Ditemukan 33881 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Neni Triana; Pembimbing: Kemal Nazarudin Siregar
S-2982
Depok : FKM-UI, 2002
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Midiawati; PembimbingL: Iwan Ariawan; Penguji: Besralm Tri Yunis Miko Wahyono, Florisa Juliaan, Wisnu Triaanggono
Abstrak:
Permasalahan kependudukan yang saat ini dihadapi di Provinsi Jawa Timur adalah masih tingginya angka Unmet need KB. Angka Unmet Need KB di Jawa Timur trend nya setiap tahun mengalami peningkatan, berdasarkan hasil SDKI tahun 2003 mencapai 5,6 meningkat terus menjadi 10,48 pada tahun 2014. Hal ini melampaui target provinsi yaitu 7.Salah satu penyebab terjadinya unmet need adalah kurangnya pengetahuan Ibu mengenai KB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian unmet need. Metode penelitian cross sectional ini menggunakan sampel penelitian 11.137 wanita usia subur (15-49 tahun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara pengetahuan ibu tentang KB dengan kejadian unmet need terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu yang kurang tentang alat KB (p value 0,015) dan lama pakai KB (p value 0,013) dibanding pengetahuan yang baik pada daerah kontrol, sedangkan pada daerah intervensi hasil uji statistik tidak signifikan baik pengetahuan tentang alat KB (p value 0,927) maupun pengetahuan tentang lama pakai KB (p value 0,059). Hasil akhir uji multivariable menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang alat KB, lama pakai KB dan efek samping KB tidak berpengaruh terhadap kejadian unmet need di provinsi Jawa Timur. Karenanya perlu adanya penelitian lebih lanjut dan menyeluruh menggunakan berbagai variabel yang berhubungan dengan kejadian unmet need, seperti menganalisis variabel ketersediaan layanan, keterjangkauan layanan, keterpaparan informasi tentang KB dan faktor sosio budaya di wilayah provinsi Jawa Timur. Kata Kunci : unmet need, Pengetahuan Ibu, Keluarga Berencana, Jawa Timur.
Read More
T-5061
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Aini; Pembimbing: Kemal N. Siregar; Penguji: Sabarinah, Rahmadewi
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelayanan kesehatan ibu dengan kejadian perdarahan postpartum di Kawasan Timur dan Barat Indonesia. Penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional dan memanfaatkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Analisis dilakukan dengan uji Chi Square dan Uji Regresi Logistik Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi perdarahan postpartum di Indonesia adalah 7,1% (95% CI (6,6% 7,7%)) dan lebih tinggi di Kawasan Barat Indonesia 7,4% (95% CI (6,8% - 8%)) dibandingkan di Kawasan Timur Indonesia 5,6% (95% CI (4,8%-6,5%)). Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara variabel-variabel pelayanan kesehatan ibu dengan kejadian perdarahan postpartum, kecuali pada variabel penggunaan KB di Kawasan Timur Indonesia yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian perdarahan postpartum, namun hubungan tersebut bersifat negatif (p-value = 0,045; COR = 0,664 (95% CI (0,444-0,993)).
Read More
S-10727
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Zul Amri; Pembimbing: Indang Trihandini, Besral
T-1624
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dwi Hapsari Tjandrarini; Pembimbing: Luknis Sabri
T-789
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ice Marini; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Nurlaelasari, Fajrinayati
Abstrak:
Laporan Epidemi AIDS Global UNAIDS 2012 menunjukkan bahwa terdapat 34 juta orang dengan HIV di seluruh dunia. Sebanyak 50% diantaranya adalah perempuan dan 2,1 juta anak berusia kurang dari 15 tahun. Estimasi dan Proyeksi HIV AIDS tahun 2012 menyatakan ODHA dari populasi kunci tertinggi yaitu perempuan risiko rendah, yang bisa saja mengakses layanan kesehatan dan berinteraksi dengan bidan di layanan kesehatan. Bidan beresiko tinggi tertular HIV saat menolong persalinan, kewaspadaan universal diterapkan dengan menganggap bahwa setiap darah dan cairan tubuh yang berasal dari pasien berpotensial menularkan infeksi terlepas dari mereka HIV atau tidak, hal ini dilakukan untuk melindungi pasien, bidan, keluarga dan orang lain dari risiko paparan darah dan cairan tubuh yang mungkin terinfeksi HIV.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan infeksi dan PPIA di Kabupaten Lebak Tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan cross secsional. Jumlah sampel penelitian adalah 159 responden. Pengambilan sampel dengan stratified proposional random sampling yang dilakukan pada 30 Puskesmas.
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p=0,016), Ketersediaan alat pelindung diri (p=0,007), pengawasan (p=0,006) dan dukungan rekan kerjaa (p=0,021) dengan perilaku pencegahan infeksi dan PPIA. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan memberikan pelatihan kepada seluruh tenaga kesehatan bidan serta dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan. Mengadakan pelatihan tentang program PPIA agar pelaksanaan pelayanan sesuai dengan pedoman PPIA nasional.
Kata Kunci: Bidan, pencegahan infeksi, HIV, PPIA
The UNAIDS Global AIDS Epidemic Report 2012 shows that there are 34 million people with HIV in worldwide. As many as 50% of them are women and 2.1 million children aged less than 15 years. HIV/AIDS Estimates and Projection in 2012 declare people with HIV/AIDS from the highest key population of low risk women, who may access health services and interact with midwives in health services. Midwives are at high risk of contracting HIV while assisting in childbirth, universal precautions are applied by assuming that any blood and body fluids originating from patients potentially transmit infections regardless of whether they are HIV or not, this is done to protect patients, midwives, families and others from exposure risk Blood and body fluids that may be infected with HIV.
This study aims to determine knowledge and attitude of midwives with infections preventions behavior and PPIA in Kabupaten Lebak. The research method used is cross sectional design. The number of research samples is 159 respondents. Sampling with stratified proportional random sampling conducted at 30 health care.
The results showed a significant correlation between knowledge (p = 0.016), availability of personal protective equipment (p = 0.007), supervision (p = 0.006) and peer support (p = 0.021) with infection prevention behavior and PPIA. Based on the result of this research, it is suggested to give training to all midwife health worker and to be done continuously to increase knowledge. Conducting training on PPIA programs so that service delivery is in line with national PPIA guidelines. Evaluation on the procurement of facilities and equipment in village midwives to support good infection prevention behavior.
Keywords: midwife, prevention of infection, HIV, PPIA
Read More
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan infeksi dan PPIA di Kabupaten Lebak Tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan cross secsional. Jumlah sampel penelitian adalah 159 responden. Pengambilan sampel dengan stratified proposional random sampling yang dilakukan pada 30 Puskesmas.
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p=0,016), Ketersediaan alat pelindung diri (p=0,007), pengawasan (p=0,006) dan dukungan rekan kerjaa (p=0,021) dengan perilaku pencegahan infeksi dan PPIA. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan memberikan pelatihan kepada seluruh tenaga kesehatan bidan serta dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan. Mengadakan pelatihan tentang program PPIA agar pelaksanaan pelayanan sesuai dengan pedoman PPIA nasional.
Kata Kunci: Bidan, pencegahan infeksi, HIV, PPIA
The UNAIDS Global AIDS Epidemic Report 2012 shows that there are 34 million people with HIV in worldwide. As many as 50% of them are women and 2.1 million children aged less than 15 years. HIV/AIDS Estimates and Projection in 2012 declare people with HIV/AIDS from the highest key population of low risk women, who may access health services and interact with midwives in health services. Midwives are at high risk of contracting HIV while assisting in childbirth, universal precautions are applied by assuming that any blood and body fluids originating from patients potentially transmit infections regardless of whether they are HIV or not, this is done to protect patients, midwives, families and others from exposure risk Blood and body fluids that may be infected with HIV.
This study aims to determine knowledge and attitude of midwives with infections preventions behavior and PPIA in Kabupaten Lebak. The research method used is cross sectional design. The number of research samples is 159 respondents. Sampling with stratified proportional random sampling conducted at 30 health care.
The results showed a significant correlation between knowledge (p = 0.016), availability of personal protective equipment (p = 0.007), supervision (p = 0.006) and peer support (p = 0.021) with infection prevention behavior and PPIA. Based on the result of this research, it is suggested to give training to all midwife health worker and to be done continuously to increase knowledge. Conducting training on PPIA programs so that service delivery is in line with national PPIA guidelines. Evaluation on the procurement of facilities and equipment in village midwives to support good infection prevention behavior.
Keywords: midwife, prevention of infection, HIV, PPIA
T-5086
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anna Yulianti; Pembimbing: Meiwita Paulina Budiharsana; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Maria Gayatri
Abstrak:
Read More
Berdasarkan hasil laporan SDKI, angka unmet need KB di Indonesia pada tahun 2012 berada pada angka 11,4% menjadi 10,6% di tahun 2017. Berdasarkan SDKI 2017, angka unmet need Jawa Barat adalah 11% dan angka unmet need KB Sulawesi Selatan berada angka 14.4%. Tingginya angka unmet need menimbulkan berbagai macam permasalahan diantaranya adalah kehamilan yang tidak diinginkan sehingga menimbulkan aborsi yang tidak aman dan berkontribusi pada tingginya angka kematian ibu dan bayi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui determinan kejadian unmet need KB pada wanita kawin di Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional dengan sampel wanita usia 15-49 tahun berstatus kawin/tinggal bersama pasangan. Penelitian ini meggunakan uji chi-square dan regresi logistik untuk menggambarkan kekuatan hubungan antar variabel. Hasil penelitian ini yaitu angka unmet need KB Jawa Barat adalah 10.3% dan angka unmet need KB Sulawesi Selatan adalah 14%. Hasil analisis multivariabel menunjukkan variabel yang memiliki odds ratio terbesar untuk unmet need KB di kedua provinsi adalah dukungan pasangan [AOR=5]. Wanita yang tidak mendapat persetujuan dari pasangan untuk menggunakan kontrasepsi memiliki kemungkinan lima kali lebih tinggi untuk mengalami unmet need KB. Keluarga sebagai unit terkecil masyarakat harus diprioritaskan lewat pendekatan pasangan/ peran pria dalam program KB.
Based on the Indonesian Demographic and Health Survey, the percentage of unmet need for family planning in Indonesia namely at 11.4% in 2012 to 10.6% in 2017. Meanwhile, based on IDHS 2017, the unmet need for West Java is 11% and the unmet need for family planning in South Sulawesi is 14.4%. The high rate of unmet need raises various kinds of problems including unwanted pregnancies, causing unsafe abortions and contributing to high maternal and infant mortality rates. This research was conducted with the aim of knowing the determinants of the incidence of unmet need for family planning among married women in West Java and South Sulawesi. The study design that is used in this study is cross-sectional with a sample of women aged 15-49 years who were currently married/living with a partner. This study uses the chi-square test and logistic regression to describe the strength of the relationship between variables. The results of this study are the unmet need for family planning in West Java is 10.3% and the unmet need for family planning in South Sulawesi is 14%. The results of the multivariable analysis showed that the variable that had the greatest odds ratio for unmet family planning needs in the two provinces was spousal support [AOR=5]. Women who do not receive consent from their partners to use contraception are five times more likely to experience unmet need for family planning. The family as the smallest unit of society must be prioritized through the male partner/role approach in family planning programs.
S-11249
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Albert; Pembimbing: Besral; Penguji: Martya Rahmaniati, Dakhan Choeron
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku keluarga sadar gizi ( penimbangan berat badan balita secara teratur, memberikan ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan/ASI Eksklusif, rumah tangga menggunakan garam beryodium, minum suplemen gizi sesuai anjuran/ vitamin A dan Konsumsi beraneka ragam makanan) dan karakteristik responden seperti faktor riwayat balita pernah dirawat, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jumlah anggota keluarga, jumlah balita, dan tempat tinggal dengan kejadian stunting. Desain studi penelitian ini yaitu cross-sectional dengan analisis bivariat dengan chi square (kai kuadrat).
Read More
S-10565
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dian Sulistiyowati; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: R. Sutiawan, Poppy Yuniar, Sri Pinantari Hanum, Yudianto
T-4058
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Zikri; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Sabarinah B. Prasetyo, Usep Solehudin
Abstrak:
HIV dan Infeksi menular seksual merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yangsangat penting untuk diperhatikan. Sebagai populasi kunci penularan HIV, Waria perludiberikan perhatian khusus agar penularannya ke populasi umum dapat dicegah.Berdasarkan data Survei Terpadu Biologis dan Perilkau (STBP) 2011 dan 2015, diketahuiprevalensi IMS seperti sifilis, klamidia, dan gonore pada Waria mengalami penurunan,sedangkan prevalensi HIV mengalami peningkatan dari 22% menjadi 25%. Penelitian inimembahas faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian HIV dan IMS pada Waria di5 kota di Indonesia dengan menggunakan data Survei Terpadu Biologis dan Perilaku(STBP) tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studipotong lintang mengikuti desain studi pada STBP 2015. Hasil menunjukkan Faktor-faktoryang berhubungan dengan HIV dan IMS pada Waria di 5 kota antara lain adalah umur,pendidikan, pekerjaan, pengetahuan komprehensif, konsistensi penggunaan kondom,konsistensi penggunaan pelicin, jumlah pasangan seks anal, penggunaan napza suntik,penggunaan suntik silikon, konsumsi alkohol sebelum seks, Periksa HIV, serta kunjunganke layanan IMS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan suntik silikonmerupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap status HIV pada Waria di 5 Kota diIndonesia (OR = 1,68).
Kata kunci:Waria, faktor, HIV, IMS
HIV and sexually transmitted infections (STI) are public health problem that veryimportant to be considered. As key population of HIV transmissions, Transgender needto be given special intention so its transmission to the general population can beprevented. Based on the Integrated Biological and Behaviour Survey (IBSS) 2011 and2015, the prevalence of STI such as syphilis, clamidia, and gonorrhea on Transgender hasdecreased, while HIV prevalence has increased from 22% to 25%. This study discussesthe factors related to the incidence of HIV and STI among Transgender in 5 cities inIndonesia using data Integrated Biological Behavioral Surveillance (IBBS) in 2015. Thisstudy is a quantitative study with a cross sectional study design followed the design ofthe study on IBBS 2015. The result showed that factors related to HIV dan STI onTransgender in 5 cities are age, education, employment, comprehensive knowledge,consistency of use of condoms, consistency of the use of lubricant, number of anal sexpartners, use of injectable drugs, use of silicone injections, alcohol consumption beforesex, HIV tests, and visits to STI services. The results of the this study showed that the useof silicone injections was the most influential factor on the status of HIV on Transgenderin 5 cities in Indonesia (OR = 1.68).
Key words:Transgender, factors, HIV, STI.
Read More
Kata kunci:Waria, faktor, HIV, IMS
HIV and sexually transmitted infections (STI) are public health problem that veryimportant to be considered. As key population of HIV transmissions, Transgender needto be given special intention so its transmission to the general population can beprevented. Based on the Integrated Biological and Behaviour Survey (IBSS) 2011 and2015, the prevalence of STI such as syphilis, clamidia, and gonorrhea on Transgender hasdecreased, while HIV prevalence has increased from 22% to 25%. This study discussesthe factors related to the incidence of HIV and STI among Transgender in 5 cities inIndonesia using data Integrated Biological Behavioral Surveillance (IBBS) in 2015. Thisstudy is a quantitative study with a cross sectional study design followed the design ofthe study on IBBS 2015. The result showed that factors related to HIV dan STI onTransgender in 5 cities are age, education, employment, comprehensive knowledge,consistency of use of condoms, consistency of the use of lubricant, number of anal sexpartners, use of injectable drugs, use of silicone injections, alcohol consumption beforesex, HIV tests, and visits to STI services. The results of the this study showed that the useof silicone injections was the most influential factor on the status of HIV on Transgenderin 5 cities in Indonesia (OR = 1.68).
Key words:Transgender, factors, HIV, STI.
S-10233
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
