Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 13380 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dru Scott
Jakarta : PPM, 2000
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
658.8 KOT p
[s.l.] : Jakarta: Erlangga, 2011, s.a.]
Kumpulan Daftar Isi Buku   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
H. Oka A. Yoeti
658.3 YOE c
Jakarta : Pradnya Paramita, 2005
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Warta Demografi, Ke-38, No.4, 2008, hal. 17-20, ( Cat. ada di bendel 2008-2009 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Does Sampoerno
KJKMN Vol.3, No.1
Depok : FKM UI, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sudiyono WS.; Pembimbing: M. Hafizurrachman; Penguji: Adang Bachtiar
Abstrak:
Era globalisasi menyebabkan terjadinya persaingan bebas di segala bidang, termasuk bidang industri kesehatan. Upaya peningkatan pelayanan kesehatan tidak dapat dipisahkan dengan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan. Dalam hal ini termasuk keberadaan laboratorium kesehatan. Kepuasan adalah salah satu indikator kualitas lavanan. Kepuasan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain oleh faktor karakteristik pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pelanggan dan hubungannya dengan kepuasaan pelanggan. Janis penelitian yang digunakan adalah potong lintang (cross sectional) pada 63 pelanggan yang dilakukan di Seksi Pelavanan Laboratorium Kesehatan Masyarakat UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Propinsi Lampung dari tanggal 25 Maret sampai dengan 5 Juli 2003. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pekerjaan dan jenis pemeriksaan berhubungan dengan tarif, tujuan pemeriksaan berhubungan dengan keramahan, jenis kelamin dan tujuan pemeriksaan berhubungan dengan kecepatan pelayanan, jenis kelamin dan sumber biaya berhubungan dengan kecepatan pemeriksaan, karakteristik pelanggan tidak ada hubungannya dengan mutu penjelasan, karakteristik pelanggan tidak ada hubungannya dengan sumbangan solusi, dan tujuan pemeriksaan berhubungan dengan kepuasan total. Tarif merupakan valiabel yang selama ini menjadi sorotan pelanggan dan pihak manajemen, maka dalam menentukan tarif yang perlu diperhatikan adalah faktor-faktor domisili. Walaupun secara keseluruhan banyak variabel bebas yang berhubungan dengan variabel terikat, namun tidak ada faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. Agar mutu layanan diakui secara resmi, maka perlu melakukan sertifikasi ISO.

Globalization era has lead to free competition in all areas, including health industries. Efforts to improve health services could not be separated with infrastructure and facility of health services. In this case, the existence of health laboratory. Satisfaction is one of indicators quality of service. Satisfaction affected by some factors such as, customer characteristics. Objective of this study is to identify customer characteristics and its relation to customer satisfactory. Design of this study is cross sectional at 63 customers and conducted in Public Health Laboratory Service section of UPTD Health Laboratory, province of I.ampung from Marc 25th to July 5th 2003. The results of this study shows that occupation and type of examination related to tariff. purpose of examination related to hospitality, sex and purpose of examination related to service speed, customer characteristics not related to quality of explanatory, customer characteristics not related to solution offered, and purpose of examination related to total satisfactory. Tariff is variable that became attention to customers and management and to determine tariff must consider some factors such as residence. Although in general there is lot of independent variables which related to dependent variables, but there is not factors that affecting customer satisfactory. In order to quality of service confessed officially, hence require to do ISO certification.
Read More
T-1805
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Caslyn Jus; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Sri Dyah Indherawati, Putri Nadia
Abstrak:
Persaingan rumah sakit swasta yang semakin ketat menuntut rumah sakit untuk memperkuat merek sebagai strategi dalam menarik dan mempertahankan pasien eksekutif atau non-JKN. RS Hermina Jatinegara menghadapi tantangan pada layanan rawat inap eksekutif, ditunjukkan oleh Bed Occupancy Rate (BOR) yang fluktuatif dan belum stabil pada ambang ideal, serta rendahnya konversi pasien dari rawat jalan eksekutif dan IGD eksekutif ke layanan rawat inap eksekutif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Customer-Based Brand Equity (CBBE) berdasarkan model Keller, yang terdiri dari dimensi brand salience, brand performance, brand imagery, brand judgments, brand feelings, dan brand resonance, dengan keputusan pasien memilih layanan rawat inap eksekutif di RS Hermina Jatinegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 96 responden pasien eksekutif, terdiri dari 87 responden dari unit rawat jalan eksekutif dan 9 responden dari unit IGD eksekutif, yang dipilih dengan teknik consecutive sampling dan proportional sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert, sedangkan data sekunder diperoleh dari data operasional rumah sakit dan referensi pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan SEM-PLS melalui pengujian outer model dan inner model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan pasien dalam memilih layanan rawat inap berada pada kategori baik. Seluruh dimensi CBBE juga menunjukkan persepsi yang baik, meskipun masih terdapat beberapa indikator yang perlu ditingkatkan, terutama pada aspek top of mind, kecepatan respons pelayanan, rasa aman, kebanggaan sosial, dan penghargaan personal. Nilai R-square sebesar 0,786 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan keputusan pasien sebesar 78,6%. Hasil uji bootstrap menunjukkan bahwa brand imagery berhubungan positif dan signifikan dengan keputusan pasien (p=0,023), demikian pula brand resonance (p=0,018). Sementara itu, brand salience, brand performance, brand feelings, dan brand judgments tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa citra merek dan keterikatan emosional pasien merupakan faktor utama yang berhubungan dengan keputusan pasien memilih layanan rawat inap eksekutif di RS Hermina Jatinegara. Oleh karena itu, rumah sakit perlu memperkuat repositioning citra sebagai rumah sakit umum modern, meningkatkan komunikasi clinical excellence, memperbaiki responsivitas layanan, serta membangun relationship marketing melalui layanan personal dan berkelanjutan bagi pasien eksekutif.

Increasing competition among private hospitals requires stronger brand development as a strategic effort to attract and retain executive or non-JKN patients. RS Hermina Jatinegara faces challenges in its executive inpatient services, as reflected in fluctuating Bed Occupancy Rate (BOR) performance that has not consistently reached the ideal standard, as well as the low conversion rate of patients from executive outpatient and emergency department services to executive inpatient care. This study aims to analyze the relationship between Customer-Based Brand Equity (CBBE), based on Keller’s model consisting of brand salience, brand performance, brand imagery, brand judgments, brand feelings, and brand resonance, and patients’ decision to choose executive inpatient services at RS Hermina Jatinegara. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 96 executive patients, including 87 respondents from the executive outpatient unit and 9 respondents from the executive emergency department, selected using consecutive sampling and proportional sampling techniques. Primary data were collected through a Likert-scale questionnaire, while secondary data were obtained from hospital operational records and supporting references. Data analysis was conducted using SEM-PLS through outer model and inner model testing. The results showed that patients’ decision to choose inpatient services was generally categorized as good. All CBBE dimensions also demonstrated positive patient perceptions, although several indicators still require improvement, particularly those related to top-of-mind awareness, service responsiveness, sense of security, social pride, and personal appreciation. The R-square value of 0.786 indicated that the model was able to explain 78.6% of the variance in patients’ decision-making. Bootstrap testing showed that brand imagery had a positive and significant relationship with patients’ decision-making (p = 0.023), as did brand resonance (p = 0.018). Meanwhile, brand salience, brand performance, brand feelings, and brand judgments did not show significant relationships. This study concludes that brand image and patients’ emotional attachment are the main factors associated with patients’ decision to choose executive inpatient services at RS Hermina Jatinegara. Therefore, the hospital needs to strengthen its repositioning as a modern general hospital, improve communication of clinical excellence, enhance service responsiveness, and develop relationship marketing through more personalized and continuous services for executive patients.
Read More
B-2600
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Golda; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Bertha Ginting, Pujiyanto
S-4467
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Wulansari; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Kurnia Sari, Cynthia Widjaja
S-6868
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ameria Paramita; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: H.M Hafizurrachman, Wiku Bakti Bawono Adisasmita, Yuli Prapanca Satar
B-879
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive