Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26686 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mince Randabunga; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf
S-483
Depok : FKM UI, 1989
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eli Djuliati; Pembimbing: Fahmi D. SSaifuddin
S-516
Depok : FKM UI, 1990
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Triyanti Permatasari; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Puput Oktamianti, Sophia, Muji Wilestanto
Abstrak: Latar belakang: Di masa pandemi COVID-19 saat ini pemakaian alat pelindung diri merupakan cara terbaik untuk meminimalkan resiko terinfeksi. Meskipun manfaatnya telah terbukti, kepatuhan penggunaan APD masih menemui kendala. Penelitian ini bertujuan mengetahui kepatuhan perawat dalam memakai APD di ruang rawat inap COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian potong lintang dengan instrumen penelitian berupa kuesioner dan formulir observasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 109 perawat yang bertugas di ruangan P. Selayar, P. Pagai, P. Tarempa, P. Sangeang, P. Numfor, P. Sibatik. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui link Google Form dan formulir ceklis observasi yang berpedoman pada SPO yang berlaku. Analisis bivariat menggunakan uji T-independen dan uji korelasi . Untuk analisis multivariat variabel penelitian yang berupa ordinal dan interval akan diuji menggunakan Regresi Linear Multivariabel . Hasil dan Kesimpulan: Kepatuhan perawat dalam memakai APD masih perlu ditingkatkan pada kegiatan hand-hygiene. Pengetahuan baik dan sikap yang positif ditunjukkan oleh sebagian besar perawat di ruang rawat inap COVID-19. Saran: Meningkatkan pemahaman perawat mengenai pentingnya melakukan HH diantara kegiatan saat melepas APD. Meningkatkan pelatihan/sosialisasi melalui media digital seperti pembuatan video pengajaran . Menjamin ketersediaan APD untuk semua ukuran. Mengoptimalkan peran IPCLN di ruangan
Background: During the current COVID-19 pandemic, the use of personal protective equipment is the best way to minimize infection risk. Although the benefits have been proven, compliance with the use of PPE still encounters obstacles. The aims of this study is to determine the compliance of nurses in wearing PPE in the COVID-19 inpatient room. Method: This research is a quantitative research with a cross-sectional design with research instruments are questionnaires and observation forms. There are109 nurse where selected based on the total sample who served in P. Selayar, P. Pagai, P. Tarempa, P. Sangeang, P. Numfor, P. Sibatik wards. Data were collected using a questionnaire share via a Google Form link and observation checklist form that is guided by the applicable SOP. Bivariate analysis used Independent T-test and Correlation test. Multivariate analysis of research variables in the form of ordinal and interval tested using Multivariable Linear Regression. by the Data analysis using Linear Regression test. Results and Conclusions: Nurses' compliance in wearing PPE needs to be improved in hand-hygiene activities. Good knowledge and positive attitudes are shown by most of the nurses in the COVID-19 inpatient room. Recomendation: Raise nurses' awareness of HH performance between activities when doffing PPE. Develop training/socialization through digital media such as making teaching videos. Provide availability of PPE for all size. Optimizing the role of IPCLN in the ward.
Read More
B-2210
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Suciningati; Pembimbing: Sutanto; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Dadan Erwandi
S-4901
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Inlaurizen; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Sutanto, Dadan Erwandi
S-4914
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laelasari; Pembimbing: Setyowati
B-322
Depok : FKM UI, 1998
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asriyanti Bandaso; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Adang Bachtiar, Hanny Susilo; Sophia
Abstrak: Rumah sakit merupakan sarana kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan. Selain membawa dampak positif, rumah sakit juga membawa dampak negatif yaitu adanya limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit, yang jika tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Pada Maret 2020 terjadi bencana non-alam pandemi Covid-19 di Indonesia yang menyebabkan produksi limbah medis padat di rumah sakit meningkat secara signifikan sehingga membutuhkan juga peningkatan kapasitas pengelolaannya dari segi kuantitas dan kualitasnya. Rumkital Dr. Mintohardjo sebagai salah satu rumah sakit rujukan covid-19 telah melaksanakan pengelolaan limbah meski dirasa belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) padat melalui pendekatan sistem di Rumkital Dr. Mintohardjo. Jenis penelitian ini adalah observasional, yaitu menggambarkan sistem pengelolaan limbah B3 padat mulai dari input, proses, dan output untuk mengetahui permasalahan yang ada dalam sistem pengelolaan limbah B3 padat di Rumkital Dr. Mintohardjo. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara mendalam dan observasi langsung, sedangkan data sekunder diperoleh dari telaah dokumen yang ada. Masalah yang ada pada tahap input adalah kurangnya petugas di bagian kesehatan lingkungan sedangkan pada tahap proses masalahnya berada pada prosedur pelaksanaan pengelolaan limbah B3 padat yang masih belum optimal (belum sesuai dengan standar yang ditetapkan)dan kapasitas mesin incinerator yang tidak sebanding dengan jumlah timbulan limbah B3 padat. Pada tahap output, diharapkan seluruh timbulan timbulan limbah B3 padat dapat terkelola dengan baik. Oleh karena terdapat masalah dalam pengelolaan limbah B3 padat sehingga perlu adanya peningkatan manajemen pengelolaan limbah B3 padat dan adanya evaluasi pengelolaan secara reguler agar tercipta lingkungan rumah sakit yang sehat
Hospital is a health facility that organizes health service activities. Apart from having a positive impact, hospitals also have a negative impact, namely the presence of waste generated from hospital activities, which if not handled properly will have an impact on public health and the environment. In March 2020 there was a non-natural disaster from the Covid-19 pandemic in Indonesia which caused the production of solid medical waste in hospitals to increase significantly, thus requiring an increase in its management capacity in terms of quantity and quality. Dr. Rumkital Mintohardjo as one of the covid19 referral hospitals has implemented waste management even though it is not optimal. This study aims to analyze the management of solid hazardous and toxic (B3) waste through a systems approach at Dr. Rumkital. Mintohardjo. This type of research is observational, which describes the B3 solid waste management system starting from the input, process, and output to find out the problems that exist in the hazardous solid waste management system at Dr. Rumkital. Mintohardjo. The types of data used are primary data and secondary data. Primary data were obtained from in-depth interviews and direct observations, while secondary data were obtained from reviewing existing documents. The problem at the input stage is the lack of officers in the environmental health department, while at the process stage the problem lies in the implementation procedure for B3 solid waste management which is still not optimal (not in accordance with the established standards) and the capacity of the incinerator machine which is not proportional to the amount of B3 waste generation. solid. At the output stage, it is expected that all solid hazardous waste generation will be managed properly. Because there are problems in the management of B3 solid waste, it is necessary to improve the management of B3 solid waste and regular management evaluations in order to create a healthy hospital environment
Read More
B-2190
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.42, No.1, Jan. 1992, hal. 37-42
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hanny Susilo Wardani; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Sandi Iljanto, : Purnawan Junadi, Muji Rahayu, Rahayu Susilowati
Abstrak: Tesis ini membahas penyusunan rencana strategis pengembangan pusat sterilisasi di Rumkital Dr.Mintohardjo, yang dapat dijadikan pedoman dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan pengembangan pusat sterilisasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil data sekunder dan data primer dengan cara wawancara mendalam dan melakukan Consensus Decision Making Group untuk merumuskan rencana strategis dengan memakai analisa SWOT. Pada tahap matching ,hasil analisis matriks IE didapatkan posisi pusat sterilisasi terdapat pada sel II yaitu grow and build, sedang pada analisis matriks TOWS terdapat pada quadrant future. Pada tahap decision, dengan menggunakan matriks QSPM didapatkan product development menjadi prioritas utama dalam strategi yang ditawarkan. Hasil penelitian menyarankan rencana strategis ini dapat digunakan sebagai panduan dalam pengembangan pusat sterilisasi di Rumkital Dr.Mintohardjo. Kata kunci : perencanaan, pengembangan, pusat sterilisasi, Rumkital Dr.Mintohardjo This study focuses on strategic planning for the development of a sterilization center in Rumkital Dr.Mintohardjo, which can be used as a guidance in planning and implementing the development of sterilization center. This research is a qualitative research by taking secondary data and primary data by doing in depth interview and doing Consensus Decision Making Group to formulate strategic planning by using SWOT analysis. In matching stage, IE matrix analysis obtained position of sterilization center in in cell II that grow and build,while in TOWS matrix in quadrant future. In the decision stage, using QSPM matrix product development is a top priority in the strategy offered. The results of this reseach suggest that strategic planning can be used as a guidance in the development of a sterilization center in Rumkital Dr.Mintohardjo. Keywords: planning, development, sterilization center, Rumkital dr.Mintohardjo
Read More
B-1948
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Arlem; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Peter Albert W. Pattinama, Mintoro Sumego
Abstrak:
Dalam memberikan pelayanan kesehatan, tenaga keperawatan adalah personil rumah sakit yang paling sering dan paling banyak menghabiskan waktunya untuk kontak dengan pasicn sehingga sangat berperan dalam mutu pelayanan rumah sakit secara keseluruhan. Di RUSPAU Esnawan Antariksa, tenaga keperawatan selain melakukan asuhan keperawatan, juga rnelakukan aktivitas Iain diluar asuhan keperawazan seperti menghitung administrasi keuangan pasien. Selain itu, pada setiap ruang rawat inap RUSPAU Esnawan Antariksa, ditempatkan tenaga Susnal. Beban kenja perawat merupakan salah satu faktor yang menentukan performan kerja perawat. Beban kemja perawat dipengaruhi oleh jumlah pasien, jumlah perawat, klasifdcasi pasien, mctode pemberian asuhan keperawatan yang diterapkan, kelompok hari bermgas tenaga keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi beban kexja tenaga keperawatan di ruang rawat inap Garuda dan Merpati RUSPAU Esnawan Antariksa. Penelitian ini hersifat kualitatii Beban kexja perawat dihitung dengan mempcrgunakan metode work sampling dan daily log, yang dihitxmg pada hari kelja maupun hari libur. Data primer diperoleh dcngan mengadakan pengamatan selama 7 (tujuh) hari berturut-turut yaitu Senin sampai Minggu dengan mcmpergunakan lime list yang diisi dengan aktivitas tcnaga perawat selama 24 jam terus-menerus pada jam kcrja pagi, sore, dan malam. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas keperawatan di ruang rawat inap Garuda, yang mempergunakan metode pemberian asuhan keperawatan MPKP, benumt-turut mulai dari yang paling banyak tenaga keperawatan lakukan adalah aktivitas keperawatan tidak langsung, aktivitas keperawatan langsung, dan aktivitas non kepemwatan, baik pada hari kerja maupun pada hari libur. Sedangkan aktivitas keperawatan di ruang rawat inap Merpati, yang mempergunakan metode pembcrian asuhan keperawatan iimgsional, pada hari kexja berturut-tumt mulai dari yang paling banyak tenaga kcpcrawatan lakukan adalah aktivitas non keperawatan, aktivitas keperawatan tidak langsung, lalu aktivitas keperawatan langsung. Dan pada hari libur adalah aktivitas keperawatan langsung, aktivitas non keperawatan, dan aktivitas keperawatan tidak langsung. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pemberian asuhan keperawatan MPKP Iebih baik daripada metode fimgsional. Pada kcdua ruang rawat inap, rata-rata waktu yang dipergunakan untuk administrasi keuangan pasien tidak menyita waktu dari tenaga keperawatan, tetapi dapat menyebahkan tenaga keperawatan tidak maksimal dalam membcrikan asuhan keperawatan yang dibutuhkan pasien. Berdasarkan wawancara mendalam, tenaga susnal terkadang juga melakukan alctivitas keperawatan yang selain dapat merugikan pasien, dapat pula merugikan RUSPAU Esnawan Antariksa apabila terjadi tuntutan karcna tidak mempunyai legal aspek. Pada penelitian ini disarankan agar metode pemberian asuhan keperawatan MPKP dapat diterapknn di seluruh ruang rawat inap di RUSPAU Esnawan Antariksa, sebailcnya pihak Rumah Sakit tidak melakukan penerimaan tenaga Susnal, dan meningkatlcan pcndidikan tenaga lceperawatan dari SPK menjadi D3 Keperawatan, untuk administrasi keuangan pasien sebaiknya di sediakan lmit khusus.

In giving health services, nursing staff are no doubt the hospital personnel who mainly and most frequently spend time to make contact with the patients, thus they play an important role in shaping the image of hospital services in general. At RUSPAU, the nursing stalf, beside using their skill as a nurse, they also work in area which is they have not been teached it before, such as in calculated patient?s finance. Beside that, in cvcry ruan g ruang rawat inap in RUSPAU, they put Susnal in this location. The workload of the nursing sta5` is one of the factors that determine their performance, and the workload is influenced by the number of patients, the number of muses and the methods applied in supervision of nursing services. The objective of this research is to gain information on the workload and the number of nursing staff needed in Garuda and Merpati inpatient chambers in Dr. Esnawan Antariksa Air Force Central Hospital. The research used qualitative approach. The workload of the nurses was examined by using work sampling and daily log method and was examined both on workdays and holidays. The primary data was taken by conducting observation on 7 consecutive days, i.e. from Monday to Sunday, by using the forms that were filled with nursing staff?s activities for the whole 24 hours during work hours in the morning, aitemoon, and evening. The study revealed that the direct nursing activities in Garuda, that using pemberian asuhan keperawatan MPKP, in continuing basis, starting with the nursing staE` mostly doing it such as indirect nursing activity, direct nursing activity, and non nursing activity, either in working day or holiday. Furthennore, nursing avtivities in wang gawat inap Mei-pati, which is using pemberian asuhan keperawatan tiingsional, at continuing working day, starting from mostly nursing have been done, such as non nursing activity, indirect nursing activity, and then direct nursing activity. And in holiday, applied direct nursing activity, non nursing activity and indirect nursing activity. So, it can be concluded that pembcrian asuhan keperawatan MPKP much better compare to fimgsional methode. In every ruang rawat inap, time for patient?s financing is not take more time fiom the real nursing activity itseltl but it can make nursing skill itself not maximum applied to the patients. Based on detail interview, tenaga susnal sometimes merugikan patients that impact to RUSPAU also, if sue happened cause there is no litigimate aspect. In this penelitian suggessted for metode pemberian asuhan keperawatan MKPK applied to all ruang rawat inap in RUSPAU. Sebaiknya, the Hospital itself not accept tenaga susnal,and to increase nursing education iiorn SPK through D3 Kepeiawatan. For patient?s finance administration should be handled by dedicated unit.
Read More
B-1020
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive