Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40620 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ronauli Margaretha Silalahi; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Trisari Anggondowati, Asep Adam Mutaqin
Abstrak:

Di Indonesia, prevalensi KEK pada ibu hamil meningkat dari 16,9% pada tahun 2018 menjadi 17% pada tahun 2023. Padahal, dalam rangka menekan angka KEK pada ibu hamil, pemerintah Indonesia sejak tahun 2014 menerapkan program intervensi gizi bagi ibu hamil diantaranya mengimplementasikan pemberian makanan tambahan sesuai bahan pangan lokal, pemberian tablet TTD, dan kelas ibu hamil. Meskipun program gizi dan kesehatan ibu telah lama diimplementasikan di Indonesia, masalah KEK pada ibu hamil masih menjadi salah satu bentuk malnutrisi yang belum tertangani secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan risiiko KEK pada ibu hamil berdasarkan data SKI 2023. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel ibu hamil yang berada pada kehamilan trimester 3 dan menggunakan uji regresi logsitik sederhana untuk analisis bivariat. Dari 5.055 ibu hamil yang berhasil disurvey, terdapat 1.383 data yang eligible untuk digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini terdapat 153 (11,1%) ibu hamil dengan risiko KEK. Provinsi dengan kasus ibu hamil risiko KEK terbanyak di Indonesia adalah Jawa Tengah sebanyak 103 kasus (7,2%) sedangkan provinsi dengan kasus terendah adaalah Papua Pegunungan sebanyak 3 kasus (0,2%). Status sosial ekonomi keluarga terendah (OR 2,13; 95% CI 1,28 – 3,54), konsumsi buah ≤ 3 kali per bulan (OR 0,26; 95% CI 1,15 – 5,94), dan mengalami stres (OR 3,17; 95% CI 1,03 – 9,75) adalah faktor risiko yang berasosiasi dengan risiko KEK pada ibu hamil. Selain itu, faktor yang menunjukkan protektif terhadap risiko KEK pada ibu hamil adalah berumur > 35 tahun (OR 0,37; 95% CI 0,18 – 0,76). Oleh karena itu, program bantuan bagi keluarga ibu hamil miskin mampu mendukung pencegahan risiko KEK pada ibu hamil.


In Indonesia, the prevalence of CED among pregnant women increased from 16.9% in 2018 to 17% in 2023. In fact, in order to reduce the rate of CED in pregnant women, the Indonesian government since 2014 has implemented nutrition intervention programmes for pregnant women including implementing supplementary feeding according to local food ingredients, providing TTD tablets, and pregnant women's classes. Although nutrition and maternal health programmes have long been implemented in Indonesia, the problem of CED in pregnant women is still one of the forms of malnutrition that has not been effectively addressed. This study aims to determine the factors associated with the risk of CED in pregnant women based on SKI 2023 data. The design of this study was cross sectional with a sample of pregnant women who were in the 3rd trimester of pregnancy and used simple logistic regression test for bivariate analysis. Of the 5,055 pregnant women surveyed, 1,393 were eligible to be used in this study. The results of this study showed that there were 153 (11.1%) pregnant women at risk of CED. The province with the most cases of pregnant women at risk of CED in Indonesia was Central Java with 103 cases (7.2%) while the province with the lowest cases was Papua Mountains with 3 cases (0.2%). Lowest family socioeconomic status (OR 2.13; 95% CI 1.28 - 3.54), fruit consumption ≤ 3 times per month (OR 0.26; 95% CI 1.15 - 5.94), and experiencing stress (OR 3.17; 95% CI 1.03 - 9.75) were risk factors associated with the risk of CED in pregnant women. In addition, the factor that showed protective against the risk of CED in pregnant women was being > 35 years old (OR 0.37; 95% CI 0.18 - 0.76). Therefore, the assistance programme for families of poor pregnant women can support the prevention of the risk of CED in pregnant women.

Read More
S-11867
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herdiani Siallagan; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Ratna Djuwita, Evi Fatimah, Heny Lestari
Abstrak: Kebutuhan akan energi dan zat gizi lainnya meningkat pada masa kehamilan terutama pada kehamilan trimester III. Kurang gizi bukan hanya sekedar kekurangan makanan melainkan berupa kombinasi dari beberapa faktor seperti konsumsi protein, energi dan gizi mikro yang tidak mencukupi, adanya penyakit infeksi, pelayanan kesehatan yang tidak memadai, air dan sanitasi yang buruk. Ibu hamil dengan status gizi yang kurang akan mengalami masalah gizi seperti kurang energi kronis (KEK). Ibu hamil memiliki risiko KEK jika memiliki lingkar lengan atas (LILA) < 23,5 cm. Ibu hamil dengan risiko KEK diperkirakan akan melahirkan bayi BBLR. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko KEK pada ibu hamil di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain Cross-sectional dengan menggunakan data sekunder dari riset kesehatan dasar tahun 2018. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil trimester III berjumlah 3.341 responden. Data dianalisis menggunakan Regresi Cox untuk mengetahui prevalen rasio (PR) faktor-faktor yang behubungan dengan risiko KEK dengan Confident Interval (CI) 95% untuk melihat signifikansi. Prevalensi risiko KEK pada ibu hamil di Indonesia sebesar 14,9%. Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko KEK yaitu jumlah anggota keluarga > 4 orang (PR 1,388; CI95% 1,161-1,661), tempat tinggal di pedesaan (PR 1,337; CI95% 1,111-1,608), multigravida (PR 0,604; CI95% 0,503-0,726) dan grandemultigravida (PR 0,722; CI95% 0,515-1,011). Disarankan agar pemerintah menyediakan layanan konsultasi gizi pada puskesmas, melakukan penyuluhan oleh bidan desa, pembatasan jumlah anak pada masyarakat dimulai dari tenaga kerja dan Pemberdayaan masyarakat terutama di pedesaan.
Energy and other nutrients need are increase during pregnancy, especially in the third trimester of pregnancy. Malnutrition is not just a lack of food but also a combination of several factors such as inadequate consumption of protein, energy and micronutrients, the presence of infectious diseases, inadequate health services, poor water and sanitation. Pregnant women with poor nutritional status will experience nutritional problems such as chronic energy deficiency (CED). Pregnant women who have a risk of CED are having mid upper arm circumference (MUAC) < 23.5 cm. Pregnant women who are at risk of CED are expected to have LBW babies. The purpose of this study was to determine the related factors of chronic energy deficiency risk on pregnant women in Indonesia. This study used a cross-sectional design using secondary data from basic health research in 2018. The sample of this study was 3,341 respondents of third trimester pregnant women. Data were analyzed using Cox Regression to determine the prevalence ratio (PR) the related factors of chronic energy deficiency with a Confident Interval (CI95%) to see significance. The prevalence of CED risk on pregnant women in Indonesia is 14.9%. The results of multivariat analysis showed that the related factors of CED risk were number of family members > 4 peoples ( PR 1.388; CI95% 1.1611.661), rural residance (PR 1.337; CI95% 1.111-1.608), multigravida (PR 0.604; CI95% 0.503-0.726) and grandemultigravida (PR 0.722; CI95% 0.515-1.011). It is recomendet that the goverment provide nutrition consultasy services at the public health center, counseling by midwives in village, limiting the number of children in the community started with labor and empowering communities especially in rural areas.
Read More
T-5980
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Herda Wati Nisa; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Renti Mahkota, Eti Rohati
Abstrak: Risiko Kurang Energi Kronis pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalahkesehatan masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan faktor kondisi pra hamil, riwayat kehamilan, dan sosial ekonomi denganrisiko kurang energi kronis pada ibu hamil di Puskesmas Cipayung Kota Depoktahun 2016. Penelitian dilakukan selama bulan Januari-April 2016 di PuskesmasCipayung dengan jenis penelitian mixed method. Penelitian kuantitatif dengandesain studi cross sectional, sedangkan penelitian kualitatif dengan pendekatanfenomenologi melalui wawancara mendalam. Populasi studi yaitu ibu hamil yangberkunjung ke Puskesmas Cipayung Kota Depok. Sampel penelitian adalah ibuhamil yang berkunjung ke Poli KIA Puskesmas Cipayung pada periode Januari-April 2016 yang berjumlah 86 orang. Adapun informan penelitian ini adalah bidanpuskesmas, kader kesehatan, dan ibu yang pernah hamil dengan kondisi KEK.Proporsi ibu hamil yang berisiko KEK sebesar 17,4%. Terdapat hubungan antarausia (PR=4,1; p=0,016), berat badan pra hamil (PR=3,8; p=0,013) dan paritas(PR=0,16; p=0,001) dengan risiko KEK. Hasil kualitatif menguatkan faktor (usia,berat badan pra hamil, dan paritas) berpengaruh terhadap terjadinya KEK, hasilkualitatif menunjukkan pendidikan dan pekerjaan dapat berpengaruh terhadapterjadinya KEK, dan memberikan informasi tambahan bahwa pola makan dan stressdapat menjadi penyebab terjadinya KEK. Pencegahan KEK dapat dilakukan denganintervensi kepada remaja putri dan ibu hamil di trimester awal untuk mendeteksidan mencegah terjadinya risiko KEK.Kata kunci : Ibu Hamil, Kondisi pra Hamil, Riwayat Kehamilan, Risiko KEK,Sosial-Ekonomi.
Read More
S-9089
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendra Gunawan; Pembimbing: Krisnawati Bantas
S-3873
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yenty Hapni; Pembimbing: Asih Setiarini
S-3986
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadra Anniswah; Pembimbing: Besral; Milla Herdayati; Penguji: Ahmad Syafiq, Muhammad Rizal Naukoko, Nida Rohmawati
Abstrak: Latar Belakang: KEK pada ibu hamil menyebabkan mortalitas dan morbiditas bagi ibu maupun anak yang dilahirkan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan status KEK perlu diketahui agar dapat ditentukan intervensi dalam penurunan prevalensi KEK.
Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan KEK pada ibu hamil di Kabupaten Buol Tahun 2021.
Metode Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional yang dilakukan di Kabupaten Buol. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 239 ibu hamil. Variabel terikat berupa status KEK sedangkan variabel bebas berupa karakteristik ibu, pendapatan keluarga, umur pertama menikah, jarak kehamilan, pengetahuan gizi ibu hamil, frekuensi dan asupan makanan (karbohidrat, energi, protein), akses layanan kesehatan (ANC, K1, dan PMT). Analisis yang dilakukan berupa uji univariat, bivariat dengan menggunakan uji Chi square, dan multivariat menggunakan regresi logistik.
Hasil: Prevalensi KEK dalam penelitian ini adalah sebesar 23.4%. Variabel yang berhubungan dengan status KEK (p<0.05) dalam penelitian ini adalah jarak kehamilan, umur pertama menikah, dan PMT.
Simpulan dan saran: faktor yang paling mempengaruhi KEK adalah usia pertama menikah. Diperlukan pendidikan gizi untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil megenai pentingnya nutrisi saat kehamilan serta terkait sumber dan cara yang tepat mengolah pangan lokal alami untuk mencukupi asupan nutrisi. Selain itu dibutuhkan edukasi untuk menunda usia pernikahan dan kehamilan agar mencapai usia ideal, serta mengatur jarak kelahiran ideal untuk meminimalisasi risiko KEK serta komplikasi kehamilan dan persalinan. Peningkatan pengetauan juga perlu didampingi dengan perubahan sikap, intensi dan ketersediaan akses untuk dapat mencapai perubahan perilaku masyarakat. Kata Kunci: Kekurangan Energi Kronis (KEK), ibu hamil
Background: Chronic energy deficiency in pregnancy can cause mortality and morbidity in both maternal and her children. Factors associated with chronic energy deficiency to be known to determine an intervention for decreasing prevalence chronic energy deficiency.
Objectives: To analyze the factors associated with chronic energy deficiency in Buol Regency.
Methods: Design study was cross-sectional conducted in Buol Regency. Total sample was 239 pregnant women. The dependent variables was chronic energy deficiency status while the independent variable were subject characteristic, family income, age of first marriage, pregnancy distance, antenatal care, supplementary feeding, maternal nutrition knowledge, eating behavior, carbohydrate, energy, and protein intake . Statistical analysis were univariate, bivariate analysis using Chi Square, and multivariate analysis using logistic regression.
Results: The prevalence of chronic energy deficiency in this study was 23.4%. Variables associated with chronic energy deficiency (p<0.05) was pregnancy distance, age of first marriage, and supplementary feeding.
Conclusions and suggestions: age of first marriage is the strongest associated factor to CED. Nutritional education is needed to increase the knowledge of pregnant women to meet the importance of nutrition during pregnancy, related sources and ways to properly process natural local food to meet nutritional intake. In addition, education is needed to delay the age of marriage and pregnancy in order to reach the ideal age, and set the ideal birth distance to minimize the risk of CED and complications of pregnancy and childbirth. Increasing knowledge also needs to be accompanied by changes in attitudes, intentions and availability of access to be able to achieve changes in people's behavior.
Read More
T-6291
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bul. Pen. Sis. Kes. (Bulitsiskes), Vol.17, No.2, Apr. 2014 : hal. 193-202. ( ket. ada di bendel 2013 - 2014 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Kartika Irnayati; Pembimbing: Nuning M. Kiptiyah; Penguji: Ahmad Helmy
S-5907
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive