Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34727 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Wantoro; Pembimbing: Ratna Djuwita
S-2544
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Sanusi; Pembimbing: Sudijanto Kamso
S-3263
Depok : FKM UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indra Sakti; Pembimbing: Slamet Hindarto Gunawan
Abstrak:
Jumlah kunjungan rawat jalan di Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo dalam 3 tahun terakhir terlihat menurun tajam, sedangkan jumlah kunjungan di Poliklinik lainnya konstan atau meningkat. Keadaan ini menjadi pertanyaan bagi pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo bahwa terjadi ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan rawat jalan di Poliklinik Anak. Dengan melakukan suatu penelitian, yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan ketidakpuasan pasien yang menyebabkan penurunan kunjungan rawat jalan di Poliklinik Anak tersebut. Dengan menganalisa variabel bebas dan variabel terikat dan dilakukan uji statistik dengan Chi-Square diharapkan diketahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan secara bermakna dengan kepuasan pelanggan. Metodologi penelitian ini merupakan suatu studi deskriptif analisis bersifat kuantitatif dengan metode pengumpulan data secara cross sectional. Data primer dikumpulkan dengan mengedarkan kuesioner terhadap orang tua pasien Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo. Dari hasil penelitian terlihat hubungan yang bermakna antara persepsi responden tentang lamanya waktu tunggu dengan kepuasan pelanggan dimana tingkat kepuasan tertinggi didapat pada responden yang menyatakan waktu tunggu tidak lama. Kesimpulan dari penelitian ini ternyata waktu tunggu mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo. Disarankan kepada pihak manajemen agar membenahi faktor waktu tunggu menjadi lebih pendek sehingga citra Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo menjadi lebih baik.

Analysis of Factors That Related with Outpatient Satisfaction at the Children's Clinical of the District General Hospital of Muara BungoThe amount of outpatient visited at the Children's Clinical of the District General Hospital of Muara Bungo during 3 last years show pointed decrease, whereas the amount of outpatient visited at the others clinical constant even increased. This condition causing question to management side of the District General Hospital of Muara Bungo that patient is not satisfy with the services of the Children's Clinical of The District General Hospital of Muara Bungo. By doing a research, that purposed to know any factors that related with patient unsatisfaction that causing the decreasing outpatient visited at the Children's Clinical. By analyzing dependent variables and independent variables and by doing statistic test with Chi-Square expected to know any factors that meaningly related with customer satisfaction. The methodology of this research to give a shape of one analysis descriptive study that have quantitative character with data gathering method sectional cross. The primer data gathered with give questioners to parents? patient of the Children's Clinical of the District General Hospital of Muara Bungo. Result of this research shows the significant related between respondent perception about long waiting times with customer satisfaction with and the highest level of customer satisfaction comes from respondent that proving the short waiting time. The conclusion result of this research proved that waiting time increasing customer satisfaction of the Children's Clinical. Suggested to management hospital to tide up waiting time factor became shorted there for the Children`s Clinical of the District General Hospital of Muara Bungo became is better.
Read More
B-533
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erminda; Pembimbing: Rachmadhi Purwana; Penguji: Anwar Hasan, Besral, Joedyaningsih, Ahmad Husni
Abstrak:
Salah satu tenaga kesehatan rumah sakit yang sering berhubungan dengan pasien adalah tenaga keperawatan. Tenaga perawat tidak hanya memberikan pelayanan kepada pasien tetapi mereka juga membutuhkan pelayanan dari pihak manajemen rumah sakit. Berkaitan dengan hal ini, pihak manajemen rumah sakit perlu melakukan survey kepuasan kerja perawat agar dapat diidentifikasi masalah yang harus ditanggulangi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kepuasan kerja perawat pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rabain Muara Enim dan faktor-faktor yang berhubungan. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh perawat RSUD Rabain Muara Enim yang berhubungan langsung dengan pasien, jumlahnya 92 orang. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui angket. (Self Administered Questionaire). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (53,3%) perawat di RSUD Rabain Muara Enim merasa tidak puas terhadap dimensi kepuasan kerja yang diukur melalui kondisi kerja, gaji, pengawasan, peluang promosi-karir. Faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kepuasan kerja perawat pada RSUD Rabain Muara Enim adalah umur, masa kerja, status kepegawaian, dan tempat tinggal. Peneliti menyarankan perlu dilakukannya penilaian secara berkesinambungan terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan kerja perawat di RSUD Rabain Muara Enim. Bahan bacaan 32:(1968-2002)

Factor Related to Work Satisfaction among Nurses in Muara Enim District Hospital, Year 2003Realization of Muara Enim District Health Office vision of health Muara Enim 2007 necessitates a reliable quality services. One category of health personnel as an integral part of health service of nurse. Nurses are not only providing services to patient but also expect to receive service from hospital management. In this case, the hospital management should conduct job satisfaction survey to identify problems to be solved. In general, this study aims to obtain a description of job satisfaction among nurses in Muara Enim District Hospital. The study was an analytic descriptive study with cross sectional data collection method. Sample of the study was all 92 nurses in Muara Enim District Hospital who have direct contact with patient. Data was then considered as primary data gathered through self administered questionnaire. This study result showed that most nurses in Muara Enim District Hospital did not satisfy with their work, in term of working condition, salary supervision and career promotion opportunity. Factors significantly related to job satisfaction among nurses in Muara Enim District Hospital were age, working period and working status. Researcher suggests conducting evaluation in a periodic way concerning all factors in connection with job satisfaction among nurses in Muara Enim District Hospital. Reference : 32 (1968-2002)
Read More
T-1869
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmiati; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Dwi Gayatri, Rio Prasetyo Badriansyah, Indah Deryane
Abstrak:
Latar Belakang: Kematian pasien rawat inap menunjukkan tren peningkatan yang konsisten di RSUD Banyuasin. Kematian ini dipengaruhi oleh aspek multidimensional yang terbagi menjadi dua domain utama, yaitu faktor pasien dan faktor rumah sakit.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kedua faktor tersebut dengan kematian pasien >48 jam di RSUD Banyuasin. Metode: Penelitian potong lintang dilaksanakan di Instalasi Rawat Inap RSUD Banyuasin pada bulan April hingga Mei 2026 menggunakan data rekam medis pasien periode 1 Januari 2023 sampai 31 Desember 2025. Didapatkan sebanyak 343 pasien rawat inap > 48 jam yang memenuhi kriteria penelitian. Kematian pasien diukur dengan indikator Net Death Rate (NDR) yang akan dianalisis. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan dilanjutkan dengan uji regresi logistic. Hasil: Total sampel yang memenuhi kriteria terdiri dari 297 pasien dengan luaran hidup dan 46 pasien meninggal dunia. Mayoritas sampel berjenis kelamin perempuan (53,9%) , tingkat pendidikan rendah (67,9%), lama rawat < 5 hari (68,5%), dan dirawat di ruang non-ICU (95,9%). Hasil uji regresi logistik menunjukkan faktor risiko dominan yang berperan terhadap kematian pasien rawat inap adalah perawatan di ruang ICU (aOR=17,795; 95%CI 4,660−67,952; p=0,000), tingkat pendidikan tinggi (aOR=4,497; 95%CI 2,157−9,374; p=0,000), diagnosis penyakit menular (aOR=3,213; 95%CI 1,388−7,435; p=0,006), dan usia >60 tahun (aOR=2,539; 95%CI 1,211−5,323; p=0,014). Simpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian pasien rawat inap di RSUD Banyuasin adalah ruang rawat ICU, pendidikan tinggi (SMA), penyakit menular dan usia > 60 tahun. Kata Kunci: Banyuasin, Faktor Pasien, Faktor Rumah Sakit, Kematian, Rawat Inap

Background: Inpatient mortality has shown a consistently increasing trend at RSUD Banyuasin. This mortality is influenced by multidimensional aspects categorized into two main domains: patient factors and hospital factors. This study aims to analyze the relationship between these two factors and inpatient mortality >48 hours at RSUD Banyuasin. Methods: An observational analytic study with a cross-sectional design was conducted at the Inpatient Ward of Banyuasin Regional General Hospital from April to May 2026, utilizing patient medical records from January 1, 2023, to December 31, 2025. A total of 343 inpatients hospitalized >48 hours met the study criteria. Inpatient mortality was measured by the Net Death Rate (NDR). Data were analyzed using Chi-Square tests, followed by logistic regression analysis. Results: The total sample meeting the inclusion criteria consisted of 297 survivor patients and 46 non- survivor patients. The majority of the sample were female (53.9%), had a low educational level (67.9%), had a length of stay < 5 days (68.5%), and were admitted to non-ICU rooms (95.9%). Logistic regression analysis demonstrated that the dominant risk factors contributing to inpatient mortality were ICU admission (aOR = 17.795; 95% CI: 4.660–67.952; p=0.000), high educational level (aOR = 4.497; 95% CI: 2.157–9.374; p=0.000), infectious disease diagnosis (aOR = 3.213; 95% CI: 1.388–7.435; p=0.006), and age >60 years (aOR = 2.539; 95% CI: 1.211–5.323; p=0.014). Conclusion: The factors significantly associated with inpatient mortality at RSUD Banyuasin are ICU admission, high educational level (High School), infectious disease diagnosis, and age >60 years. Keywords: Banyuasin, Hospital Factors, Inpatient, Mortality, Patient Factors
Read More
B-2596
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hilma Mayasari; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Zakianis, Elin Herlina
S-6420
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhamad Mudakir; Pembimbing: Krisnawati Bantas
S-2534
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Soraya Hidayati; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Helda, Ririn Saptorini
Abstrak: Jumlah penderita dan kasus kematian akibat infeksi virus COVID -19 setiap harinya terus bertambah dan terus muncul varian virus COVID yang baru. Lebih dari 80% kematian karena COVID-19 terjadi pada penderita yang berusia di atas 65 tahun dan memiliki riwayat komorbid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktorfaktor yang dapat meningkatkan risiko kematian COVID-19 pada pasien lansia yang melakukan rawat inap di RSUD Karanganyar Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder dari file data base rekam medis pasien rawat inap di RSUD Karanganyar yaitu sebanyak 322 pasien lansia Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi logistik untuk menguji hubungan variabel independen jenis kelamin, TBC paru, diabetes mellitus, ginjal kronis, stroke, dan jantung dengan kematian pasien COVID-19 lansia sebagai variabel dependennya Sebanyak 61 (18,9%) pasien COVID-19 lansia meninggal dunia. Sebanyak 33 (54,1%) pasien lansia adalah perempuan
Read More
T-6404
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Halasan Napitupulu; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Ahmad Syafiq, Syaftri Guricci, Siti Hariani, Ranida
Abstrak:
Salah satu upaya apabila seseorang berhasil mencapai usia lanjut adalah mempertahankan atau membawa status gizi yang bersangkutan pada kondisi optimal agar kualitas hidup yang bersangkutan tetap baik, gangguan gizi yang umumnya muncul pada lansia selain gizi kurang juga gizi lebih yang apabila dilihat dari sudut kesehatan, sama-sama merugikan dan dapat menyebabkan kematian dengan penyebab yang berbeda. Gangguan gizi pada lansia diduga berkaitan dengan perubahan lingkungan maupun kondisi kesehatan. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran status gizi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi lansia di kota Bengkulu. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang (cross sectional) dengan jumlah sampel sebanyak 207 orang lansia yang berumur > 60 tahun dan dipilih dengan menggunakan systematic random sampling.Pengumpulan data variabel bebas seperti jenis kelamin, status perkawinan, status tempat tinggal, tingkat pendidikan, pengetahuan gizi, status ekonomi dan aktifitas fisik dilakukan dengan wawancara terstruktur sedangkan untuk konsumsi makanan (total energi, karbohidrat, protein dan lemak) dengan menggunakan dua pendekatan yaitu food recall dan food frequencies. Hasil penelitian melaporkan proporsi lansia yang mengalami gizi lebih sebesar 18,4% dan gizi kurang sebesar 19,3%. Hasil uji t menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna (P>0,05) rata-rata IMT menurut jenis kelamin, status perkawinan dan status tempat tinggal serta tidak ada hubungan yang bermakna (p>0,05) antara pengetahuan gizi dengan IMT lansia. Akan tetapi, ada perbedaan yang bermakna (p<-0,05) rata-rata IMT antara lansia yang melakukan olah raga dengan yang tidak melakukan olah raga dan tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05) rata-rata IMT menurut frekuensi, lama dan jenis olah raga. Selanjutnya ada hubungan yang bermakna (p<0,05) antara tingkat pendidikan dan status ekonomi dengan IMT lansia. Ada hubungan yang bermakna (p<0,05) antara total energi dengan IMT serta ada hubungan yang bermakna (p<0,05) antara asupan karbohidrat, protein dan lemak dengan IMT setelah di adjusted dengan total energi. Hasil analisis multivariat regresi linier juga menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan dengan IMT lansia adalah jenis kelamin, tingkat pendidikan dan asupan karbohidrat dengan koefisien determinasi (R2 ) sebesar 0,10 yang artinya variabel jenis kelamin, tingkat pendidikan dan asupan karbohidrat hanya dapat menjelaskan IMT lansia sebesar 10%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lansia di kota Bengkulu mengalami masalah gizi ganda yaitu masalah gizi lebih sudah mulai timbul akan tetapi masalah gizi kurang masih terjadi. Untuk itu, perlu digalakkan promosi gizi melalui pendekatan keluarga dirnana lansia tinggal serta bila memungkinkan memberikan makanan tambahan kepada lansia yang kurang gizi terutama lansia dengan kondisi ekonomi yang kurang.

Factors Related to Nutritional Status among Elderlies Bengkulu City,2001When reaches elderly age, one should maintain an optimal nutritional status to ensure a good quality of life. Nutritional problems that occur during old ages may take two forms, that is, under nutrition or over nutrition, both are health devastating and might cause death due to different reasons. Nutritional problems among elderly relate to changes in both environment and health conditions in general. Thus, this study aims to describe the nutritional status and its related factors among elderly in Bengkulu city. The study design is cross-sectional with 207 subjects aged > 60 years of old and were selected using systematic random sampling. Structured interview was used to collect data such as gender, marital status, residential status, educational level, nutrition knowledge, economic status, and physical activity level. While for food consumption (to predict macronutrients consumption such as total energy, carbohydrate, protein, and fat), two methods, that is, food recall and food frequency questionnaires were employed. The study showed that the proportion of elderlies with over nutrition was 18,4% and elderlies with under nutrition was 19,3%. T-test showed no significant difference (p>O,05) in BMI for gender, marital status, and residential status. Moreover, there was no significant difference (p>O,45) in BM[ for nutrition knowledge. Significant difference (p< 0,05) was found in BMI for elderlies who perform sport activities and those who do not. However, no significant differences were found for frequency, duration, and type of sport activities. Significant differences in BMI (p<0,05) were found for different level of education, economic status, total energy intake, carbohydrate, protein, and fat intakes (after being adjusted for total energy intake). The multivariate tinier regression analysis showed that the dominant factors determining the BMI of elderlies in this study were gender, educational level, and carbohydrate intake (adjusted) with coefficient of determination (R2) of 0,10, meaning that these variables could only explain 10% of the BMI among elderlies in this study. The results of the study lead to conclusion that elderlies in Bengkulu city faced a double burden of nutritional problems, that is over nutrition and under nutrition at the same time. Therefore, an adequate nutrition promotion is to be embarked through family approach where most of elderlies stay. If possible, for elderlies with low economic status, a supplementary food should be provided.
Read More
T-1237
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wini Purnamasari; Pembimbing: Nasrin Kodim
S-2709
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive