Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39000 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nina Permani; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo
S-920
Depok : FKM UI, 1996
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fadhila Nafilah Azzahra; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Putri Bungsu, Bambang Widyantoro, Prima Almazini
Abstrak:
Infark Miokard Akut (IMA) menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Studi tahun 2022 mendapatkan mortality rate pasien IMA di Indonesia mencapai 8,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor demografi, faktor risiko, komorbiditas, parameter klinis, parameter laboratorium, pemberian terapi inisial, dan pemberian tindakan revaskularisasi dengan kejadian kematian intrahospital pada pasien IMA di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta Tahun 2019 – 2023. Desain studi cross sectional dengan populasi penelitian pasien IMA yang tercatat dalam registri Sindroma Koroner Akut (SKA) di RSJPDHK pada Januari 2019 – Agustus 2023. Analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik berganda untuk menemukan prediktor kematian, dan analisis skoring dilakukan dengan menggunakan ROC Curve untuk mengetahui kualitas diskriminasi skor. Sampel penelitian berjumlah 3593 pasien IMA dengan kejadian kematian intrahospital sebesar 9,6%.Variabel yang dapat dijadikan prediktor kejadian kematian intrahospital pada pasien IMA adalah Usia ≥65 tahun (AOR 1,64; 95% CI=1,24 – 2,18; p=0.001), kejadian gagal ginjal akut (AOR 1,80; 95% CI=1,32 – 2,44; p<0.001), gagal jantung akut (AOR 2,76; 95% CI=1,95 – 3,92; p<0.001), syok kardiogenik (AOR 24,45; 95% CI=16,85 – 35,47; p<0.001), FEVKi ≤ 40% (AOR 1,54; 95% CI=1,14 – 2,08; p=0.005), Hs Troponin ≥ 9 ng/dL (AOR 2,01; 95% CI=1,19 – 3,40; p=0.009), kreatinin > 2 mg/dL (AOR 1,83; 95% CI=1,26 – 2,65; p=0.001), GDS ≥ 200 mg/dL (AOR 1,71; 95% CI=1,30 – 2,25; p<0,001), riwayat dislipidemia (AOR 0,57; 95% CI=0,40 – 0,81; p=0,002), ticagrelor (AOR 0,63; 95% CI=0,41 – 0,99; p=0,043), statin (AOR 0,38; 95% CI=0,25 – 0,57; p<0,001), dan tindakan revaskularisasi (AOR 0,71; 95% CI=0,52 – 0,98; p=0,035). Hasil penilaian skoring menunjukkan nilai diskriminasi yang baik (AUC 0,886).

Acute myocardial infarction (AMI) is the leading cause of death in Indonesia. A study in 2022 found that the mortality rate of AMI patients in Indonesia reached 8.9%. This study aimed to know the relationship between demographic factors, risk factors, comorbidities, clinical parameters, laboratory parameters, administration of initial therapy, and provision of revascularization procedures with the incidence of in-hospital mortality in AMI patients at National Cardiovascular Center Harapan Kita from 2019 to 2023. The study design was cross-sectional with a population of AMI patients who were recorded in the Acute Coronary Syndrome (ACS) registry at RSJPDHK from January 2019 to August 2023. Multivariate analysis used multiple logistic regression to find predictors of in hospital mortality, and scoring analysis was carried out using the ROC Curve to determine the quality of score discrimination. Sample of this study consisted of 3593 AMI patients with an in-hospital mortality rate of 9.6%.Variables that can be used as predictors of inhospital mortality in AMI patients are age ≥65 years (AOR 1.64; 95% CI=1.24 – 2.18; p=0.001), acute kidney injury (AOR 1.80; 95% CI=1.32 – 2.44; p<0.001), acute heart failure (AOR 2.76; 95% CI=1.95 – 3.92; p<0.001), cardiogenic shock (AOR 24.45; 95% CI=16.85 – 35.47; p<0.001), left ventricular ejection fraction (LVEF) ≤ 40% (AOR 1.54; 95% CI=1.14 – 2.08; p=0.005), Hs Troponin ≥ 9 ng/dL (AOR 2.01; 95% CI=1.19 – 3.40; p=0.009), creatinine > 2 mg/dL (AOR 1.83; 95% CI=1.26 – 2.65; p=0.001), blood glucose (BG) ≥ 200 mg/dL (AOR 1.71; 95% CI=1.30 – 2.25; p<0.001), history of dyslipidemia (AOR 0.57; 95% CI=0.40 – 0.81; p=0.002), ticagrelor (AOR 0.63; 95% CI=0.41 – 0.99; p=0.043), statin (AOR 0.38; 95% CI=0.25 – 0.57; p<0.001), and revascularization (AOR 0.71; 95% CI=0.52 – 0.98; p=0.035).The results of the scoring assessment showed good discrimination values (AUC 0.886).
Read More
T-6883
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mega Hermawan; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji; Dwi Gayatri, Julianty Pradono
Abstrak: Penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab kematian utama penduduk dunia (30%). Untuk menghadapi masalah ini perlu diketahui distribusi penyakit kardiovaskuler terhadap faktor-faktor risikonya secara lebih spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyakit kardiovaskuler pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Tahun 2012. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medik RSJPD Harapan Kita menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 339 orang dianalisis secara univariat.
 
Hasil menunjukkan Ischemic Heart Diseases merupakan penyakit dengan proporsi terbesar yaitu 43,36%. Berdasarkan letak lesi, penyakit jantung memiliki proporsi terbesar yaitu 87,02%. Penyakit kardiovaskuler cenderung mengenai kelompok usia 51-60 tahun dengan proporsi 29,79%. Penyakit kardiovaskuler cenderung menyerang laki-laki dan orang dengan tingkat pendidikan menengah. Diketahui bahwa proporsi pasien hipertensi dan diabetes mellitus cenderung lebih besar di antara pasien penyakit pembuluh darah otak daripada pada pasien penyakit jantung ataupun pasien penyakit pembuluh darah perifer.
 

 
Cardiovascular disease is the most common death cause (30%) . To face the problem it’s necessary to know the distribution of cardiovascular disease specifically to its risk factors. This research aims to describe the cardiovascular disease among the hospitalized patients in Harapan Kita Cardiovascular Hospital in 2012. This research uses the secondary data from Harapan Kita Cardiovascular Disease medical record and also uses cross sectional design with 339 sample and analyzed in univariate.
 
The results show that among the cardiovascular diseases in inpatient unit in Harapan Kita Cardiovascular Hospital, Ischemic Heart Diseases is the diseases with the biggest proportion which is 43,36%. According to lesion location, heart disease has the biggest proportion which is 87,02%. Cardiovascular diseases tend to affect the 51-60 years old group of age by 29,79% among other age groups. Cardiovascular diseases tend to affect men and those who have middle educational level. The results also show that proportion of patients with hypertension and Diabetes Melitus tends to be bigger among cererovascular diseases patients than heart diseases patients or peripheral vascular diseases patients.
Read More
S-7904
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lies Dina Liastuti; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Mardiati Nadjib, Prastuti Soewondo, Fresley Hutapea Sundoro
Abstrak: Abstrak
Penelitian ini meneliti tentang selisih antara tagihan dengan klaim yang dibayar oleh para penjamin biaya kesehatan terhadap pelayanan kasus Infark Miokiard Akut di RSJPDHK serta selisih antara tagihan dengan klaim menggunakan tarif INA-CBG`s. Tujuan dari penelitian adalah untuk dapat memperoleh data karakteristik, mutu layanan dan permasalahan biaya dan pembayaran klaim terhadap RS oleh para penjamin/pembayar. Penelitian ini mendapatkan 5472 pasien Infark Miokard Akut selama periode 1 Januari 2009 sampai 31 Desember 2012 terdiri dari laki laki 81,5% dan perempuan 18,5%, rata-rata usia 56,3 tahun rentang usia yang lebar (21-97 th vs 26-96 th). Sebagian besar berasal dari DKI Jakarta (51%), Tingkat keparahan I 46%, Tingkat II 47,4%, dan Tingkat III 5,9%. Lebih dari separuh pasien (54,64%) mendapat tatalaksana intervensi PTCA atau bedah jantung (CABG), sedangkan 44,54% pasien dirawat tanpa tindakan intervensi non bedah maupun bedah. Penelitian mendapatkan 43,7% pasien dengan jaminan Askes, dan hanya 2,9 % dijamin dengan Jamkes yang dibayar dengan sistem INA-CBG`s. Lama rawat pasien rata rata 7,71±6,30 hari, 87,8, % keluar RS dengan status sembuh. Kesimpulan : Mutu layanan IMA di RSJPDHK tidak dibedakan berdasarkan jenis penjamin, dan adanya selisih antara tagihan RS dengan klaim yang dibayar oleh para penjamin berhubungan secara bermakna dengan kode diagnosis, jumlah tindakan sekunder, lama rawat dan tingkat keparahan penyakit. Penelitian mendapatkan nilai selisih dalam simulasi perhitungan antara tagihan terhadap klaim dengan sistem INA-CBG`s.
 

The Study examined the differences between the published rates and the CBG rates among patients with acute myocardial infarction (AMI) in National Cardiovascular Center (NCC) Harapan Kita. The purpose of this study is to examine whether there is quality and other differences among AMI patients paid by difference payers and payment levels. This study analyzed medical records of patients with AMI during the period of January 1, 2009 until December 31, 2012. The study found 5,472 patients with AMI consisting of 81.5% males and 18.5% females with the mean age of 56.3 years (range between 21-97 years vs. 26-96 years). Most of the patients were from Jakarta (51%). On severity levels, 46% patients were in severity level I, 47.7% severity level II, and 5.9% level III. More than half (54.6%) patients were treated with intervention (PTCA) or surgical procedures (CABG), while 44.4% patients were treated conventionally. We found that 43.7% of patients were covered by Askes, and only 2.9% were Medicaid (Jamkesmas) that were paid on DRGs. The average length of stays was 7.7 days and 87.8% were discharged in a good recovery. There was no difference in quality of treatment by difference payers or payment system although there was significant discrepancy in charges among difference payers. This differences in charges were associated differences in diagnoses, the number of secondary procedures, length of stays, and severity of the cases. It is concluded that the doctors provided the same quality of services among AMI patients, regardless of payers` status or charges.
Read More
B-1544
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andriyani Risma Sanggul; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Nurhayati Adnan, Daniel Tobing
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Andriyani Risma Sanggul Program Studi : Epidemiologi Judul Tesis : Faktor – Faktor yang Memengaruhi Risiko Mortalitas selama 3 Tahun pada Pasien Infark Miokard Akut dengan Elevasi Segmen ST/ ST - Segment Elevation Myocardial Infarction (STEMI) di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Tahun 2011 -2012 xxii+96 halaman, 28 tabel, 17 gambar, 5 lampiran Infark Miokard Akut dengan elevasi segmen ST/ ST-Segment Elevation Myocardial Infarction (STEMI) adalah bagian dari sindrom koroner akut yang berat dan menetap akibat oklusi total arteri koroner sehingga diperlukan tindakan revaskularisasi segera untuk mengembalikan aliran darah dan reperfusi miokard secepatnya. Tindakan revaskularisasi dilakukan dalam 12 jam onset serangan angina pektoris dan didapatkan elevasi segmen ST yang menetap atau ditemukan Left Bundle Branch Block (LBBB). Tatalaksana Intervensi Koroner Perkutan primer lebih disarankan dibandingkan fibrinolisis. Penelitian mengenai mortalitas selama 3 tahun pada pasien pasca STEMI dengan IKP primer belum pernah dilakukan di Indonesia sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan waktu pengamatan selama 3 tahun. Populasi studi adalah adalah semua pasien diagnosis STEMI dengan terapi IKP primer berusia ≥ 18 tahun dan keluar rawat hidup Tahun 2011-2012 di RSJPD Harapan Kita. Kriteria inklusi sampel adalah pasien didiagnosa STEMI dan keluar rawat dalam keadaan hidup 01 Januari 2011- 31 Desember 2012 dan Pasien STEMI yang berusia ≥ 18 tahun dengan total sampel sebanyak 466 orang. Data pasien diperoleh dari Jakarta Acute Coronary Syndromes (JACS) dan rekam medis. Analisis data dilakukan dengan Stata 12. Pada analisis multivariat dengan menggunakan uji cox regression time independent, didapatkan pasien STEMI dengan IKP primer yang tidak teratur kontrol memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan kontrol teratur ( Adj HR = 5,7 ; 2,447 – 13,477 ; p value = 0,0001). Pasien STEMI yang DM memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan tidak DM ( Adj HR = 2,66 ; 1,149 - 6,150; p value = 0,034). Pasien STEMI dengan kelas killip II memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan kelas killip I    (Adj HR = 2,31  ; 0,99 – 5,363 ; p value = 0,05). Model estimasi risiko hazard: H(1095h,t)=ho (1095h) exp [(0,91DM )+ (0,84 x Killip Admisi) + ( 1,75 x Kontrol)] . Keteraturan kontrol, diabetes mellitus dan kelas killip admisi memengaruhi risiko mortalitas pasien STEMI dengan IKP primer di RSJPD Harapan Kita. Kata kunci: STEMI, IKP Primer, Mortalitas 3 tahun x


ABSTRACT Name : Andriyani Risma Sanggul Study Program : Epidemiology Title : The Factors That Affect Risk of Mortality for 3 Years In ST-Segment Elevation Myocardial Infarction (STEMI) Post Primary Percutaneous Coronary Intervention in Heart and Vascular Hospital Harapan Kita 2011 - 2012 xxiii+96 pages, 28 tables, 17 pictures, 5 attachments ST -Segment Elevation Myocardial Infarction ( STEMI ) is a part of the heavy acute coronary syndromes and settled due to total occlusion of the coronary arteries that required immediate revascularization to restore blood flow and myocardial reperfusion as soon as possible . Revascularization performed within 12 hours of onset of angina pectoris and ST segment elevation obtained were settled or discovered Left Bundle Branch Block ( LBBB ) . Primary Percutaneous Coronary Intervention (PPCI) Procedures more advisable than fibrinolysis. The purpose of this study to determine the factors that affect the risk of 3 years mortality and resulted in a scoring system STEMI patients with primary IKP based on demographic and clinical patients at the Hospital Cardiovascular Harapan Kita . This study used a retrospective cohort design with observation time for 3 years . The study population was is all STEMI patients with a diagnosis of  PPCI  ≥ 18 years old and alive at discharge at 2011-2012 in RSJPD Harapan Kita . The inclusion criteria were patients diagnosed STEMI alive at discharge at January 2011 - December 2012 and STEMI patients ≥ 18 years old with a total sample of 466 people . Data obtained from the patient  Jakarta Acute Coronary Syndromes ( JACS ) and medical records . Data analysis was performed with Stata 12. In multivariate analysis using Cox regression test time independent , STEMI patients with PPCI who irregular control have a higher mortality risk than regular controls ( Adj HR = 5.3 ; 2.345 to 13.026 ; p value = 0.0001 ) . STEMI patients with DM have a higher mortality risk than not DM ( Adj HR = 2,66 ; 1,149 to 6,150 ; p value = 0,034 ) . STEMI patients with killip class II had a higher mortality risk than Killip class  I ( Adj HR = 2,31 ; 0,991 to 5,363 ; p value = 0,035 ) . Hazard risk estimation model : H(1095h,t)=ho (1095h) exp [(0,91DM )+ (0,84 x Killip Admisi) + ( 1,75 x Kontrol)] . Keywords:  STEMI, PPCI, 3 Years Mortality

Read More
T-4763
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lasmaria Sitorus; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Budhi Setianto, Bambang Budi Siswanto, Wahyono, Tri Yunis Miko, Nurhayati Adnan
T-2489
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nita Dwi Octavianie; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Besral, Yenni Risniati
S-7726
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Suherman; Pembimbing: Yovsyah
S-1991
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indo. (MKI), 39, No.7, Juli. 1989, hal. 381-386, ( Cat. ada di bendel 1987/1989 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indo. (MKI), 39, No.7, Juli. 1989, hal. 406-413, ( Cat. ada di bendel 1987/1989 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive