Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38176 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yulia Fitriani; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika
S-1475
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sari Narulita; Pembiming: Ivone M. Indrawani; Penguji: Fatmah, Ruslita
S-5972
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Formayosa; Pembimbing: Trini Sudiarti
S-2630
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meuthia Kesuma; Pembimbing: Jaslis Ilyas
S-437
Depok : FKM UI, 1988
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wulandari Citra Anggraeni; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Fatmah, Dwi Atini
S-7851
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bonardo Prayogo VHasiholan; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Meily Kurniawidjaja, Siti Fatonah
Abstrak: Lansia merupakan kelompok usia yang sudah mengalami degenerasi di berbagai aspek seperti antropometri dan kemampuan fisiologis. Namun peralatan yang dipakai lansia dalam kegiatannya masih cenderung disamakan dengan kondisi usia dewasa. Ketidakcocokan peralatan dan kemampuan tubuh dapat memicu risiko kesehatan dan keselamatan bagi lansia yaitu jatuh. Lokasi yang memiliki tingkat risiko tinggi jatuh diantaranya adalah kamar mandi dan kamar tidur.
 
Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan semi-kuantitatif. Sasaran penelitian yaitu lansia yang bertatus mandiri di PSTW Budi Mulia 1 berjumlah 80 orang. Lokasi yang menjadi fokus penelitian adalah Wisma Catelya dan Wisma Edelweis. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran pada antropometri, tingkat pencahayaan, dimensi fasilitas pada kamar mandi dan kamar tidur. Selain itu, pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara untuk mendapatkan kemampuan fisiologis lansia, aktivitas yang dilakukan, tata letak, dan keadaan lantai.
 
Hasil penelitian menunjukkan masih ditemukan aspek-aspek pada fasilitas di kamar tidur dan di kamar mandi yang tidak ergonomis bagi lansia. Oleh sebab itu diperlukan perbaikan di beberapa aspek agar lebih aman digunakan oleh penghuni lansia.
 

Elderly is a population that degenerates in various aspects such as anthropometry and physiological abilities. However, the equipments that are used still tend to be made for general adult condition. The incompatibility of the equipments and the ability of the elderly can trigger a health and safety risk for the elderly such as fall. Locations with high risk of falling are the bathrooms and bedrooms.
 
This research is a descriptive with semi quantitative approach. The research target is elderly with independent status in PSTW Budi Mulia 1 which amounts to 80 people. This study focuses on Catelya House and Edelweis House. Data collection was done by measuring anthropometry, lighting level, facility dimension in the bathroom and bedroom. Additional data was collected through observation and interview to get the physiological ability of elderly, daily activities, layout, and floor condition.
 
The results showed that the facility in the bedroom and in the bathroom is not ergonomic for the elderly. Therefore, it is necessary to improve in some aspects to be safer for elderly residents.
Read More
S-9763
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Robiatun Amaliyah Ranti; Promotor: Sudijanto Kamso; Kopromotor: Ali Nina Liche Seniati, Purwanty Astuti Ascolta; Penguji: Besral, Evi Martha, Martya Rahmaniati Makful, Tri Krianto, Fidiansjah, Tri budi Wahyuni Raharjo
Abstrak:
Latar Belakang: Depresi pada lansia merupakan gangguan mental yang ditandai dengan kesedihan terus menerus serta kurangnya minat/kesenangan yang menyebabkan terganggunya kualitas tidur, nafsu makan, kelelahan dan konsentrasi yang berdampak pada kesehatan fisik dan fungsi sosial. Penyebabnya kompleks, mencakup faktor psikososial, biologis, dan lingkungan. Kemampuan mobilitas rendah meningkatkan risiko depresi. Tujuan: Menganalisis dan mengetahui hubungan antara kemampuan mobilitas dengan depresi pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia, dengan mempertimbangkan faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, riwayat penyakit, dukungan sosial, kemampuan mengingat, kualitas tidur, dan aktivitas fisik. Metode: Penelitian cross sectional melibatkan 385 lansia. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis regresi logistik digunakan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan mobilitas dengan depresi pada lansia. Hasil: Lansia dengan kemampuan mobilitas rendah memiliki peluang lebih tinggi mengalami depresi (OR = 2,35; p = 0,001). Dukungan sosial tidak signifikan secara statistik, namun masih menunjukkan kecendrungan berhubungan dengan depresi. Kesimpulan: terdapat hubungan kemampuan mobilitas dengan depresi di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia dengan mempertimbangkan faktor lain yaitu dukungan sosial sebagai faktor yang paling berperan. Saran: kementrian sosial, dinas sosial, dinas kesehatan dan pengelola panti fokus pada program yang meningkatkan kemampuan mobilitas lansia untuk mencegah depresi, serta meningkatkan dukungan sosial bagi lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia.

Background: Depression in older adults is a mental disorder characterized by persistent sadness and a lack of interest or pleasure, which may disturb sleep quality, appetite, energy levels, and concentration, and may affect physical health and social functioning. Its causes are complex and include psychosocial, biological, and environmental factors. Low mobility ability may increase the risk of depression among older adults. Objective: This study aimed to analyze and determine the relationship between mobility ability and depression among older adults at Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia, while considering age, sex, education, disease history, social support, memory ability, sleep quality, and physical activity. Methods: This cross-sectional study involved 385 older adults. Data were collected using questionnaires. Logistic regression analysis was used to examine the relationship between mobility ability and depression among older adults. Results: Older adults with low mobility ability had a higher likelihood of experiencing depression (OR = 2.35; p = 0.001). Social support was not statistically significant; however, it still showed a tendency to be associated with depression. Conclusion: There was a relationship between mobility ability and depression among older adults at Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia after considering other factors. Social support also remains an important factor to consider in relation to depression among older adults. Recommendation: The Ministry of Social Affairs, social service offices, health offices, and nursing home management are expected to focus on programs that improve older adults’ mobility ability to help prevent depression, as well as strengthen social support for older adults living at Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia. Kata kunci: Depresi, Dukungan Sosial, Kemampuan Mobilitas, Lansia.
Read More
D-649
Depok : FKM-UI, 2026
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eti Sulaeha; Pembimbing: Meiwita Budiharsana
S-749
Depok : FKM UI, 1994
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erna Luciasari
Seri Gizi 21
Bogor : P3G, 1998
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anis Oktaviani; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Triyanti, Ida Ruslita
S-4728
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive