Ditemukan 36596 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Ary Nurmalasari; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Hendra, Yuni Kusminanti
S-4219
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Marice Sihombing, Woro Riyadina
MPPK Vol.XIX, No.3
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2009
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dinie Zakiyah; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Yovsyah; Woro Riyadina
S-5380
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maj. Kedokt. Indo, Vol.59, No.7, Juli, 2009, hal: 308-313
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Woro Riyadina
MSK Vol.11, No.1
Depok : DRPM UI, 2007
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Guntari Triastuti; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-4318
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Widhati Kurniasari; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Hendra, Laksita Ri Hastiti, Alfajri Ismail, Devie Fitri Octaviani
Abstrak:
Read More
Kecelakaan kerja di sektor industri manufaktur masih menjadi tantangan termasuk di PT X yang mencatat insiden dengan berbagai tingkat keparahan pada periode tahun 2023-2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat keparahan kecelakaan kerja pada pekerja di PT X. Menggunakan desain studi cross-sectional, sampel penelitian berjumlah 257 kasus kecelakaan diambil dengan teknik total sampling dari master data perusahaan. Variabel yang diteliti meliputi jenis kelamin, usia, masa kerja, karakteristik pekerjaan, shift kerja departemen, dan penyebab langsung. Analisis data dilakukan secara deskriptif, inferensial (chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas kecelakaan berada pada tingkat luka ringan dengan total 197 kasus (76,7%), sementara luka berat sejumlah 60 kasus (23,3%). Analisis inferensial membuktikan adanya hubungan signifikan antara jenis kelamin (p-value = 0,001) dengan laki-laki berisiko 2,87 kali mengalami luka berat dibanding perempuan. Ada hubungan karakteristik pekerjaan (p-value=0,000) dengan pekerjaan risiko tinggi berisiko mengalami luka berat 3,26 kali dibanding pekerjaan risiko rendah. Ada hubungan shift kerja (p-value=0,045) dengan shift siang berisiko 3,36 kali mengalami luka berat dibanding shift pagi. Ada hubungan departemen (p-value=0,002) dengan departemen support lebih berisiko 4,5 kali daripada produksi untuk mengalami luka berat. Hasil uji multivariat didapatkan jenis kelamin (p-value=0,006; OR=2,50) dan karakteristik pekerjaan (p-value=0,000; OR=2,97) merupakan faktor paling signifikan. Pekerja laki-laki berisiko 2,5 kali daripada pekerja perempuan dan pekerjaan berisiko tinggi berisiko 2,9 kali dibanding pekerjaan berisiko rendah untuk mengalami luka berat. Hal ini merupakan representasi dari segregasi penempatan kerja (job assignment), di mana pekerja laki-laki lebih banyak ditempatkan pada area berisiko tinggi yang mengoperasikan mesin bertenaga mekanis dan kinetik masif. Penelitian ini mempertegas bahwa eskalasi keparahan cedera di PT X bersifat teknis-mekanis. Manajemen perusahaan disarankan untuk berfokus pada penguatan mitigative barriers guna menahan transmisi energi saat terjadi malfungsi, seperti memprioritaskan pemasangan interlocking guard pada area high-risk, memastikan kecepatan respons darurat medis, serta menegakkan budaya Stop Work Authority (SWA) sebagai penahan energi terakhir bagi para pekerja.
Occupational accidents in the manufacturing sector remain a challenge, including at PT X, which recorded incidents of varying severity during the 2023-2025 period. This study aims to analyze the factors associated with the severity of occupational accidents at PT X. Using a cross-sectional study design, a sample of 257 accident case was selected using total sampling from the company’s master data. The variables studied included gender, age, work tenure, job characteristics, work shift, department, and immediate causes. Data analysis was performed using descriptive, inferential (chi-square), and multivariate (logistic regression) statistics. The results showed that the majority of accidents resulted in minor injuries, totaling 197 cases (76.7%), while major injuries amounted to 60 cases (23.3%). Inferential analysis demonstrated a significant association between gender (p-value = 0.001), where male workers were 2.87 times more at risk of experiencing major injuries compared to females. There was also a significant association with job characteristics (p-value = 0.000), where high-risk jobs were 3.26 times more likely to result in major injuries compared to low-risk jobs. Furthermore, work shift (p-value = 0.045) showed that the afternoon shift had a 3.36 times higher risk of major injuries compared to the morning shift. The department (p-value = 0.002) was also significantly associated, with the support department being 4.5 times more at risk of major injuries than the production department. The multivariate analysis revealed that gender (p-value = 0.006; OR = 2.50) and job characteristics (p-value = 0.000; OR = 2.97) were the most significant factors. Male workers were 2.5 times more at risk, and high-risk jobs were 2.9 times more at risk of experiencing major injuries compared to their counterparts. This represents job assignment segregation, where male workers are more frequently placed in high-risk areas operating machines with massive mechanical and kinetic energy. This study reinforces that the escalation of injury severity at PT X is technical-mechanical in nature. Company management is advised to focus on strengthening mitigative barriers to contain energy transmission during malfunctions, such as prioritizing the installation of interlocking guards in high-risk areas, ensuring rapid emergency medical response, and enforcing a Stop Work Authority (SWA) culture as the ultimate energy barrier for workers.
T-7606
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Devy Normalita Putri; Pembimbinig: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Mila Tejamaya, Wildan Ramdan Nurhuda, Aditya Tetra Firdaussyah
Abstrak:
International Labour Organization (ILO), setiap tahun ada lebih dari 250 kecelakaan di tempat kerja dan lebih dari 160 juta pekerja menjadi sakit karena bahaya di tempat kerja. dan 1,2 juta pekerja meninggal akibat kecelakaan dan sakit di tempat kerja. Dampaknya pada ekonomi dunia karena hilangnya hari kerja mendekati 4% dari GDP Global. PT. X merupakan perusahaan konsorsium konstruksi migas yang salah satu aktivitas yang memiliki tingkat kecelakaan kerja tinggi di PT. X hal ini dapat dilihat dari data pendahulu kecelakaan kerja yang dimiliki PT. X pada periode Januari 2023 sampai dengan April 2023 dengan total kasus kecelakaan kerja sebanyak 40 kejadian. Dari uraian diatas maka penulis ingin melakukan penelitian mengenai faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja pada perusahaan konstruksi migas di PT. X Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan rancangan crossectional. Penelitian ini memiliki sampel berjumlah 106, penelitian dilakukan pada bulan Mei 2023 sampai dengan Juni 2023, berusia rata-rata 28 tahun dan di dominasi usia di atas 28 tahun sebanyak 94 pekerja (88,7%), jenis kelamin di dominasi pekerja laki-laki sebanyak 85 pekerja (80,2%), untuk tingkat pendidikan di dominasi pekerja berpendidikan tingkat tinggi sebanyak 85 pekerja (83%), dan masa kerja di dominasi pekerja yang bekerja di bawah 5 tahun sebanyak 91 pekerja (85.8%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada Analisis Bivariat terdapat 4 Faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja yaitu Shift Kerja dengan hasil p value 0,000 < 0,05, Sosialisasi K3 dengan hasil p value 0,008 < 0,05, Pengawasan Manajemen dengan hasil nilai p value 0,032 < 0,05 dan Penggunaan APD dengan hasil p value 0,090 < 0,05. Dengan hasil Analisis Multivariat yang menunjukkan bahwa faktor yang dominan adalah faktor shift kerja. Kesimpulannya adalah faktor yang paling mendominasi dalam terjadinya kecelakaan kerja adalah shift kerja.
---
International Labor Organization (ILO), every year there are more than 250 accidents in the workplace and more than 160 million workers become sick due to hazards in the workplace. and 1.2 million workers died as a result of accidents and illness at work. The impact on the world economy due to lost working days is close to 4% of Global GDP. PT. X is an oil and gas construction consortium company which is one of the activities that has a high work incident and or accident rate at PT. X, this can be seen from the work incident and accident predecessor data owned by PT. X in the period January 2023 to April 2023 with a total of 40 occupational incident and accident cases. From the description above, the authors want to conduct research on the factors that influence occupational incident and or accidents at oil and gas construction companies at PT. X Year 2023. This research uses a descriptive analytic research design with a cross-sectional design. This study has a sample of 106, the study was conducted from May 2023 to June 2023, the average age is 28 years and the predominance is over 28 years of age as many as 94 workers (88.7%), gender is dominated by male workers as many as 85 workers (80.2%), for the level of education dominated by highly educated workers as many as 85 workers (83%), and years of service dominated by workers who worked under 5 years as many as 91 workers (85.8%). The results of this study indicate that in Bivariate Analysis there are 4 factors that influence work accidents, namely Shift Work with a p-value of 0.000 <0.05, OSH Socialization with a p-value of 0.008 <0.05, Management Supervision with a p-value of 0.032 <0 .05 and use of PPE with a p value of 0.090 <0.05. With the results of Multivariate Analysis which shows that the dominant factor is the work shift factor. The conclusion is that the most dominating factor in the occurrence of work accidents is shift work.
Read More
T-6748
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bhrian Shintania; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Yuni Kusminanti
S-7320
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
F.X. Prastowo; Pembimbing: Dadan Erwandi
M-1058
Depok : FKM UI, 2002
D3 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
