Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29087 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rosamira; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri
S-1434
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aris Sanyoto; Pembimbing: Roosdilan Kurdi
S-1416
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Supriatna; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf
M-1108
Depok : FKM UI, 2002
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sumedi; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Hendra, Farida Tusafariah, Sri Budi Utami
Abstrak:

ABSTRAK Salah satu pemanfaatan sumber radiasi pengion bidang Industri di Indonesia adalah untuk pengujian suatu materi / obyek dengan cara uji tak rusak (Non Destructive Test / NDT). Pengujian tersebut dengan cara radiografi, hasil bayangan tergambar dalam sebuah film radiografi yang dapat dianalisis untuk mengetahui mutu/kualitas dari obyek. Pada umumnya sumber radiasi pengion yang dapat dimanfaatkan untuk radiografi adalah sinar-X dan gamma yang dipancarkan dari isotop Selenium 75 (Se75), Iridium 192  (Ir-192),  dan Cobalt 60 (Co-60) tergantung dari tebal dan obyek yang akan diuji. Dari data perizinan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) yang paling banyak dimanfaatkan untuk keperluan radiografi adalah sumber radiasi Ir-192 yang tersebar di wilayah Indonesia. Pemanfaatan sumber radiasi pengion tidak terlepas dari risiko bahaya radiasi baik secara eksterna ataupun interna bagi pekerja radiasi, masyarakat dan lingkungan hidup apabila terjadi keadaan darurat atau kecelakaan radiasi. Besar kecilnya dampak yang ditimbulkan dari kondisi keadaan darurat radiasi tergantung pada persiapan dan perencanaan perusahaan yang memanfaatkan sumber radiasi untuk menghadapi keadaan darurat tersebut. Badan Pengawas Tenaga Nuklir sebagai instansi yang berwenang dalam hal pengawasan pemanfaatan sumber radiasi di Indonesia melaksanakan pengawasan melalui peraturan, perizinan dan inspeksi telah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 33 tahun 2007 tentang Keselamatan Radiasi Pengion Dan Keamanan Sumber Radioaktif. Tujuan dari PP ini adalah untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja, anggota masyarakat serta perlindungan terhadap lingkungan hidup. Perusahaan / instansi dalam hal ini perusahaan radiografi yang telah lama memanfaatkan sumber radiasi nuklir untuk kegiatan pekerjaannya jika tidak mengikuti prosedur, baik pemeliharaan maupun pelaksanaan kerja berpotensi menimbulkan paparan potensial yang mengarah pada paparan darurat. Untuk itu perlu adanya prosedur Perencanaan Penanggulangan Keadaan Darurat Radiasi untuk menanggulangi keadaan tersebut agar paparan radiasi yang diterima pekerja, masyakarat dan lingkungan tidak melebihi Nilai Batas Dosis yang diizinkan dan mengurangi efek bahaya radiasi bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prosedur penanggulangan keadaan darurat radiografi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam penanggulangan keadaan darurat bahaya radiasi. Penelitian dilakukan secara analisis kualititatif terhadap data yang dikumpulkan melalui observasi dokumen pada lembaga pengawas (Bapeten) dan perusahaan radiografi. Hasil penelitian diperoleh perlunya dibuat Perencanaan Penanggulangan Keadaan Darurat Radiasi pada perusahaan radiografi dengan mengacu pada pedoman yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir  dan disesuaikan dengan sumber radiasi yang dimanfaatkan. Bapeten sebagai lembaga pengawas perlu meningkatkan sistem pelayanan perizinan dan inspeksi yang secara tidak langsung dapat mengurangi potensi bahaya radiasi jika terjadi keadaan darurat radiasi. Daftar bacaan : 21 ( 1990 – 2008)


ABSTRACT One of ionizing radiation source usage at industrial filed in Indonesia is to testing of a material or object with Non Destructive Test (NDT). The testing is by radiography, the material image result is printed in a radiography film which analyzable to known the quality of the object. Generally ionizing radiation source which able to used for radiography are X-ray and gamma which come from Selenium isotope (Se-75), Iridium 192  (Ir-192), and Cobalt 60 (Co-60) depend on the thickness and object that tested. Based on data from Nuclear Energy Regulatory Agency (BAPETEN) which mostly used for radiography needs is Ir-192 radiation source that spread at Indonesian territory. The usage of ionizing radiation source unavoidable from risk of radiation hazards either external or internal to the radiation worker, society and living environment when emergency or radiation accident happen. The magnitude of effect that emerge from the radiation emergency condition are depend on the company planning and preparedness which using radiation source to meet the emergency condition. The Nuclear Energy Regulatory Agency as party which have authority in supervision and utilizing of radiation source in Indonesia, conduct the supervision through regulation, licensing and inspection by publish Government Regulatory No.33 year 2007 about Ionizing Safety Radiation and Radioactive Source Security. Objective of the regulation is to guarantee the occupational health and safety, member of society and protection towards living environment. The radiography company which has been used nuclear radiation resource for its activity, if they do not comply with the procedure either the maintenance or work implementation, it has potential to appear some potential exposure which directed to emergency exposure. Therefore, the planning of radiation emergency response procedure is needed to cope with the condition, in order that radiation exposure which accepted by the worker, society and living environment are not exceeded the permissible threshold limit and decreasing radiation hazard effect on health. This research objective is to develop radiography emergency response procedure that appropriate with the regulation in emergency response hazards radiation handling. In this research qualitative analysis is conduct towards collected data. The data collected trough document observation at supervision institution (BAPETEN) and radiography companies. The research result concludes that Radiation Emergency Response Preparedness Planning at radiography company, needs to create refer to the guidelines that published by Nuclear Energy Regulatory Agency and to be appropriate with used radiation source.  Nuclear Energy Regulatory Agency as supervisory institution needs to increase the inspection and licensing services system which indirectly decrease the radiation hazards potential if any radiation emergency happen. Reference : 21 ( 1990 – 2008)

Read More
T-2993
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anwar Basuki; Pembimbing: Widjaja, Meily
M-1372
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Mardhiah; Pembimbing: Suharnyoto Martomulyono
S-1567
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pongki Dwi Aryanto; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Zulkifli Djunaedi, Dadan Erwandi, Sjafruddin
Abstrak:

Tesis ini membahas bahaya radiasi gamma dan tingkat radioaktifitas  alpha, beta di udara laboratorium Instalasi Radiometalurgi, dosis radiasi seluruh tubuh pekerja radiasi pada tahun 2001-2010, keluhan subjektif gangguan kesehatan pekerja akibat aktifitas pekerjaan, keluhan subjektif gangguan kesehatan pekerja yang terkait gejala awal kanker dan  riwayat  kanker pekerja radiasi. Penelitian ini adalah penelitian cross sectional dengan desain deskriptif. Diketahui paparan tertinggi radiasi gamma adalah 68,1 µSv/jam, tingkat radioaktifitas tertinggi alpha 3 7,299 Bq/m , beta sebesar 217,475 Bq/m 3 . Tingkat radioaktifitas di udara zona II laboratorium melebihi  ketentuan yang dipersyaratkan dalam laporan analisa keselamatan instalasi. Akumulasi dosis tertinggi adalah 3,9 mSv, dibawah nilai batas dosis. Pekerja radiasi tidak memiliki gejala awal terkait kanker yang harus segera ditindak lanjut. Ada pekerja radiasi yang pernah menderita kanker payudara dan pekerja radiasi yang pernah melakukan operasi benjolan di punggung. Belum dapat disimpulkan hubungan  dosis radiasi dengan kanker pada pekerja. Tidak ada hubungan antara lokasi kerja dengan dosis radiasi pekerja. Saran dari penelitian adalah perlu dilakukan optimalisasi enginering conrol dan administrative control dalam pengendalian radiasi di instalasi. Diperlukan pengadaan alpha beta constinous aerosol monitor. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut melibatkan variabel yang belum tercakup dan jangka waktu data lebih lama. Kata kunci : Radiasi, Radioaktifitas, Keluhan Kesehatan


 This thesis describe gamma radiation hazard and airborne radioactivity level of alpha , beta in Radiometalurgy Installation, whole body radiation dose of radiation workers in 2001-2010, subjective health complaints of workers due to work activities, subjective health complaint of workers due to work activities, subjective health complaints of workers related early symptoms of cancer anc history of cancer among radiation workers. This study is a cross-sectional study with descriptive design.This research found that the highest exposure to gamma radiation was 68.1 μSv/hour, the highest levels of alpha radioactivity was 7.299 Bq/m3, the highest levels of beta radioactivity was 217.475 Bq/m 3 . Levels of  air radioactivity in the zone II  laboratory exceeds the provisions required. the highest of dose accumulation was 3.9 mSv which is under the limit dose. Radiation workers do not have early symptoms of cancer-related information that must be tackled immediately. There are radiation workers who had suffered breast cancer and radiation workers who had surgery lump in the back. Not to be inferred relationship of radiation  dose to cancer in workers. There was no relationship between work sites with worker radiation doses. Advice from research is necessary to optimize enginering Conrol and administrative control in the control of radiation at the installation. Necessary procurement alpha beta continous aerosol monitor. Need to do more research involving  more variable that has not been covered and the data for longer durations. Key Words: Radiation, Radioactivity, Health complaints

Read More
T-3408
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Utami Iriani; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto
S-1826
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Husnul Fitri; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Z. Syaaf, Arie Budianti
S-8592
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mohamad Winardi; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto
S-876
Depok : FKM UI, 1995
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive