Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35365 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Novita Purnamasari; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Ede Surya Darmawan, Rico Kurniawan, Akhdrisa Mura WIjaya, Benedict Sulaiman
Abstrak:
Latar Belakang: Perkembangan teknologi mendorong Rumah Sakit melakukan inovasi dalam pelayanan kesehatan, salah satunya dengan e-learning. RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau, sebagai rumah sakit tipe C di daerah dengan tantangan infrastruktur, telah menerapkan program e-learning, khususnya LMS Satu Sehat untuk peningkatan pembelajaran perawat. Namun, keberhasilan implementasi e-learning tidak hanya dari ketersediaan platform, tetapi sangat dipengaruhi oleh faktor teknologi, organisasi, dan persepsi pengguna. Belum diketahui faktor mana yang paling dominan dalam menentukan adopsi aktual dan kepuasan pengguna sebagai indikator keberhasilan implementasi e-learning. Tujuan Penelitian: Menganalisis sejauh mana implementasi e-learning LMS Satu Sehat di RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau dan faktor-faktor yang berhubungan dengan adopsi aktual dan kepuasan pengguna e-learning menggunakan pendekatan terintegrasi Technology-Organization-Environment (TOE) framework dan Technology Acceptance Model (TAM). Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan analitik dengan desain cross-sectional. Populasi adalah perawat rawat inap RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert 1-4. Analisis data meliputi analisis univariat untuk deskripsi karakteristik, analisis multivariat dengan uji korelasi, dan Partial Least Squares Structural Equation Modelling (SEM) untuk menguji hubungan kausal antar variabel. Uji validitas menggunakan Confirmatory Factor Analysis (loading factor > 0,5) dan reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha (> 0,6). Hasil Penelitian: Responden penelitian mayoritas perawat perempuan, lulusan D3 Keperawatan, rentang usia 30–40 tahun, lama kerja 10–20 tahun. Faktor Organisasi memiliki kontribusi terbesar dalam mendorong PEOU (koefisien jalur 0.560) dan PU (koefisien jalur 0.751) menjadi Intensi Perilaku (koefisien jalur 0.690 didukung oleh PU), yang selanjutnya menjadi Adopsi Aktual (koefisien jalur 0.047) dan Kepuasan Pengguna (koefisien jalur 0.227) sebagai indikator keberhasilan implementasi e-learning di RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau. Kesimpulan: Faktor Teknologi dan Organisasi terbukti memiliki hubungan positif dengan Persepsi Kemanfaatan (PU) dan Kemudahan Penggunaan (PEOU) e-learning oleh perawat, dengan Faktor Organisasi tampil sebagai faktor dominan. Persepsi Kemanfaatan (PU) dan Kemudahan Penggunaan (PEOU) terbukti memiliki hubungan positif dengan Intensi Perilaku e-learning oleh perawat. Intensi Pengguna terbukti memiliki hubungan positif dengan Adopsi Aktual, begitupun Adopsi Aktual memiliki positif dengan Kepuasan Pengguna (KP) dengan koefisien jalur 0,227 (R² dari KP = 0,052). Dengan demikian, keberhasilan LMS tidak hanya ditentukan oleh kualitas aplikasi, tetapi oleh tata kelola organisasi yang mampu memasukkan LMS ke dalam sistem pelatihan, CPD, persiapan akreditasi, pengembangan  mutu dan SDM, dan transformasi digital rumah sakit. Namun, tidak semua niat pengguna berhasil diubah menjadi adopsi aktual perawat, yang menandakan perlunya integrasi LMS ke dalam jadwal kerja, indikator pelatihan, supervisi unit, dan monitoring berbasis data penggunaan. Kepuasan pengguna ditemukan hanya  sebagian kecil dijelaskan oleh adopsi aktual,  dimana masih ada faktor lain diluar model penelitian ini yang dapat memengaruhinya, yang menjadi keterbatasan dalam penelitian ini.

Background: Technological developments encourage hospitals to innovate in healthcare services, one of which is through e-learning. RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau, a type C hospital in an area with infrastructure challenges, has implemented an e-learning program, particularly the Satu Sehat LMS to enhance nurse learning. However, the success of e-learning implementation is not only determined by the availability of the platform but is greatly influenced by technological, organizational, and user perception factors. It is not yet known which factor is the most dominant in determining actual adoption and user satisfaction as indicators of successful e-learning implementation. Research Objective: To analyze the extent of the implementation of the Satu Sehat LMS e-learning at RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau and the factors influencing the actual adoption and user satisfaction of e-learning using an integrated Technology-Organization-Environment (TOE) framework and Technology Acceptance Model (TAM). Research Method: This study uses a descriptive and analytical quantitative approach with a cross-sectional design. The population consists of inpatient nurses at RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau, with purposive sampling technique. Data were collected through structured questionnaires with a 4-point Likert scale. Data analysis includes univariate analysis for describing characteristics, multivariate analysis with correlation tests, and Partial Least Squares Structural Equation Modelling  (SEM) to test the causal relationship between variables. Validity testing was conducted using Confirmatory Factor Analysis (loading factor > 0.5) and reliability using Cronbach's Alpha (> 0.6).  Research Results: Majority of research’s respondents were female nurses, graduates of D3 Nursing, aged 30–40 years, with 10–20 years of work experience. The Organizational Factor had the largest contribution in driving PEOU (path coefficient 0.560) and PU (0.751) into Behavioral Intention (path coefficient 0.690 supported by PU), which then becomes Actual Adoption (path coefficient 0.047) and User Satisfaction (0.227) as indicators of successful e-learning implementation at RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau.  Conclusion: Technology and Organizational factors have been shown to have a positive relationship with the Perceived Usefulness (PU) and Perceived Ease of Use (PEOU) of e-learning by nurses, with Organizational Factors emerging as the dominant factor. Perceived Usefulness (PU) and Perceived Ease of Use (PEOU) have been proven to have a positive relationship with nurses’ Behavioral Intention to use e-learning. User Intention has been shown to have a positive relationship with Actual Adoption, and Actual Adoption also has a positive impact on User Satisfaction (US) with a path coefficient of 0.227 (R² for US = 0.052). Thus, the success of an LMS is not only determined by the quality of the application but also by organizational governance that can integrate the LMS into training systems, CPD, accreditation preparation, quality and HR development, and hospital digital transformation. However, not all user intentions successfully translate into actual adoption by nurses, indicating the need to integrate LMS into work schedules, training indicators, unit supervision, and data-driven usage monitoring. User satisfaction was found to be explained only in a small part by actual adoption, as there are still other factors outside of this research model that could influence it, which is a limitation of this study.
Read More
B-2618
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Julius Parlin; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Surya Ede Darmawan, Akhdrisa Mura Wijaya, Reny Puspita
Abstrak:
Pandemi COVID-19 di Indonesia berdampak pada implementasi Sisrute kasus rujukan ke rumah sakit. Sisrute RSUD Siti Aisyah pada rujukan dalam dan keluar memengaruhi morbiditas dan mortalitas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sisrute meliputi kebijakan, kapasitas petugas, sistem jaringan, komunikasi rujukan dan pelayanan rujukan yang berdampak pada keterlambatan respons rujukan. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, telaah dokumen dan wawancara mendalam 13 informan yang berkerja di RSUD Siti Aisyah. Penelitian menunjukkan bahwa penolakan rujukan Sisrute dalam dan keluar baik pada kasus COVID-19 dan non- COVID-19 lebih dari 80%. Response time rujukan kurang dari 60 menit paling banyak pada rujukan keluar non-COVID-19 (64%). Alasan penolakan rujukan meliputi ketidaktersediaan ruangan isolasi COVID-19, ICU-COVID-19, ketidaklengkapan berkas rujukan, ketidaktesediaan ruangan perawatan, kendala sistem jaringan, petugas lambat merespons, ketiadaan dokter spesialis, ketiadaan fasilitas kesehatan, kebijakan Dinas Kesehatan lokal terkait penanganan kasus COVID-19 dan lainnya. Pada kebijakan rujukan, tidak terdapat kebijakan Sisrute dan dokumentasi sosialisasi kebijakan dan dilakukan secara lisan dan Whatsapp. Pada kapasitas petugas rujukan, secara umum cukup adekuat untuk aplikasi Sisrute, petugas sudah mendapatkan pelatihan dari RSUD. Kendala kapasitas petugas meliputi kurangnya pengetahuan medis, rendahnya komitmen, kecakapan dan rangkap tugas sehingga berdampak pada lambannya respons rujukan. Pada sistem jaringan rujukan, didapatkan bahwa jaringan komputer dan konektifitas internet yang sama digunakan pada semua layanan yang ada di rumah sakit, SIMRS yang tidak terintergrasi dan infrastruktur penunjang belum adekuat. Komunikasi rujukan dilakukan melalui aplikasi Sisrute dan dibantu telepon dan Whatsapp grup Sisrute se-Sumsel pada sebelum, selama dan setelah rujukan dilakukan. Komitmen petugas, kecepatan penyampaian informasi dan situasi faskes penerima dalam komunikasi rujukan berdampak pada keterlambatan respons Sisrute. Pelayanan rujukan menggunakan pedoman rujukan nasional, tidak memiki pedoman Sisrute, mengikuti alur rujukan, mengikuti prosedur klinis, administratif, dan operasional. Kendala pelayanan rujukan yaitu tidak terpenuhinya persyaratan rujukan, rujukan tidak prosedural, penerimaan keluarga, permasalahan biaya, ketersediaan infrastruktur dan SDM pendamping. Monitoring dan evaluasi tidak dilakukan pada masing-masing variabel. Dengan demikian, Pada implementasi Sisrute di RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau perlu adanya perbaikan dan peningkatan pada kebijakan rujukan, kapasitas petugas rujukan, sistem jaringan rujukan, komunikasi rujukan dan pelayanan rujukan serta dilakukan monitoring dan evaluasi rutin dapat mempercepat proses rujukan guna menekan morbiditas dan mortalitas pasien rujukan.

The Pandemy of COVID-19 in Indonesia has a major impact in referral system implementation of referred cases to hospitals. Integrated Referral System (IRS/Sisrute) both inward and outward referral influence morbidity and mortality cases. This study was conducted to analyse policy, officer capacity, network system, referral communication, and referral services resulting in referral system implementation. It was a case study with qualitative approach through observation, documents research, in-depth interview with 13 informants working at Siti Aisyah General Hospital. The study suggests that Sisrute referral rejection of inward and outward referral to COVID-19 and non-COVID-19 cases was more than 80%. Referral response time suggest less than 60 minutes only occurring in outward non-COVID-19 referral (64%). Reasons for rejectios were unavailability of COVID-19 Isolation dan ICU room, incomplete referral documents, unavaibility of inpatient room, network system issue, late response, health facilities shortage, local government policy against COVID-19 referral cases and other. In referral policy, there is no IRS policy and policy dissemination documentation through spoken and Whatsapp. In officer referral capacity, generally it is sufficient enough to excute IRS application, officers have been acquired trainings from hospital. Challenges in officer capacity resulted from lack of medical knowledges, low commitment, proficiency, double job so that they give impact in later referral response. In referral network system, it found that computer network and internet connectivity used similar system to other services in this hospital, unintegrated hospital information and management system as well as inadequate infrastructure. Referral communication is performed with Sisrute and assisted with calls and Whatsapp South Sumatera group in pre-, whilst, and post-referral. Officer commitment, information delivery rate and local situation may also result in Sisrute late response. Referral service occupy national referral protocol, referral flow, clinical procedures, administrative procedure and operational procedure. The challenges found in referral service were unfulfillment of referral inquiries, unprocedural referral, family acceptance, service cost, infrastructure and health officer companion. Monitoring and evaluation were not performed to each variable in the study. Thus, the implementation of intergrated referral system in Siti Aisyah General Hospital is in the need of improvement in referral policy, officer capacity, referral network capacity, referral communication, and referral service, as well as routine monitoring and evaluation to accelerate the referral process to decrease morbidity and mortality referral cases.
Read More
B-2319
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resky Wandhikasari Adline; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Muh. Taqwa Noer
S-6015
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indra Sakti; Pembimbing: Slamet Hindarto Gunawan
Abstrak:
Jumlah kunjungan rawat jalan di Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo dalam 3 tahun terakhir terlihat menurun tajam, sedangkan jumlah kunjungan di Poliklinik lainnya konstan atau meningkat. Keadaan ini menjadi pertanyaan bagi pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo bahwa terjadi ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan rawat jalan di Poliklinik Anak. Dengan melakukan suatu penelitian, yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan ketidakpuasan pasien yang menyebabkan penurunan kunjungan rawat jalan di Poliklinik Anak tersebut. Dengan menganalisa variabel bebas dan variabel terikat dan dilakukan uji statistik dengan Chi-Square diharapkan diketahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan secara bermakna dengan kepuasan pelanggan. Metodologi penelitian ini merupakan suatu studi deskriptif analisis bersifat kuantitatif dengan metode pengumpulan data secara cross sectional. Data primer dikumpulkan dengan mengedarkan kuesioner terhadap orang tua pasien Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo. Dari hasil penelitian terlihat hubungan yang bermakna antara persepsi responden tentang lamanya waktu tunggu dengan kepuasan pelanggan dimana tingkat kepuasan tertinggi didapat pada responden yang menyatakan waktu tunggu tidak lama. Kesimpulan dari penelitian ini ternyata waktu tunggu mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo. Disarankan kepada pihak manajemen agar membenahi faktor waktu tunggu menjadi lebih pendek sehingga citra Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo menjadi lebih baik.

Analysis of Factors That Related with Outpatient Satisfaction at the Children's Clinical of the District General Hospital of Muara BungoThe amount of outpatient visited at the Children's Clinical of the District General Hospital of Muara Bungo during 3 last years show pointed decrease, whereas the amount of outpatient visited at the others clinical constant even increased. This condition causing question to management side of the District General Hospital of Muara Bungo that patient is not satisfy with the services of the Children's Clinical of The District General Hospital of Muara Bungo. By doing a research, that purposed to know any factors that related with patient unsatisfaction that causing the decreasing outpatient visited at the Children's Clinical. By analyzing dependent variables and independent variables and by doing statistic test with Chi-Square expected to know any factors that meaningly related with customer satisfaction. The methodology of this research to give a shape of one analysis descriptive study that have quantitative character with data gathering method sectional cross. The primer data gathered with give questioners to parents? patient of the Children's Clinical of the District General Hospital of Muara Bungo. Result of this research shows the significant related between respondent perception about long waiting times with customer satisfaction with and the highest level of customer satisfaction comes from respondent that proving the short waiting time. The conclusion result of this research proved that waiting time increasing customer satisfaction of the Children's Clinical. Suggested to management hospital to tide up waiting time factor became shorted there for the Children`s Clinical of the District General Hospital of Muara Bungo became is better.
Read More
B-533
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Antonius Simalango; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Mardiati Nadjib, Indriati, Harjito
Abstrak:
ualitas layanan rumah sakit perlu dijaga, salah satunya dengan manajemen Sumber Daya Manusia(SDM) yang baik. Kepuasan kerja dapat menjadi indikator dalam evaluasi manajemen SDM, terutama terkait kinerja dan juga dalam perencanaan kebutuhan SDM. SDM terbesar yang penting dan jumlahnya besar di rumah sakit adalah perawat. RSU X adalah rumah sakit rujukan di Jawa Barat yang memiliki tugas dalam hal pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pertumbuhan jumlah layanan semakin bertambah, mengharuskan rumah sakit untuk selalu melakukan evaluasi layanannya, dan tak ketinggalan melakukan evaluasi manajemen SDM. Penelitian ini hendak melihat dan menganalisis faktor yang berhubungan dengan kepuasan kerja di Instalasi Gawat Darurat, Bedah Sentral, Rawat Intensif dan Hemodialisis RSU X tersebut. Jenis penelitian non ekperimental dengan pendekatan studi kuantitatif dan desain cross sectional. Populasi dan sampel adalah perawat perawat IGD, IBS, ICU dan HD tahun 2020, yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa variabel yang menunjukkan ada 3 variabel yang menunjukkan adanya hubungan yang bermakna dan secara bersama-sama dengan faktor kepuasan kerja, yaitu kesempatan pengembangan karir kesempatan peningkatan kompetensi dan keamanan kerja yang merupakan bagian dari pekerjaan/organisasi. Disarankan untuk membuat perbaikan pengelolaan/perencanaan manajemen pengembangan SDM, peningkatan kompetensi dan juga keamanan kerja pada critical unit

Quality of hospital services needs to be maintained, one of them is with good human resources management. Job satisfaction can be used as an indicator in the evaluation of human resources management, especially related to performance and also in the planning of human resources needs. The largest human resources that are important and have large numbers in hospitals are nurses. RSU X is a referral hospital in West Java that has a duty in terms of public health services. The increasing of heatlh services requiring hospitals to always evaluate their services, and the human resources management. This study was about to analyze factors related to job satisfaction in the Emergency, Central Surgery, Intensive Care and Hemodialysis unit at RSU X Public Hospital. This is a non-ekperimental research with quantitative study approach and cross sectional design. The population and sample are emergency unit, central surgery, intensive care and hemodialysis nurses in 2020, who meet inclusion and exclusion criteria. The results showed that the variables showed that there are three variables that show a relationship, partial and together with the job satisfaction factors. They are career development, opportunities for increased competency and job . It is recommended to make improvements to the human resources anagement, competency improvement and also job security in special/critical unit.
Read More
B-2161
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Defiardi; Pembimbing: Sandi Iljanto
B-729
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Subur Widodo; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas
B-703
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hana Johan Sastradijaya; Pembimbing: Suprijanto Rijadi
B-820
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herwin Hasan; Pembimbing: Sumiatun; Penguji: Petter Patinama, Mieke Savitri, Saida Simanjuntak, Widaningsih
Abstrak:

Factors Related with Implementation of Therapeutic Communication of the Nurses at Solok HospitalTherapeutic Communication was describe as the process by which nurses provide care for clients in needs of psychosocial intervention. This research study ilustrattes the interpersonal communication of the nurses at Solok Hospital.The Research used the cross sectional method by getting the sample of the total population of the nurses at Solok Hospital during the month of July until August 2002.The data were gathered from the given questionnaire at the respective respondents and was properly interpreted and explained on the basic of statistic reports with technical analysis distribution frequency, and chi square.The data analysis consist of univariat and bivariat. The analysis also implied that the relation of bivariat between age, gender, education, length of the data analysis consist of univariat and bivariat. The analysis also implied that the relation of bivariat between age, gender. education, length of work, employed status, knowledge, attitude, facility with perception of therapeutic communication.The result of this research showed there are 4 variables:( attitude, facility, length of work and employed status) have significant relationship with perception of therapeutic communication. Based on this research, it is recommendation is Focused on the achievement of the therapeutic communication of nurses and further development of there ability of therapeutic communication.References : 35 (1980-2000)

Read More
B-663
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resa Valenti; Pembimbing: Wiku Adisasmito; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Wahyu Sulistiadi, Sumijatun, Mustika Sari
Abstrak:

Kelompok keperawatan merupakan salah satu komponen profesi yang dianggap sebagai kunci dari keberhasilan asuhan kesehatan di rumah sakit (Sumijatun, 2010) dan perawat merupakan SDM yang paling dominan di rumah sakit yaitu sekitar 60-70 % (Gillies,1994). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kinerja dan faktor-faktor yang berhubungan kinerja perawat  serta faktor apa yang paling berhubungan kinerja perawat. Penelitian ini dilakukan terhadap perawat pelaksana di unit rawat inap RSUD dr. Doris Sylvanus  Palangka Raya Tahun 2011. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan studi cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner kepada 87 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perawat pelaksana di unit rawat inap RSUD dr. Doris Sylvanus lebih dari sebagian memiliki kinerja baik (51,7%), sedangkan sisanya memiliki kinerja buruk (48,3%). Dari analisis bivariat didapatkan bahwa variabel struktur organisasi, motivasi dan sikap mempunyai hubungan yang bermakna dengan kinerja perawat pelaksana. Pada analisis multivariat dari ketiga variabel tersebut, menunjukkan bahwa motivasi merupakan variabel yang mempunyai hubungan paling bermakna dengan kinerja perawat pelaksana. Dengan hasil tersebut di atas, maka upaya yang disarankan untuk meningkatkan kinerja perawat pelaksana di unit rawat inap adalah dengan memberikan motivasi baik itu berupa kesempatan pengembangan diri/pelatihan/pendidikan ataupun penghargaan. Daftar bacaan : 70 (1987-2011)


 

Nursing is one  the profession component of which is considered as a key to the success of health care in the hospital (Sumijatun, 2010) and nurses are the most dominant human resources at the hospital at around 60-70% (Gillies, 1994). The purpose of the study is to analyze factors related the performance of nurses. This research was conducted on nurse in inpatient unit at dr. Doris Sylvanus Palangka Raya Hospital 2011. The method of this research is quantitative approaches using cross-sectional study design. The data was collected by filling a questionnaire to 87 samples. This research showed that the performance of nurses in inpatient units of dr. Doris Sylvanus Palangka Raya Hospital more than half of nurses have good performance is 51.7%, while poor performance is 48.3%. From the bivariate analysis found that the variables of organizational structure, motivation and attitude have a significant relationship with the nurse performance. In multivariate analysis of these three variables, suggesting that motivation is a dominant variable have a relationship with the  performance of nurse in  the inpatient unit. This study, suggested an effort to improve the performance of nurses in inpatient units in term of providing motivation in the form of self-development opportunities / training / education or awards. Bibliography : 70 (1987-2011)

Read More
B-1309
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive