Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32035 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rikawarastuti; Pembimbing: Rita Damayanti
S-2040
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bul. Pen. Sis. Kes. (Bulitsiskes), Vol.9, No.3, Juli. 2006: hal. 156-163, (cat. ada di bendel 2006-2007
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
tim peneliti, Zuhairi Misrawi ... [et al]
613.95 FUN f (RS)
Jakarta : Mitra Inti; Ford Foundation, 2007
Reserved (pinjaman 1 hari)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amaliyah Nurmely Rahmah Saragih; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dien Anshari, Martya Rahmaniati Makful, Melyana, Zhafira Aqyla
Abstrak:
Literasi kesehatan reproduksi merupakan kemampuan dalam mengakses, memahami, menilai, dan menggunakan informasi kesehatan reproduksi secara tepat untuk mendukung pengambilan keputusan yang sehat dan bertanggung jawab. Di era digital, media sosial menjadi salah satu sumber informasi, termasuk terkait isu kesehatan reproduksi. Instagram @taulebih.id merupakan inisiatif edukasi yang dirancang untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran aktivitas penggunaan Instagram dan self-efficacy terhadap literasi kesehatan reproduksi remaja. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 255 remaja perempuan berusia 18–24 tahun yang merupakan pengikut akun @taulebih.id. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang mengadaptasi instrumen Social Media Activity Questionnaire (SMAQ), Generalized Self-Efficacy Scale (GSES), dan kuesioner literasi kesehatan reproduksi yang telah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas penggunaan Instagram berhubungan dengan literasi kesehatan reproduksi (p = 0,001). Self-efficacy juga memiliki hubungan dengan literasi kesehatan reproduksi (p = 0,001). Responden dengan aktivitas penggunaan Instagram dan self-efficacy tinggi cenderung memiliki skor literasi kesehatan reproduksi yang lebih tinggi. Self-efficacy ditemukan sebagai faktor yang memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan aktivitas penggunaan Instagram. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi peningkatan literasi kesehatan reproduksi perlu mengintegrasikan penguatan self-efficacy remaja dan optimalisasi penggunaan media sosial melalui partisipasi aktif, konten yang relevan, serta pendekatan interaktif. Strategi kolaboratif lintas sektor diperlukan untuk menciptakan ekosistem edukasi kesehatan reproduksi digital yang efektif, aman, dan berkelanjutan guna mendukung remaja dalam mengambil keputusan kesehatan reproduksi yang tepat dan bertanggung jawab.


Reproductive health literacy refers to the ability to access, understand, evaluate, and apply reproductive health information appropriately to support healthy and responsible decision-making. In the digital era, social media has become a major source of information, including on reproductive health issues. Instagram @taulebih.id is an educational initiative designed to improve reproductive health literacy among adolescents. This study aimed to analyze the role of Instagram use activity and self-efficacy on adolescents’ reproductive health literacy. A cross-sectional design was employed with a sample of 255 female adolescents aged 18–24 years who were followers of @taulebih.id. Data were collected through an online questionnaire adapting the Social Media Activity Questionnaire (SMAQ), the Generalized Self-Efficacy Scale (GSES), and a validated reproductive health literacy questionnaire. The results showed that Instagram use activity was significantly associated with reproductive health literacy (p = 0.001). Self-efficacy was also significantly associated with reproductive health literacy (p = 0.001). Respondents with higher Instagram use activity and greater self-efficacy tended to have higher reproductive health literacy scores. Self-efficacy was found to have a stronger influence compared to Instagram use activity. These findings indicate that interventions to improve reproductive health literacy need to integrate the strengthening of adolescents’ self-efficacy and the optimization of social media use through active participation, relevant content, and interactive approaches. Cross-sectoral collaborative strategies are required to develop an effective, safe, and sustainable digital reproductive health education ecosystem that supports adolescents in making appropriate and responsible reproductive health decisions.
Read More
T-7404
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita Andriyani; Pembimbing: Rita Damayanti, Evi Martha; Penguji: Zulazmi Mamdy, Mohamad Nasir, Enny Zuliatie
Abstrak: Kekerasan seksual yang terjadi pada anak jalanan perempuan mentpakan permasalahan serius yang mempengaruhi kesehatan fisik, emosi. dan seksual. Bentuk kekerasan seksual yang dialami anak jalanan perempuan adalah diraba payudaranya) masturbasi pelaku exhibitionism, dan diperkosa. Penelitian ini bertujuan mengetahui fenomena kekerasan seksual yang terjadi pada de!apan ana.k jalanan perempuan di delapan kantong anak jalanan di Jakarta Timur dan dampaknya terbadap kesehatan reproduksi dengan menggunakan desain penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan children of street memiliki risiko mengalami kekerasan seksual lebib tinggi dihandingkan children on street. Dampak terhadap kesebatan reproduksi yang dialami adalah infeksi menular seksual, kehamilan yang tidak diinginkan, dan aborsi yang tidak aman.

Sexual abuse of female street children is serious problem !hat affects the physical, emotional, and sexual health of the person !hat lives with it Sexual abuse of female street children are breast touching, masturbation of perpetrators, exhibitionism, and sexual intercourse. Tills research is aimed to figure out the sexual abuse of eight female street children at eight places of street children in East Jakarta and the impact of their reproductive health. Eight female street children are interviewed using purposive sampling and snowballing technique. Research result brings to a conclusion that children of street have risk more bigger than children on street. The impacts of sexual abuse of female street children are unwanted pregnancies, unsafe abortion and sexual transmitted infections.
Read More
T-3088
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Setiawaty; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Nur Syafitri, Setyani
T-3325
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eny Kusmiran
618.2 KUS k
Jakarta : Salemba Medika, 2014
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kabar Kesmas (IKM), Vol.1, No.3, Sept. 2001, hal. 37-41, ( cat. ada di bendel 2001/ 2004 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firda Alfianti; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Muhammad Olik Abdul Holik
Abstrak:
Latar Belakang : Air merupakan salah satu sumber daya yang menjadi kebutuhan dasar manusia untuk bertahan hidup. Air berhubungan erat dengan kesehatan manusia, sehingga kualitas air perlu mendapatkan perhatian khusus. Salah satu parameter yang mejadi indikator kualitas air minum adalah parameter mikrobiologi yaitu bakteri Escherichia coli dan Coliform. Kedua bakteri tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti diare, kolera dan disentri. Universitas Indonesia merupakan salah satu Universitas terbaik di Indonesia telah berupaya menyediakan air minum melalui pemurni air untuk warga Universitas Indonesia. Tujuan : Menganalisis perbandingan kualitas mikrobiologi pada air sebelum filtrasi dan sesudah filtrasi di Universitas Indonesia. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain studi eksperimental yang dilakukan pada air sebelum dan sesudah filtrasi di 8 Fakultas Universitas Indonesia. Hasil : Hasil uji beda dua mean menunjukan bahwa bakteri Coliform (p = 0,028) terdapat perbedaan dan bakteri Escherichia coli (p = 1,000) tidak terdapat perbedaan kualitas pada air sebelum dan sesudah filtrasi. Kesimpulan : Terdapat perbedaan kandungan Coliform pada air sebelum dan sesudah filtrasi. Tidak terdapat perbedaan kandungan Escherichia coli pada air sebelum dan sesudah filtrasi.

Background: Water is one of the resources that is a basic human need for survival. Water is closely related to human health, so water quality needs special attention. One of the parameters that serve as an indicator of drinking water quality is the microbiological parameter, the bacteria Escherichia coli and Coliform. Both bacteria can cause health problems such as Diarrhoea, Cholera and Dysentery. Universitas Indonesia, one of the best universities in Indonesia, has endeavoured to provide drinking water through a water purifier for the citizens of Universitas Indonesia. Objective: Analyse the comparison of microbiological quality in pre-filtration and post-filtration water at Universitas Indonesia. Methods: This research is an analytical study with a quantitative approach and experimental study design conducted on water before and after filtration in 8 faculties of the University of Indonesia. Results: The results of the two-mean t-test showed that Coliform bacteria (p = 0.028) had a difference and Escherichia coli bacteria (p = 1.000) had no difference in quality before and after filtration. Conclusion: There is a difference in the coliform content of the water before and after filtration. There is no difference in Escherichia coli content in water before and after filtration.
Read More
S-11257
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive