Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39468 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Vidya Ratnasuci; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: I Made Djaja, Rina F. Bahar
S-4666
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astrid Salome E.; Pemb. Agustin Kusumayati; Penguji: I Made Djaja, Mutiara Napitulupu
S-5012
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diana Rinawati; Pembimbing: Rachmadhi Purwana, Abdul Rahman
T-1764
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aria Kusuma; Promotor: Haryoto Kusnoputranto; KoPromotor: I Made Djaja, Rizal Syarief; Ketua sidang: Bambang Wispriyono; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Kusharisupeni, Saptawati Bardosono, Ririn Arminsih Wulandari, Anies Irawati
D-259
Depok : FKM-UI, 2012
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kesmas ( Jur. Kesmasnas ), Vo. 7, No.3, Okt. 2012: hal. 131-138. ( ket. ada di bendel 2012- 2013)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kesmas ( Jur. Kesmasnas ), Vo. 7, No.3, Okt. 2012: hal. 131-138. ( ket ada di bendel majalah campuran no. 19 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Regina Fatikha Yonashita; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Budi Hartono, Dharma Ningsih Dwi Putri
Abstrak:
Diare dapat didefinisikan sebagai peningkatan frekuensi buang air besar dari suatu individu yang biasanya disertai dengan konsistensi feses yang cair. Diare tergolong dalam 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan di Puskesmas di Kota Depok. Pada tahun 2024, tercatat dua kasus kematian akibat diare di Kota Depok, dan satu di antaranya terjadi di Kecamatan Bojongsari. Tren penggunaan air minum isi ulang yang diproduksi oleh Depot Air Minum semakin meningkat. Dalam praktiknya, kualitas air minum isi ulang sangat bergantung pada aspek kelayakan dan higiene dan sanitasi dari penjamah/operator DAM, tempat, dan proses karena apabila tidak diterapkan dengan baik dapat menyebabkan air isi ulang tercemar sehingga menyebabkan penyakit, salah satunya adalah diare. Di sisi lain, risiko diare tidak hanya ditentukan oleh kondisi DAM sebagai sumber air minum, tetapi juga perilaku konsumen dalam menangani air yang sudah diperoleh, contohnya adalah perilaku mecuci tangan, cara penyimpanan air, pendistribusian, dan frekuensi konsumsi. Desain studi yang digunakan adalah studi potong lintang. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi kelayakan DAM. Analisis data dari 96 responden dengan menggunakan uji Chi-Square, Fisher's Exact Test, dan Mann-Whitney. Kejadian diare yang digambarkan melalui gejala yang dialami oleh konsumen menunjukkan 10,4% responden mengalami gejala diare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara waktu tempuh ke Depot Air Minum, perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS), dan jumlah konsumsi air minum isi ulang per hari dengan kejadian diare pada konsumen (p > 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku konsumen yang diteliti belum terbukti secara statistik berhubungan dengan kejadian diare pada konsumen DAM di Kecamatan Bojongsari. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan cakupan variabel yang lebih luas, termasuk faktor kualitas air dan kondisi sanitasi lingkungan rumah tangga, untuk mengidentifikasi determinan kejadian diare pada populasi pengguna Depot Air Minum.

Diarrhea can be defined as an increase in the frequency of bowel movements in an individual, usually accompanied by loose stools. Diarrhea is among the 10 most common diseases among outpatients at community health centers in Depok City. In 2024, two deaths due to diarrhea were recorded in Depok City, one of which occurred in Bojongsari District. The trend of using refilled drinking water produced by drinking water depots is increasing. In practice, the quality of refilled drinking water is highly dependent on the suitability, hygiene, and sanitation aspects of the water depot handlers/operators, the location, and the process. If not implemented properly, it can lead to water contamination, which can cause diseases, one of which is diarrhea. On the other hand, the risk of diarrhea is not only determined by the condition of the water depot as a drinking water source, but also consumer behavior in handling the water that has been obtained, for example, handwashing behavior, water storage methods, distribution, and frequency of consumption. The study design used was a cross-sectional study. Data collection was carried out using interviews and observations of the feasibility of the water depot. Data analysis of 96 respondents using the Chi-Square, Fisher's Exact Test, and Mann-Whitney test. Diarrhea symptoms, as described by consumers, showed that 10.4% of respondents experienced diarrhea. The results showed no significant relationship between travel time to the Drinking Water Depot, handwashing with soap (CTPS) behavior, and the number of refilled drinking water consumed per day and diarrhea incidence among consumers (p > 0.05). This study concluded that the consumer behaviors studied were not statistically proven to be associated with diarrhea incidence among DAM consumers in Bojongsari District. Further research is needed with a broader range of variables, including water quality factors and household environmental sanitation conditions, to identify the determinants of diarrhea incidence among the Drinking Water Depot user population.
Read More
S-12260
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sukanda; Pembimbing: Rachmadi Purwana; Penguji: I Made Djaya, Laila Fitria, Endang Syarifuddin, Didik Supriyono
Abstrak:

Penyediaan air minum merupakan salah satu kebutuhan utama bagi manusia untuk hidup dan menjadi faktor penentu dalam kasehatan dan kesejahteraan manusia. Dalam memenuhi kebutuhan air minum masyarakat lebih meyukai air minum dalam kanasan(AMDK) yang ini adalah ada hubungan antara kualitas bakteriologis air minum depot dengan kejadian diare pada bayi di Kecamatan Cimanggis Kota Depok tahun 2008. Data yang dihasilkan dianalisa secara univarial, bivariat, multivariat dan uji interaksi. Secara staristik faktor berisiko yang menyebabkan terjadinya diare di Kecamatan Cimanggis Kota Depok adalah 1.) Higiene dan sanitasi makanan dan minuman 2). Perilaku cuci tangan ibu/pengasuh bayi, dan 3). Sumber air bersih lain, Pada multivaxiat faktor yang paling dominan yang berhubungan dengan kejadian diare Serta model akhir terjadinya diare pada bayi di Kota Depok tahun 2008 adalah "Faktor Perilaku Cuci Tangan Ibu yang berinteraksi dengan hygiene sanitasi makanan-minuman secara bersamaan", dengan OR sebesar 4,554 kali diproduksi oleh industri besar dan mewah melalui proses yang otomatis sem disertai pengujian laboratorium sebelum air tasebut diedarknn sehingga dianggap lebih praklis dan higienis. Namun AMDK semakin mahal dan masyarakat beralih pada air minum dari depot air minum yang harganya 1/3 dari AMDK walaupun masyarakat masih meragukan kualitasnya karena belum ada informasi yang jelas mengenai proses, perizinan dan peraturan tentang peredaran dan pengawasannya. Sedangkan pesyaratan kualitas air untuk keperluan minum dan rumah tangga haruslah memenuhi persyaratan fisik, kimia, bakteriologis dan radioaktif. Persyaraian bakteriologis mempunyai peranan yang sangat penting dalam menimbulkan gangguan kesehatan atau penyakit gangguan saluran pencernaan karena sifatnya yang akut seperti diare bila kualitas bakteriologis tidak tapenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kualitas bakteriologis (Ecoly air minum depot, sarana sanitasi lingkungan (sarana air bersih, Jamban keluarga dan sarana pembuangan sampah), higiene dan sanitasi makanan/minuman, perilaku cuci tangan ibu/pengasuh bayi, karakteristik bayi (status gizi, stmus irnunisasi, ) dan karakteristik keluarga bayi (pendidikan ibu dan pmdapatan keluarga) dengan kejadian diare pada bayi di Kecamatan Cimanggis Kota Depok tahun 2008. Disain penelitian adalah kasus komrol, dengan jumlah sampel pada kasus sebesar 75 responden dan kontrol 75 responden. Hipomis dalam penelitian.


 

Dringking Water is one ofthe main needs for people to live and a key factor in the health and welfare of human, In meeting the needs of drinking water, more people like drinking water in the packaging (AMDK) produced by big industry and has been through automatic process and testing laboratory before distributed so that it is considered more practical and hygienic. However AMDK the more expensive and people move on drinking water from drinking water depot price of 1 / 3 of AMDK Although people are still doubting to the quality because there is no clear information about the process, licensing and regulation of circulation and control. While the requirements of water quality for drinking and household must meet the requirements of the physical, chemical, bacteriological and radioactive. Terms of bacteriological (E.eoli) has a "very important roie inthe cause health or disease interference charutel is due to the digestion such as acute diarrhea if the quality is not met. This study aims to examine the relationship between the quality of bacteriological (E.coIi) depot drinking water, environmental sanitation facilities (water, toilet facilities and household waste disposal), hygiene and sanitation, food / beverage, hand-washing behavior of U18 mother / baby sitter, characteristics baby (nutrition status, immunization status,) and family characteristics of infants (maternal education and family income) with diarrhea outbreak in infants in the District Cimanggis Depok City in 2008. Research design is the case with 75 cases and 75 control. Hypothesis in this research is: is there any relation between water quality (E. coli) &om water reilling station with incidence of baby diarrhea 7 Data taken from observation is analyzed by univariate, bivariate, interaction test and of multivariate. From statistical view the risk factors that cause diarrhea in District Cimanggis Depok are; 1). Hygiene and sanitation, food and beverages. 2). Hand-washing behavior ofthe mother/ baby sitter, and 3). Another source of clean water. The most dominant factor related to the diarrhea outbreak and the end of a model of diarrhea in infants in the city oflakarta in 2008 is a "factor ofwashirrg Hands with Mother of Hygiene, sanitation, food drink together" with the OR of 4.554 times.

Read More
T-3071
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lusi Sepriana Lasmaria Sinaga; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Martya Rahmaniati Makful, Elivin Sinaga B.
Abstrak: Tantangan pengawasan kualitas air minum dengan risiko paling besar berada pada pasokan air minum bukan perpipaan. Fenomena penggunaan air minum isi ulang terjadi pada masyarakat terutama daerah perkotaan. Air produksi depot air minum (DAM) ini nyatanya belum bebas bakteri dan berpotensi wabah. Dinas Kesehatan memiliki keterbatasan dalam melaksanakan pengawasan sehingga tidak terpantaunya DAM yang kualitas airnya memenuhi dan tidak memenuhi syarat. Penelitian ini menghasilkan prototipe sistem informasi berbasis web yang memungkinkan berbagi data dan informasi akurat dengan sedikit usaha. Kemampuan sistem melakukan pencatatan dan pelaporan secara bersamaan mendukung pengambilan keputusan pada setiap level manajemen sesuai wewenangnya. Penerapan sistem informasi pengawasan online menjadi strategi efektif dalam melakukan upaya segera mengendalikan faktor risiko penyakit media air produksi DAM di perkotaan. Sistem informasi ini menciptakan kolaborasi pengawasan antara pemerintah sebagai penanggung jawab kesehatan masyarakat, penyelenggara air minum sebagai penyedia layanan, dan masyarakat sebagai konsumen. Kata Kunci : sistem informasi, pengawasan, depot air minum The challenge of monitoring the quality of drinking water with the greatest risk lies in non-piped water supply. The phenomenon of the use of drinking water refills from drinking water depots (DWD) occur in the community, especially urban areas. These kind of drinking water is in fact not yet bacteria-free and potentially plague. The limited resources of the Health Office as the supervisor caused the problem of unimpeded DWD whose water production quality meets and does not meet drinking water requirements. This research produces a prototype web-based information system that enables accurate sharing of data and information with minimal effort. The ability of the system to record and report simultaneously support decision-making at each level of management in accordance with its authority. Implementing an online surveillance information system becomes an effective strategy in making an immediate effort to control the risk factors of urine water production disease in urban DWD. This information system creates collaborative oversight between the government as responsible for public health, providers of drinking water as service providers, and the community as consumers. Keywords : information system, surveillance, drinking water depot
Read More
T-4935
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astri Wulandari Pratiwi; Pemb. Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Dewi Susana, Cucu Cakrawati
S-5218
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive