Ditemukan 31655 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue (DENV). Kepadatan permukiman serta perilaku masyarakat yang belum optimal dalam pencegahan menjadi faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penularan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status sosial ekonomi, pengetahuan, dan individual beliefs berdasarkan teori Health Belief Model terhadap perilaku ibu rumah tangga dalam pencegahan penyakit DBD. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari ibu rumah tangga di RW 01 Pasar Minggu yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan DBD dengan p-value sebesar 0,007 dan nilai Odds Ratio (OR) 3,260 (1,439–7,386). Analisis hasil menunjukkan bahwa ibu rumah tangga dengan pengetahuan kategori kurang baik memiliki risiko dengan peluang sebesar 3,260 kali lebih besar untuk melakukan perilaku pencegahan penyakit DBD yang kurang baik. Kesimpulannya adalah pengetahuan berperan penting dalam mendorong perilaku pencegahan DBD pada ibu rumah tangga di RW 01 Pasar Minggu. Oleh karena itu, saran yang dapat diberikan kepada masyarakat yaitu meningkatkan implementasi program edukasi berbasis masyarakat serta memperkuat peran kader jumantik dalam penyuluhan dan pemantauan lingkungan, terutama jentik nyamuk di rumah.
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the bite of Aedes aegypti mosquitoes carrying the dengue virus (DENV). High population density and suboptimal community preventive behaviors contribute to an increased risk of disease transmission. This study aimed to analyze the association between socioeconomic status, knowledge, and individual beliefs based on the Health Belief Model with housewives’ dengue prevention behaviors. This study employed a cross-sectional design with a quantitative approach. The sample consisted of housewives in RW 01 Pasar Minggu, selected using simple random sampling. Data were collected through structured interviews using a questionnaire. Data analysis was performed using the chi-square test with a 95% confidence level (α = 0.05). The results showed that knowledge was significantly associated with dengue prevention behavior, with a p-value of 0.007 (p < 0.05)and an Odds Ratio (OR) of 3.260 (95% CI: 1.439–7.386). The findings indicate that housewives with poor knowledge were 3.260 times more likely to have poor dengue prevention behavior compared to those with better knowledge. In conclusion, knowledge plays a crucial role in influencing dengue prevention behavior among housewives in RW 01 Pasar Minggu. Therefore, it is recommended to enhance community-based educational programs and strengthen the role of jumantik (larvae monitoring cadres) in health education and environmental monitoring, particularly in controlling mosquito larvae at the household level.
