Ditemukan 38642 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Rumah Sakit sebagai tempat berkumpulnya orang sehat dan sakit mempunyai potensi bahaya, salah satunya adalah bahaya biologi. Adanya banyak pasien TBC dengan pcmeriksaan DTA posit if di RS A mcmungkinkan terjadinya penularn terhadap pekerja di RS khususnya perawat yang bertugas merawat pasien pasien TBC. Di RS ini belum ada SMK3 dan PK 3RS dan tidak pernah dilakukan pemeriksaan kesehatan pra kerja dan berkala. Desain awal penelitian ini adalah cross sectional yang bersifat deskriptif, dilakukan terhadap 65 sampel yang didapal dari perhilungan rumus estimasi, dan karena hasil yang terdeteksi tbc hanya 5 orang, maka dilanjutkan dengan studi kasus dengan wawancara mendalam terhadap kelima orang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi penyakit tbc pada perawat di RS ini adalah 7,7 % dengan umur bervariasi, pendidikan D3 (>50 %) dan lama kerja bervariasi, minimal 1 tahun, maksimal 16 tahun. Gambaran factor risiko pada perawat ini adalah tingkat pengetahuan perawat tentang tbc yang kurang (20 %), belum mendapat vaksinasi BCG (80%), status gizi kurang (20%), dan hanya kadang-kadang memakai masker waktu kerja (100%) dan pemakaian ruang isolasi yang belum tepat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah prevalensi perawat tersangka tbc adalah 7,7% dan ini dipengaruhi oleh banyak factor antara lain status gizi, vaksinasi BCG, pemakain masker pada saat kerja. Selain itu adanya ruang isolasi juga memegang peranan penting. Pendidikan dan pengetahuan yang tinggi tidak menjamin seseorang terhindar dari penyakit tuberculosis, harus diimbangi dengan fasilitas dan upaya pencegahan melalui perilaku dehat dan aman.
The hospital as the place where healthy and sick people meet has the potential hazards and one of them is biological hazard. The presence of many TBC patients witb medical,examination of positive smear BTA in the Dr. Adjidarmo's Hospital enable the happening of contagion to all workers in ihe hospital, particularly to the nurses who take care of tbc palienls in direct contact In this hospital, thew is neither "System of Management of Occupational Health and Safety" nor "Committee of Hospital's Occupational Health and Safety" and examinations of heaith have never been held yet pre work and periodically. The initial design of this research is descriptive cross section of 65 samples obtained from lhe formulation estimate, and since there are only 5 samples that have been infected with tbc, the following step therefore should be continued in case study by interviewing them intensively and thoroughly. The results of the research indicate that tbc disease is prevalent among the nurses of this hospital and the prevalence is 7,7% those who are examined vary in age (from 25 up to 49 years), education attaintment (more than 50% hold D3 diplomas), years of service (at least 1 year and at most 16 years). The accounts of the risk factor are as follows : insufficient knowledge of tbc disease (20%), getting no BCG-vaccination (80%), bad nutrition status (20%), using masks rarelyin working (100%), and improper usage of isolation wards. In conclusion of this research, the prevalence of tbc disease for the suspected nurses reaches 7,7%, and it’s caused by influence of many factors, for axamples nutrition status, BCG vaccination, and the use of msks when working. Besides the matters mentioned above, the isolation wards for the hospitas will play the important role. Further more, either appropriate knowledge or education in medical field is no guarantee of being protected from tbc disease without keeping a balance between those mentioned above and preventive measures as well asa facilities.
Penggunaan bahan baku yang mengandung silika bebas dan terikat pada berbagai industri dapat menimbulkan dcbu silika di udara lingkungan kerja yang dapat terhirup masuk ke dalam saluran respirasi. NIOSH menyatakan bahwa. pekexja yang terpajan debu silika dalam waktu 5 tahun mempunyai risiko tinggi menderita silikosis sebesar 0,2 %, 6 - 9 tahun sebesar 1,5 %, lebih dari 10 mhun sebesar 16,6 %, 11 - 16 tahun sebesar 20 % dan lebih dari 16 tahun sebesar 42 % dan dapat mengakibatkan gangguan fungsi paru pekerjanya.Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dan menggunakan pendekatan nilai Odds Ratio yang mempelajari hubmmgan amara faktor risiko dengan gangguan kesehatan pckcrja yang dilaksanakan di bagian produksi sebuah pabrik saniter di Jawa Barat tahun 2001 dengan ng uan diketahuinya gambaran umum iimgsi pam pekcrja pabrik saniter dan mencari faktor-faktor yang mempengaruhinya.Hasil penelitian ini mcnunjukkan bahwa konsentrasi debu silika bebas dan terikat di indusui saniter melebihi nilai ambang batas yang telah ditentukan, sedangkan umur tidak mempunyai hubungan yang bermakna dengan gambaran fungsi paru pekenja dan faktor-faktor yang paling mempengaruhi gambaran fmmgsi paru pekelja pabdk saniter X adalah konsentrasi debu silika bebas dan tedkat rata-rata, masa kexja, kebiasaan merokok dan kebiasaan memakai alat pelindung dir Untuk mendukung program kesehatan dan kcselamatan kelja bagi pekerja di lingkungan industd yang memakai bahan dasar silika bebas dan terikat disarankan untuk dilakukan pengawasan yang ketat terhadap alat pengendali dcbu dan memonitor Nilai Ambang Batas ( NAB ) yang tclah ditentukan oleh pemerintah Republik Indonesia.
Gangguan pendengaran pada pekerja minyak dan gas bumi merupakan penyakit akibat kerja utama sampai saat ini. Gangguan pendengaran antara lain disebabkan oleh pajanan bahaya fisik berupa bising. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pajanan bising dan fungsi pendengaran pada pekerja di Platform KE-5 Kodeco Energy. Jenis penelitian adalah penelitian observasional dengan rancangan cross sectional yaitu meneliti sekaligus variabel independen, variabel dependen, dan vaiabel perancu pada waktu yang bersamaan. Analisis data adalah tabel dengan menggunakan analisis data univariat.
Didapatkan gambaran tingkat bising di platform KE-5 yang melebihi NAB yaitu pada rentang 81 dBA sampai dengan 103 dBA, dan tingkat pajanan bising di platform KE-5 melebihi NAB dengan dosis pajanan bising yang diterima pekerja terdapat di bawah NAB yaitu pada rentang 70,4 dBA sampai dengan 77,5 dBA, serta didapatkan tujuh pekerja dengan gangguan fungsi pendengaran.
Hearing impairment in oil and gas workers is the main occupational diseases. Hearing impairment, among others caused by exposure to physical hazards of noise. This study aims to know the description of noise exposure and hearing impairment in workers at KE-5 Kodeco Energy Platform. The type of research is observational with cross sectional design which examined as well as the independent variable, dependent variable, and confounding variable at the same time.
Obtained noise level at KE-5 Platform which exceeds the TLV is in the range of 81 dBA to 103 dBA, noise dose of exposure that received by workers are still under the TLV is still in range of 70.4 dBA to 77.5 dBA, the level of noise exposure in KE-5 Platform exceeds the TLV by noise dose exposure that received by workers less than the TLV and obtained seven workers with impaired hearing function.
