Ditemukan 33567 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Dalam rangka mempertahankan status kesehatan masyarakat selama krisis ekonomi, upaya kesehatan diprioritaskan untuk mengatasi dampak krisis. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok beresiko dari keluarga miskin agar kesehatannya tidak memburuk dan tetap hidup produktif, melalui pemberian Kartu Sehat. Meskipun program ini telah berjalan di Kabupaten Karawang sejak tahun 1998, tetapi pemanfaatannya masih rendah (52,4%).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemanfaatan rawat jalan puskesmas serta faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan rawat jalan puskesmas oleh pemegang Kartu Sehat JPSBK di Kabupaten Karawang.Rancangan penelitian ini adalah rancangan cross sectional untuk mengetahui hubungan pendidikan, umur, pengetahuan, jumlah keluarga, pola pencarian pelayanan kesehatan, kejadian sakit, jumlah balita, jumlah usila, jarak dan persepsi terhadap pelayanan kesehatan dengan pemanfaatan rawat jalan puskesmas oleh pemegang Kartu Sehat. Sebagai responden adalah kepala keluarga pemegang kartu sehat JPSBK di empat puskesmas di wilayah kabupaten karawang berjumlah 382 responden yang dipilih secara acak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendidikan, umur, pengetahuan, pola pencarian pelayanan kesehatan, kejadian sakit, jumlah usila, persepsi terhadap pelayanan kesehatan serta jarak berhubungan dengan pemanfaatan rawat jalan puskesmas. Sebanyak 52,4% dari responden pernah memanfaatkan kartu sehatnya.Dari delapan faktor yang berhubungan, faktor pola pencarian pelayanan kesehatan adalah faktor yang mempunyai hubungan paling erat dengan OR 35,613 (CI 9.601- 132,093).Agar pemanfaatan kartu sehat bisa lebih baik lagi, perlu peningkatan kerja sama lintas sektoral dalam melaksanakan sosialisasi program ini, bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat serta meningkatkan pelayanan puskesmas dan kunjungan rumah terhadap pemegang kartu sehat.
Analysis on Primary Health Care Out-patient by Health of Card Holder Social Protection Sector Development Program (SPSDP) in Karawang District Year 2001To maintain community health status during economic crisis, health services should be prioritized to encounter the impact. A great concern is dedicated for risky group poor family to maintain their health condition and productive life.This research aimed to find out the characteristic of health card holder, description of outpatient services use as well as its determinants.The research used a cross sectional design to find out the relationship of education, age, knowledge, the number of family, health seeking pattern, morbidity case, number of family member under five, number of elderly, the distance and perception on health services use by health card holders.Respondents are head of households who owned health card (Social Protection Sector Development Program) at four Primary Health Center (PHC) in Karawang District. Simple random sampling is the method to select 330 respondents.The result revealed that education, age, knowledge, health seeking pattern, morbidity case, number of elderly, the distance and perception of health services are related with PHC's out patient use. The study showed that 52, 4% respondents have used their health card.Health seeking pattern factor has had close relationship where the OR was 35,613 (CI 9,601- 132,093). Health card use will be much better and successfully achieved if inter sectoral could be strengthen, cooperation, as well as relationship with non government organization along with special emphasis on improving PHC's services as well.
Pembuangan kotoran manusia yang tidak memenuhi syarnt keschatan berperan langsung dalam meningkntnyn insiden penyalkil-penyaldit infeksi, seperti diare, kecacingan, dan lain-lain. Salah satu indikator Perilalu Hidup Bersih dan Sehat (PHIBS) adalah penggunaan jamban schat. Secara nasional persentase rumah tangga yang menggunakan jamban sehat sebesar 39 %, dipernkotaan (60 %) jauh lebih tinggi dibanding perdesaan (23 %). Penggunaan jamban merupalan salah satu prioritas masalah keschatan di perdesaan temasuk Desa Suknmuri yang berada di wilayah Kabupaien Bckasi, dimana hanya 19,8 % rumah tangga yang memiliki jamban. Tujuan penelitian ini adalab untuk mengetahul determinan perilaku keluarga terhadap penggunaan jamban di Desa Suamuni. Penclitian ini menggunalan desain cross-sectional. Sunpel adaldh ibu rumuh tangga yang mempunyai annk balita sebanyak 196 responden yaug dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2008. Pengumpulan data dilalcukan dengan wawancara langsung menggunakan kucsioncr. Hasil penclitian menunjukkan bahwa hanya 46,4 % kcluarga yang menggunakan jamban, scdangkan yang tidak menggunakan jamban (53.6 %) unumnya menggunakan sungai (55,2 %) dan cmpang (38,1 %) sebagai saruna buang air besar. Analisis bivariat dengan uji statistik Chi Squore menunjuklan semua variabel yang dileliti nempunyai hubungan bemakna, yaitu pendidikan, pengetahuan, sikap, kepemilikan jamban. kctersediaan sarana air bersih, pembinaan oleh petugas Puskesmas dan dukungan aparat desa, kader Posyandu & LSM dengan perilaku kelunrga terhadap penggunaan jamnban.
It has been lcnown that human wasto disposal which not meet bealth quirement will yield direct impact on clevating tho Incidences of various ses, such as diamhez, worm infoction, and many more. One of ind Clean and Hcalthy Life Behavior (PHBS-Periaku Bersih dan Schat) is the utilization of hcalthy latine. National figure showed that only 399 houschold are using hcalthy latrine, which 60% in the city, which is very much higher compare to 23% in countryside or rural area. Latrine utilization is one of important health probiem in rural area as in Desa Sukamumi where is located under the area of Kabupaten Bekasi. There are only 19.89o of bousehold have its own latrine in Desa Sulamumi. The purpose of the study is to cxplore the family bchavior determinant on latrine utilization at Desa Sukamumi, using cross sectional design. The sample is women who have child or children under five. Samplc is then comprises of 196 respondents. Data are collected from April to May 2008, using direct interview with a structured questionnaire. Result showed that only 46.4% households are occupying latrine, and the restare using a river (55.2%) and pond (38.1%) to defecate. As bivariate analysis of Chi Square test showed that all variables are statistically have significant relationship with family's behavior on latrine utilization. Those variables are: education, knowledge, attitude, latrinc ownership, availability on clcan water, IEC from health provider of puskesmas, and support from village leader, posyandu cadres, and related.
