Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35033 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Meuthia Kesuma; Pembimbing: Jaslis Ilyas
S-437
Depok : FKM UI, 1988
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulia Fitriani; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika
S-1475
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Formayosa; Pembimbing: Trini Sudiarti
S-2630
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nani Raihani; Pembimbing: Farida Mutiarawati Tri Agustina; Pembimbing: Luknis Sabri, Wahyudi Nugroho
S-4048
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anis Oktaviani; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Triyanti, Ida Ruslita
S-4728
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Robiatun Amaliyah Ranti; Promotor: Sudijanto Kamso; Kopromotor: Ali Nina Liche Seniati, Purwanty Astuti Ascolta; Penguji: Besral, Evi Martha, Martya Rahmaniati Makful, Tri Krianto, Fidiansjah, Tri budi Wahyuni Raharjo
Abstrak:
Latar Belakang: Depresi pada lansia merupakan gangguan mental yang ditandai dengan kesedihan terus menerus serta kurangnya minat/kesenangan yang menyebabkan terganggunya kualitas tidur, nafsu makan, kelelahan dan konsentrasi yang berdampak pada kesehatan fisik dan fungsi sosial. Penyebabnya kompleks, mencakup faktor psikososial, biologis, dan lingkungan. Kemampuan mobilitas rendah meningkatkan risiko depresi. Tujuan: Menganalisis dan mengetahui hubungan antara kemampuan mobilitas dengan depresi pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia, dengan mempertimbangkan faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, riwayat penyakit, dukungan sosial, kemampuan mengingat, kualitas tidur, dan aktivitas fisik. Metode: Penelitian cross sectional melibatkan 385 lansia. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis regresi logistik digunakan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan mobilitas dengan depresi pada lansia. Hasil: Lansia dengan kemampuan mobilitas rendah memiliki peluang lebih tinggi mengalami depresi (OR = 2,35; p = 0,001). Dukungan sosial tidak signifikan secara statistik, namun masih menunjukkan kecendrungan berhubungan dengan depresi. Kesimpulan: terdapat hubungan kemampuan mobilitas dengan depresi di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia dengan mempertimbangkan faktor lain yaitu dukungan sosial sebagai faktor yang paling berperan. Saran: kementrian sosial, dinas sosial, dinas kesehatan dan pengelola panti fokus pada program yang meningkatkan kemampuan mobilitas lansia untuk mencegah depresi, serta meningkatkan dukungan sosial bagi lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia.

Background: Depression in older adults is a mental disorder characterized by persistent sadness and a lack of interest or pleasure, which may disturb sleep quality, appetite, energy levels, and concentration, and may affect physical health and social functioning. Its causes are complex and include psychosocial, biological, and environmental factors. Low mobility ability may increase the risk of depression among older adults. Objective: This study aimed to analyze and determine the relationship between mobility ability and depression among older adults at Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia, while considering age, sex, education, disease history, social support, memory ability, sleep quality, and physical activity. Methods: This cross-sectional study involved 385 older adults. Data were collected using questionnaires. Logistic regression analysis was used to examine the relationship between mobility ability and depression among older adults. Results: Older adults with low mobility ability had a higher likelihood of experiencing depression (OR = 2.35; p = 0.001). Social support was not statistically significant; however, it still showed a tendency to be associated with depression. Conclusion: There was a relationship between mobility ability and depression among older adults at Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia after considering other factors. Social support also remains an important factor to consider in relation to depression among older adults. Recommendation: The Ministry of Social Affairs, social service offices, health offices, and nursing home management are expected to focus on programs that improve older adults’ mobility ability to help prevent depression, as well as strengthen social support for older adults living at Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia. Kata kunci: Depresi, Dukungan Sosial, Kemampuan Mobilitas, Lansia.
Read More
D-649
Depok : FKM-UI, 2026
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sari Narulita; Pembiming: Ivone M. Indrawani; Penguji: Fatmah, Ruslita
S-5972
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tatiek Sukesi; Pembimbing: Sudiyanto Kamso; Penguji: Purwantyastuti, Sutanto Priyo Hastono, Nelly Tina Widjaja, Pritasari
Abstrak:

Meningkatnya jumlah populasi lanjut usia disebabkan karena perbaikan gizi masyarakat. menurunnya tingkat kematian ibu dan angka fertilitas. Keadaan tersebut mengakibatkan angka harapan hidup dari umur 66,6 tahun laki-laki dan 69 tahun perempuan diproyeksikan dapat mencapai lebih dari 70 tahun pada tahun 2000.Dari total penduduk Indonesia saat ini 6.8% berusia 60 tahun. Perubahan secara alami yang terjadi pada penduduk lanjut usia, dimana secara fisik kemampuannya mengalami kemunduran, serta peran di dalam masyarakat juga mulai menurun. Akibatnva akan mengalami krisis pada dirinya terutama apabila tidak disiapkan sebelumnya.Dinamika pembangunan dan tingkat pendidikan mengakibatkan lanjut usia memilih Panti Werdha sebagai rumah lanjut usia, hal ini dipandang sebagai suatu kesatuan komunitas lansia. Lanjut usia yang tinggal di Panti Werdha pada umumnya mengalami status gizi kurang ataupun status gizi lebih, hal ini disebabkan karena fungsi organ-organ tubuh menurun serta adanya penyakit degeneratif dan pola makan. Pada umumnya lansia memilih makanan yang lunak dan rendah serat serta kalori tinggi, mengakibatkan kelebihan kalori, gemuk atau obesitas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi lanjut usia di Sasana Tresna Werdha Ria Pembangunan Jakarta. Pengumpulan data-data dilakukan dengan metode wawancara dengan menggunakan data primer. Pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang dan pinggul.Rancangan penelitian adalah cross sectional dengan jumlah sampel 66 responden yang berumur lebih dari 60 tahun tidak menderita sakit berat yang dinyatakan oleh dokter atau petugas kesehatan, tidak sedang menderita dimensinya. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat dan multivariate dengan menggunakan uji tabulasi silang dan analisis regresi logistik. Analisis dilakukan dengan menggunakan komputer program SPSS for Window versi 10.10.2000 untuk mengetahui kiasifikasi masing-masing variabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi lanjut usia di Sasana Tresna Werdha Ria Pembangunan ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara umur, jenis kelamin, status kawin, status pekerjaan, lama tinggal, ketuhan, status kesehatan. Dari semua variabel yang diteliti, ternyata yang berperan besar terhadap status gizi adalah jenis kelamin laki-laki mempunyai kecenderungan 6 kali (OR = 6.649) lebih baik status gizinya dibandingkan dengan perempuan pada umur lebih dari 60 tahun, Status kawin mempunyai kecenderungan 4 kali (OR = 4.021) lebih baik status gizinya dibandingkan dengan yang lansia yang tidak kawin.Status kerja mempunyai kecenderungan 13 kali (OR = 13.001) lebih baik status gizinya dibandingkan dengan lansia yang tidak bekerja pada umur lebih dan 60 tahun setelah dikontrol dengan variabel lainnya. Dengan demikian ketiga variabel tersebut mempunyai hubungan yang signifikan dengan status gizi.Memperhatikan hasil penelitian tersebut bahwa status pekerjaan lanjut usia di Sasana Trisna Werdha Karya Bhakti Ria Pembangunan berperan besar terhadap status gizi maka diperlukan penelitian lebih lanjut balk dilakukan di Sasana Trisna Werdha tingkat swasta rnaupun pemerintah sebagai uji banding lebih lanjut.Daftar bacaan : 40 (1986-2000)


 

The increasing number of populations of the elderly is due to better communal nutrition, decreased rate of mother's mortality, and fertility. Such a condition generates life expectancy from 66.6 years of age in men and 69 years of age in women that can be projected to achieve more than 70 years of age by the year 2000.Of the current total Indonesian population, 6.8% are 60 years of age. Natural change occurs in the elderly where their capacity and social roles degrade physically that it will lead to their self-crisis if not prepared previously.Dynamics of development and educational levels make the elderly choose Panti Werdha as their group home as being viewed from a continum of the elderly community. The elderly that live in Panti Werdha generally experience malnutrition or over-nutrition due to their declining organic functions, degenerative diseases and food-consumption style. In general, the elderly prefer soft and lower-fibre and highly-contained calorie food that it may cause over-calorie or obesity.This research aims to identify factors related to nutrition status of the elderly in Sasana Tresna Werdha Ria Pembangunan Jakarta. Data set are collected by interview method with primary data, measurements of height, weight, hip and incomperence.The research design is cross-sectional in manner which includes a number of 66 respondents of 60 years of age that do not suffer from serious diseases according to the medical examination by doctor, health-personnel of which they do suffer from their dimensions. Data analysis includes analyses of univariate, bivariate and multivariate by making use of cross-tabulation test and logistic regression analysis.Results of research indicate that the nutrition-status of the elderly in STW Ria Pembangunan has a significant correlation among age, gender, marital status, work-status. duration of stay, complaint, health status. Of all the researched variables, the fact shows that nutrition status is greatly affected by male-gender with six time tendency (OR = 6.649) better than that of female-gender over 60 years of age. Marital status has 4 time tendency (OR = 4.021) better in their nutrition status than that in the unmarried elderly.Work status includes 13 time tendency (OR = 13.001) better in their nutrition status than that in the unemployed elderly of over, 60 years of age after being controlled with other variables. Therefore, these three variables have significant correlation with the nutrition status.Taking the results of research into account, it appears that the work status of the elderly in Sasana Trisna Werdha Karya Bhakti Ria Pembangunan largely effects the nutrition status that it needs more research into Sasana Trisna Werdha at private or public level as a further comparative-test.Reference : 40 (1986-2000)

Read More
T-1466
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wulandari Citra Anggraeni; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Fatmah, Dwi Atini
S-7851
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erna Luciasari
Seri Gizi 21
Bogor : P3G, 1998
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive