Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34914 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Irwan Haryanto; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Diah M. Utari, Pritasari
S-4213
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suryati; Pemb. Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Ahmad Syafiq, Ida Ruslita
S-5335
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Devi Lusiani Anastasia; Pembimbing: Siti Ariah Pujonarti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Asih Setiarini, Dewi Dwinurwati, Hamdani
Abstrak:
Di Indonesia, prevalensi stunting pada balita masih cukup tinggi. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui gambaran, faktor-faktor yang berhubungan, faktordominan, dan perilaku unik positif kejadian stunting pada balita. Faktor-faktortersebut adalah jumlah anggota keluarga, keanekaragaman makanan, perilakupemberian makan, perilaku pengasuhan anak, perilaku kebersihan, dan perilakupemeliharaan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatifcross-sectional dan kualitatif yang dimulai dari bulan April hingga Juni 2014.Terdapat 103 responden survei yang telah menyelesaikan pengisian danwawancara kuesioner, serta pengukuran panjang atau tinggi badan balita. Selainitu terdapat 24 orang informan diskusi kelompok ibu, bapak, dan nenek, serta 5keluarga balita yang dikunjungi rumahnya. Hasil penelitian survei kuantitatifmenunjukkan bahwa proporsi kejadian stunting pada balita di Desa Babelan Kotayaitu sebesar 27.2% (kategori sedang) dan perilaku pengasuhan merupakan faktordominan stunting. Hasil penelitian menyarankan agar balita dapat mengadopsiperilaku unik positif yang ditemukan yaitu, anak makan sendiri menggunakansendok, mandi sehari 3 kali, menggunakan alas kaki saat keluar rumah, dan ibumenyuruh anak istirahat saat sakit. Kata kunci:Balita, kuantitatif dan kualitatif, perilaku, positive deviance, stunting

In Indonesia, the prevalence of stunting in children under five is stillquite high. The purpose of this study to describe factors associated, the dominantfactor, and the positive unique behavior of stunting in children under five. Thesefactors are the number of family members, the dietary diversity, feeding behavior,parenting behavior, hygiene and sanitation behavior, and health-seeking behavior.This study uses cross-sectional quantitative research and qualitative starts fromApril to June 2014. There were 103 survey respondents who have completedfilling questionnaires and interviews, as well as the length or height measurementsof under five children. In addition there are 24 discussion group informants ofmother, father, and grandmother, as well as 5 families of children whose home arevisited. The results of the quantitative survey research shows that the proportionof the incidence of stunting in children under five in the village Babelan Kota is27.2% (medium category) and parenting behavior is a dominant factor of stunting.The results of the study suggest that children can adopt positive unique behaviorsthat was found, child use a spoon to feed themselves, bath 3 times a day, using thefootwear when going out of the house, and the mother tells the child to restwhenever ill.Keywords:Behavior, children under five, positive deviance, quantitative and qualitative,stunting
Read More
T-4246
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Komar Iskandar; Pembimbing: Ririn Arminsih; Penguji: Zakianis, Ikron
S-4183
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabilah Alifia Firdauzy; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Endang Laksminingsih, Agus Triwinarto
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik anak dan keluarga dengan minimum dietary diversity pada balita usia 24-59 bulan di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten tahun 2020. Penelitian cross-sectional ini menggunakan data sekunder. Sampel penelitian ini adalah 210 balita usia 24-59 bulan di Desa Karangkamulyan. Analisis data univariat dan bivariat berupa uji Chi Square dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis statistic menunjukkan bahwa sebagian besar balita usia 24-59 bulan di Desa Karangkamulyan memiliki minimum dietary diversity yang kurang (78,6%).
Read More
S-10631
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Ela; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Mieke Savitri, Farida Ekasari
Abstrak: Nationally, the rate of child marriage in Indonesia a decline, the trend for marriages decreased from 33.49% children who had been married before the age of 18 in 2000, fell to 27.36% in 2008, yet it still happens disparity, where child marriage is more common in rural than in urban areas (UNICEF, 2011). Pringkasap village is one of the highest Village that the number of marriages in the District Pabuaran in 2011, the number of marriage age <20 years is 28%, with 42% of them are mating with the level of primary and secondary school education.
 
This study was conducted to understand the dynamics of early marriage on dropout in the Village Pringkasap 2014. Study was a qualitative study with indepth interviews, the results of this study indicate an intention to perform an early marriage is influenced by, the attitude of the parents, influence of peers, teen jobs, teen attitudes, patterns of dating and unwanted pregnancy. The impact of early marriage is the limited teenage promiscuity, lack of family economy, the obligation to take care of the household, and LBW (Low Birth Weight). The barriers program maturation Age of Marriag is not yet done BKR and PIK program in the village, it is necessary for the formation of a society PIK existing organizations such as youth clubs.
Read More
S-8482
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Anisadiyah; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Tria Astika Endah Permatasari
Abstrak: Composite Index of Antropometric Failure (CIAF) merupakan indikator penilaian status gizi komposit (BB/U, PB/U, BB/PB) untuk menggambarkan seluruh masalah gizi yang dialami balita. Masalah gizi, tingkat pengangguran, dan kemiskinan Provinsi Banten cukup tinggi serta pendapatan penduduknya rendah. Desa Karangkamulyan adalah desa tertinggal dengan wilayah pertambangan. Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita berdasarkan CIAF di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak tahun 2020. Penelitian menggunakan desain studi cross-sectional dengan menganalisis data primer penelitian ?Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kecacingan pada Balita di Desa Karangkamulyan Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak Tahun 2020?. Sampel penelitian adalah 141 balita berusia 24-59 bulan. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menemukan balita dengan masalah gizi berdasarkan CIAF berjumlah 36,2%. Variabel yang berhubungan dengan status gizi balita berdasarkan CIAF, yaitu ASI Eksklusif (p-value 0,026), asupan energi (p-value 0,026), dan kebiasaan konsumsi protein nabati (p-value 0,003). Variabel pendidikan ibu, penghasilan keluarga, jenis kelamin, berat lahir, panjang lahir, asupan balita (protein, karbohidrat, lemak) kebiasaan konsumsi (protein hewani, sayur dan buah), dan riwayat penyakit (ISPA, diare) tidak berhubungan dengan status gizi balita. Dengan kondisi ini, pelaksanaan penanggulangan gizi dari orang tua, puskesmas, dan dinas kesehatan diharapkan dilakukan untuk menanggulangi masalah gizi balita.
Composite Index of Anthropometric Failure (CIAF) is an indicator of composite nutritional status assessment (WAZ, HAZ, WHZ) to describe all nutritional problems experienced by toddlers. In 2020, malnutrition, unemployment, poverty in Banten Province is high, and the income of the population tends to be low. Karangkamulyan Village is an underdeveloped village with mining areas. This study aims to determine the factors related to Toddler nutritional status based on CIAF in Karangkamulyan Village, Cihara District, Lebak Regency in 2020. The study used a cross-sectional study design by analyzing primary data from the study "Factors Associated with the Incidence of Worms in Toddlers in Karangkamulyan Village, Cihara District, Lebak Regency in 2020". The research sample was 141 toddlers aged 24-59 months. Data were analyzed by univariate and bivariate using the chi-square test. The results found that toddlers experienced nutritional problems based on CIAF were 36.2%. Variables related to the nutritional status of toddlers, is exclusive breastfeeding (p-value 0.026), energy intake (p-value 0.026), and vegetable protein consumption habits (p-value 0.003). The variables of mother's education, family income, gender, birth weight, birth length, toddler's intake (protein, carbohydrates, fat), consumption habits (animal protein, vegetables, and fruit), and disease history (ARI, diarrhea) were not related to toddler nutritional status. With this condition, the implementation of nutrition control from parents, public health centers, and the health office hoped to be carried out to overcome the toddler nutritional problems.
Read More
S-11056
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Kurniati; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika
S-3468
Depok : FKM UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sudarmani Djoko; Pembimbing: Iljanto, Sandi
S-272
Jakarta : FKM UI, 1985
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive