Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34459 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mulyono; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah
S-2510
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Berita Epidemiologi, Maret 1990, hal. 3-14. ( ket. ada di bendel 1989 - 1992 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Y. Sudini, Soetanto
JEK Vol.4, No.1
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2005
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Prajoga ... [et al.]
JEN Vol.1, Ed.1
Jakarta : [s.n.], 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Berita Epidemiologi, Kwartal III 1989, hal. 3-23. ( ket. ada di bendel 1989 - 1992 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Berita Epidemiologi, Kwartal I 1993, hal. 23-34. ( ket. ada di bendel 1993 - 1994 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Makara, Vol.12, No.1, Juni 2008, hal. 8-12 ( cat: ada dibendel 2008 / 2009)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R. Vensya Sitohang; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah; Penguji: Nasrin Kodim, Mondastri Korib Sudaryo, Julitasari, Dirman Siswoyo
Abstrak:

Penyakit difteri sudah jarang di temukan di Indonesia. Sebagaimana terlihat dari hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1986 dan 1992 sebagai penyebab kesakitan dan kematian pada bayi/balita menduduki peringkat 5 (9,4 %) dan 6 (3,3 %) di Jawa - Bali serta tahun 1995 peringkat ke 7 (2,1 %), namun dalam kurun waktu Oktober tahun 2000 sampai dengan Juli tahun 2001 penyakit ini menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) pada beberapa Desa dan Kecamatan di Kabupaten Cianjur Jawa Barat.Dari data-data yang ada bahwa program imunisasi DPT di tempat KLB terjadi, berjalan dengan lancar bahkan Desa tersebut sudah mencapai status Universal Child Immunization (UCI). Sejalan dengan kontradiksi tersebut penulis terdorong untuk melakukan penelitian terhadap faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian difteri selain faktor imunisasi.Dari beberapa faktor tersebut penulis memfokuskan pada faktor kepadatan serumah karena cara penularan penyakit ini adalah dengan kontak langsung, kontak tidak langsung melalui benda, tangan, makanan dan minuman yang terkontaminasi. Disamping cara penularannya faktor-faktor lain tersebut juga berkorelasi positif terhadap hubungan kepadatan serumah dengan kejadian difteri. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 186 orang dengan jumlah kasus 93 orang dan kontrol 93 orang.Hasil dari penelitian ini didapat bahwa faktor kepadatan serumah berhubungan dengan kejadian difteri dan faktor yang berpengaruh terhadap hubungan tersebut adalah faktor kepadatan human kamar tidur, sumber pengeluaran, faktor pengeluaran keluarga, faktor status imunisasi dan faktor status gizi.Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur untuk tetap mempertahankan cakupan imunisasi yang tinggi secara terus menerus khususnya DPTIDT dan merata di semua Desa khususnya yang padat penghuninya. Alga disarankan kepada Puskesmas ditempat yang penduduknya padat untuk mengaktifkan pemberian makanan tambahan melalui Posyandu, upaya perbaikan gizi keluarga di Kecamatan dan melalui program pemberian makanan tambahan di sekolah. Kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur disarankan untuk mengalokasikan dana Program Pengembangan Kecamatan (PPK) untuk pembangunan perumahan khususnya penduduk yang padat penghuninya.Daftar bacaan : 45 (1964 - 2041)


 

Relation between Crowded in House and Difteri on Outbreak Difteri in Cianjur District West Java year 2000 - 2001Difteri has been rarely found in Indonesia. As shown on the Survey result of household health (SKRT) in year 1986 and 1992, the disease are causes the death for baby and pre school, and having its ranks of 5`h (9,4 %) and 6`s (3,3 %) in Java - Bali also in the year of 1995 is the 7' ranks (2,1 %) out of Java - Bali. While in October 2000 until July 2001 there is created an out break affect in several Village and Sub District in Cianjur District West Java.From the existing datas, program of DPTlDT Immunization in out break place had happened is good and that Villages have get Universal Child Immunization (UCI) status. According to this contradictif the writer motivated to take the research about risk factor to relation with difteri occurred that difteri beside the immunization factors. From several factors, here with the Writer focus on crowded in house due to this disease is contamination of direct contact, contamination of indirect contact trough the body, arms, food and drinks.Besides the contamination, other factors are also correlation positive towards the crowded in house with difteri occurred. Total samples in these examination are 186 poeples with 93 person case group and 93 person control groups.Result of this research founded that crowded in house factors related with the difteri disease and another risk factor affected to that relation is : crowded in bedroom, contamination facts, family expenses, immunization status and nutrition status.Based on the result of this research, the writer suggested to the Govennent in Cianjur expected to alocated compensation load of oil and gas priority to do the Program Pengembangan Kecamatan (PPK) in the matter of houses construction especially in the crowded area. To Department of Health in Cianjur District to keep continiuosly the immunization of DPTIDT in all Villages which having a high population. Also suggested to Public Health Centre to increase service give meal supplement in Integreted Health Post (Posyandu) and by Upaya Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) programme at Sub District and by Pemberian Makanan Tambahan di Sekolah (PMTS) programme. It is also recommended to another researcher to investigate the relation crowded in house and difteri occurred by applying cohort design, it is expected that all information found in the research may help the stakeholders to implement the policies related to the recovery of difteri disease.Bibliography 45 (1964 - 2001)

Read More
T-1361
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marfin; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, I Nyoman Kandun
Abstrak: Latar belakang: Difteri merupakan penyakit menular akut yang disebabkan oleh corynebacterium Diphteriae yang dapat menyebabkan kematian. Dinas Kesehatan Kabupaten Garut melaporkan kasus difteri sebanyak 33 kasus dalam periode Desember 2017 Januari 2018. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 1501 Tahun 2010, 1 kasus difteri merupakan Kejadian Luar Biasa. Riset ini bertujuan menggambarkan kasus difteri secara epidemiologi, melihat model fit untuk prediksi faktor yang berhubungan dengan kejadian difteri dan melihat efikasi Vaksin.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 121 responden dengan jumlah kasus 31 responden dan kontrol 90 responden. Penelitian ini dilakukan oleh Tim dari mahasiswa FETP FKM UI dan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut yang dilaksanakan tanggal 6 9 Februari 2018 di 13 Puskesmas yang dilaporkan adanya kasus. Analisis data dilakukan dengan uji resgresi logistic untuk melihat nilai odds ratio menggunakan stata versi 14,2 di Laboratorium Komputer FKM UI.
Hasil: Pola KLB merupakan propagated epidemic yang terjadi pada umur 1 Tahun 71 Tahun. Kasus Primer terjadi pada minggu 48 Tahun 2017. Analisis multivariat fit model menunjukan status imunisasi berhubungan dengan kejadian difteri (Pvalue = 0,036; OR=3,5; 95% CI = 1,08-11,10) dan riwayat perjalanan berhubungan dengan kejadian difteri (Pvalue = 0,000; OR = 5,4; 95% CI = 2,08-13,93). Efikasi vaksin DPT, DT, Td sebesar 71,4%.
Kesimpulan dan saran: Telah terjadi penularan penyakit dari orang ke orang. Indeks case dan sumber penularan tidak diketahui karena mobilitas penduduk yang tinggi. Ada hubungan bermakna antara status imunisasi dan riwayat perjalanan dengan kejadian difteri. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Garut agar dapat Meningkatkan Kwalitas dan cakupan imunisasi DPT, DT, Td, Meningkatkan perbaikan pencatatan imunisasi dengan tertib, dan Meningkatkan koordinasi pelaporan dalam penemuan kasus baru dan karier
Read More
T-5470
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Berita Epidemiologi, Mei 1992, hal. 3-8. ( ket. ada di bendel 1989 - 1992 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive