Ditemukan 35704 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Basuki Rachmat; Pembimbing: Nasrin Kodim
S-1609
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mochamad Rachmat; Pembimbing: Asri C. Adisasmita
S-860
Depok : FKM UI, 1995
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fatmah Afrianty Gobel; Pembimbing: Nasrin Kodim, Renti Mahkota; Penguji: Budi Setianto, Ratna Djuwita, Bambang Budi
T-2393
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Katharina Ranisah; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo
S-3072
Depok : FKM UI, 2003
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jamaludin; Pembimbing: Farida Mutiarawati Tri Agustina
S-2336
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Primades Atriyanto; Pembimbing: Syafri Guricci
S-1824
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Munifah; Pembimbing: Adang Bachtiar
S-1091
Depok : FKM UI, 1997
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fatmah A. Gobel, Renti Mahkota
KJKMN Vol.1, No.3
Depok : FKM UI, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ika Purwatika Soekardjo; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Amila Megraini, Purnawan Junadi, Yuli Prapanca Satar, Dumilah Ayunuingtyas
Abstrak:
Read More
Kepuasan pasien adalah kebutuhan, keinginan dan harapan yang dapat terpenuhi sesuai dengan apa yang dapat diberi oleh pemberi pelayanan kesehatan. Dikatakan puas apabila yang didapat dan dirasakan melebihi kebutuhan, keinginan serta harapan pasien. Kepuasan pasien juga merupakan salah satu indikator untuk mengukur mutu pelayanan dan dapat digunakan sebagai umpan balik bagi pihak manajemen pemberi pelayanan. Banyak hal yang mempengaruhi kepuasan pasien antara lain faktor sosiodemografi, pengalaman masa lalu, cerita dari teman dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari gambaran maupun tingkat kepuasan pasien rawat inap yang dihubungkan dengan faktor-faktor karakteristik pasien, kelas perawatan, jenis pelayanan di unit rawat inap sebuah rumah sakit. Penelitian dilakukan di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita Jakarta pada bulan September 2001. Cara pengambilan sampel dengan cara pusposive sample size. Populasi pada penelitian ini adalah pasien penunggu pasien rawat Inap yang akan pulang/keluar dari RSAB Harapan Kita. Terpilih sampel sebanyak 108 pasien/penunggu pasien rawat Inap. Jenis penelitian yang digunakan cross sectional. Analisis yang digunakan analisis Unvariat dan Bivariat dengan menggunakan uji Chi - square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menyatakan puas terhadap pelayanan di Unit Rawat Inap RSAB Harapan Kita adalah 75%, dan pasien yang menyatakan tidak puas terhadap pelayanan di Unit Rawat Inap RSAB Harapan Kita adalah 25%. Secara statistik dengan analisis uji Chi - square pada level of significant α 5% diperoleh variabel yang berhubungan secara bermakna dengan tingkat kepuasan pasien adalah faktor-faktor pendidikan, pekerjaan, pelayanan dokter, pelayanan perawat, pelayanan petugas front line, pelayanan petugas keuangan, fasilitas ruangan, tarif. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan secara bermakna dengan tingkat kepuasan pasien adalah faktor umur, cara bayar dan kelas perawatan.
The Factors which were related to Patient Satisfaction at Inpatient Department of "Harapan Kita" Children and Maternity Hospital, Jakarta, 2001Patient satisfactions are the need, demand and expectation of any patient which can be fulfilled by any health service provider. Patients were satisfied if they got and felt everything exceed their needs, demand and expectation everything exceed their needs, demand and expectation everything. Patient satisfaction is one of many indicators that measure health service quality and can be used to give feed back to health provider management. Patients satisfaction is depended by many factors, such as social demography factors, old time experiences, hear say stories and etc. The objective of this study is to find factors which might be related to patient satisfaction such as patient characteristic, inpatient room classification, inpatient services rendered. This study was conducted in "Harapan Kita" Children and Maternality Hospital Jakarta in September 2001. Sampling is done by purposive sample size. The population sample are all in patient who soon will discharge from hospital. There were 108 samples chosen for this study, the method used was the cross sectional approach: analyses used are univariate and bivariate, using the Chi - square Test. The patient distribution by satisfaction level showed that 81 patients (75%) are satisfied and 27 patients are less satisfied. The study revered that factors which related to Patient Satisfaction were education, occupation, doctor's services, nurse services, front line officers, treasury officers, room facilities, tariffs. The factors which were not related to patient satisfaction including: age, payment systems and room classification.
B-553
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Felicia Gunardi; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Mardiati Nadjib, Vetty Yulianty Permanasari, Budi Rahmat, Hananto Andriantoro
Abstrak:
Read More
Penyakit Jantung Bawaaan (PJB) Tetralogy of Fallot (TOF) merupakan PJB sianotik (biru) yang terbanyak. Tatalaksana definitif yang dilakukan adalah dengan operasi total koreksi sedini mungkin. Sebagian besar pembiayaan untuk perawatan operasi TOF menggunakan BPJS Kesehatan berdasarkan tarif INA-CBG. Tetapi karena terdapat selisih negatif antara tarif INA-CBG lama tahun 2016 dengan tagihan perawatan operasi TOF, banyak rumah sakit tidak mau melaksanakan operasi dan langsung merujuk ke RSJPD Harapan Kita yang merupakan pusat rujukan jantung nasional. Hal ini menyebabkan antrian operasi yang panjang dan berakhir kematian. Dengan adanya tarif INA-CBG terbaru tahun 2023 yang telah mengalami kenaikan, diperlukan penelitian apakah masih terdapat selisih negatif tersebut. Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tagihan perawatan operasi TOF lebih diperlukan karena biasanya kebijakan baru akan memakan waktu. Kepatuhan terhadap Clinical Pathway (CP) TOF Repair perlu dilakukan analisa juga. Penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional mengambil sampel pasien perawatan operasi total koreksi TOF tahun 2022 yang sesuai kriteria sejumlah 82 pasien. Hasil penelitian didapatkan karakteristik pasien yang dioperasi di RSJPD Harapan Kita sebagian besar masih usia ≥ 1 tahun, berjenis kelamin perempuan, status gizi normal, memiliki diagnosa sekunder dan tingkat keparahan PPK derajat I (ringan) serta tingkat keparahan INA-CBG derajat II (sedang). Karakteristik tindakan dengan median lama CPB 103,5 menit dan lama AoX 55 menit dan sebagian besar tidak ada komplikasi. Karakteristik pelayanan didapatkan kelas rawat III adalah yang terbanyak dengan median lama rawat post operasi 6 hari dan lama rawat total 8 hari, sebagian besar patuh terhadap lama rawat PPK (8 hari) dan lama rawat CP (6 hari). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tagihan perawatan operasi total koreksi TOF adalah komplikasi, kelas rawat dan lama rawat CP. Masih banyak hal yang belum sesuai dengan Clinical Pathway TOF Repair RSJPD Harapan Kita yaitu lama rawat, pemeriksaan penunjang laboratorium dan radiologi, pemakaian obat-obatan dan alkes serta BMHP. Masih terdapat selisih negatif dari nilai total tagihan perawatan pasien operasi total koreksi TOF tahun 2022 dibandingkan dengan nilai total tarif INA-CBG terbaru tahun 2023.
Tetralogy of Fallot (TOF) is the most common cyanotic (blue) Congenital Heart Disease. The definitive treatment is total corrective surgery as early as possible. Most of the financing for TOF surgery care uses BPJS Kesehatan based on the INA-CBG rate. However, because there is negative difference between the 2016 INA-CBG rate and the TOF surgery treatment bill, many hospitals do not want to carry out the operation and refer directly to the Harapan Kita Hospital which is the national heart referral center. This causes long operating queues and leads to death. With the latest 2023 INA-CBG rates which have increased, it is necessary to be analyzed whether there is still such a negative difference. Analysis of the factors related to TOF surgery treatment bills is more needed, because usually new policies will take time. Compliance with the TOF Repair Clinical Pathway (CP) need to be analyzed as well. This descriptive observational study with a cross-sectional approach took a sample of patients undergoing TOF corrective surgery at RSJPD Harapan Kita in 2022 who met the criteria for a total of 82 patients. The results showed that the characteristics of patients who were operated were mostly aged ≥ 1 year, female, normal nutritional status, had a secondary diagnosis and the severity of PPK degree I (mild) and the severity of INA-CBG degree II (moderate). Characteristics of the procedure with a median CPB duration of 103.5 minutes and AoX duration of 55 minutes and most of them had no complications. Characteristics of service was mostly obtained class III with a median postoperative length of stay of 6 days and a total length of stay of 8 days, most of them adhered to the length of stay for PPK (8 days) and the length of stay for CP (6 days). Factors related to total TOF correction surgery bills were complications, class of stay and length of stay for CP. There are still many things that are not in accordance with the Clinical Pathway TOF Repair RSJPD Harapan Kita such as the length of stay, laboratory and radiological investigations, use of drugs and medical devices as well as BMHP. There is still a negative difference in the total value of patient care bills for total TOF correction surgery in 2022 compared to the total value of the latest 2023 INA-CBG rates.
B-2393
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
