Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41121 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rahma Juanita Usmania Anam; Pembimbing: Sabarinah; Penguji: Rico Kurniawan, Lina Widyastuti
Abstrak:
Sistem Informasi Keluarga (SIGA) sebagai sumber data rutin BKKBN untuk mendukung pelaksanaan dan evaluasi program pelayanan KB telah memperoleh penilaian cakupan kualitas data yang baik (86,9), serta mendapat penghargaan Anindhita Wistara Data dari BPS. Namun, beberapa penelitian kualitatif menunjukkan masih adanya kendala dalam pengelolaan SIGA. Perbedaan persentase penggunaan kontrasepsi modern juga ditemukan antara sumber data SIGA dan SKI 2023 yang menunjukkan kemungkinan adanya permasalahan kualitas data. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas data rutin SIGA BKKBN pada bulan Januari-Desember tahun 2023 dengan penilaian secara kuantitatif menggunakan metode Penilaian Kualitas Data Rutin (PKDR). Unit analisis dari penelitian ini adalah kabupaten/kota pada Provinsi NTB, Jawa Barat, dan Papua. Hasil penelitian menunjukkan dimensi kelengkapan, akurasi, konsistensi internal, dan konsistensi eksternal di ketiga provinsi sudah baik. Namun, masih ditemukan kendala dalam dimensi ketepatan waktu, dimana ketiga provinsi menunjukkan ketepatan waktu yang kurang baik. Secara keseluruhan sudah menunjukkan hasil yang cukup baik, tetapi masih terdapat beberapa bagian yang perlu diperbaiki agar kualitas data yang dihasilkan semakin baik.

The Family Information System (SIGA) as BKKBN’s routine data sources to support the implementation and evaluation of the family planning service program, has achieved a good data quality score (86,9), and receive the Anindhita Wistara Data award from BPS. However, several qualitative studies show that there are still obstacle in management of SIGA. A difference in the percentage of modern contraceptive use was also found between SIGA dataset and Indonesia Health Survey 2023, which indicates a possible data quality problem. This study aims to determine the quality of BKKBN’s routine data SIGA from January to December 2023 through a quantitative assessment using the Routine Data Quality Assessment (RDQA) method. The unit analysis in this study is the district/cities in the provinces of NTB, West Java, and Papua. The results show that the dimensions of completeness, accuracy, internal consistency, and external consistency in the three provinces are good. However, the timeliness dimension showed poor timeliness in all three provinces. Overall, the results are quite good, but there are still some parts that need improvement so that the data quality can be even better.
Read More
S-12337
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rendi Syarif Hidayatulloh; Pembimbing: Wahyu Septiono; Penguji: Popy Yuniar, Istiqomatul Fajriyah Yuliati
Abstrak:
Latar Belakang: Kehamilan tidak diinginkan (KTD) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang masih dihadapi di dunia. Di Indonesia, prevalensi KTD pada wanita kawin usia 15–49 tahun pada tahun 2023, 2024, dan 2025 mengalami peningkatan setiap tahunnya. konflik domestik merupakan salah satu faktor penyebab dari KTD. Di Indonesia, jumlah kasus konflik domestik pada wanita masih banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan konflik domestik dengan KTD pada wanita kawin usia 15–49 tahun di Indonesia tahun 2023, 2024, dan 2025. Metode: penelitian ini menggunakan data sekunder cross-sectional Pemutakhiran Pendataan Keluarga (Pemutakhiran PK) 2023, 2024, dan 2025. Hasil: berdasarkan hasil proporsi KTD pada tahun 2023, 2024, dan 2025 sebanyak 11,90%, 13,21%, dan 13,95%. Setiap peningkatan 1 jumlah konflik domestik pada wanita meningkatkan risiko 1,10 kali dan 1,07 kali setelah dikontrol variabel intrapersonal dan institusional. Faktor-faktor yang meningkatkan risiko KTD pada tingkat intrapersonal dan institusional, yakni tidak bekerja, paritas satu, paritas dua, paritas tiga atau lebih, dan tidak terpapar program keluarga berencana. Sementara itu, faktor yang menurunkan kecenderungan KTD yakni  pada wanita yang berpendidikan SD atau lebih rendah dan SMP, serta tidak memiliki riwayat menggunakan kontrasepsi. Kesimpulan: Konflik domestik merupakan faktor risiko dari KTD. Diperlukannya pengoptimalan program pencegahan dan penanganan konflik domestik serta peningkatan kesadaran masyarakat akan kesetaraan gender dalam pengambilan keputusan kehamilan.

Background: Unintended pregnancy (UP) remains a global public health issue. In Indonesia, the prevalence of UP among married women aged 15–49 years experienced an annual increase in 2023, 2024, and 2025. Domestic conflict is one of the contributing factors to UP. In Indonesia, a high number of domestic conflict cases among women are still reported. This study aims to identify the association between domestic conflict and UP among married women aged 15–49 years in Indonesia in 2023, 2024, and 2025. Methods: This study utilized cross-sectional secondary data from the Pemutakhiran Pendataan Keluarga (Pemutakhiran PK) in 2023, 2024, and 2025. Results: The proportion of UP in 2023, 2024, and 2025 was 11.90%, 13.21%, and 13.95%, respectively. Each 1-unit increase in the frequency of domestic conflict among women increased the risk by 1.10 times, and by 1.07 times after controlling for intrapersonal and institutional variables. Factors increasing the risk of UP at the intrapersonal and institutional levels included being unemployed, parity of one, parity of two, parity of three or more, and a lack of exposure to family planning programs. Meanwhile, factors that decreased the odds of UP were having an education level of elementary school or lower up and junior high school, as well as having no history of contraceptive use. Conclusion: Domestic conflict is a risk factor for UP. It is necessary to optimize programs for the prevention and management of domestic conflict, as well as to increase public awareness regarding gender equality in pregnancy-related decision-making.
Read More
S-12371
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Utami N; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Dian Ayubi, Didin Aliyudin
S-5207
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Athi Susilowati Rois; Pembimbing: Meiwita P. Budiharsana; Penguji: Besral, Herti Suherti Rahmi
Abstrak: Penilaian kualitas profil dilihat dari aspek kelengkapan, akurasi dan konsistensi data/informasi kesehatan ibu dan neonatus dan ketepatan waktu terbit, mengacu pada petunjuk teknis PMKDR. Dinilai pula faktor sumber daya SIK (khususnya koordinasi SIK, sumber daya manusia SIK dan infrastruktur SIK) dan manajemen data (khususnya ketersediaan data), menggunakan instrumen HMN. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Responden dalam penelitian ini 56 dinas kesehatan kabupaten/kota tahun 2012, dengan kepala unit yang menangani data sebagai unit analisis. Hasil penelitian ini mendapatkan 69,6% profil berkualitas baik, koordinasi dan SDM SIK belum optimal (57,1%; 69,6%), serta infrastruktur SIK dan ketersediaan data umumnya optimal (67,9%). Terdapat hubungan antara SDM SIK dan ketersediaan data dengan kualitas pemantauan profil kesehatan kabupaten/kota (OR 4,69 dan 2,58). Penelitian ini menyarankan perlu diprioritaskan pengembangan kemampuan SDM SIK, perlu ditingkatkan ketersediaan data melalui kerjasama yang baik dengan unit internal maupun eksternal serta perlu dilakukan pemantauan kualitas profil kesehatan secara berjenjang. Kata Kunci : Kualitas profil kesehatan, Pemantauan Mandiri Kualitas Data Rutin (PMKDR), Sistem Informasi Kesehatan (SIK)
Read More
T-4219
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mas Herlanto Yudho Pradono; Pembimbing: Sudiyanto Kamso
S-3184
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maylan Tiolina Misrain Sianipar; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Anindita Dyah Sekarputri
Abstrak: Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tergolong tinggi. Laporan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menunjukkan bahwa semakin rendah kuintil kekayaan (semakin miskin), maka AKB akan semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui determinan kematian bayi pada keluarga miskin di Indonesia dalam rangka upaya mencegah kematian bayi pada keluarga miskin dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat perekonomian rendah.
 
Penelitian ini menggunakan desain studi crossectional dengan populasi penelitian meliputi wanita usia subur 15 - 49 tahun yang berada pada kuintil 1 (poorest) dan kuintil 2 (poorer).
 
Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa determinan kematian bayi pada keluarga miskin di Indonesia adalah berat bayi lahir, jenis kelamin bayi, dan penolong persalinan, sedangkan umur ibu, paritas, jarak kelahiran, jumlah kunjungan pemeriksaan antenatal, ukuran bayi saat lahir, dan tempat persalinan merupakan variabel konfounding.
 
Pemerintah perlu menyediakan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau oleh keluarga miskin ataupun mendatangi keluarga miskin untuk melakukan pemeriksaan antenatal. Pengelola program kesehatan perlu mengupayakan program yang membantu ibu miskin memenuhi kecukupan gizi selama mengandung untuk mencegah bayi lahir dengan BBLR; mengintervensi ibu terkait pengaruh jenis kelamin bayi terhadap kematian bayi sehingga dapat dilakukan pencegahan sejak dini; dan menggalakkan program kesehatan yang mengupayakan agar ibu dapat bersalin di fasilitas kesehatan dan ditolong oleh petugas kesehatan.
 

fant Mortality Rate (IMR) in Indonesia is still relatively high. Reports Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) 2012 show that the lower quintiles of wealth (the poor), the IMR will be higher. This study aims to find out the determinants of infant mortality in poor families in Indonesia in an effort to prevent infant mortality in poor family and improve the health of low economic communities.
 
This study used a cross-sectional study design with the study population includes women of childbearing age 15-49 years who are in quintile 1 (poorest) and quintile 2 (poorer).
 
Multivariate analysis show that the determinants of infant mortality in poor families in Indonesia were birth weight, infant gender, and assistance of delivery, while maternal age, parity, birth spacing, number of antenatal visits, size of the infant at birth, and place of delivery is the variable konfounding.
 
The government should provide health care that is easily accessible by poor families or poor families came to do the antenatal care. Health program managers need to pursue programs that help meet the nutritional adequacy poor mothers during pregnancy to prevent infant delivery with low birth weight; mother intervenes related to the influence of the sex of the infant so that the infant mortality can do early prevention; and promote health programs support mothers to delivery at health facility and adelivery by health workers.
Read More
S-8528
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Musafaah; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Toha Muhaimin, Besral, Flourisa J. Sudrajat, Siti Nurul Qomariah
Abstrak:

Jumlah penduduk, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)di Indonesia masih tinggi sehingga diperlukan program KB. Pria telah ber-KB sejak dulu dengan metode pantang berkala dan kondom telah dikenal berabadabad yang lalu tetapi sejak ditemukan kontrasepsi wanita, pria diabaikan dalam program KB. Keikutsertaan pria dalam ber-KB masih sangat rendah jika dibandingkan negara Bangladesh, Pakistan dan Nepal. Tesis ini membahas mengenai determinan keikutsertaan pria dalam ber-KB. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 dengan pendekatan cross sectional terhadap 6013 pria menikah usia 15-54 tahun. Teknik pengambilan sampelnya dilakukan dengan two stage sampling. Pengolahan datanya menggunakan SPSS Complex Sample versi 13. Analisis datanya menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan determinan keikutsertaan pria menikah dalam ber-KB adalah jumlah anak, pendidikan, pekerjaan, diskusi KB dengan istri, sikap terhadap KB, kontak informasi KB melalui media massa, interaksi pendidikan dengan sikap terhadap KB,  dan adanya interaksi pendidikan dengan pekerjaan dan interaksi sikap terhadap KB dengan pekerjaan sedangkan tempat tinggal adalah variabel konfounding pada model ini. Variabel yang paling berpengaruh atau dominan pada model ini adalah pendidikan dengan OR = 15,02. Hasil penelitian menyarankan bahwa BKKBN lebih banyak mempromosikan program KB untuk pria melalui televisi dan lebih mensosialisasikan cara menghitung masa subur wanita sehingga pasangan suami istri dapat ber-KB secara mandiri dengan metode tradisional, program KB tidak hanya fokus pada wanita tetapi sebaiknya pria dilibatkan, dan perlu adanya penemuan alat kontrasepsi baru bagi pria agar priamendapat kebebasan dalam memilih alat kontrasepsi. Kata kunci: KB, determinan, keikutsertaan pria


 Total of citizen, maternal death rate, and infant mortality rate in Indonesia are still high so needed family planning program. Men already used contraception for a long time ago with withdrawal and condom had known for centuries ago but since it is founded contraception for women, men have ignored in family planning program. The involving of men in family planning in Indonesia is still lower than Bangladesh, Pakistan, and Nepal.The thesis discuss about determinant of involving married men at 15-54 years old in family planning in Indonesia. This research use secondary data from Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) 2007 with cross sectional study at 6014 married men 15-54 years old. The sampling method is two stage sampling. The processing of data is with SPSS Complex Sample version 13. The analysis of data uses chi square and logistic regression. The result shows that determinant of involving men in family planning are number of children, education, occupation, discuss family planning with wife, attitude of family planning, contact information of family planning through mass media and there are the interaction between education and attitude of family planning, education and occupation, attitude of family planning and occupation. Residence is as confounder variable in this result. Variable which is the most dominant in this model is education with OR=15,02. This result suggests that BKKBN promote family planning for men in television, more sosialize how to count ovulation of women so a couple can use traditional method of family planning, family planning program is not only focus on women but also men should be involved and there is needed the research of new contaception for men so men can get freedom of choosing contraception. Key words: family planning, determinant, the involving of men

Read More
T-3319
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive