Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34838 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hendra Gunawan; Pembimbing: Krisnawati Bantas
S-3873
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hepa Susami; Pembimbing: Krisnawati Bantas
S-3800
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maudita Dwi Anbarani; Pembimbing: Helda; Penguji: Dami; Tri Yunis Miko Wahyono
S-9638
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Pahlevi Marbun; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Trisari Anggondowati, Woro Riyadina
Abstrak: Diare merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan kematian pada bayi dan balita. Penyebab diare sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko baik dari faktor balita, faktor ibu, faktor lingkungan tempat tinggal dan faktor ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan analisis univariat, bivariat, dan stratifikasi. Data yang digunakan adalah data sekunder SDKI 2017. Sampel yang digunakan sejumlah 906 balita. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara faktor usia balita (nilai p: 0,000; OR=2,54; 95%CI 1,67-3,85) dan sarana sanitasi keluarga (niai p= 0,004; OR= 1,71; 95%CI 1,19-2,47) dengan kejadian diare pada balita. Secara analisis usia balita memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian diare pada balita setelah distratifikas oleh pendidikan ibu, riwayat ASI Eksklusif, berat lahir balita, daerah tempat tinggal dan ekonomi keluarga.
Diarrhea is an infectious disease that causes death in infants and children under five. The cause of diarrhea is strongly influenced by various risk factors, including child factors and maternal, environment, and family economic factors. This study used a cross sectional study design with univariate, bivariate, and stratified analysis. The data used is secondary data from the 2017 IDHS. The sample used is 906 children under five. The result of this study indicate that there is a significant relationship between the age factor of child under five (nilai p: 0,000; OR=2,54; 95%CI 1,67-3,85) and family sanitation facilities (niai p= 0,004; OR= 1,71; 95%CI 1,19-2,47) with the incidence of diarrhea in children under five. The stratification analysis showed that there was a relation between the age of the child under five and the incidence of diarrhea in children under five according to the mother?s education, history of exclusive breastfeeding, birth weight, are of the residence and family economic.
Read More
S-11015
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safyanti; Pembimbing: Ratna Djuwita Hatma; Penguji: Krisnawati Bantas, Kusharisupeni, Djoko Kartono, Didid Damayanti
Abstrak:
Rendahnya kadar Hb atau anemia merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia yang disebabkan karena kekurangan zat besi. Hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) 1995 menunjukkan bahwa 57,1 % remaja putri usia 10 - 14 tahun menderita anemia gizi dan beberapa penelitian di Jawa Barat menunjukan prevalensi anemia gizi pada remaja putri masih tinggi. Penelitian lain menyatakan bahwa asupan protein hewani masyarakat Sumatera Barat (Suku Minang) cukup tinggi sehingga diduga asupan zat besi heme juga akan tinggi namun belum tentu pada remaja putri, selain itu timbulnya anemia disebabkan oleh berbagai faktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada remaja putri SMUN 3 Padang Provinsi Sumatera Barat dengan disain potong Iintang. Populasi penelitian adalah remaja putri yang duduk di kelas 2 dan 3 dengan jumlah sample 192 orang yang diambil secara random sistematik. Hasil penelitian menunjukan prevalensi anemia pada rernaja putri SMUN3 Padang sebesar 30 %. Rata-rata asupan zat besi heme 1,6 mg dan zat besi non heme 9,5 mg. Rata-rata asupan zat gizi (zat besi, protein, energi, vitamin A, dan vitamin C) masih dibawah AKG. Sebanyak 59,4 % remaja putri baru mengalami menstruasi < 4 tahun dengan jumlah hari haid >= 6 hari sebauyak 73,8 %. Hasil analisis bivariat menunjukan adanya perbedaan yang bermakna antara asupan zat besi heme dan zat besi non heme dengan anemia. Hubungan yang bermakna juga ditemukan antara asupan zat gizi (protein, energi, dan vitamin C) dengan anemia dan tidak berhubungan secara bermakna dengan asupan vitamin A, jumlah tahun haid, dan jumlah hari haid. Berdasarkan analisis multivariat temyata hanya asupan zat besi heme dan asupan protein yang berhubungan dengan anemia dan faktor yang paling dominan berhubungan dengan anemia adalah asupan zat besi heme. Penelitian ini menyarankan kepada sekolah untuk memberikan penyuluhan tentang pola menu seimbang bagi siswa dan pengelola kantin, Serta memasukan materi gizi dan kesehatan dasar dalam muatan iokal. Bagi Dinas Kesehatan agar dapat memberikan penyuluhan kepada siswi, remaja, serta masyarakat dan perlunya menggalalkkan program pemberian tablet besi khususnya bagi remaja putri. Perlu penelitian lebih lanjut dalam skala yang Iebih Iuas khususnya di Provinsi Sumatera Barat dan penelitian lain tentang anemia gizi yang mencakup pola makan masyarakat yang berbeda-beda.
Read More
T-1415
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pasmawati; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Asep A Mutaqin
S-8919
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuyun Darmawan; Pembimbing: Yayuk Hartriyanti
S-3495
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ronauli Margaretha Silalahi; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Trisari Anggondowati, Asep Adam Mutaqin
Abstrak:

Di Indonesia, prevalensi KEK pada ibu hamil meningkat dari 16,9% pada tahun 2018 menjadi 17% pada tahun 2023. Padahal, dalam rangka menekan angka KEK pada ibu hamil, pemerintah Indonesia sejak tahun 2014 menerapkan program intervensi gizi bagi ibu hamil diantaranya mengimplementasikan pemberian makanan tambahan sesuai bahan pangan lokal, pemberian tablet TTD, dan kelas ibu hamil. Meskipun program gizi dan kesehatan ibu telah lama diimplementasikan di Indonesia, masalah KEK pada ibu hamil masih menjadi salah satu bentuk malnutrisi yang belum tertangani secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan risiiko KEK pada ibu hamil berdasarkan data SKI 2023. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel ibu hamil yang berada pada kehamilan trimester 3 dan menggunakan uji regresi logsitik sederhana untuk analisis bivariat. Dari 5.055 ibu hamil yang berhasil disurvey, terdapat 1.383 data yang eligible untuk digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini terdapat 153 (11,1%) ibu hamil dengan risiko KEK. Provinsi dengan kasus ibu hamil risiko KEK terbanyak di Indonesia adalah Jawa Tengah sebanyak 103 kasus (7,2%) sedangkan provinsi dengan kasus terendah adaalah Papua Pegunungan sebanyak 3 kasus (0,2%). Status sosial ekonomi keluarga terendah (OR 2,13; 95% CI 1,28 – 3,54), konsumsi buah ≤ 3 kali per bulan (OR 0,26; 95% CI 1,15 – 5,94), dan mengalami stres (OR 3,17; 95% CI 1,03 – 9,75) adalah faktor risiko yang berasosiasi dengan risiko KEK pada ibu hamil. Selain itu, faktor yang menunjukkan protektif terhadap risiko KEK pada ibu hamil adalah berumur > 35 tahun (OR 0,37; 95% CI 0,18 – 0,76). Oleh karena itu, program bantuan bagi keluarga ibu hamil miskin mampu mendukung pencegahan risiko KEK pada ibu hamil.


In Indonesia, the prevalence of CED among pregnant women increased from 16.9% in 2018 to 17% in 2023. In fact, in order to reduce the rate of CED in pregnant women, the Indonesian government since 2014 has implemented nutrition intervention programmes for pregnant women including implementing supplementary feeding according to local food ingredients, providing TTD tablets, and pregnant women's classes. Although nutrition and maternal health programmes have long been implemented in Indonesia, the problem of CED in pregnant women is still one of the forms of malnutrition that has not been effectively addressed. This study aims to determine the factors associated with the risk of CED in pregnant women based on SKI 2023 data. The design of this study was cross sectional with a sample of pregnant women who were in the 3rd trimester of pregnancy and used simple logistic regression test for bivariate analysis. Of the 5,055 pregnant women surveyed, 1,393 were eligible to be used in this study. The results of this study showed that there were 153 (11.1%) pregnant women at risk of CED. The province with the most cases of pregnant women at risk of CED in Indonesia was Central Java with 103 cases (7.2%) while the province with the lowest cases was Papua Mountains with 3 cases (0.2%). Lowest family socioeconomic status (OR 2.13; 95% CI 1.28 - 3.54), fruit consumption ≤ 3 times per month (OR 0.26; 95% CI 1.15 - 5.94), and experiencing stress (OR 3.17; 95% CI 1.03 - 9.75) were risk factors associated with the risk of CED in pregnant women. In addition, the factor that showed protective against the risk of CED in pregnant women was being > 35 years old (OR 0.37; 95% CI 0.18 - 0.76). Therefore, the assistance programme for families of poor pregnant women can support the prevention of the risk of CED in pregnant women.

Read More
S-11867
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive