutup tempat penampungan air. Faktor yang diketahui paling berperan dalam mempengaruhi perilaku menutup tempat penampungan air di wilayah RW 6 adalah ketersediaan tutup tempat penampungan air sehingga saran yang dapat diberikan peneliti yaitu perlu dilakukannya upaya intervensi terkait komponen perilaku menutup tempat penampungan air dan advokasi kepada stakeholders terkait subsidi tempat penampungan air dengan tutup yang sesuai.
The initiative to close water reservoirs is a key component in the campaign against Dengue Hemorrhagic Fever Mosquito Nests (PSN-DBD). This involves controlling mosquito vectors responsible for dengue fever through the 3M Plus approach, along with water reservoir drainage and recycling efforts. Despite its importance, the implementation of this behavior faces challenges, with only 16.9% of DKI Jakarta residents in 2018 adopting PSN in the optimal category. This issue is worsened by the persistently high incidence of dengue fever in East Jakarta, reaching 689 cases in 2023, with Pulogadung District having the highest number at 315 cases in 2022. The cumulative incidence rate in Cipinang Subdistrict is expected to be the third-highest in Pulogadung Sub District in 2024 at 0.25. This study aims to identify factors influencing the adoption of water reservoir closure behavior in the community of RW 6, Cipinang Subdistrict, in 2024, utilizing a cross-sectional design. Data was gathered from 121 housewives through online questionnaires, and chi-square tests were employed for analysis. Findings indicate that 66.1% of surveyed housewives regularly practice closing water reservoirs. The research highlights significant correlations between knowledge (p= 0.018; OR= 6.68; 95% CI 1.28 - 34.78), attitude (p= 0.006; OR= 0.20; 95% CI 0.06 - 0.62), family support (p= 0.023; OR= 2.62; 95% CI 1.21 - 5.67), and the availability of water reservoir covers (p= 0.0005; OR= 26.0 ; 95% CI 8.60 - 78.58) with the behavior of closing water reservoirs. Notably, the most influential factor in RW 6 is the availability of water reservoir lids. As a recommendation, intervention efforts should focus on promoting the behavioral aspect of closing water reservoirs and advocating for subsidies to facilitate the provision of suitable lids.
S-11553
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dini Nurul Hidayati; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dien Anshari, Umi Zakiati
Abstrak:
Penelitian ini membahas tentang perilaku pencegahan COVID-19 pada mahasiswa kesehatandan non-kesehatan di Universitas Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilakupencegahan COVID-19 pada mahasiswa kesehatan dan non-kesehatan ditinjau dari teorihealth belief model. Variabel yang diteliti adalah perilaku pencegahan COVID-19, faktorpemodifikasi (usia, jenis kelamin, pengetahuan) dan persepsi individu (persepsi kerentanan,keparahan, manfaat, hambatan dan self efficacy). Penelitian ini menggunakan pendekatankuantitatif dan metode penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 110 orangmahasiswa kesehatan dan non-kesehatan dengan menggunakan metode pengambilan sampelpurposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 68% mahasiswakesehatan memiliki perilaku pencegahan COVID-19 yang baik dan 31.6% memiliki perilakupencegahan yang kurang baik. Sedangkan mahasiswa non-kesehatan yang memiliki perilakupencegahan yang baik adalah 59.7% dan 40.3% memiliki perilaku pencegahan yang kurangbaik. Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan perilaku pencegahanCOVID-19 (p=0.020).
Kata Kunci: COVID-19, Health Belief Model, mahasiswa kesehatan dan non-kesehatan
This study discusses about the preventive health behaviours of COVID-19 among studentsmajoring in health and non-health sciences Universitas Indonesia. The objective of this studywas to look preventive health behaviour COVID-19 among students majoring in health andnon-health sciences based of health belief model. Variabels in this study including preventivebehaviour, modifying factors (Age, sex, and knowledge), individual perceived (perceivedsusceptibility, perceived severity, perceived benefits, dan perceived barriers and selfefficacy). This study using quantitative approaches and cross sectional study methods.Thetotal samples of this study is 110 people of students majoring in health and non-healthsciences with purposive sampling method. The result showed that 68% students majoringhealth sciences are having good preventive behaviour and 31.6% have enough preventivebehaviour, while 59.7% the student majoring non-health science have good preventivebehaviour and 40.3% have enough preventive behaviour. There was significant associationsbetween sex with preventive health behaviour of COVID-19 (p=0.020)
Keywords: COVID-19, Health Belief Model, Students majoring health and non-healthscience.
Read More
Kata Kunci: COVID-19, Health Belief Model, mahasiswa kesehatan dan non-kesehatan
This study discusses about the preventive health behaviours of COVID-19 among studentsmajoring in health and non-health sciences Universitas Indonesia. The objective of this studywas to look preventive health behaviour COVID-19 among students majoring in health andnon-health sciences based of health belief model. Variabels in this study including preventivebehaviour, modifying factors (Age, sex, and knowledge), individual perceived (perceivedsusceptibility, perceived severity, perceived benefits, dan perceived barriers and selfefficacy). This study using quantitative approaches and cross sectional study methods.Thetotal samples of this study is 110 people of students majoring in health and non-healthsciences with purposive sampling method. The result showed that 68% students majoringhealth sciences are having good preventive behaviour and 31.6% have enough preventivebehaviour, while 59.7% the student majoring non-health science have good preventivebehaviour and 40.3% have enough preventive behaviour. There was significant associationsbetween sex with preventive health behaviour of COVID-19 (p=0.020)
Keywords: COVID-19, Health Belief Model, Students majoring health and non-healthscience.
S-10358
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aribah Daffa Aji Putri; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dien Anshari, Anastasia Maria Sri Rejeki
Abstrak:
Read More
Berdasarkan Global Adult Tobacco Survey (GATS), prevalensi perokok elektronik di Indonesia meningkat hingga 10 kali lipat dalam kurun waktu 10 tahun. Hasil Riskesdas tahun 2018 juga menujukkan bahwa remaja adalah kelompok umur tertinggi pada angka perokok elektronik. Beberapa studi di berbagai negara menunjukkan masih rendahnya pengetahuan orang tua dari remaja terhadap rokok elektronik. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan praktik orang tua dari remaja terhadap rokok elektronik di Kelurahan Beji Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling yang diikuti sebanyak 145 responden dengan mengisi kuesioner tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua dari remaja di Kelurahan Beji Timur memiliki pengetahuan tentang rokok elektronik dalam kategori cukup (39,3%), sikap yang negatif terhadap penggunaan rokok elektronik (58,6%), dan praktik pencegahan rokok elektronik yang baik (51,7%). Berdasarkan hasil penelitian, maka diperlukan peningkatan program promosi kesehatan yang berfokus terhadap rokok elektronik, khususnya dengan sasaran remaja dan orang tua sebagai upaya pencegahan perilaku merokok elektronik di Kelurahan Beji Timur.
Based on the Global Adult Tobacco Survey (GATS), the prevalence of electronic cigarette smokers in Indonesia has increased up to 10 times in a span of 10 years. The results of the Riskesdas 2018 also showed that adolescents are the highest age group in terms of electronic cigarette use. Several studies in various countries have indicated the low level of knowledge among parents of adolescents regarding electronic cigarettes. Therefore, this research was conducted to understand the knowledge, attitudes, and practices of parents of adolescents towards electronic cigarettes in the Beji Timur Subdistrict. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sampling was done using stratified random sampling technique, with a total of 145 respondents filling out written questionnaires. The results of the study showed that parents of adolescent in Beji Timur subdistrict’s knowledge about electronic cigarettes categorized as average (39,3%), negative attitudes towards electronic cigarette use (58,6%), and good practices in preventing electronic cigarette use (51.7%). Based on the research findings, there is a need for an improvement in health promotion programs that specifically focus on electronic cigarettes, particularly targeting adolescents and parents, as an effort to prevent electronic smoking behavior in the Beji Timur Subdistrict.
S-11387
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ana Mukhlishoh; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Anwar Hassan, Yudi Rachmanto
Abstrak:
Skripsi ini membahas detail pengembangan Kawasan Tanpa Rokok di SMK IPTEK berdasarkan tiga komponen KTR yang ada yaitu Kebijakan KTR, Tenaga KTR dan Media KTR. Penelitian ini menggunakan mixed method, yaitu penelitian kuantitatif menggunakan data sekunder dengan studi intervensi dan kualitatif untuk pendalaman dari penelitian kuantitatif dengan desain analisis isi. Hasilpenelitiankuantitatifdidapatkanbahwa persentase tiap komponen KTR menjadi kategori baik setelah adanya Duta KTR, diantaranya Kebijakan KTR 96,1 %, Tenaga KTR 85,1 % dan Media KTR 94,7 %. Berdasarkan hasil uji wilcoxon test seluruh komponen KTRmengalami peningkatan yang signifikan dengan p value = 0,001. Adapun faktor yang memudahkan adalah dukungan guru dan sekolah untuk melakukan pembentukan Duta KTR dan yang menjadi hambatan adalah kepercayaan diri Duta KTR untuk mengingatkan temannya serta belum adanya monitoring evaluasi catatan pengawasan KTR oleh Duta KTR. Kata kunci: Merokok, Komponen KTR, Duta KTR This study discussed about the development details of Non-Smoking Area in IPTEK Vocational High School based on the three existing Non-Smoking Area components such as Non-Smoking Area Policy, Team, and Media. This study used mixed method, a quantitative research using secondary data with intervention and qualitative study for deepening of quantitative research with content analysis design. The result of quantitative research showed that the percentage of each Non-Smoking Area component had become good category after the existing of Non-Smoking Area Ambassadors, such as Non-Smoking Area policy (96,1%), Non-Smoking Area team (85,1%), and Non-Smoking Area media (94,7%). Based on the result of wilcoxon test, Non-Smoking Area components experienced a significant improvement with p value = 0.001. The factor which facilitated this study was teachers and other school staff support in forming Non-Smoking Area Ambassadors. In addition, the obstacles of this study were confidence of Non-Smoking Area Ambassadors for reminding their friends and none of Non-Smoking Area monitoring evaluation records by Non- Smoking Area Ambassadors. Keywords: Smoking, Non-Smoking Area Components, Non-Smoking Area Ambassadors
Read More
S-9553
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Andi Annisa Dwi Rahmawati; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Evi Martha, Dwi Adi Maryandi
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pesan persuasif yang berusaha memunculkan rasa takut berperan dalam proses penerimaan atau penolakan pesan pada siswa yang pernah mendapat intervensi program berhenti merokok bernama Not on Tobacco (NOT) dengan yang belum pernah mendapatkannya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain rapi assessment procedures (RAP). metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam.
Read More
S-8900
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
