Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34746 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Suhartono; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf
S-3418
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dadan Faozan; Pembimbing: Ridwan Z. Syaaf; Penguji: Dadan Erwandi, Farida Tusafariah
Abstrak: Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah hal yang perlu dikendalikan agar dapat meminimalisasi terjadinya kecelakaan atau kesakitan di tempat kerja. Penelitian yang dilakukan pada proses standardisasi bahan radionuklida di laboratorium standardisasi PTKMR Batan Pasar Jumat tahun 2016 menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa risiko yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah menilai tingkat risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada proses standardisasi radionuklida di PTKMR Batan. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan observasional berdasarkan standar AS/NZS 43600: 2004 dan Perka Batan No.20/KA/I/2012. Tahapan dari penelitian ini meliputi identifikasi aktivitas kerja, identifikasi bahaya, identifikasi pengendalian risiko yang telah dilakukan, dan penilaian risiko. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya beberapa bahaya fisik dan bahaya kimia pada proses kerja standardisasi radionuklida. Kata kunci: penilaian risiko, keselamatan dan kesehatan kerja, standardisasi radionuklida, PTKMR Batan, AS/nZS 4360:2004, Perka Batan No.20/KA/I/2012
Risk of Occupational Health and Safety should be controlled to minimalize the occurence of accident and disease in the workplace. This study was conducted at PTKMR Batan Pasar Jumat on 2016 and analyzed about standardization of radionuclide process. This study showed that there are some activity with high risk on the process of standardization of radionuclide. The aim of this study is to determine the value of risk of occupational health and safety on the process of standardization of radionuclide at PTKMR Batan. This study used descriptive analytical design and observational approach based on AS/NZS 43600:2004 and Perka Batan No.20/KA/I/2012. The steps of this study were identifying the process of radionuclide standardization, identifying hazards, identifying risk control of PTKMR Batan, and estimating the value of risk. The result of this study showed that there were some physical and chemical risk on the process of radionuclide standardization. Keywords: risk assessment, occupational health and safety, radionuclide standardization, PTKMR Batan, AS/NZS 4360:2004, Perka Batan No.20/KA/I/2012
Read More
S-9067
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Robby Agus Cahyono; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Meily Widjaja, Yuni Kusminanti
S-4416
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Brigita Sihombing; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dadan Erwandi, Tata Soemitra
S-4180
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Charles PJ. Suoth; Pembimbing: Corrie Wawolumaja; Penguji: Herman Mulyadi, Astrid B. Sulistomo
Abstrak:
Latar Belakang: Waktu Reaksi adalah suatu pengukuran kecepatan reaksi, suatu proses mental dari pengaliran rangsang di dalam sel-sel otak dan saraf, sering digunakan untuk menilai kemampuan pelaksanaan tugas mental seseorang. Berkurangnya suplai oksigen, terutama dalam jaringan otak dan saraf oleh pengaruh hipoksia akan memperpanjang waktu reaksi seorang penerbang dalam misi penerbangan. Keadaan ini merupakan faktor utama meningkatnya risiko terjadinya kecelakaan dalam misi penerbangan. Metodologi: Penelitian ini adalah suatu eksperimen kuasi dengan desain pra dan pasca tes terhadap 64 orang calon siswa sekolah penerbangan TN1 Angkatan Udara dengan usia 21-26 tahun. Kadar hemoglobin, saturasi oksigen, fungsi kardio respirasi, kadar gula darah, dan waktu reaksi di ketinggian permukaan diukur. Subyek diintervensi ke ketinggian simulasi 18.000 kaki dalam ruang udara bertekanan rendah untuk mencapai kondisi hipoksia, yaitu dengan nilai saturasi oksigen 64-72%. Dilakukan pengukuran waktu reaksi di ketinggian permukaan dengan waktu reaksi di ketinggian simulasi 18.000 kaki. Hasil: Terjadi pemanjangan waktu reaksi yang signifikan di ketinggian simulasi 18.000 kaki. (100.11 mdet ± 15,76) dibandingkan dengan waktu reaksi di ketinggian permukaan (90.98 mdet ± 14.53) (p < 0.05). Pemanjangan waktu reaksi ini disebabkan oleh berkurangnya kecepatan pengaliran rangsang di dalam jaringan otak dan saraf akibat berkurangnya suplai oksigen. Kadar hemoglobin mempunyai hubungan yang kuat dengan terjadinya pemanjangan waktu reaksi ini. Kesimpulan: Hipoksia pada ketinggian simulasi 18.000 kaki menyebabkan pemanjangan waktu reaksi.

The Effect of Hypoxia on Reaction Time Among Indonesian Military Pilot's Candidates at a Simulated Altitude of 18.000 feet in the Hypobaric Chamber, 1999Background: Reaction time is a measure of the speed of reaction, it's a mental process that results from the impels processing through brain and nerves. It is often used to assess the ability of mental tasks performance. The lack of oxygen supply especially in the brain and nerves through hypoxia will prolong reaction time of the pilot which is a main factor to increase the risk of catastrophic in the flight mission. Methodology: A quasi experiment study with a pre and post test design on 64 Indonesian Military Pilot's candidate's age 22-26 years was conducted. Hemoglobin, oxygen saturation, cardio respiratory function, blood sugar and reaction time at ground level was measured. Subjects were exposed to a simulated altitude of 18.000 feet for hypoxia condition in the hypobaric chamber. Hypoxia condition was indicated by 65-72% oxygen saturation. Reaction times at ground level and at 18.000 feet were measured. Results: Reaction time was significantly longer at 18.000 feet (100.11 m sec ± 15.76) compared to ground level (90.98 m sec ± 14.53) (p < O.05). Prolonged reaction time at 18.000 feet is due to decrease of the speed of mental process in brain and nerves caused on reduced oxygen supply. Hemoglobin level showed strong correlation with prolonged reaction time (p-0,000). Conclusion: Hypoxia at a simulated altitude of 18.000 feet prolonged reaction.
Read More
T-1006
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kiki Yunianti; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Almahdi
S-7362
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hamidum; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Oka Adhitya Kusumawardhana
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang nilai risiko yang didapat pada proses penerimaan dan penimbunan di PT Pertamina (Persero) Terminal BBM Jakarta Group Tahun2012. Penilaian risiko dilakukan dengan menganalisis nilai kemungkinan,pemajanan dan konsekuensi dari setiap tahapan pekerjaan yang kemudian dibandingkan dengan standar level risiko semikuantitatif W.T. Fine J untukmengetahui level risiko yang ada pada setiap kegiatan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode semi kuantitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa level risiko yang dimiliki pada setiap langkah kegiatan penerimaan dan penimbunan meliputi level : acceptable, priority 3,substancial, priority 1, dan very high. Kata kunci : Penilaian risiko, kemungkinan, pemajanan, konsekuensi dan level risiko.
This study discusses the risk values obtained in the process of receiving andstockpiling of PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Jakarta Group in 2012. Riskassessment is done by analyzing the possible value, exposure and consequences ofeach stage of the work which is then compared to the standard level of risksemiquantitatively WT Fine J to determine the level of risk involved in anyactivity. This study is a descriptive analytic study using semi-quantitativemethods. The results stated that the level of risk that you have on every step of theadmission and retention activities include level: acceptable, priority 3, substancial,priority 1, and very high.Keywords:Risk assessment, probability, Exposure, consequences and risk levels
Read More
S-7709
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Nurma; Pembimbing : Chandra Satrya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak: Penelitian ini mengenai penilaian risiko keselamatan kerja pada proses repaint di kegiatan pemeliharaan tabung LPG di Pabrik Tabung Elpiji Pertamina Plumpang, Jakarta. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya tingkat risiko keselamatan kerja yang ada pada pekerja di bagian proses repaint tabung LPG. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat bahaya mekanik, elektrik, dan fisik. Pada basic risk diketahui bahwa terdapat 18 risiko yang termasuk dalam kategori very high. Pada existing risk, pengendalian yang telah dilakukan mampu menurunkan risiko sampai kategori acceptable, namun masih ada risiko dalam kategori priority 3 dan substancial. Rekomendasi pengendalian yang diberikan mampu menurunkan risiko menjadi kategori acceptable dan priority 3.
 

 
This study is about occupational safety risk assessment in LPG cylinder at Elpiji Cylinders Manufacture Pertamina Plumpang, Jakarta. This study aims to find out occupational safety risk level in worker at LPG cylinder LPG repaint process activities. The result of research explained that LPG gas cylinder repaint process have mechanical hazard, electric hazard, and physical hazard. There are 18 risk in very high categories. In existing risk level, existing control can reduce risk until acceptable category, but there are residual risk in priority 3 and substancial. Control recommendation can reduce risk until acceptable and priority 1 level.
Read More
S-7946
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendri Amirudin Anwar; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Indri Hapsari Susilowati, Masjuli, Trisnajaya
Abstrak: Robot merupakan sebuah mesin yang kompleks dan rumit dengan kemampuanuntuk bergerak dengan berbagai kecepatan dan berbagai arah. Interaksi antaraorang, robot dan lingkungan berkontribusi menciptakan resiko yangmembahayakan manusia maupun properti yang berada di sekitar robot.Berdasarkan informasi dari situs resmi departemen tenaga kerja Amerika Serikatsejak tahun 1984 hingga tahun 2013 telah terjadi 37 kecelakaan fatal di tempatkerja terkait robot. Tesis ini membahas penilaian risiko yang dilakukan padapekerjaan pengoperasian dan maintenance robot di PT X. Identifikasi bahaya padapenelitian ini menggunakan metode analisa bahaya pekerjaan (JSA/JHA) danpenghitungan nilai risikonya dengan menggunakan metode analisa risko semikuantitatif. Hasil penelitian ini memberikan gambaran tingkat risiko pekerjaanpengoperasian dan maintenance robot, dimana risiko tertinggi adalah tertabraklengan robot baik saat pekerjaan pengoperasian maupun maintenance robot.Tingkat risiko tersebut didapat dari kombinasi kemungkinan kejadian(probability) dan keparahan dampak (severity). Selain itu dihasilkan rekomendasiuntuk mengendalikan sisa risiko yang ada.
Robot is a complex and complicated machine with the ability to move at differentspeeds and in different directions. The interaction between human, robot andenvironment contribute to create risk endangering people and property which islocated around the robot. Based on information from the official website of theUS labor department from 1984 to 2013. There have been 37 fatal accidents in theworkplace related to robots. This thesis discusses the risk assessment carried outon the operation and maintenance work of the robot at PT X. Identification ofdanger in this study using a job hazard analysis (JSA / JHA) and the calculation ofthe risk value using semi-quantitative analysis method. The results of this studyprovide an overview of risk level operation and maintenance work of the robot,where the highest risk is hit by a robot arm while doing the work operation andmaintenance robot. The risk level is obtained from the combination of theprobability of occurrence and severity of impact. These research give somerecommendation to control residual risks.
Read More
T-4685
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendro Yulieanto; Pembimbing: Joedo Prihartono; Penguji: Herman Mulijadi, Dewi S. Soemarko
Abstrak:

LATAR BELAKANG : Penerbang yang mengawaki pesawat tempur canggih memiliki peluang besar untuk terpajan gaya + Gz tinggi dengan durasi yang cukup lama (High Sustained G). Untuk mengurangi bahaya pajanan gaya ini, penerbang tempur harus melakukan Anti G Straining Maneuver (AGSM), padahal dikeluhkan bahwa AGSM yang harus dilakukan berulang-ulang dengan intensitas tinggi cepat mengakibatkan kelelahan. Diyakini bahwa tingkat kesamaptaan otot yang baik akan meningkatkan kemampuan penerbang bertahan terhadap High Sustained G.HIPOTESIS : Penelitian ini bertujuan membuktikan kebenaran hipotesis bahwa terdapat hubungan antara tingkat kesamaptaan jasmani B (kesamaptaan otot) dan durasi ketahanan tehadap High Sustained G.METODE : Subyek dipajankan terhadap gaya +8 Gz dan diinstruksikan untuk bertahan selama mungkin sampai merasakan kelelahan, dalam latihan Simulated Air Combat Maneuver (SACM) dengan Human Centrifiige. Ketahanan penerbang dinilai dengan lamanya durasi bertahan. Tingkat kesamaptaan jasmani B (kesamaptaan otot) subyek dinilai dengan prosedur test kesamaptaan jasmani yang diberlakukan di TNT AU.HASIL : Dari 25 orang pilot yang semula mengikuti penelitian ini, 2 orang dikeluarkan karena mengalami mabuk gerak yang parah. Rata-rata umur dan jam terbang subyek adalah 28,0 (SD 3,4) tahun dan 501,4 (SD 232,3) jam. Ditemukan adanya hubungan yang kuat antara tingkat kesamaptaan jasmani B (kesamaptaan otot) dengan durasi bertahan terhadap High Sustained G (r = 0,76 ; p < 0,01). Repetisi gerakan Push up dalam tes samapta B memiliki hubungan yang sangat kuat dengan durasi ketahanan terhadap High Sustained G (r = 0,85., p < 0,01).KESIMPULAN Tingkat kesamaptaan jasmani B (kesamaptaan otot) dapat digunakan untuk memprediksi durasi bertahan terhadap High Sustained G di kalangan penerbang tempur TNT AU. Latihan beban dengan fokus pada kelompok otot dada kemungkinan akan dapat mengurangi kelelahan yang terjadi saat melakukan AGSM.


 

BACKGROUND : Fighter pilots flying high performance airera is are often subjected to high levels of headword (+ Gz) acceleration. In order to reduce dangerous effect of this type of acceleration pilots must perform the Anti G Straining Maneuver (AGSM), eventhough there are a number of complaints that this repeated and high intensity maneuver is perceived very fatiguing. It seems that a good muscle fitness will increase pilot's High Sustained G enduranceHYPOTHESIS: This study aimed to define correlations between muscle fitness levels and High Sustained G durations.METHODS : Subjects were exposed to +8 Gz plateaus during a Human Centrifuge Simulated Air Combat Maneuver (SACM) until volitional fatigue. High Sustained G endurances were evaluated by measuring the exposure durations. Muscle fitness levels were determined using a standardized test protocol of Indonesian Air Force.RESULTS : Twenty five pilots participated in this study. Because of severe motion sickness 2 pilots were eliminated. Their age and flying hours averaged 28,0 (SD 3,4) years and 501,4 (SD 232,3) hours. Strong correlation was found between muscle fitness levels and High Sustained G durations (r = 0,75 ; p < 0,01). Push up test item had a very strong correlation with High Sustained G durations (r = 0,85 ; p < 0,01).CONCLUSION The results indicate that the muscle fitness levels can be used to predict High Sustained G durations performed by Indonesian Air Force fighter pilots during SACM. Weight training focused on chest muscle groups may reduce fatigue while performing AGSM.

Read More
T-1522
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive