Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39238 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ridha Mahtuah; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Mieke Savitri, Ratna Zansibar
S-4146
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Frieda Ayu Prihadini; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Mieke Savitri, Pujianto. Takdir Mostavan, Sandra Olivia
Abstrak:

Dalam menjawab keluhan perawat mengenai besarnya beban kerja di ruang rawat inap Cattleya B RSU Bhakti Yudha, perlu dilakukan analisis kebutuhan tenaga perawat dengan menggunakan beberapa formula yaitu, Workload Indicator Staff Needs (WISN), formula Gillies, PPNI, dan formula Ilyas. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap Cattleya B menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan melakukan observasi terhadap aktivitas perawat menurut metode work sampling serta in-depth interview pada 21-30 Mei 2012. Hasil penelitian menyatakan beban kerja perawat pada kategori produktif (80%) dengan hanya 33.98% yang merupakan aktivitas keperawatan langsung dan 47.4% merupakan aktivitas keperawatan tidak langsung. Penggunaan waktu untuk kegiatan pribadi dan non produktif perawatmasih di dalam standar ILO (14.98%) Formula Gillies dan PPNI, dan Ilyas tidak menggambarkan sejumlah kegiatan keperawatan tidak langsung dari perawat seperti administrasi dan pencatatan laporan, yang justru pada saat observasi membutuhkan proporsi yang lebih besar. Sebaliknya metode WISN yang menghasilkan jumlah perawat sebesar 35 orang ditambah dengan 1 kepala ruangan dianggap lebih tepat dan sesuai dengan RS karena menggambarkan beban kerja nyata. Diharapkan pihak manajemen dapat memberikan toleransi seperti pemberian hari kepelatihan bagi perawat, menambah jumlah tenaga baik perawat dan non perawat sesuai kebutuhan untuk meningkatkan mutu pelayanan.


 In order to answer the concern of high workload nursing care at Cattleya B Ward of Bhakti Yudha Hospital, there is a need to analyze the requirement of nursing staff with some formulas:Workload Indicator Staff Needs (WISN), Gillies?, PPNI, and Ilyas? Formula. This Research was held in Cattleya B Ward of Bhakti Yudha Hospital on May 21st-30th 2012 using Quantitative and Qualitative approach with an observation to nursing activity based on work sampling method and also in-depth interview with some informants to gain any information for analysis. The result of this research proved that nursing workload is in productive state (80%) with only 33.98% are direct nursing care activities and 47.4% are indirect nursing care activities. The usage of time for individual activity and non-productive activity are still in the ILO Standard (14.98%) Gillies?, PPNI, and Ilyas? Formula did not described some of indirect activity like administration, and making nursing report which in observation need higher proportions than others. In the contrary, WISN, which results 35 nurses as staff with 1 additional nurse as the head of Cattleya B ward, is suitable with hospital because described the real work load in the ward. In the future, hopefully manager can give any tolerance like training day for nurse; add some staff both nursing staff and non-nursing staff as needs for service quality.

Read More
B-1453
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulianti Savitri; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianty Permanasari, Takdir Mostavan, Sumijatun
Abstrak: Abstrak
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan crosssectional yang dilakukan pada periode rawat 4-15 Maret 2013 pada 114 pasien sebagai responden. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi pasien terhadap efektivitas komunikasi terapeutik perawat di ruang rawat inap RSU Bhakti Yudha Depok.
 
Hasil penelitian menggambarkan 66,7% responden menilai komunikasi perawat efektif, analisis lebih lanjut dengan regresi logistik menujukkan tidak ada hubungan signifikan antara umur, jenis kelamin, pendidikan, tipe kepribadian dengan persepsi pasien terhadap efektivitas komunikasi terapeutik perawat. Hanya variabel motivasi yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi pasien terhadap efektivitas komunikasi terapeutik perawat.
 
Dengan hasil penelitian ini disarankan kepada rumah sakit agar diadakan rencana pelatihan komunikasi terapeutik secara berkelanjutan bagi perawat. Selain itu, mengupayakan adanya penerapan komunikasi terapeutik perawat dengan optimal serta adanya pengawasan dari supervisor maupun kepala ruangan, dan pembinaan dari komite keperawatan bagi perawat.
 

The study was a quantitative cross sectional study conducted during the periodMarch 4th to March 15th 2013 and covering 114 client. The aim of the study was to determine the factors associated with patient's perceptions about effectiveness of therapeutic communication nursing inpatient unit.
 
The result was found 66,7% respondents think nurses have effectiveness communication and with the logistic regression analysis showed there was no association between age, sex, education, personality traits with patient’s perceptions about effectiveness of therapeutic communication nursing. It also found that there was association between motivation with patient's perceptions about effectiveness of therapeutic communication nursing.
 
This study recommends to hospital for make therapeutic communication periodic training. Besides that, seek the implementation of therapeutic communication nursing and monitoring from supervisor and the head of the room, also coaching from nursing committee for nurses.
Read More
B-1537
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adi Kuanto; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Murdo Suwardjoko, Puput Oktamianti
Abstrak:
Tesis ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komponen quality of work life dengan kinerja perawat pelaksana diruang rawat inap Rumah Sakit Bhakti Yudha. Metode penelitian dengan desain kuantitatif dan pendekatan crosssectional pada 81 perawat pelaksana. Digunakan analisis univariat, bivariat dan multivariate dengan uji statistic chi-square dan regresi logistic menggunakan SPSS versi 17. Untuk penyederhanaan model multivariat dengan melakukan eleminasi terhadap faktor perancu. menggunakan metode stepwise backward. Hasil penelitian, 3 (tiga) variabel yang signifikan berhubungan dengan kinerja perawat yaitu rasa aman terhadap pekerjaan, rasa bangga terhadap institusi dan penyelesaian masalah. Dan variabel yang paling berhubungan adalah variabel penyelesaian masalah. Saran untuk RS Bhakti Yudha Depok yaitu ikut serta untuk memecahkan masalah perawat baik itu masalah dipekerjaan maupun masalah pribadi karena akan meningkatkan kinerja perawat 5 kali lebih tinggi dibandingkan mereka harus memecahkan masalah sendiri.

This thesis aims to investigate the correlation component of quality of work life with the performance of the implementing nurse-patient hospital room Bhakti Yudha. Quantitative research methods to design and cross-sectional approach in 81 nurses. Used univariate analysis, bivariate and multivariate statistics with chi-square test and logistic regression using SPSS version 17. For the multivariate model simplification by elimination of confounding factors. using backward stepwise method. The results, three (3) significant variables associated with the performance of nurses is a sense of security of employment, a sense of pride to the institution and settlement of the problem. And the most pertinent variable is a variable problem resolution. Suggestions for RS Bhakti Yudha Depok which participate to solve the problem of nurse both problems at work or personal problems because it will improve the performance of nurses 5 times higher than they should solve their own problems.
Read More
B-1291
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iphigenia Margaretha Ganap; Pembimbing: Amila Megraini
B-755
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Layung Jingga Atmadja; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Anhari Achadi, Nurlaila Lestari
Abstrak: Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapatkan dan berkembang selama pasien dirawat d irumah sakit. Mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit khususnya keperawatan dapat dinilai melalui berbagai indikator. Salah satunya adalah penilaian terhadap upaya pengendalianin feksinosokomial menjadi tolak ukur mutu pelayanan suatu rumah sakit dan menjadi standar penilaian akreditasi. Berdasarkan data sekunder yang telah didapat, diketahui bahwa angka kejadian infeksinoso komial secara keseluruhan di RSUDXJ akarta tahun 2011 melebihi standar yang berlaku yaitu sebesar 11,54.
 
 
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku perawat dalam pencegahan infeksi nosokomial di ruang rawat inap RSUDX Jakarta tahun2 012.Metode penelitian yang digunakan adalah studi kuantitatif crosssectional. Seluruh data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil angket dan data sekunder.
 
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat mempunyai perilaku yang positif dalam pencegahan infeksinoso komial diruang rawat inapUDX Jakarta. Dari ketiga faktor perilaku yaitu faktor predisposisi yang terdiri dari variabel pengetahuan dan sikap, faktor pemungkin yang terdiri dari variabel lingkungan fisik dan sarana, dan faktor penguat yang terdiri dari variabel motivasi dan Standard Operational Procedure(SOP). Variabel yang memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku perawat dalam pencegahan infeksinosokomial di ruang rawat inap RSUDX Jakarta adalah riabel pengetahuan dengan p-value 0,010 dan variabel lingkungan fisik dengan p-value 0,005.
Read More
S-7319
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amalia Faatihah; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Peter A.W. Pattinama
S-4397
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Afrinda Mega Kencana; Pembimbing: Haryoto Kusnoputro; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Elisabeth Ene Jawan
Abstrak: Menurut Kemenkes No.129 tahun 2008 angka kejadian infeksi luka operasi adalah ≤1,5% dimana di RSIA Selasih Medika terdapat 5,9% pada tahun 2016. Penelitian inibertujuan untuk menidentifikasi gambaran lingkungan sebagai pengendalian infeksinosokomial di RSIA Selasih Medika. Jenis penelitian ini disusun dengan desaindeskriptif. Menilai gambaran lingkungan rumah sakit melalui hasil laboratorium,observasi dan wawanvara. Penelitian ini menunjukan sistem ventialasi dengan suhurata rata ruang perawatan nifas Mawar 25.10C dengan kelembaban udara 62.5% danruang perawatan nifas Aster dengan rata-rata suhu 27.50C dengan kelembaban74.02%, ruang operasi memiliki ventilasi udara yang baik yaitu suhu udara 25.2 0Cdengan kelembaban udara 46,75%. Angka kuman udara dalam ruang adalah 5000CFU/m³ pada ruang perawatan nifas Mawar dan 36000 CFU/m³ pada ruangan nifasAster. Angka kuman dilantai ruang Mawar 0 CFU/cm² dan Aster 7 CFU/cm² jugaruang operasi memenuhi standar. Alat operasi pada set 1 terdapat 15 CFU/cm² danpada set 2 terdapat 13 CFU/cm² dan alat pengganti verban yaitu terdapat 0 CFU/cm².Angka kuman dalam linen set 1 terdapat 0 CFU/cm² dan linen set 2 terdapat 6CFU/cm². Perilaku cuci tangan petugas kesehatan RSIA Selasih Medika adalahsebesar 82.7% baik dan 17.3% tidak baikKata kunci: Infeksi Nosokomial, Infeksi Luka Operasi, Angka Kuman
According to Ministry of Health No.129 year 2008 the incidence of wound infectionis ≤ 1.5% where in RSIA Selasih Medika there is 5.9% in 2016. This research is veryuseful to identify environmental picture as control of nosocomial infection at RSIASelasih Medika. Type of research is prepared with descriptive design. Assess thehospital environment overview of laboratory, observation and wawanvara results.This study shows the ventation system with the average temperature of 255 ° Cmaturity treatment with air humidity of 62.5% and the Aster nifas room with anaverage temperature of 27.50C with humidity 74.02%, the operating room has goodair ventilation ie 25.2 0C air temperature with humidity Air 46.75%. The number ofindoor airborne germs is 5000 CFU / m³ in the treatment room of the Mawar and36000 CFU / m³ in the Aster room. The germ on the floor of the Rose room 0 CFU /cm² and Aster 7 CFU / cm² also the operating room meets the standards. Theoperational tool on set 1 is 15 CFU / cm² and in the 2nd set there is 13 CFU / cm² andthe verban replacement tool is 0 CFU / cm². The number of germs in linen set 1 is 0CFU / cm² and linen set 2 is 6 CFU / cm². Behavior of handwashing health officerRSIA Selasih Medika is equal to 82,7% good and 17,3% not goodKey words: Nosocomial Infection, Wound Infection Surgery, Germ Fig.
Read More
S-9541
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Winne Widiantini; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Sri Tjahyani Budi Utami, Hendra
S-4595
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marisa Anggraini Indah Sari Br Haloho; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Jaslis Ilyas, Lies Nugrohowati, Agnes Vianti
Abstrak:
Latar belakang: Didasari oleh pentingnya patient experience sebagai salah satu faktor kunci dalam meningkatkan loyalitas pasien di rumah sakit. Loyalitas pasien sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan dan reputasi rumah sakit, khususnya di tengah persaingan layanan kesehatan yang semakin ketat. Namun, masih terdapat keterbatasan penelitian terkait hubungan antara pengalaman pasien dengan loyalitas pasien di ruang rawat inap. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara patient experience dengan loyalitas pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Hermina Depok. Metodologi penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada pasien rawat inap, yang mencakup dimensi pengalaman pasien seperti komunikasi perawat/bidan, komunikasi dokter, respon staf, kenyamanan fasilitas fisik, manajemen nyeri, komunikasi tentang obat, dan discharge planning. Loyalitas pasien diukur melalui niat untuk kembali menggunakan layanan rumah sakit dan merekomendasikan rumah sakit kepada orang lain. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki pengalaman positif selama menjalani perawatan di RSU Hermina Depok. Analisis statistik bivariat dan multivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara patient experience secara keseluruhan dengan loyalitas pasien. Dimensi komunikasi perawat/bidan, komunikasi dokter, kenyamanan fasilitas fisik, dan discharge planning merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap loyalitas pasien. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan berbasis pengalaman pasien untuk mempertahankan dan meningkatkan loyalitas pasien.

.Background:This study is based on the importance of patient experience as a key factor in enhancing patient loyalty in hospitals. Patient loyalty significantly influences the sustainability and reputation of hospitals, especially amid increasingly competitive healthcare services. However, there is still a lack of research on the relationship between patient experience and patient loyalty in inpatient care settings. Research Objective: This study aims to analyze the relationship between patient experience and patient loyalty in the inpatient ward of Hermina General Hospital Depok. Research Methodology: This research uses a quantitative method with a cross-sectional design. Data were collected through questionnaires distributed to inpatients, covering dimensions of patient experience such as nurse/midwife communication, doctor communication, staff responsiveness, physical facility comfort, pain management, medication communication, and discharge planning. Patient loyalty was measured by the intention to return to the hospital and to recommend the hospital to others. Research Results: The results show that the majority of patients had a positive experience during their stay at Hermina General Hospital Depok. Bivariate and multivariate statistical analyses revealed a significant relationship between overall patient experience and patient loyalty. The dimensions of nurse/midwife communication, doctor communication, physical facility comfort, and discharge planning were the most influential factors affecting patient loyalty. These findings emphasize the importance of improving service quality based on patient experience to maintain and increase patient loyalty.
Read More
T-7233
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive