Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30908 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anna Sunita; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono
S-3224
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarminah; Pembimbing: Soedarto Ronoatmodjo; Penguji: Yovsyah, Tin Afifah
S-6973
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Fariji, A.; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo, Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Tomi Herutomo, Astuti Arifin
T-2919
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Listiono; Pembimbing: Nurhayati Prihartono; Penguji: Renti Mahkota, Eulis Wulantari
T-3278
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eko Sanova; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono
S-3965
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anhar Hadian; Pembimbing: Nuning M.Kiptiyah
S-3455
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Turno Junaidi; Pembimbing: Nuning Maria Kiptyah, Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Yovsyah; Noerzamanti Lies Karmawati
Abstrak: Latar Belakang : Pelayanan antenatal merupakan komponen pelayanan kesehatan ibu yang sangat penting, tetapi sering tidak dimanfaatkan secara maksimal dengan alasan, yaitu: 57% karena malas; 20,1% dengan alasan merasa tidak perlu: 8,8% merasa jauh; 1,8% karena lama menunggu; 1,8% karena mahal; dan 10,5% karena alasan lainnya. Tanpa dasar pengetahuan tentang pelayanan kesehatan, akan berdampak negatif terhadap derajat kesehatan seseorang.
Tujuan Penelitian : Diketahuinya hubungan antara pengetahuan ibu tentang pemeriksaan kehamilan dengan kualitas pemanfaatan pelayanan antenatal di Kota Bogor tahun 2004, setelah dikontrol faktor-faktor lainnya.
Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan studi potong lintang. Waktu penelitian bulan Juni s/d Agustus 2005. Sampel adalah semua ibu yang pernah melahirkan lebih dari satu kali (tahun 2000-2004), yaitu sebanyak 352 orang. Data sekunder yang digunakan diperoleh dari hasil Surkesda Kota Bogor yang dilaksanakan oleh PPK-UI.
Hasil : Hasil penelitian menemukan ibu yang memanfaatkan pelayanan antenatal berkualitas sebesar 86,65%, dan hampir semua ibu mempunyai pengetahuan yang cukup tentang pemeriksaan kehamilan (90,34%). Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan ibu tentang pemeriksaan kehamilan dengan kualitas pemanfaatan pelayanan antenatal signifikan setelah dikontrol dengan variabel penolong persalinan sebelumnya (POR adjusted = 20,85; IK 95%: 7,79 ? 55,78). Hasil ini sesuai dengan pendapat Andersen (1968) dan Aday (1989), juga sejalan dengan penelitian Wibowo (1992), Tachyat (1995), Primaroza (1998), dan Hamid (2003), tetapi belum menggambarkan pengetahuan dan pemanfaatan pelayanan antenatal menurut pola kunjungan per trimester yang ditetapkan oleh Depkes R.I.
Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang pemeriksaan kehamilan dengan kualitas pemanfaatan pelayanan antenatal di Kota Bogor setelah dikontrol dengan penolong persalinan sebelumnya. Disarankan kepada pihak puskesmas agar dapat mempertahankan dan meningkatkan lagi kualitas dan kuantitas penyuluhan termasuk tentang faktor-faktor risiko kehamilan, sehingga pengetahuan ibu hamil dapat meningkat lagi dan mau memanfaatkan pelayanan antenatal secara berkualitas sesuai standar yang ditetapkan oleh Depkes R.I (per trimester). Disamping itu perlu diusahakan pemberdayaan wanita, keluarga dan masyarakat; mengevaluasi kemitraan antara bidan di desa dengan dukun bayi, sehingga pertolongan persalinan pada tenaga kesehatan dapat mencapai target yang ditetapkan.

Background: Antenatal Care (ANC) represent service component health very important mother, but often do not be utilized maximally with reasons, that is: 57% because is indolentness; 20,1% with reason need ?not- feeling: 8,8% feeling far distance; 1,8% because of wait to long; 1,8% because is costly; and 10,5% because other reason. Without basic understanding of knowledge about health service, it will be negative impact to degree of health someone.
Objective: This research aim to to know relation knowledge mother about inspection of pregnancy with quality of antenatal care utilization in District Town Bogor year 2004 after contrlled by another variabel.
Methodes: Research design is cross sectional. Study periode on June-August 2004. Sample are all of mother which multipara between year 2000-2005, equal to 352. Using the secunder data from Health District Survey in Town Bogor was conducted by PPK-UI.
Result: Result of this research find that mother utilizing antenatal care with good quality equal to 86,65%, and most of all mother have enough knowledge about inspection of pregnancy (90,34%). Result of analysis indicate that relation knowledge of mother about inspection of pregnancy with quality of utilizing antenatal care was signifikan after controlled with previous delivery assistence variable (Adjusted POR = 20,85; CI 95%: 7,79 - 55,78). This result as according to Andersen opinion (1968) and Aday (1989), also with research of Wibowo (1992), Tachyat (1995), Primaroza (1998), and Hamid (2003), but not yet reflecting antenatal care utilizing and knowledge according to visit pattern per trimester specified by Health Department of Indonesia.
Conclusion: There is significant relation between knowledge of mother about inspection of pregnancy with quality of antenatal care utilizatiton in District Town Bogor after controlled with previous delivery assistence. Suggested to center of public health so that can be maintain and improve again the quality of and promoting include about pregnancy risk factors, so that knowledge of pregnant mother can more increase and will utilize antenatal care with quality according to standard specified by Health Department of Indonesia (per trimester). Beside that, require to be effort by empowering of woman, society and family; evaluating partner between rural midwife with baby traditional midwife, so that help of delivery health worker can reach specified goals.
Read More
T-2137
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fatimah Resmiati; Pembimbing: Syahrizal Syarif
T-334
Depok : FKM UI, 1994
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evawangi; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Dadan Erwandi, Renti Mahkota, Yuniar Pukuk Kesuma, Eulis Wulantari
Abstrak: Skizofrenia adalah gangguan mental kronis dan berat yang mempengaruhi pemikiran, perasaan, dan perilaku seseorang. Di Indonesia, prevalensi skizofrenia adalah 1,7 per 1.000 populasi. Jumlah kunjungan gangguan jiwa di puskesmas Kabupaten Bogor telah meningkat secara signifikan dari 1.648 menjadi 13.390 pada tahun 2013-14. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan skizofrenia di Kabupaten Bogor tahun 2017. Studi kasus kontrol tidak berpasangan dilakukan di 63 puskesmas Kabupaten Bogor mulai Mei-Juni 2017. Kasus adalah penderita skizofrenia yang berusia 15-50 tahun yang didiagnosis oleh dokter / spesialis dan dicatat dalam register pasien puskesmas kabupaten Bogor pada tahun 2017. Kontrol Adalah orang sehat berusia 15-50 dan berdomisili di Kabupaten Bogor. Sebanyak 229 kasus dan 229 kontrol dipilih dengan teknik multistage sampling. Probability proportional to size digunakan untuk menentukan jumlah sampel dari masing-masing puskesmas. Kuesioner semi terstruktur yang telah diuji sebelumnya digunakan untuk mengumpulkan data yang relevan dari kontrol dan salah satu anggota keluarga kasus. Test Chi Square dan regresi logistik multivariat diterapkan untuk analisis data. Faktor-faktor yang berhubungan dengan skizofrenia: jenis kelamin laki-laki (AdjOR: 11.68; 95% CI: 4,96 -27.50), riwayat keluarga skizofrenia (AdjOR: 4.02; 95% CI: 1,90-8,48), pendidikan dasar AdjOR: 30,63; 95% CI: 4.21-222.81), pendidikan menengah (AdjOR: 25,35; 95% CI: 3,51-182.90), pengangguran (AdjOR: 5,6; 95% CI 2,52-12,45), tidak menikah (AdjOR: 8,20; 95% CI 2,52-12,45), masalah dalam keluarga (AdjOR: 4,93; 95% CI 2,43-9,99) dan masalah di tempat kerja / sekolah (AdjOR: 32.60; 95% CI 7.29 - 145.76 ). Dalam studi ini, faktor biologis (laki-laki dan riwayat keluarga skizofrenia), sosio-demografi (tingkat pendidikan rendah, tidak bekerja dan tidak menikah) dan faktor lingkungan (masalah dalam keluarga dan tempat kerja/sekolah) berhubungan dengan skizofrenia. Studi analitis prospektif diperlukan untuk mengeksplorasi lebih jauh hubungan ini.

Kata kunci: Skizofrenia, kasus kontrol, Kabupaten Bogor

Schizophrenia is a a chronic and severe mental disorder that affects thinking, feeling, and behavior of a person. In Indonesia, the prevalence of schizophrenia is 1.7 per 1,000 populations. The number of visits of mental disorders in puskesmas of Bogor Regency has increased significantly from 1,648 to 13,390 in 2013-14. This study aimed to determine the factors associated with schizophrenia in Bogor Regency 2017. An unmatched case-control was conducted in 63 health centers of Bogor regency from May-June 2017. Cases were schizophrenic patient aged 15-50 years diagnosed by physicians/specialists and recorded in the register of Bogor district health centers in 2017. Controls were the healthy people aged 15-50 and domiciled in Bogor Regency. A total of 229 cases and 229 controls were selected by multistage sampling technique. Probability proportional to size was usedto determine the number of samples from each puskesmas. A pre-tested semi structured questionnaires was used to collect relevant data from controls and one of the family members of cases. Chi square test and multivariate logistic regression were applied for data analysis. Folowing factors were associated with schizophrenia: male gender (AdjOR: 11.68; 95% CI: 4.96 -27.50), family history of schizophrenia (AdjOR: 4.02; 95 %CI: 1,90-8,48), basic education (AdjOR: 30.63; 95%CI: 4.21-222.81), secondary education (AdjOR: 25.35; 95% CI: 3.51-182.90), unemployed (AdjOR: 5.6; 95 %CI 2,52-12,45), unmarried (AdjOR: 10,20; 95%CI 2,52-12,45), problems in the family (AdjOR: 4.93; 95%CI 2.43-9.99) and problems at work / school (AdjOR: 32.60; 95%CI 7.29 - 145.76). In the study setting, biological (male and family history of schizophrenia),sociodemographic (low level of education, unemployment and unmarried) and environmental factors (problems in family, workplaceor school) were associated with schizophrenia. Prospective analytical studies are needed to further explore these associations.

Keywords: Schizophrenia, case control, Bogor district
Read More
T-5080
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
C. Yekti Praptiningsih; Pembimbing: Bambang Sutrisna
T-775
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive