Ditemukan 39577 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Dewi Bayu Kusumawati; Pembimbing: Iis Sinsin
M-204
Depok : FKM UI, 1998
D3 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dewi Bayu Kusumawati; Pembimbing: Sinsin, Iis
M-290
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
D3 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Setyo Wibudi; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Mieke Savitri, Meilantoro
S-4312
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dudy Arman Hanafy; Pembuimbing: Pujiyanto; Penguji: Mardiati Nadjib, Kurnia Sari, Dicky Aligheri, Puji Triastuti
Abstrak:
Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita sebagai pusat Rujukan Nasionalmemberikan layanan penatatalaksana penyakit jantung coroner dengan pembedahan yaituCoronary Artery Bypass Graft (CABG) dengan teknik Off-Pump dan On-Pump. Perlunyadilakukan cost analisys terhadap dua teknik diatas sebagai evaluasi ekonomi untukmengetahui teknik yang lebih hemat. Desain penelitian ini obeservasional analitik denganmenghitung unit cost dari setiap teknik dengan membagi biaya preoperatif, perioperatif danpostoperatif. Sampel adalah pasien ASKES yang dilakukan CABG Januari-Agustus 2012 dandidapatkan besar sampel Off-Pump 30 pasien dan On-Pump 40 pasien. Tidak ada perbedaandata demografi dari kedua kelompok. Untuk utilisasi pelayanan, pasien Off-Pumpmenggunaan ventilator yang lebih singkat (Off-Pump 6,3 jam ±2.55; On-Pump 9.7 jam ±3.51p=0.000), lama di ICU lebih singkat (Off-Pump 1,1 hari ±0.30; On-Pump 2.28 hari ± 1.79p=0.001) dan lama perawatan lebih singkat juga (Off-Pump 8,2±1.27; On-Pump 11.35±4.90p=0.001). Untuk perbandingan biaya, tidak ada perbedaan biaya preoperative pada keduateknik, perioperatif teknik Off Pump lebih hemat (Off-Pump Rp. 64.301.615 ± 7.257.330; On-Pump Rp. 68.206.112 ± 6.594.156 p=0.001) dan teknik Off-Pump juga lebih hemat padabiaya post operatif (Off-Pump Rp. 13.295.739 ± 3.810.598; On-Pump Rp. 19.501.919 ±10.655.286 p=0.000). Jadi teknik Off-Pump lebih hemat Rp. 10.138.450. (Off Pump Rp.79.576.505; On-Pump 89.714.955).Kata Kunci: Off-Pump CABG, On-Pump CABG, ASKES, Analisa biaya, Pre-operatif, Peri-operatif, post-operatif
Read More
B-1581
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Shafira Rahmania; Pembimbing: Helda; Penguji: Ratna Djuwita, Tri Wisesa Soetisna, Rudyanto Sedono
Abstrak:
Read More
Penyakit kardiovaskular, khususnya penyakit arteri koroner (Coronary Artery Disease/CAD), merupakan salah satu penyebab utama kematian global. Bedah pintas arteri koroner (Coronary Artery Bypass Graft/CABG) merupakan salah satu intervensi utama untuk CAD yang bertujuan mengurangi morbiditas dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Namun, perawatan intensif yang berkepanjangan pasca CABG dapat berdampak negatif terhadap luaran kondisi pasien dan beban sumber daya kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesintasan pasien pasca bedah pintas arteri koroner (CABG) untuk keluar dari ICU dalam waktu ≤48 jam dan mengembangkan model skoring prediksi lama rawat intensif. Studi menggunakan desain kohort retrospektif dengan data sekunder dari registri bedah jantung dewasa di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita periode Januari 2019 – Agustus 2024. Analisis mencakup univariat, bivariat (log-rank dan uji Cox proportional hazard), serta multivariat untuk memperoleh model prediksi terbaik. Hasil menunjukkan bahwa faktor faktor usia (adjHR 1.22; 95% CI 1.12-1.32), stroke (adjHR 1.29), gangguan fungsi ginjal berat (adjHR 1.51); gangguan fungsi ginjal sedang (adjHR 1.89), fungsi jantung normal (adjHR 1.80), kondisi kritis pre-operasi (adjHR 3.37), disfungsi jantung sedang (adjHR 1.85), disfungsi jantung ringan (adjHR 2.51), fungsi jantung normal (adjHR 3.03); mengalami infark miokard >21 hari pre-operasi (adjHR 1.35); tidak pernah mengalami infark miokard (adjHR 1.36); dan status prosedur elektif (adjHR 1.36) sebagai prediktor signifikan perawatan ICU ≤48 jam. Model skoring yang dikembangkan memiliki nilai AUC 68,87%, dengan titik potong skor ≥14 menunjukkan prediksi keberhasilan pasien menyelesaikan perawatan ICU dalam waktu ≤48 jam pasca operasi CABG.
Cardiovascular diseases, particularly coronary artery disease (CAD), are among the leading causes of global mortality. Coronary Artery Bypass Graft (CABG) surgery is one of the primary interventions for CAD, aimed at reducing morbidity and improving patients' quality of life. However, prolonged intensive care post-CABG can negatively impact patient outcomes and place a burden on healthcare resources. This study aims to analyze factors influencing the survival of post-CABG patients to leave the ICU within ≤48 hours and to develop a scoring model for predicting intensive care length of stay. The study employed a retrospective cohort design using secondary data from the adult cardiac surgery registry at RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita from January 2019 to August 2024. The analysis included univariate, bivariate (log-rank and Cox proportional hazards tests), and multivariate approaches to obtain the best predictive model. Results identified are age (adjHR 1.22; 95% CI 1.12–1.32), stroke (adjHR 1.29), severe renal dysfunction (adjHR 1.51), moderate renal dysfunction (adjHR 1.89), normal cardiac function (adjHR 1.80), critical preoperative condition (adjHR 3.37), moderate cardiac dysfunction (adjHR 1.85), mild cardiac dysfunction (adjHR 2.51), normal cardiac function (adjHR 3.03), myocardial infarction >21 days preoperatively (adjHR 1.35), no history of myocardial infarction (adjHR 1.36), and elective procedure status (adjHR 1.36) as significant predictors for ICU stays ≤48 hours. The developed scoring model achieved an AUC of 68.87%, with a cutoff score of ≥14 indicating successful prediction of ICU discharge within ≤48 hours post-CABG surgery
T-7179
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Setyo Wibudi; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Purnawan Junadi, Pujiyanto, Budi Setianto, Amir H. Mauzzy
Abstrak:
Proses pelayanan pasien lama rawat jalan umum di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita berkaitan dengan waktu tunggu pemeriksaan pasien poliklinik, belum mencapai target standar pelayanan minimal rumah sakit kurang dari 60 Menit. Hal ini mengakibatkan pelayanan menjadi tidak efisien. Metode Lean merupakan suatu metode yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pada proses pelayanan pasien lama rawat jalan umum. Penelitan kualitatif dengan menggunakan prinsip Lean Thinking untuk menggambarkan alur proses pelayanan pasien lama rawat jalan umum, menghitung Cycle Time dan Lead Time dan menganalisai Waste yang terjadi. Hasil penelitian digambarkan dalam current state value stream mapping menunjukkan bahwa 12% total waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan value added sedangkan 88% total waktu layanan merupakan waktu yang digunakan untuk kegiatan non value added (Waste). Usulan perbaikan dengan metode Lean dapat menurunkan presentasi non value added activity.
Kata Kunci : Lean; Non Value Added; Proses pelayanan; Value Added; Waste.
The service process of old patient at outpatient poly services in Rumah Sakit Jantung Dan Pembuluh Darah Harapan Kita related to waiting time examination of the patients, it has not reached the target of minimum service standards for hospital less than 60 minutes. This resulted in services being inefficient. Lean method is a method that is expected to improve efficiency in service process on old patients at outpatient general services. Qualitative research by using the principles of Lean Thinking to illustrate the process flow patient service on old patients at outpatient general services, calculated cycle time and lead time and analyzed waste that occurs. The results of the study are described in the current state value stream mapping showed that 12% of the total time required for value added activities, while 88 % of total service time is the time spent on non-value added activities (Waste). Proposed improvements with Lean methods can reduce non-value added activity presentation.
Keywords: Lean; Non Value Added; Process service; Value Added; Waste
Read More
Kata Kunci : Lean; Non Value Added; Proses pelayanan; Value Added; Waste.
The service process of old patient at outpatient poly services in Rumah Sakit Jantung Dan Pembuluh Darah Harapan Kita related to waiting time examination of the patients, it has not reached the target of minimum service standards for hospital less than 60 minutes. This resulted in services being inefficient. Lean method is a method that is expected to improve efficiency in service process on old patients at outpatient general services. Qualitative research by using the principles of Lean Thinking to illustrate the process flow patient service on old patients at outpatient general services, calculated cycle time and lead time and analyzed waste that occurs. The results of the study are described in the current state value stream mapping showed that 12% of the total time required for value added activities, while 88 % of total service time is the time spent on non-value added activities (Waste). Proposed improvements with Lean methods can reduce non-value added activity presentation.
Keywords: Lean; Non Value Added; Process service; Value Added; Waste
B-1830
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nita Dwi Octavianie; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Besral, Yenni Risniati
S-7726
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jusuf Rachmat; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wahyu Sulistiadi, Asiah Suroro
Abstrak:
Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita adalah satu satunya rumah sakit rujukan untuk Penyakit Jantung Bawaan (PJB) di Indonesia . Saat ini kapasitas operasi yang dapat dilakukan adalah tiga kasus setiap hari atau 570 kasus per tahun
Jumlah kegiatan pelayanan ini masih jauh dari perhitungan kebutuhan seluruh Indonesia, yaitu sekitar 20.000 kasus pertahun. Rumah Sakit ini hanya mempunyai satu kamar operasi untuk PJB dan lima tempat tidur di ICU Anak. Kegiatan pelayanan dilaksanakan oleh empat orang spesialis kardiologi anak dan dua orang spesialis bedah jantung anak.
Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional bertujuan untuk mendapatkan gambaran mutu pelayanan PJB dengan menggunakan data kualitatif dan kuantitif yang diperoleh berdasarkan wawancara persepsi dan ekspektasi terhadap kepuasan pelanggan internal dan eksternal dan data dokumen laporan tahunan Rumah Sakit.
Penelitian ini menyimpulkan mutu di RSJPD HK belum memuaskan, disebabkann rendahnya kapasitas pelayanan, tingginya BOR di ICU (89,8%) dan mortalitas (6,5%), tingginya insiden penundaan operasi (37,2%) dan panjangnya waktu tunggu pasien untuk prabedah (3 – 6 minggu), terbatasnya staf medik dan rendahnya tingkat kepuasan pegawai terhadap sistem penghargaan dan kurang terpadunya pelayanan.
Untuk meningkatkan mutu pelayanan PJB di RSPDHK harus diupayakan peningkatan kapasitas pelayanan di ICU dan kamar operasi, menambah jumlah staf medik dan menerapkan sistem penghargaan dan membuat sistem keterpaduan layanan penyakit jantung anak.
Cardiovascular Harapan Kita hospital is the only referral hospital for CHD in Indonesia . Since it commenced for service in the year 1985, the capacity is 3 cases per day or 570 surgical cases per year. This number is far from the calculated need for the whole country, which is around 20.000 cases per year. This hospital only has 1 operating theater and 5 ICU beds running by four pediatric cardiologist and two pediatric cardiovascular surgeon.
This descriptive cross sectional study aim to analysis the quality of CHD services at Harapan Kita hospital using quantitative and qualitative data taken from interview perception and expectation by 106 internal and external costumers and yearly hospital report.
This study concluded quality of CHD services at Harapan Kita hospital is fair satisfactory due to limited capacity and high BOR(89.8%) in the ICU, high mortality rate (6,5 %),high evidence of patient cancellation (37,2 %), long waiting list for surgery (3 to 6 weeks), limited of medical staff, unsatisfied employee to reward system and disintegration of services.
To improve the quality of services the hospital should increase the capacity of the ICU as well as operating theater, increase of pediatric medical staff, implement reward and punishment system and create an integrated pediatric services.
Key words : Congenital Heart Disease, Quality, Services.
Read More
Jumlah kegiatan pelayanan ini masih jauh dari perhitungan kebutuhan seluruh Indonesia, yaitu sekitar 20.000 kasus pertahun. Rumah Sakit ini hanya mempunyai satu kamar operasi untuk PJB dan lima tempat tidur di ICU Anak. Kegiatan pelayanan dilaksanakan oleh empat orang spesialis kardiologi anak dan dua orang spesialis bedah jantung anak.
Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional bertujuan untuk mendapatkan gambaran mutu pelayanan PJB dengan menggunakan data kualitatif dan kuantitif yang diperoleh berdasarkan wawancara persepsi dan ekspektasi terhadap kepuasan pelanggan internal dan eksternal dan data dokumen laporan tahunan Rumah Sakit.
Penelitian ini menyimpulkan mutu di RSJPD HK belum memuaskan, disebabkann rendahnya kapasitas pelayanan, tingginya BOR di ICU (89,8%) dan mortalitas (6,5%), tingginya insiden penundaan operasi (37,2%) dan panjangnya waktu tunggu pasien untuk prabedah (3 – 6 minggu), terbatasnya staf medik dan rendahnya tingkat kepuasan pegawai terhadap sistem penghargaan dan kurang terpadunya pelayanan.
Untuk meningkatkan mutu pelayanan PJB di RSPDHK harus diupayakan peningkatan kapasitas pelayanan di ICU dan kamar operasi, menambah jumlah staf medik dan menerapkan sistem penghargaan dan membuat sistem keterpaduan layanan penyakit jantung anak.
Cardiovascular Harapan Kita hospital is the only referral hospital for CHD in Indonesia . Since it commenced for service in the year 1985, the capacity is 3 cases per day or 570 surgical cases per year. This number is far from the calculated need for the whole country, which is around 20.000 cases per year. This hospital only has 1 operating theater and 5 ICU beds running by four pediatric cardiologist and two pediatric cardiovascular surgeon.
This descriptive cross sectional study aim to analysis the quality of CHD services at Harapan Kita hospital using quantitative and qualitative data taken from interview perception and expectation by 106 internal and external costumers and yearly hospital report.
This study concluded quality of CHD services at Harapan Kita hospital is fair satisfactory due to limited capacity and high BOR(89.8%) in the ICU, high mortality rate (6,5 %),high evidence of patient cancellation (37,2 %), long waiting list for surgery (3 to 6 weeks), limited of medical staff, unsatisfied employee to reward system and disintegration of services.
To improve the quality of services the hospital should increase the capacity of the ICU as well as operating theater, increase of pediatric medical staff, implement reward and punishment system and create an integrated pediatric services.
Key words : Congenital Heart Disease, Quality, Services.
B-856
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rea Ariyanti; Pembimbing: Besral, Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Martya Rahmaniati, Yoan Hotnida Naomi, Ns. Erwin
Abstrak:
Penyakit Jantung Koroner merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang menjadisorotan utama. Di Indonesia, PJK merupakan penyebab kematian utama dari seluruhkematian, dengan angka mencapai 26,4%, dimana angka ini empat kali lebih besar jikadibandingkan angka kematian yang diakibatkan oleh kanker. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan dislipidemia dengan kejadian Penyakit jantung koroner diRumah Sakit Pusat Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Desain penelitianadalah case control. Sampel berjumlah 164 responden, terdiri dari 82 kelompok kasusdan 82 kelompok kontrol. Analisis data menggunakan analisis regresi logistik. Padakelompok PJK, persentase responden dengan dislipidemia sebesar 50% sedangkan padakelompok yang tidak menderita PJK, persentase responden dengan dislipidemia sebesar17,1%. Hubungan dislipidemia dengan kejadian Penyakit Jantung Koroner berbedamenurut status hipertensi. Setelah dikontrol usia, pada responden yang hipertensi,dislipidemia memiliki peluang 19,8 kali lebih tinggi untuk terjadi PJK dibandingkanresponden yang tidak dislipidemia, sedangkan pada responden yang tidak hipertensi,dislipidemia memiliki peluang 2,5 kali lebih tinggi untuk terjadi PJK dibandingkanresponden yang tidak dislipidemia. Direkomendasikan kepada masyarakat untukmelakukan cek kesehatan secara berkala dan mengubah gaya hidup dengan melakukandiet makanan sehat guna mengontrol profil lipid dan tekanan darah.
Kata kunci:Dislipidemia, Hipertensi, Penyakit Jantung Koroner
Coronary heart disease (CHD) is one of the major cardiovascular disease in thespotlight. CHD is the leading cause of death from all deaths, reaching 26,4%, where thisfigure is four times greater when compared with deaths caused by cancer. This studyaims to determine the relationship of dyslipidemia and coronary heart disease in theNational Cardiovascular Center Harapan Kita. Research design is case controll. Thesample amounted to 164 respondents, consisting of 82 case groups and 82 controlgroups. Data analysis using logistic regression analysis. The finding shows, in patientswith CHD, the percentage of respondents with dyslipidemia is 50%, while non-CHD is17,1%. The relationship of dyslipidemia with coronary heart disease differs according tohypertension status. After controlled by age, in hypertension respondents, dyslipidemiawere 19,8 times more likely to have CHD than resondents who had not dyslipidemia.While in non- hypertensive respondents, dyslipidemia were 2,5 times more likely tohave CHD than resondents who had not dyslipidemia. It is recommended to the publicto carry out regular medical checkup, and changing lifestyles by consuming healthyfoods to control lipid profiles and blood pressure.
Keywords: Coronary Heart Disease, Dyslipidemia, Hypertension.
Read More
Kata kunci:Dislipidemia, Hipertensi, Penyakit Jantung Koroner
Coronary heart disease (CHD) is one of the major cardiovascular disease in thespotlight. CHD is the leading cause of death from all deaths, reaching 26,4%, where thisfigure is four times greater when compared with deaths caused by cancer. This studyaims to determine the relationship of dyslipidemia and coronary heart disease in theNational Cardiovascular Center Harapan Kita. Research design is case controll. Thesample amounted to 164 respondents, consisting of 82 case groups and 82 controlgroups. Data analysis using logistic regression analysis. The finding shows, in patientswith CHD, the percentage of respondents with dyslipidemia is 50%, while non-CHD is17,1%. The relationship of dyslipidemia with coronary heart disease differs according tohypertension status. After controlled by age, in hypertension respondents, dyslipidemiawere 19,8 times more likely to have CHD than resondents who had not dyslipidemia.While in non- hypertensive respondents, dyslipidemia were 2,5 times more likely tohave CHD than resondents who had not dyslipidemia. It is recommended to the publicto carry out regular medical checkup, and changing lifestyles by consuming healthyfoods to control lipid profiles and blood pressure.
Keywords: Coronary Heart Disease, Dyslipidemia, Hypertension.
T-5460
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Nursoleh; Pembimbing: Zulazmi Mamdy
M-1922
Depok : FKM UI, 2004
D3 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
