Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 22093 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ani Nurjanah; Pembimbing: Anwar Hasan; Penguji: Rina Artining Anggorodi, Yenita
S-4139
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aiko Theophilia Wahyutomo; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Nur Fatayani
Abstrak:
Minuman berpemanis merupakan jenis minuman dengan berbagai bentuk gula tambahan. Peningkatan konsumsi minuman berpemanis dan dampaknya terhadap kesehatan perlu menjadi perhatian yang serius. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi minuman berpemanis pada mahasiswa sarjana non kesehatan Universitas Indonesia tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian potong lintang. Data penelitian dikumpulkan melalui pengisian kuesioner secara mandiri oleh 141 mahasiswa sarjana non kesehatan Universitas Indonesia. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 28 (19,9%) mahasiswa memiliki tingkat konsumsi minuman berpemanis yang tinggi dan 113 (80,1%) mahasiswa memiliki tingkat konsumsi minuman berpemanis yang rendah. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara jenis kelamin dengan konsumsi minuman berpemanis. Sedangkan, status ekonomi, aksesibilitas, literasi gizi, paparan media sosial, dan citra tubuh tidak menunjukkan adanya hubungan dengan konsumsi minuman berpemanis. Pemberian edukasi gizi serta pelibatan aktif mahasiswa dalam mempromosikan perilaku sehat sangat diperlukan sebagai upaya penurunan faktor risiko akibat konsumsi minuman berpemanis pada mahasiswa.

Sweetened drinks are a type of beverage with various forms of added sugar. The increase in consumption of sugar-sweetened beverages and its impact on health needs to be a serious concern. This research aims to determine the factors related to the consumption of sweetened beverages among non-health undergraduate students at the University of Indonesia in 2024. This research uses a quantitative approach with a cross-sectional research design. Research data was collected by completing questionnaires independently among 141 non-health undergraduate students at the University of Indonesia. The data was analyzed using the Chi-Square test to determine the relationship between the independent and dependent variables. The research results showed that 28 (19.9%) students had a high level of sweetened drink consumption and 113 (80.1%) students had a low level of sweetened drink consumption. This research also showed a relationship between gender and the consumption of sweetened beverages. Meanwhile, economic status, accessibility, nutritional literacy, exposure to social media, and body image did not show any relationship with the consumption of sweetened beverages. Providing nutritional education and active involvement of students in promoting healthy behavior is necessary to reduce risk factors due to the consumption of sweetened beverages in students.
Read More
S-11676
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sugiarto; Pembimbing: Zarfiel Tafal; Penguji: Miranda Zarfiel
Abstrak:

Tenaga keperawatan adalah seseorang yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan dibidang keperawatan yang didapat melalui pendidikan dibidang keperawatan (Undang-Undang No 23 Tahun 1992). Akademi Keperawatan merupakan institusi yang mendidik tenaga keperawatan. Di Provinsi Banten terdapat lima institusi Akademi Keperawatan. Jumlah tenaga keperawatan sebagaimana di Indonesia secara keseluruhan masih kurang dan distribusinya tidak merata, demikian pula di Provinsi Banten. Adapun yang menjadi masalah ialah kendati tenaga keperawatan masih dibutuhkan baik untuk konsumsi dalam maupun luar negeri, peminat untuk mengikuti pendidikan di bidang ini relatif masih rendah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan hubungan antara faktor-faktor yang sudah diprediksi seperti umur, jenis kelamin, minat terhadap profesi perawat, persepsi lapangan kerja, persepsi pendidikan lanjut, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, pengaruh keluarga, informasi pendidikan, prestasi belajar di sekolah asal dan asal sekolah dari mahasiswa Akademi Keperawatan dengan keputusannya-untuk memilih mengikuti pendidikan Akademi Keperawatan. Penelitian ini dilakukan di seluruh Akademi Keperawatan di Provinsi Banten tahun 2002. Penelitian ini non eksperimental dimana datanya bersifat primair dan dikumpulkan secara potong lintang (cross sectional). Sedangkan sampel penelitian diambil dari populasi mahasiswa tingkat satu dari lima institusi Akademi Keperawatan di Provinsi Banten berjumlah 170 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan menggunakan kuesioner. Data diolah dengan bantuan komputer.Analisis univariat dari hasil penelitian menunjukan bahwa dari semua responden, lebih dari setengah memiliki minat tinggi untuk masuk Akademi Keperawatan (53,5%).Dari analisis bivariat, didapatkan 3 variabel yaitu variabel umur (p value=0,017), variabel pendidikan orang tua (p value=0,014) dan variabel pengaruh keluarga (p value= 0,031), yang mempunyai hubungan secara statistik bermakna untuk mengikuti pendidikan di Akademi Keperawatan. Sedangkan variabel jenis kelamin, persepsi lapangan kerja, persepsi pendidikan lanjut, pekerjaan orang tua, informasi pendidikan, prestasi belajar dan anak sekolah tidak memiliki hubungan yang bermakna secara statistik dengan keputusan mengikuti pendidikan Akper.Analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik menemukan 6 variabel yang memiliki p value <0,25 yaitu variabel umur (p=0,010), minat (p=0,142), persepsi kerja (p=0,104), pekerjaan orang tua (p O,149), pengaruh keluarga (p-0,025) dan prestasi belajar/NEM (p=0,169). Setelah dilakukan analisis ternyata ada 3 variabel (umur, persepsi kerja dan pengaruh keluarga) secara statistik signifikan dengan keputusan untuk mengilkuti pendidikan Akademi Keperawatan.Dengan diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan keputusan seseorang untuk mengikuti pendidikan di Akademi Keperawatan, maka penelitian ini juga dapat memberi saran terutama kepada Pusdiknakes dalam membuat kebijakan penerimaan mahasiswa baru perlu persyaratan yang lebih luas tidak hanya STTS dan tinggi badan. Perlu dilakukan pemeriksaan psikologis dan membuat buku panduan/informasi tentang pendidikan kesehatan, bahkan melakukan promosi melalui media cetak maupun elektronik masih dibutuhkan. Untuk institusi pendidikan Akper agar dalam penerimaan mahasiswa baru memberikan informasi yang memadai sedini dan seluas mungkin dan melakukan pemeriksaan psikologis. Untuk mensosialisasikan profesi keperawatan perlu menyebarluaskan buku panduanlinformasi pendidikan perawat dengan bekerja sama dengan asosiasi profesi perawat.Untuk menghasilkan kesimpulan yang lebih representatif perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan desain yang berbeda sehingga dapat diperoleh informasi yang lebih lengkap tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan keputusan seseorang memilih mengikuti pendidikan Akademi Keperawatan.Daftar pustaka : 36 (1976-2001)


 

Background Factors of Decision at Nursing Academy in Banten Province Year 2002 Nursing personnel is someone equipped with knowledge and skills in nursing field obtained through education in nursing discipline (Government Regulation No. 23 1992). Nursing Academy is an institution which educate nursing personnel, there are five Nursing Academy in Banten Province. In general, there is a lack of nursing personnel and the distribution is unequal. That problem also occurred in Banten Province. One cause of this problem is lack of willingness to attend nursing education despite its high demand both nationally and internationally.The aim of this study is to understand the relationship between predictable factors such as age, sex, aspiration toward nurse profession, perception toward job, perception toward higher education, parents' education, parents' job, family influence, educational information, previous educational achievements, and previous school and the decision to attend the education in nursing academy. This study was conducted in five nursing academies in Banten Province in the year 2002. Design of this study is non experimental with primary data collected cross-sectionally. Sample was 170 first year students from five nursing academies in Banten Province. Data collected by questionnaires and analyzed by using computer.Univariate analysis showed that more than half (54.1%) of respondents had relevant decision to attend nursing academy.Bivariate analysis shows that there are 3 variables, that are age (p value-0.007) pwnts' education (p value=0.075), Arid family influence (p value=0.031), associated with aspiration td attend the educaaidh at nursing academy. On the other hand, the variables of sex, work field perception, advance education perception, parents' occupation, educational information, school achievements, and school graduating had no significant statistic relationship on decision to attend nursing academy.Multivariate analysis using logistic regression resulted in 6 variables with p value 0.25, that are age (p value= 0.075), interest (p value=0.142), working perception (p value=0.104), parents' occupation (p value-0.149), family influence (p value=0.025), and educational achievements (p value-0.169). Further analysis shows there are 3 variables (age, working perception, and family influence) that are statistically significant with aspiration to attend education in nursing academy. This was in accordance to fact that nursing profession was widely perceived as females profession, thus it is heavily biased by gender.The results of this study lead to suggestions, especially for Pusdiknakes as to extend the conditions of entry for nursing academy, not just limited to previous school certificate and predetermined height as usually applied. There is a need to conduct a psychological testing and providing guide and information book on health education even promoting using mass media and electronics still needed. In the field of nursing education, nursing academics should provide early information, conduct psychological test, and socializing information on nursing profession by distributing guide/information book on nursing education. To draw a more representative conclusion, further research using different design is necessary. Thus more information about factors that influence decisions to attend nursery academy could be collected.

Read More
T-1520
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Norma Diantika; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Tiara Amelia, Yayuk Arnawati
Abstrak:

ABSTRAK


Nama : Norma Diantika
Program Studi : Kesehatan Masyarakat
Judul : Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Kebersihan Menstruasi Siswi SMPN 13 Bogor Tahun 2025
Pembimbing : Prof. Dr. drg. Ella Nurlaella Hadi, M.Kes.

Menurut data BKKBN Jawa Barat tahun 2020 bahwa pemahaman remaja Jawa Barat tentang Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR) sudah cukup baik, namun pemahaman terkait kesehatan reproduksi remaja secara komprehensif masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan perilaku kebersihan menstruasi pada siswi di SMPN 13 Bogor tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sebanyak 150 siswi dipili sebagai sampel dengan menggunakan metode proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan secara primer melalui pengisian kuesioner secara mandiri dan dianalisis menggunakan uji chi square. Data meliputi perilaku kebersihan menstruasi sebagai variabel dependen, sedangkan variabel independen terdiri dari: usia menarche, pengetahuan, sikap, ketersediaan sarana, status sosial ekonomi, pendidikan ibu dan keterpaparan informasi. Hasil penelitian menunjukan hanya sikap (p<0,048) yang berhubungan dengan perilaku kebersihan menstruasi di SMPN 13 Bogor. sedangkan usia menarche (p=0,747), pengetahuan (p=0,432), ketersediaan sarana (p=0,432), status sosial ekonomi (p=0,293), pendidikan ibu (p=0,848), keterpaparan informasi (p=0,859). Untuk itu perlu dilakukan pengawasan pemberian promosi kesehatan dengan metode penyuluhan dan konseling yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Kata Kunci : Perilaku, Kebersihan Menstruasi, Siswi SMP


ABSTRACT   Name                : Norma Diantika  Study Program        : Public Health  Title                  : Factors Associated with Menstrual Hygiene Behavior Among Female Students at SMPN 13 Bogor in 2025 Counsellor                : Prof. Dr. drg. Ella Nurlaella Hadi, M.Kes.   According to data from the West Java BKKBN in 2020, West Java adolescents' understanding of Family Life Preparation for Adolescents (PKBR) is quite good, but their comprehensive understanding of adolescent reproductive health is still lacking. This study aims to identify the factors associated with menstrual hygiene behavior among female students at SMPN 13 Bogor in 2025. This study used a quantitative method with a cross-sectional study design. A total of 150 female students were selected as samples using proportional stratified random sampling. Data were collected primarily through self-administered questionnaires and analyzed using the chi-square test. The data included menstrual hygiene behavior as the dependent variable, while the independent variables consisted of: age at menarche, knowledge, attitude, availability of facilities, socioeconomic status, mother's education, and exposure to information. The results of the study showed that only attitude (p<0.048) was associated with menstrual hygiene behavior at SMPN 13 Bogor. Meanwhile, age at menarche (p=0.747), knowledge (p=0.432), availability of facilities (p=0.432), socioeconomic status (p=0.293), maternal education (p=0.848), and exposure to information (p=0.859) were not significantly related. Therefore, it is necessary to monitor the provision of health promotion through health education and counseling conducted by health workers.   Keywords: Behavior, Menstrual Hygiene, Junior High School Students

Read More
S-12112
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riesmah Oktapriana; Pembimbing: Zarfiel Tafal; Penguji: Soekidjo Notoatmodjo, Ismoyowati
S-5422
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitrini Gemiati Rusli; Pembimbing: Tri Krianto
S-3857
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
sarino Trimansyah; Pembimbing: Sasongko, Adi; Nurjanah, Ani
L-223
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reshiva Fiero Arista; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Wahyu Septiono, S. Panata Harianja
Abstrak:
Lonjakan kasus HMPV di Tiongkok menjadi sorotan media dan berkaitan dengan komunikasi risiko serta cara penyampaian pesan yang membentuk persepsi publik melalui pengaruh bias dan kepentingan media. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana pemberitaan Human Metapneumovirus (HMPV) pada Detik.com, Kompas.com dan Liputan6.com pada tanggal 1 Desember 2024 hingga 28 Februari 2025 selaras dengan kaidah komunikasi risiko WHO menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan, dari 296 artikel yang dianalisis, sebagian besar belum sepenuhnya mengikuti kaidah komunikasi risiko WHO. Pilar komunikasi risiko dalam membangun kepercayaan publik belum optimal diterapkan, tercermin lebih dari 30% artikel tidak memaparkan informasi dasar HMPV. Informasi sifat penyakit HMPV yang paling banyak ditemukan adalah informasi mengenai gejala HMPV dan paling sedikit adalah informasi penanganan HMPV. Pilar integrasi komunikasi risiko terhadap sistem kesehatan dibuktikan dengan adanya laporan data epidemiologi HMPV namun terbatas pada data kasus penyakit HMPV di Indonesia dan data kasus penyakit HMPV di luar negeri. Pilar praktik komunikasi risiko kurang optimal diupayakan oleh media dibuktikan dalam minimnya informasi yang dimuat mengenai upaya dan kebijakan kesehatan. Liputan6.com menjadi media daring yang paling memenuhi kaidah komunikasi risiko, dibuktikan melalui tingginya persentase temuan informasi dasar HMPV, sifat penyakit, data epidemiologi luar negeri, dan upaya kesehatan oleh pemerintah Indonesia serta fasilitas kesehatan. Kompas.com dan Detik.com lebih banyak memuat informasi bersumber pemerintah, sedangkan Liputan6.com lebih banyak memuat informasi bersumber pakar. Berita yang tidak mencantumkan sumber paling banyak ditemukan pada Detik.com. Tidak semua artikel berita memenuhi kaidah komunikasi risiko karena jenis pesan didominasi dengan pesan berisi ancaman dibandingkan pesan efikasi. Detik.com memuat paling banyak pesan ancaman sekaligus paling sedikit pesan efikasi. Sebanyak 49% artikel mengandung bias komersial berupa tersebarnya potongan dan pengulangan informasi pada artikel berbeda yang paling banyak ditemukan pada Detik.com. Strategi penyampaian pesan oleh media tercermin melalui headline artikel yang dominan menyoroti peristiwa HMPV, penutup yang mendukung isu HMPV, gaya penceritaan deskriptif yang banyak mengandung solusi terhadap penanganan HMPV, disertai penekanan fakta yang dominan melalui gabungan elemen huruf dan visual. 


The surge in HMPV cases in China has been in the media spotlight and is related to risk communication and how messages are conveyed, which shape public perception through media bias and interests. This study aims to identify the extent to which reporting on Human Metapneumovirus (HMPV) on Detik.com, Kompas.com, and Liputan6.com from December 1, 2024, to February 28, 2025, aligns with WHO risk communication guidelines using content analysis methods. The results of this study indicate that, out of 296 articles analyzed, most have not fully adhered to WHO risk communication guidelines. The pillars of risk communication in building public trust have not been optimally applied, as evidenced by over 30% of articles failing to provide basic information about HMPV. The most found information about HMPV is related to its symptoms, while the least common is information about its management. The pillar of integrating risk communication into the health system is evidenced by the availability of HMPV epidemiological data reports, though these are limited to HMPV case data in Indonesia and HMPV case data from other countries. The pillar of risk communication practices is not optimally pursued by the media, as evidenced by the limited information provided on health efforts and policies. Liputan6.com is the online media outlet that best meets the principles of risk communication, as evidenced by the high percentage of basic information on HMPV, disease characteristics, epidemiological data from abroad, and health efforts by the Indonesian government and health facilities. Kompas.com and Detik.com contain more information sourced from the government, while Liputan6.com contains more information sourced from experts. News articles without sources were most found on Detik.com. Not all news articles met risk communication guidelines because the type of message was dominated by threat-based messages rather than efficacy-based messages. Detik.com published the most threat-based messages while having the fewest efficacy-based messages. 49% of articles contained commercial bias in the form of repeated and duplicated information across different articles, most foundon Detik.com. The media's message delivery strategy is reflected through article headlines that predominantly highlight HMPV events, conclusions that support HMPV issues, descriptive storytelling styles that often include solutions for HMPV management, accompanied by a dominant emphasis on facts through a combination of text and visual elements.
Read More
S-12044
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chrismen Silitonga; Pembimbing: Rina Anggorodi, Mieke Savitri
T-1811
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dela Riadi; Pembimbing: Anwar Hassan; Penguji: Tri Krianto, Winarni Naweng Triwulandari
Abstrak: Jajanan anak sekolah adalah makanan dan minuman jajanan yang dijual di lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan Perilaku Anak Sekolah Dalam Memilih Jajanan di SDN Beji 8 Kecamatan Beji Kota Depok tahun 2016. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner dan daftar tilik. Total sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 82 responden. Hasil dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara ketersediaan jajanan dengan Perilaku Anak Sekolah Dalam Memilih Jajanan di SDN Beji 8 Depok 2016. Maka perlu dilakukan pemantauan ketersediaan jajanan dan membuat regulasi mengenai jenis makanan dan minuman yang boleh diperjual belikan di SDN Beji 8 Kecamatan Beji Kota Depok.
 

 
Snacks school children is food and beverage snacks sold in school environments . The purpose of this study is to describe and factors relating to the snacks consumption behavior of school children at SDN Beji 8 Sub-Districts Beji Depok of 2016. This study was a cross sectional study using instruments such as questionnaires and checklists. Total sample used in this study were 82 respondents. The results in this study is a correlation between availability of snacks with behavior of school children in choosing snack at SDN Beji, Depok 8 of 2016. So need to monitoring availability of snacks and making regulation about availability of snacks at SDN Beji 8 Sub-Districts Beji Depok of 2016.
Read More
S-9025
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive