Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36701 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Basit Sucipto; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih
S-3516
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggela Pradiva Putri; Pembimbing: Kemal N. Siregar, Toha Muhaimin; Penguji: Indang Trihandini, Husein Habsyi
Abstrak: HIV dan AIDS sampai saat ini masih menjadi kasus yang mendapat perhatian di duniadan Indonesia. Diantara kelmpok rentan penularan HIV, LSL merupakan salah satupopulasi kunci penyumbang jumlah kasus baru HIV pada tahun 2015 yaitu 12%. Terdapatberbagai faktor peyebaran HIV pada LSL, salah satunya yaitu penggunaan kondomkonsisten.

Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi hubungan penggunaan kondomdengan pencegahan HIV pada LSL di 6 kota di Indonesia dengan menggunakan dataSurvey Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP 2015). Penelitian ini menggunakan studicross-sectional yang dilaksanakan pada Maret-Juni 2018. Populasi pada penelitian iniyaitu LSL yang memiliki pasangan tetap wanita, pria, atau waria. Jumlah sampelsebanyak 773 responden dengan melakukan pembersihan data.

Hasil penelitianmenunjukkan bahwa hubungan penggunaan kondom dengan status HIV memberikannilai p= 0,059 Terdapat hubungan yang signifikan antara seks anal dengan status HIVdengan nilai p= 0,027. Perlu dilakukan penyuluhan dan intervensi yang lebih agarpemakaian kondom dapat lebih efektif sebagai metode pencegahan HIVKata kunci: AIDS, HIV, LSL, Condom
HIV and AIDS is still a case of attention in the world and Indonesia. Among thevulnerable groups of HIV transmission, MSM is one of the key populations contributingto the number of new HIV cases by 2015 at 12%. There are various factors in the spreadof HIV in MSM, one of which is consistent condom use.

This study aims to identifycondom use relationships with HIV prevention in MSM in 6 cities in Indonesia usingBiological Integrated Survey and Behavioral Survey data (STBP 2015). This study usesa cross-sectional study conducted in March-June 2018. The population in this study isMSM who have a permanent partner of women, men, or waria. The number of samplesis 773 respondents by performing data cleaning.

The results showed that the relationshipof condom use with HIV status gave p value = 0.059 There was a significant correlationbetween anal sex with HIV status with p value = 0,027. More counseling andinterventions are needed to make condom use more effective as a method of HIVprevention.

Keywords: AIDS,HIV, MSM, Condom.
Read More
T-5399
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ririn Febriana Anggraeni; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Muhammad Noor Farid, Ratna Djuwita, Nurhalina Afriana
Abstrak: Latar belakang: Hubungan seks yang berisiko menularkan HIV adalah hubunganseks dengan banyak pasangan dan berganti-ganti pasangan yang sebagian besardidominasi dengan hubungan seks komersial, baik pada kelompok heteroseksualmaupun pada kelompok homoseksual atau sejenis. Kelompok yang palingberisiko tertular HIV adalah kelompok homoseksual dan biseksual yang biasadikategorikan sebagai lelaki seks lelaki atau disebut LSL. Di banyak bagianwilayah, HIV di kalangan LSL muncul dengan penularan HIV yang sangat cepat.

Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tahu status HIVterhadap penggunaan kondom konsisten pada LSL di Yogyakarta dan Makassardan melihat adakah perbedaan hasil analisis dengan menggunakan metode RDS dan non RDS terhadap indikator program. Penelitian ini menggunakan data STBP2013.

Hasil: Dari hasil analisis diperoleh bahwa di Yogyakarta ada pengaruh tahu statusHIV terhadap penggunaan kondom konsisten dengan OR sebesar 6,6 dan 95% CI2,1-20,9, sedangkan di Makassar belum dapat diketahui pengaruh tahu status HIVdengan penggunaan kondom konsisten dengan OR sebesar 1,6 dan 95% CI 0,6 -4,4. Ada perbedaan hasil analisis dengan menggunakan metode RDS dan nonRDS terhadap indikator program.

Kesimpulan: Terdapat pengaruh tahu status HIV dengan penggunaan kondomkonsisten pada lelaki yang seks dengan lelaki di Yogyakarta sedangkan di Makassar belum dapat diketahui pengaruh tahu status HIV dengan penggunaankondom konsisten. Terdapat perbedaan hasil analisis dengan menggunakanmetode RDS dan non RDS terhadap indikator program

Kata kunci: LSL, status HIV, kondom konsisten
Introduction : Sex which higher risk of spreading HIV is sex with multiplepartners and change partners that is largely dominated by commercial sex, eitheron the heterosexual and homosexual group, or similar sexual behaviour. Groupsmost at risk of contracting HIV is a group of homosexual and bisexual men arecommonly categorized as men sex with men, or so-called MSM. In many parts ofthe region, HIV among MSM appears with HIV infection very quickly.

Methods: This study aimed to determine the effect knowing their HIV statustoward consistency condom use in MSM in Yogyakarta and Makassar and to seethe differences between analysis using RDS and non RDS to indicator of program.This study uses data IBBS 2013.

Summary: From the results of the analysis showed that in Yogyakarta there wasan effect Yogyakarta of knowing HIV status toward consistency condom use withan OR of 6,6 and 95%CI 2,1-20,9. while in Makassar unclear knowing HIV statustoward consistent condom use with an OR of 1.6 and 95% CI 0,6 - 4,1. There isdifferences between analysis using RDS and non RDS to indicator of program.

Conclusion: There is Influence of knowing HIV Status to consistent Condom usein Yogyakarta while in Makassar unclear knowing HIV status toward consistentcondom use. There is differences between analysis using RDS and non RDS toindicator of program.

Kata kunci: MSM, HIV status, condom consistent
Read More
T-4406
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad; Pembimbing: Luknis Sabri, Tris Eryando; Penguji: Kusharisupeni, Muhammad Bawardadi, Ade Saprudin
T-2752
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silawati; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Ahmad Syafiq, John Alubwaman, Husein Habsyi
Abstrak: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang bertujuan untuk memperoleh gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kondom pada gay di Jakarta Tahun 2010. Penelitin dengan studi kuantitatif ini melibatkan 118 orang gay di Jakarta sebagai responclen. Dari multivariat analisis didapatkan 2 variabel yang berhubungan secara signifikan. Variabel tersebut adalah sikap terhadap kondom dan kemudahan akses dalam mendapatkan kondom. Variabel sikap merupakan variabel yang paling dominan pengaruhnya dalam penelitian ini. Disarankan kepada Pihak Program Dinas kesehatan DKI Jakarta, tingkatkan program pemberdayaan penggunaan kondom terhadap komunitas rawan penyakit menular seksual khususnya komunitas gay. Tetap melakukan upaya kegiatan yang mengarah pada timbulnya penubahan pengetahuan dan sikap. Bagi komunitas gay Jakarta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan terhadap kondom dan penyakit kelamin seksual dengan bergabung daiam kelompok sosial gay sehingga terus mendapatkan informasi dan pembelaiaran. Bagi pcneliti lain perlu dilakukan peneiitian lebih lanjut baik secara kualitatif maupun kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian lain yang lebih kuat, mengurangi bias dan jumiah sampel yang lebih memadai.
 

This study uses cross sectional design which aims to obtain a picture and the factors associated with the use condom with on Jakarta in 2010. The research with this quantitative study involving 118 gay men in Jakarta as a respondent. From the multivariate analysis we found two related variables significantly. The variables are attitudes towards condoms and accessibility in obtaining condoms. Attitude variable is the variable most dominant influence in this study. Parties are advised to Jakarta health department programs, increase condom use empowerment program to the community particularly vulnerable to sexually transmitted diseases gay community. Still looking forward to the activities that lead to the emergence of knowledge and attitude changes. For the gay community in Jakarta is expected to increase the knowledge of condoms and sexual venereal disease by joining in the gay social groups that continue to get infomation and learning. For other researchers, further research must be done both qualitatively and quantitatively by using other research designs are more powerful, less biased and more adequate sample size.
Read More
T-3207
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kanti Lituhayu; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Moch. Ichwan
Abstrak: Wanita Pekerja Seks (WPS) merupakan populasi yang beresiko tinggi untuk terjadinya infeksi HIV/AIDS sampai sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan determinan konsistensi pemakaian kondom untuk mencegah HIV/AIDS pada WPSTL/Pelanggannya. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan menggunakan data sekunder Survey Cepat Perilaku DKI Jakarta, jumlah sample adalah 240 responden.

Hasil penelitian ini menemukan dari seluruh variabel pada studi ini faktor yang berhubungan dengan penggunaan kondom yang konsisten adalah : menawarkan kondom (OR= 19,539 95% CI 8,701-43,876), ketersedian kondom ( OR= 0 95% CI 0) dan pasangan seks (OR= 0,110 95% CI 0,057- 0,211).

Penelitian ini merekomendaksikan adanya outlet kondom pada tempat tertentu yang mobile agar WPSTL dapat mengakses dan mendapatkan kondom secara berkala.

Kata kunci: Human Immunodeficiency Virus (HIV), Wanita Pekerja Seks Tidak Langsung (WPSTL), Kondom, Survei Cepat Perilaku (2013)

Female Sex Workers (FSW) is a high-risk population for infection HIV/AIDS until now. This study aims to explore the determinant consistency of condom use to prevent HIV/AIDS in FSW / client. This study used cross sectional study design by using Rapid Behavior Survey among key population at DKI Jakarta with total sample 240 respondents.

This study found of all variables in this study factors associated with consistent condom use is: to offer condoms (OR = 19.539 95% CI 8.701 to 43.876), the availability of condoms (OR = 0. 95% CI 0) and sexual partners (OR = 0.110 95% CI 0.057 to 0.211).

The study recommended to provide condom outlets in certain specific places to give more access for condom to WPSTL regularly.


Keywords: Female Sex Workers Indirect, condoms, HIV/AIDS, Rapid Behavior Survey
Read More
S-9272
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ina Usrikasetiawati; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Agustin Kusumayati
S-5960
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Friska Augustina Zai; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Agustin Kusumayanti, Jonhar Johan
S-6873
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yustikawati; Pembimbing: Toha Muhaimin, Adi Sasongko
T-2056
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Etrina Eriawati; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono
T-3352
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive