Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33708 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yunisa Hasna Hanafi; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Ede Surya Darmawan, Supriyantoro, Reny Puspita
Abstrak:
Latar Belakang: Dominasi pasien JKN di rumah sakit swasta Indonesia menciptakan tekanan nyata terhadap diversifikasi pendapatan dan inovasi layanan. RSU Hermina Palembang, rumah sakit swasta tipe C, menghadapi paradoks struktural di mana 73,6% pasiennya merupakan peserta BPJS, sementara Poli Rawat Jalan Eksekutif sebagai unit layanan unggulan belum mencapai target proporsi pasien non-BPJS. Kondisi ini mengindikasikan kepemimpinan unit belum sepenuhnya beroperasi dalam kerangka entrepreneurial. Kajian empiris mengenai Entrepreneurial Leadership (EL) di rumah sakit swasta kelas menengah Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik EL pada kepemimpinan Poli Rawat Jalan Eksekutif RSU Hermina Palembang sebagai dasar rekomendasi pengembangan kepemimpinan entrepreneurial dalam konteks rumah sakit swasta tipe C. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus tunggal kualitatif dengan Thematic Analysis (Braun & Clarke, 2006). Data dikumpulkan melalui triangulasi tiga sumber: wawancara mendalam dengan enam informan lintas hierarki (PLT Direktur, Wadir Medis, Manajer Yanmed, Ka. Instalasi Poli Eksekutif, Ka. Keperawatan, dan Staf Poli Eksekutif), observasi non-partisipan Morning Meeting, serta telaah tiga belas dokumen internal institusi. Karakteristik EL dioperasionalisasikan melalui empat dimensi, inovasi, proaktivitas, pengambilan risiko terukur, dan orientasi peluang, berdasarkan Renko et al. (2015) dan Bagheri dan Harrison (2020). Hasil: Keempat dimensi EL teridentifikasi nyata pada kepemimpinan Poli Rawat Jalan Eksekutif, dikonfirmasi melalui triangulasi konvergen. Inovasi terekam paling kuat (28 entri koding) dalam tiga lapis: layanan klinis baru, sistem operasional, dan inisiatif SDM. Proaktivitas teridentifikasi paling kokoh secara metodologis, dikonfirmasi sekaligus dari laporan diri, perspektif bawahan, atasan, dan observasi langsung. Pengambilan risiko terukur berwujud melalui "budaya banding" yang terlembaga. Orientasi peluang terdistribusi secara asimetris, terkuat di level taktis-operasional. Faktor kontekstual menunjukkan dukungan manajemen puncak sebagai pendukung dominan, sementara kesenjangan kompetensi SDM dan posisi struktural unit di bawah Departemen Pemasaran menjadi penghambat utama. Evaluasi kesesuaian EL di RS Tipe C menghasilkan penilaian kondisional-progresif: EL tidak hanya sesuai tetapi diperlukan dalam ekosistem JKN, dengan kesesuaian yang bertumpu pada kehadiran kepemimpinan puncak aktif, bukan kematangan sistem formal. Kesimpulan: Karakteristik EL teridentifikasi dan nyata pada kepemimpinan Poli Rawat Jalan Eksekutif RSU Hermina Palembang, tumbuh secara organik meski tanpa pengakuan institusional formal. Penelitian ini berkontribusi pada varian EL konteks layanan kesehatan yang dimoderasi oleh akuntabilitas klinis, serta menegaskan bahwa keterbatasan RS Tipe C bukan hambatan EL, melainkan konteks yang mempertegas urgensinya.

Background: The growing dominance of National Health Insurance (JKN) in Indonesian private hospitals has placed significant pressure on revenue diversification and service innovation. RSU Hermina Palembang, a Type C private hospital, faces a structural paradox in which 73.6% of its patients are BPJS members, while the Executive Outpatient Clinic, its premium service unit, has failed to meet its non-BPJS patient proportion targets. This condition signals that leadership in the unit may not yet operate fully within an entrepreneurial framework. This study therefore aims to analyze the characteristics of Entrepreneurial Leadership in the leadership of the Executive Outpatient Clinic of RSU Hermina Palembang as a basis for recommending entrepreneurial leadership development in a Type C private hospital context. Methods: This study employed a qualitative single-case study design with Thematic Analysis (Braun & Clarke, 2006), using methodological triangulation across three data sources: in-depth interviews with six informants across hierarchical levels, non-participant observation, and analysis of thirteen institutional documents. EL characteristics were operationalized through four dimensions: innovation, proactivity, calculated risk-taking, and opportunity orientation based on Renko et al. (2015) and Bagheri and Harrison (2020). Results: ll four EL dimensions were identified in the leadership of the Executive Outpatient Clinic, confirmed through convergent triangulation. Innovation was most strongly evidenced (28 coding entries), manifesting across new clinical services, operational systems, and human resource initiatives. Proactivity was the most methodologically robust dimension, confirmed simultaneously from self-report, subordinate, superior, and observational data. Calculated risk-taking operated through an institutionalized escalation culture rather than impulsive decision-making. Opportunity orientation was asymmetrically distributed, strongest at the tactical-operational level. Contextual analysis identified top management support as the dominant enabling factor, while SDM competency gaps and structural positioning under the Marketing Department functioned as primary inhibitors. EL fit evaluation yielded a conditional-progressive assessment: EL is not only suitable but necessary for a Type C hospital under JKN ecosystem pressures, though contingent on active top-leadership support rather than formal systems maturity. Conclusion: Entrepreneurial Leadership characteristics are identifiable and real in the Executive Outpatient Clinic of RSU Hermina Palembang, emerging organically despite the absence of formal institutional recognition. The study contributes an empirically grounded variant of EL in healthcare settings, one moderated by clinical accountability as a legitimate boundary, and proposes that in Type C hospitals, structural and resource limitations do not obstruct EL but rather amplify its urgency.
Read More
B-2620
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cindy Yasmin; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Pujiyanto, Tantiyo Setiyowati
Abstrak: Poli Jantung Eksekutif merupakan salah satu poli yang sedang menjadi target bagianpemasaran RS Hermina Depok dalam peningkatan kualitasnya. Jumlah pasien poliJantung Eksekutif mengalami peningkatan dan penurunan setiap bulannya yangmenyebabkan Poli Jantung Eksekutif belum stabil. Tujuan penelitian ini adalah untukmenentukan strategi pemasaran berdasarkan STP ( Segmentasi, Target, dan Posisi )pasar Rawat Jalan Poli Jantung Eksekutif RS Hermina Depok pada tahun 2019.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analisis dengan pendekatankuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah Segmen pasar yang dibagiberdasarkan variabel geografis, demografis, psikografis, perilaku, dan loyalitas.Target pasar yang paling sesuai merupakan hasil segmen pasar yang dianggappotensial yaitu, Lansia berusia 45 tahun ke atas yang tinggal di daerah kota Depokdan sekitarnya dengan pendapatan 2,5 juta-5 juta perbulannya . Posisi pasar yangterbentuk adalah Pelayanan kesehatan poli jantung eksekutif dengan tenagakesehatan berkualitas dan fasilitas lengkap serta tetap mengutamakan ServiceExcellent kepada pelanggan.Kata Kunci :Pemasaran, Segmentasi Pasar, Target Pasar, Posisi Pasar, Poli Jantung Eksekutif.
Read More
S-10236
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fiki Kusumasari; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Khairina, Sri Mulyani
Abstrak: Latar belakang: Sejak adanya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), persaingan bisnis di industri kesehatan semakin ketat akibat bertambahnya jumlah rumah sakit. Persentase angka kunjungan pasien eksekutif rawat jalan RS Hermina Bekasi yang stagnan dalam tiga tahun terakhir juga membuat manajemen harus mencari cara untuk meningkatkan profitabilitas. Mempertahankan pasien lama agar tetap loyal akan jauh lebih mudah dan murah untuk menghasilkan pemasukan bagi rumah sakit. Penelitian bertujuan untuk melihat gambaran loyalitas pasien eksekutif di instalasi rawat jalan RS Hermina Bekasi terhadap persepsi pasien tentang switching barriers ke rumah sakit pesaing dan faktor lain yang mempengaruhi sebagai dasar pembuatan strategi bisnis. Subyek dan metode: Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional terhadap 150 pasien eksekutif rawat jalan RS Hermina Bekasi. Analisis dilakukan dengan uji univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Uji multivariat menunjukkan bahwa terdapat dua variabel yang bernilai signifikan, yaitu switching barriers baru (p value = 0.14; Exp. (B) = 14.778) dan responsiveness (p value = 0.37; Exp. (B) = 11.083). Kesimpulan: Switching barriers menjadi variabel paling berpengaruh terhadap perilaku loyal di instalasi rawat jalan RS Hermina Bekasi sehingga strategi bisnis yang mempengaruhi switching barriers dapat diterapkan di rumah sakit.
Read More
B-2125
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silvia Vinawaty Soetedja; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Adang Bachtiar, Ede Surya Darmawan, Supriyantoro, Noer Triyanto Rusli
Abstrak:
Semakin berkembangnya kemajuan teknologi informasi, semakin tingginya persaingan rumah sakit, dan adanya regulasi pemerintah terkait sistem informasi rumah sakit, maka rumah sakit harus terus meningkatkan manajemen informasinya dengan penggunaan teknologi informasi berbasis komputer. Sejak Februari 2022, Charitas Hospital Palembang menambahkan chatting robot atau chatbot sebagai salah satu cara pendaftaran pasien rawat jalan. Dari data rumah sakit tahun 2022 diketahui bahwa sejak awal peluncurannya, penggunaan chatbot mengalami peningkatan setiap bulannya, namun jumlah tersebut belum mencapai separuh (masih dibawah 50%) dari total seluruh pasien rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis efektifitas pendaftaran chatbot pada pelayanan rawat jalan di Charitas Hospital Palembang. Analisis dilakukan selama bulan April 2023 dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Data primer didapatkan melalui kuesioner yang ditujukan kepada pasien rawat jalan yang mendaftar menggunakan chatbot dan mendaftar secara onsite/ datang langsung, dan data sekunder melalui SIMRS yaitu mengambil data waktu tunggu pasien untuk membandingkan waktu tunggu pasien yang mendaftar menggunakan chatbot dengan pasien yang mendaftar secara onsite/ datang langsung. Efektivitas penggunaan chatbot pada pendaftaran rawat jalan dalam penelitian ini diukur dari tingkat kepuasan penggunaan chatbot dan berkurangnya waktu tunggu pasien di rumah sakit. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa dengan adanya chatbot sebagai salah satu cara pendaftaran pasien rawat jalan terbukti efektif di dalam meningkatkan kinerja pelayanan pendaftaran pasien sehingga diharapkan akan semakin banyak pasien yang berobat ke Charitas Hospital Palembang.

Due to the growing progress of information technology, increasing hospital competition, and the existence of government regulations related to hospital information systems, hospitals must continue to improve their information management by using computer-based information technology. Since February 2022, Charitas Hospital Palembang has added chat robots, or chatbots, as a way of registering outpatients. From the hospital data for 2022, it is known that since its inception, the use of chatbots has increased every month, but this number has not yet reached half (still below 50%) of the total outpatients of the hospital. This study aims to analyze the effectiveness of chatbot registration in outpatient care at Charitas Hospital Palembang. The analysis was carried out during April 2023 using a quantitative method with a cross-sectional study design. Primary data is obtained through a questionnaire aimed at outpatients who register using chatbots and register onsite by coming in person, and secondary data is obtained through SIMRS, namely patient waiting time data to compare the waiting time of patients who register as chatbot users with patients who register onsite by coming directly. The effectiveness of using chatbots on outpatient registration in this study measured by the satisfaction level of using chatbots and reduced patient waiting time at the hospital. From the results of this study, it is known that with the chatbot as a way to register outpatients has proven to be effective in increasing patient care patient registration service performance so that it is hoped that there will be more and more patients who seek treatment at Charitas Hospital Palembang.
Read More
B-2368
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Puspito Sari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Eva Mundyastuti, Budi Hartono
Abstrak:

Salah satu indikator untuk menunjukkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah data atau informasi dari rekam medis yang baik dan lengkap. Rekam medis yang lengkap dapat memberikan gambaran secara keseluruhan tentang pasien yang akan digunakan untuk berobat kembali. Rekam medis adalah bukti otentik jika terjadi tuntuntan di pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik dokter dalam kelengkapan pengisian rekam medis dan faktor-faktor ekstrinsik yang mempengaruhinya. Jenis penelitian ini adalah metode observasional. Data diambil secara potong lintang sebanyak 50 rekam medis selama bulan September-November 2011 yang diisi oleh 10 dokter spesialis, serta dilakukan wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. Hasil analisis menunjukkan variabel beban kerja (Pvalue=0,001), prosedur kerja (Pvalue 0,001), dan supervisi teknis (Pvalue=0,036) mempengaruhi langsung kelengkapan pengisian rekam medis. Variabel yang paling dominan mempengaruhi kelengkapan rekam medis adalah variable dengan nilai coeff. B paling besar yaitu status prosedur kerja dengan coeff B=13,7. Saran yang diberikan kepada RS. Hermina Depok ialah melakukan sosialisasi dan pelatihan pengisian rekam medis secara rutin. Selainitu, melakukan pemeriksaan dan pengawasan dalam hal pengisian rekam medis secara tepat dan sesuai dengan periode yang ditetapkan. Kata kunci: Karakteristik Individu, Motivasi Ekstrinsik, Kinerja, Rekam Medis


 One of the indicators of the health service quality in the hospital is the comprehensive information from patients’ medical records. A comprehensive medical record could display the whole patient’s condition which can be used for their next treatment. A medical record, in addition, is also important legal evidence used in the court, provided there is any lawsuit. This research is carried out to illustrate the link between Doctors’ individual characteristics with the completion of patients’ medical records together with other external related factors. Observational study is the method used in the research, with cross sectional data from 50 patients’ medical records in September-November 2011, filled out by 10 specialist doctors; as well as data collection from interview with the use of questionnaires. The Results indicate: workload variable (Pvalue=0,001), work procedures (Pvalue 0.001), and supervisory techniques (Pvalue=0,036) affecting the completion of the medical records directly. The most dominant variable affecting the completion of health records is the one with the highest Coeff B value work procedures with Coeff B value=13.7. Suggestion given to RS HerminaDepok is to perform regular training and socialization, as well as to carry out checks and supervision in regard to the correct completion of patients’ medical records based on the indicated period. Key words: Individual characteristics, External motivation, Work performance, Medical Record

Read More
B-1359
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mita Juliawati; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Yuli Prapancha Satar, Amila Megraini, Mardalena
Abstrak:

Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) merupakan rumah sakit setara tipe C+ yang pada awalnya hanya memberi pelayanan kepada karyawan, keluarga Pertamina serta perusahaan yang berhubungan dengan Pertamina. Dengan perubahan status RSPJ menjadi salah [p;'-09satu unit usaha Peramedika, maka pihak manajemen RSPJ mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan pengelolaan rumah sakit dengan mandiri yaitu dengan menerima pasien Non Pertamina. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbandingan yang ekstrem antara kunjungan pasien Pertamina dan Non Pertamina pada poli Rawat Jalan RS Pertamina Jaya Tahun 2006 yang mencapai kurang lebih 85 :15. Faktor tersebut mendorong penulis untuk melakukan penelitian di bidang pemasaran rurnah sakit dalam hal ini RS Pertarnina Jaya khususnya tentang segmentasi,target dan posisi RS Pertamina Jaya sehingga diharapkan terjadinya peningkatan kunjungan pasien Non Pertamina. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapat informasi mengenai segmen pasar Rumah Sakit Pertamina Jaya sebagai dasar analisa penetapan segrnentasi, target, posisi pasar sehingga selanjutnya dapat direncanakan strategi pemasaran untuk meningkatkan kunjungan pasien Non Pertamina. Penelitian dilakukan dengan melakukan survei kepada 150 pasien poli rawat jalan RS Pertamina Jaya, bersifat deskriptif dengan pendekatan gabungan kuantitatif yaitu pengumpulan data melalui kuesioner untuk mengetahui segmentasi pasar dan kualitatif dengan analisa hasil wawancara mendalam kepada pihak manajemen RSPJ untuk mengetahui segrnentasi, target dan posisi rumah sakit. Hasil penelitian segmentasi demografi, geografi dan psikografi diperoleh bahwa profil pasien Non Pertamina yang berobat ke poli Rawat Jalan RSPJ adalah dari segmen menengah ke atas, dengan rincian jenis kelamin perempuan, usia produktif yaitu. 15 -


Pertamina Jaya Hospital (Rumah Sakit Pertamina Jaya RSPJ), as the member Pertamedica's Strategic Business Unit, was established to provide medical services particularly for their traditional customer, i.e the employees of Pertamina with their family and any company who has business relationship with Pertamina. Considering current development, however, as C+ Class Hospital, RSPJ may extend their services by receiving non traditional customer, that is, Non Pertamina patients. Background of the research was the extreme composition of 85% : 15% of "Pertamina" and "Non Pertamina" at Outpatient Clinic RSPJ in the year of 2006. As the objective of this research is to get clear market segmentation of RSPJ, and at the end, to define sound marketing plan (segmentation, targetting, and positioning) in order to increase the incoming of Non Pertamina Patient. The data for the research was collected through questionaire, descriptive with the approach of combining either quantitative and qualitative, towards 150 patients who visited Outpatient Policlinic R,SPJ 2006. To provide a comprehensive result, indepth interview was done also with Pertamina Jaya Hospital management. As summary of the result, the profile of Non Pertamina patient that comes to outpatient policlinic Pertamina Jaya Hospital 2006 are from middle to high segment as follows, gender is female, age from 15 -

Read More
B-1029
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muslimah Hussein; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Mieke Savitri, Atik Nurwahyuni, Prita Hapsari, Budi Hartono
Abstrak:

ABSTRAK Tesis ini bertujuan untuk mengetahui posisi Brand Equity Rumah Sakit Puri Cinere menurut persepsi pelanggan poliklinik Rumah Sakit, faktor-faktor yang apa yang paling bermakna dan paling berhubungan dari 4 faktor yang mempengaruhi brand equity.Brand Equity diukur berdasarkan 4 variabel dari Aaker yaitu brand awarness, brand association,perceived quality, dan brand loyalty.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan crosssectional yang bersifat kuantitatif dilengkapi dengan metode kualitatif.Untuk memperoleh jumlah sample yang representatif maka digunakan teknik stratified random sampling sehingga diperoleh 96 responden. kemudian untuk memperoleh hasil, data kuestioner diolah secara univariat, bivariat dan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand awarness, brand association, perceived quality dan brand loyalty memiliki hubungan yang signifikan terhadap brand Equity. Namun yang memberikan kontribusi terbesar adalah brand loyalty disusul oleh perceived quality.


 Abstract This research is aimed to assess the position of Puri Cinere Hospital?s Brand Equity according to the Hospital outpatient?s customers, which factors among the four identified factors that have the most significant relationship affecting the Brand Equity. Brand Equity was measured based on four variables proposed by Aaker: Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality, and Brand Loyalty. This study used analytical descriptive method with quantitative cross sectional approach, complemented with qualitative method. Stratified random sampling technique was used to get 96 representative samples.Proceed from questionnaires was processed using univariat, bivariat, and multiple linear regression. Result from the study shows that Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality, and Brand Loyalty all have significant relationship with Brand Equity. However, out of those four mentioned variables, Brand Loyalty, followed by Perceived Quality are two variables that have the most contribution relationship to Brand Equity.

Read More
B-1459
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alya Narselia; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Dias Minovanti
Abstrak: Salah satu bagian penting dari rumah sakit dimana pasien membutuhkan waktu untuk mengantri dalam mendapatkan pelayanan yaitu Instalasi Farmasi. Presentase kecepatan pelayanan resep obat jadi dan obat racik tahun 2018 di Rumah Sakit Hermina Daan Mogot selalu menurun setiap triwulannya dan belum memenuhi standar pencapaian yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis waktu tunggu pelayanan resep pasien JKN dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS Hermina Daan Mogot pada jam sibuk. Jenis penelitian ini merupakan penelitian operasional yang bersifat kuantitatif dan kualitatif dengan metode yang digunakan berupa wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Jumlah sampel yang diamati dalam penelitian ini sebanyak 134 resep yang dipilih secara acak, terdiri dari 94 resep non racikan dan 40 resep racikan. Berdasarkan hasil penelitian, waktu tunggu pelayanan resep JKN rawat jalan belum memenuhi standar yang telah ditetapkan. Rata-rata waktu tunggu pelayanan resep non racikan sebesar 49 menit 43 detik dan resep racikan 1 jam 10 menit 23 detik. Faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan resep, antara lain jumlah SDM yang kurang, pengetahuan petugas kurang memadai, jumlah komputer yang kurang, loket penerimaan resep hanya satu loket, mesin racikan sering rusak, sistem komputerisasi yang kurang memadai, kapasitas penyimpanan obat yang terbatas, ketidaktersediaan obat, masa kerja personil, dan disiplin petugas.
Kata Kunci: JKN, waktu tunggu, pelayanan resep, farmasi rumah sakit
Read More
S-9951
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Made Kawiana; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wahyu Sulistiadi, Erwin Hermawan
Abstrak:

Unit rawat jalan adalah suatu bagian dari rumah sakit yang merupakan pintu atau media pertama untuk kontak dan berinteraksi dengan pengguna jasa atau pasien. Data kunjungan unit rawat jalan poliklinik RSU Surya Husadha Denpasar menunjukkan bahwa belum tercapainya target yang ditetapkan rumah sakit, dan juga menurunnya jumlah kunjungan tahun 2011 dibanding tahun 2010 dan 2009. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran kinerja. Dipilihlah balanced scorecard karena dapat memberikan gambaran yang menyeluruh terhadap kinerja rumah sakit. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan menggunakan data sekunder hasil survei kepuasan pelanggan dan data primer angket kepuasan karyawan. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam. Dari penelitian ini diperoleh gambaran bahwa perspektif keuangan menunjukkan hasil yang baik dimana pendapatan meningkat dan CRR melebihi 100 %. Perspektif pelanggan cukup baik dimana tingkat kepuasan pelanggan melebihi standar Depkes yaitu 90 %. Perspektif proses bisnis internal menunjukkan hasil yang cukup karena RSU Surya Husadha Denpasar sudah memiliki protap dan memiliki mekanisme pengawasan, akan tetapi masih ada rujukan serta kurangnya fasilitas yang dimiliki. Terakhir perspektif pembelajaran dan pertumbuhan memiliki nilai kurang karena tingkat kepuasan pegawainya masih rendah yaitu kurang dari 90 % standar Depkes.


 

Outpatient Unit is a part of the hospital which is the first media to contact and interact with the service user or patient. Data visits in unit outpatient clinic Surya Husadha Denpasar General Hospital showed that the achievement of the targets set have not been home sick, and also decreased the number of visits in 2011 than in 2010 and 2009. For it is necessary for performance measurement. Balanced scorecard was chosen because it can provide a comprehensive picture of hospital performance. The research was conducted with quantitative and qualitative approach, using secondary data from customer satisfaction surveys and primary data questionnaire employee satisfaction. Conducted a qualitative approach with in-depth interviews. From this study indicated that the financial perspective has shown good results where revenue increased over 100% and CRR. Customer perspective well enough where the level of customer satisfaction exceeds 90% of the MOH standards. Internal business process perspective showed adequate results for Surya Husadha Hospital Denpasar already have SOPs and have a monitoring mechanism, but there are still references as well as the lack of facilities owned. Finally learning and growth perspective has less value because of the level of employee satisfaction is still low at less than 90% MOH standards.

Read More
B-1438
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rogatus Trawotjo; Pembimbing: Hafizurrachman ; penguji: Purnawa Junaidi, Peter A.W.Pattinama, Elwyati C. Rasahan, O'om Komariah
Abstrak:
Latar belakang penelitian ini adalah perkembangan teknologi informasi, khususnya dalam bidang komputer yang telah diaplikasikan pada sistem rekam medis rumah sakit Hasil pengamatan sebelumnya pada komputerisasi rekam medis di RSU PMI Bogor menunjukkan bahwa pelaksanaannya belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memganalisis pelaksanaan komputerisasi rekam medis rawat jalan RSU PMI Bogor yang difokuskan pada input dan prosesnya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskripftif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dan informasi mengenai input dan proses rekam medis diperoleh melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada masalah antara lain sumber daya manusia yang masih kurang dalam hal jumlah maupun keahlian, komitmen dokter yang lemah, prosedur dan program komputerisasi rekam medis. RSU PMI perlu memperbaiki pelaksanaan rekam medis rawat jalan. Usulan terpenting yang disampaikan adalah pembuatan prosedur, melakukan sosialisasi sistem yang ada, membangun komitmen dokter, perbaikan program komputer dan pelatihan komputerisasi rekam medis bagi perawat dan dokter. Dafar Pustaka : 28 ( 1975-200 I )

To assess the implementation of medical record process, I conduct a study in PMI Hospital Bogor. This is a case study, focused on the input and process of the medical record. Information is derived by in-depth interview, focus group discussions, and field observation. This research found the there were some problem on the input, which were the low-level of quantity and expertise quality of medical human resources (doctors), doctors' commitment, flaws on computer programs, and procedures on computer data inserting. There were also problem on process, such as data recording by doctors, data storing on computer system and data retrieval. The study recommended that the implementation should be improved in the future; by develop procedures on implementation of computer stored ambulatory record. There should be a doctor commitment on the medical record system. The software should be improved to accommodate pictures drawn by the doctors. Lastly, there should be trainings on medical record computerization for nurses and doctors. Bibliography: 28 (1975-2001)
Read More
B-654
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive