Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34429 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Teddy Dwi Sapta; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Mieke Savitri, Ratih Ariningrum
S-4841
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yati Sulastri; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo
S-4043
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retno Ambarwati; Pembimbing: Milla Herdayati
S-3255
Depok : FKM UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elsyie Yuniarti; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Besral, Arin Wilujeng Hartati
S-4079
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arlan Yulfar; Pembimbing: Anwar Hassan, Besral
T-1608
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulianingsih; Pembimbing: Iwan Ariawan
S-2516
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Martina; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo
S-3141
Depok : FKM UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edi Junaidi; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Mardiati Nadjib, Kurnia Sari, Risky Kusuma, Abdul Halik Malik
Abstrak: Indonesia merupakan pasar rokok tertinggi ketiga di dunia, sedangkan peringkat kedua ditempati oleh India dan tempat pertama adalah China. Tingginya minat perokok baru menjadi salah satu ukuran prevalensi perokok pemula terutama perokok laki-laki dewasa. Karakteristik konsumen rokok elektrik menunjukkan angka yang lebih tinggi pada jenis kelamin laki-laki, usia produktif, diperkotaan, dan mereka tidak bekerja serta mempunyai kebiasaan merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan terhadap perilaku konsumsi rokok elektrik di Indonesia Tahun 2017. Metode yang digunakan menggunakan analisis logit menggunakan data sekunder Susenas Tahun 2017. Hasil penelitian diketahui bahwa sebesar 1, 56% dari 773.180 orang sampel individu yang mengkonsumsi rokok elektrik. Analisis bivariat diketahui bahwa semua variabel berhubungan (jenis kelamin, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, usia, lokasi tempat tinggal, akses internet, status pernikahan, dan kepemilikan jaminan kesehatan dengan konsumsi rokok elektrik di Indonesia. Dan analisis multivariat diketahui bahwa variabel paling berhubungan dengan perilaku konsumsi rokok elektrik adalah variabel pendapatan serta memiliki nilai variabel pendapatan sangat tinggi memiliki peluang sebesar 1,79 dibandingkan pendapatan sangat rendah. Oleh karena itu perlu adanya kebijakan pengendalian pertumbuhan jumlah konsumen rokok elektrik, dan edukasi mengenai bahaya rokok elektrik serta tujuan penggunaan rokok elektrik
Read More
T-6349
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marlia Elsinarti; Pembimbing: Jaslis Ilyas
S-3317
Depok : FKM UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azrimaidaliza; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Yvonne Magdalena Indrawani, Ahmad Syafiq, Ingan Ukur Tarigan, Eman Sumarna
Abstrak:

Hasil pemantauan gizi dan kesehatan (Nutrition and Health Surveillance System/NSS) tahun I999-2003 menunjukkan tingginya prevalensi gizi kurang (berat badan menurut umur <-2 SD dari median NCHS), yaitu di atas 30% (klasifikasi WHO) pada balita di daerah kumuh perkotaan maupun pedesaan. Prevalensi gizi kurang tersebut lebih tinggi di daerah kumuh perkotaan dibandingkan daerah kumuh pedesaan. Kota Jakarta merupakan salah satu daerah kumuh perkotaan yang terrnasuk dalam daerah pengumpulan data NSS. Di daerah ini, prevalensi gizi kurang tinggi pada anak usia 12-23 bulan (Juni-September 2003), yaitu 42% dan prevalensi ASI eksklusif paling rendah dibandingkan dengan ketiga daerah kumuh perkotaan lainnya (Surabaya, Semarang dan Makassar), yaitu hanya 1%. Penelitian ini merupakan penelitian survei menggunakan data sekunder NSS yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak umur 6-24 bulan daerah kumuh perkotaan di Jakarta tahun 2003. Jumlah sampel sebanyak 1031 anak dan analisis data meliputi univariat, bivariat dan multivariat. Analisis multivariat menggunakan analisis Regresi Logistik Ganda. Hasil penelitian menunjukkan anak umur 18-24 bulan berisiko mengalami gizi kurang 3,041 kali dan anak umur 12-17 bulan berisiko mengalami gizi kurang 2,443 kali dibanding anak umur 6-11 bulan. Kemudian anak dengan berat badan lahir < 2,5 kg berisiko mengalami gizi kurang 3,018 kali dibanding anak dengan berat badan lahir > 2,5 kg. Selanjutnya ibu dengan IMT S 18,5 berisiko mempunyai anak gizi kurang sebesar 1,828 kali dibanding ibu dengan IMT > 18,5. Adapun keluarga dengan jumlah balita > 2 orang berisiko mempunyai anak gizi kurang 1,407 kali dibanding keluarga dengan jumlah balita 1 orang. Faktor paling dominan berhubungan dengan status gizi anak adalah umur bayi/anak berikutnya berat badan lahir, IMT ibu dan jumlah balita. Umur bayi/anak terutama umur 18-24 bulan berisiko lebih besar menderita gizi kurang karena pada umur tersebut anak mulai mengalarni gangguan pertumbuhan akibat efek kurnulatif dani faktor ASI dan makanan yang tidal( diberikan secara adekuat pada umur sebelumnya. Di samping itu, anak mempunyai riwayat berat badan lahir rendah sehingga sulit mengejar ketinggalan pertumbuhannya, status gizi ibu yang kurang balk dan banyaknya balita dalam keluarga berdampak pada pertumbuhan anak. Oleh karena itu, perlu pemantauan status gizi anak, status gizi ibu prahamil, selama hamil dan pasta hamil. Selain itu, perlu penyuluhan mengenai pemberian MP-ASI umur 4-6 bulan dan pemberian makanan tambahan pada anak serta suplementasi vitamin pada ibu.


 

Nutrition and Health Surveillance System (NSS) year 1999-2003 shows prevalence of underweight (weight for age < -2 SD from NCHS median) is very high , that is above 30% (WHO classification) on infant at rural and urban slum areas. An underweight prevalence at urban slum areas is higher than rural slum areas. Jakarta is the one of slum area that include in NSS data collection area. In this area, prevalence of underweight children 12-23 months of age (June-September 2003), is 42% and prevalence of exclusive breastfeeding is the lowest compared with other three urban slum areas (Surabaya, Semarang and Makassar), is only 1%. This research is a survey research using NSS secondary data that aimed to identify factors that related with nutrient status of children 6-24 months of age in urban slum of Jakarta year 2003. Total sample are 1031 children and data analysis consist of univariate, bivariate and multivariate. Multivariate analysis use double logistic regression analysis. Research result show child 18-24 months of age have risk in having underweight 3,041 times and child 12-17 months of age have risk in having underweight 2,443 times compared with child 6-11 months of age. Moreover, child with birth weight < 2,5 kilo have risk in having underweight 3,018 times compared with child with birth weight >. 2,5 kilo. While mother with Body Mass Index (BMI) BMI > 18,5. Meanwhile family with under-five child member > 2 have risk 1,407 times in having underweight child compared to family with one under-five child member. The most dominant factor related to child nutrient status is child age, after that birth weight, mother's BMI and under-five child member. Child 18-24 months of age have bigger risk in having underweight because, at that age, the child begin to have growth problem result from cumulative effect from breastfeeding factor and not enough food given at previous age. Besides that, child with low birth weight record is difficult to catch up their growth, mother nutrient status and the amount of under-five child impact to child growth. Thus, the need of children nutrient status surveillance, mother nutrient status of before pregnancy, during pregnancy and after pregnancy. Besides that, the need of health promotion about complementary feeding 4-6 month age and extra food distribution to child and vitamin supplement to mother.

Read More
T-2306
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive