Ditemukan 38724 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Ischemic heart disease and stroke are still the leading causes of death worldwide in the past 15 years. In Indonesia, cardiovascular disease increases with increasing years. Cardiovascular disease also has an impact on financing, which is based on BPJS data from 2014-2018 which continues to increase both in the number of cases and costs. A large amount in this case is followed by a large financing burden. As a result of this deficit in the balance sheet, payment of claims was hampered. In addition to the deficit factor, internal hospital administration factors and verification of the BPJS are also the cause of claims not being paid. This study aims to identify problems and solutions in the JKN claim file that is pending in the integrated heart center of Cipto Mangunkusumo Hospital for the period July - December 2019. The research design used is qualitative with a case study approach. The results showed that the problems were incomplete resume, multitasking employees, limited resources, error in the distribution of claim files, information systems that could not accommodate the needs, and external factors from BPJS Kesehatan. Solutions that can be done are increasing commitment and priority, building a special unit for the management of JKN services, providing and improving the capabilities of professional and reliable human resources, providing adequate facilities and budget, implementing a simple and firm system, creating a real time, transparent and integrated, and improves adaptability to external responses
Obesitas merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Pada anak dan remaja, obesitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti genetik, lingkungan, pola makan, dan status sosial ekonomi. Namun, penelitian yang secara khusus mengkaji obesitas pada kelompok usia ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan determinan obesitas pada anak dan remaja di Indonesia menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Desain penelitian ini adalah potong lintang, dengan sampel terdiri dari 115.053 anggota rumah tangga berusia 5–19 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil menunjukkan prevalensi obesitas sebesar 7,9% (95% CI 7,6–8,1). Faktor-faktor yang secara signifikan berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas meliputi: jenis kelamin laki-laki [AOR 1,56; 95% CI 1,451–1,678], pendidikan ibu tinggi [AOR 1,197; 95% CI 1,106–1,296], ibu bekerja [AOR 1,14; 95% CI 1,063–1,223], tinggal di perkotaan [AOR 1,27; 95% CI 1,176–1,370], status ekonomi teratas [AOR 1,791; 95% CI 1,548–2,032], aktivitas fisik rendah [AOR 1,534; 95% CI 1,230–1,913], konsumsi makanan olahan lebih dari satu kali sehari [AOR 1,27; 95% CI 1,009–1,242], serta konsumsi buah dan sayur minimal satu porsi per hari [AOR 1,142; 95% CI 1,060–1,227]. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi promosi kesehatan yang menargetkan faktor-faktor tersebut penting untuk mencegah dan mengendalikan obesitas pada anak dan remaja di Indonesia.
