Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 27787 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Kuntum Cheyra; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas, Purnawan Junadi, Diana Shanty
B-973
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ihsanijah Mukarramah; Amal C. Sjaaf; Penguji: Ronnie Rivany, Peter A.W. Pattinama, Rahmatsjah Said
Abstrak:

Menurut Departemen Kesehatan RI untuk angka kejadian seksio sesarea bagi rumah sakit tidak Iebih dari 20% dari total persalinan per tahun. Tindakan seksio sesarea merupakan peringkat pertama dari semua operasi yang terdapat di RS. Karya Husada. Angka kejadian seksio sesarea di RS. Karya Husada pada tahun 2005 mengalami peningkatan 17.1% dari tahun 2004. Pelayanan kesehatan dinilai dari rekam medis yang dipergunakan. Semua catatan yang terdapat dalam rekam medis dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan oleh rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelengkapan pengisian status rekam medik pasien seksio sesarea dalam pelaksanaan standar operasional prosedurnya di RS. Katya Husada, Cikampek Tahun 2005 berdasarkan data rekam medik pasien seksio sesarea dan hubungannya dari variabel umur, kelas perawatan, lama hari rawat, status pasien masuk, status pasien keluar, penyakit penyulit, dan status kepegawaian dokter spesialis kebidanan, Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei, pendekatan eksploratif dan evaluatif, deskriptif retrospektif Berdasarkan hasil analisa kuantitatif, peneliti melakukan wawancara lanjutan sebagai pendukung penelitian ini. Hasil penelitian yang didapatkan berhubungan bermakna antara kelengkapan pengisian status rekam medik pasien seksio sesarea dari SPM profesi dan SOP RS. Karya Husada tindakan seksio sesarea dengan beberapa variabel pasien seksio sesarea. Dominasi penulisan tidak lengkap pada status rekam medik pasien seksio sesarea oleh dokter spesialis kebidanan berstatus dokter tamu mempunyai hubungan yang bermakna (p value < 0-05) dengan SPM profesi tindakan seksio sesarea, yaitu anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, persetujuan tindakan medik, menentukan jenis seksio sesarea, pencegahan infeksi dan persiapan operasi, tindakan operasi, perawatan pasca bedah, nasehat dan konseling pasca operasi. Dari sejumlah variabel SOP RS. Karya Husada tindakan seksio sesarea yang diuji, ternyata keberadaan dokter spesialis kebidanan (dokter tamu) berpengaruh dengan tingkat bermakna < 0.05 dengan persiapan pasien, persiapan anestesi, persiapan dokter anak, penatalaksanaan (teknik transperitoneal profunda), namun untuk variabel umur tidak berpengamh pada variabel yang terdapat terdapat dalam SPM profesi dan SOP untuk kelengkapan pengisian status rekam medik tersebut. Menurut hasil wawancara, pengisian status rekam medik merupakan rutinitas dokter dan pengesahan SOP RS. Karya Husada bulan April 2006. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa karakter dokter spesialis kebidanan yang berstatus tamu kurang patuh dalam mengisi lengkap status rekam medik, sementara dokumen tersebut sangat diperlukan sebagai pelaporan tindakan seorang tenaga medis. Oleh karena itu peran dokter mengisi status rekam medik sesuai prosedurnya perlu dievaluasi, walaupun dalam melakukan tindakan tersebut dokter sudah mengikuti prosedurnya tapi tidak tertulis di dalam dokumen rekam medik yang sangat diperlukan sebagai bukti pelaksanaan tindakan medis tersebut. Saran yang dapat diberikan kepada manajemen rumah sakit dan profesi kedokteran adalah revisi dan evaluasi SPO RS. Karya Husada tindakan seksio sesarea sesuai praktek yang terjadi di lapangan; sosialisasi SPO RS. Katya Husada yang telah diresmikan Direktur RS. Karya Husada, disertai bukti sosialisasinya; audit medis status rekam medik secara rutin 3 (tiga) bulan sekali; pembinaan dokter-dokter daiam mengisi status rekam medik yang lengkap dalam suatu forum komite medik; manajemen rumah sakit harus dapat menugaskan pegawai rumah sakit untuk memonitor kelengkapan pengisian status rekam medik oleh tenaga medis; manajemen rumah sakit dapat memberikan konsekwensi yang diperketat berupa pemotongan honor dokter dalam pengisian status rekam medik pasien seksio sesarea yang tidak lengkap.

Read More
B-962
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ameria Paramita; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: H.M Hafizurrachman, Wiku Bakti Bawono Adisasmita, Yuli Prapanca Satar
B-879
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arda Yunita Subard; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Purnawan Junadi, Sri Suwarti
B-864
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Kumala Wahyu Utami; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Peter Albert W. Pattinama, Amila Megraeni, Syaifuddin Zuhri
Abstrak: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator dalam mengukur mutu pelayanan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan di instalasi rawat jalan RSTI, mengetahui hubungan karakteristik pasien dengan tingkat kepuasan terhadap pelayanan di instalasi rawat jalan RSTI, serta mengetahui faktor karakteristik yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan di instalasi rawat jalan RSTI. Jenis penelitian adalah campuran antara kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi kepuasan pasien di RSTI adalah 52.5%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepuasan pasien di instalasi rawat jalan RSTI sudah cukup baik, namun diharapkan pihak manajemen RSTI untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan, dengan mengetahui harapan apa saja yang diinginkan oleh pasien dan berusaha untuk memenuhinya.

Patient's satisfaction is the one of the indicators which could be used to measure the hospital?s service quality. The study was performed to describe customer satisfaction of the Ambulatory Department of Tugu Ibu Hospital, to find out the relation between customer characteristics with satisfaction level of the Ambulatory Department of Tugu Ibu Hospital, and to find out dominant factor related to the patient's satisfaction of the Ambulatory Department of Tugu Ibu Hospital. This study was combination between quantitative and qualitative approaches with cross sectional design for quantitative. The results of the study showed that The proportion of the customers who were satisfied with the service was 52.5%. This study concluded that the customer satisfaction of the ambulatory department of Tugu Ibu Hospital was good enough. But, the management had to more improve the hospital's service quality, one of the choice was to know about the expectations from the patients, and tried to fulfil it.
Read More
B-873
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emil Ibrahim; Pembimbing: Purnawan Junadi
B-769
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elin Herliana; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Wiku Adisasmito, Suprijanto Rijadi, Chairulsjah Sjahrudin
B-924
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mala Hayati; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Adang Bachtiar, Wahyu Sulistiadi, Tri Ermin Fadlina, Yahmin Setiawan
Abstrak: Standar Pelayanan Minimal (SPM) syariah dan indikator mutu wajib syariah merupakan inti pelayanan pasien di rumah sakit syariah. Standar pelayanan ini harus dipenuhi sesuai target pencapaian. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi internalisasi nilai-nilai syariah yang berdampak terhadap implementasi standar pelayanan syariah. Penelitian ini menggunakan mix methode dengan data kuantitatif yang dianalisis menggunakan SEM (Structural Equation Model) dan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai syariah pada pelaksana di RS Nur Hidayah telah terinternalisasi dengan baik dan berdampak terhadap implementasi standar pelayanan syariah. Internalisasi nilai-nilai syariah sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu budaya organisasi yang dibentuk dari strategi organisasi dan kepemimpinan spiritual sedangkan faktor internal pelaksana berupa motivasi dan altruistik mempunyai pengaruh yang tidak terlalu kuat. Perlu disusun strategi untuk kualifikasi rekrutmen sumber daya insani dan peran serta seluruh level manajemen untuk berkontribusi dalam internalisasi nilai-nilai syariah.
Kata kunci : internalisasi, nilai-nilai syariah, implementasi, standar pelayanan

Sharia Minimum Service Standards (SPM) and Sharia Compulsory Quality Indicators are the core services of patients at the Sharia Hospital. The service standards must be attained to the achievement target. The purpose of this study is to analyze the factors that influence the internalization of Islamic values that had an impact on the implementation of sharia service standards. This study used a mix methods with quantitative data analyzed using SEM (Structural Equation Model) and qualitative data. The results of the study indicated that Islamic values in the implementers of Nur Hidayah Hospital have been internalized well and have an impact on the implementation of sharia service standards. Internalization of Islamic values was strongly influenced by external factors i.e organizational culture that was formed by organizational strategy and spiritual leadership. The internal factors of implementers such as motivation and altruistic had a little influence. Strategies need to be formulated for human resource recruitment qualifications and the participation of all levels management to contribute to the internalization of Islamic values.
Keywords : internalization, sharia values, implementation, service standards
Read More
B-2054
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edy Tanuwidjaja; Pembimbing: Hafizurrahman; Penguji: Delias Yudiwan Maswar, Rima Fatmasari
Abstrak: Latar belakang: Instalasi Farmasi di rumah sakit merupakan salah satu revenue center utama yang berperan penting dalam menentukan baik tidaknya pelayanan rumah sakit, pengeluaran untuk instalasi farmasi di RSIA Hermina tahun 2003 sebesar Rp. 5.333.811.214,00 atau 30,53% dari total pengeluaran rumah sakit, dari jumlah tersebut 30%-35% adalah untuk obat antibiotik, sedangkan jumlah item obat antibiotik sebanyak 127 dan ternyata sebesar 30%-35% tidak dapat dilayani. Tujuan: Mengoptimalkan rencana kebutuhan obat antibiotik yang sesuai dengan tingkat pemakaian, biaya investasi dan tingkat kekritisannya dan mengevaluasi pemesanan obat yang optimal pada tahun 2005 Metode: Pendekatan kuantitatif digunakan memperoleh informasi tentang pengelolaan obat yang merupakan prioritas, sedangkan dengan operation research didapatkan dengan menghitung perkiraan atau forecasting terhadap jenis obat prioritas sekaligus juga akan dihitung jumlah persediaan yang optimal dengan menggunakan EOQ. Hasil: Hasil perhitungan analisis ABC berdasarkan jumlah investasi didapatkan bahwa kelompok A berjumlah 16 item dengan nilai investasi 41,06 % dari total investasi dan 39,45% dari total pemakaian.sedangkan kelompok B yaitu 39 item, nilai pemakaiannya adalah 39,45 % dari total pemakaian, sedangkan nilai investasinya adalah sebesar Rp. 468.735.748 atau sebesar 46,21 % dari investasi. Peramalan weighted moving average 6 periode merupakan jenis peramalan yang mempunyai tingkat kesalahan paling kecil dan sesuai bila digunakan untuk memperkirakan jumlah kebutuhan antibiotik. Kesimpulan: Dengan diketahuinya perkiraan kebutuhan pemakaian obat antibiotik, maka akan dapat dihitung Economic Order Quantity dari hasi perhitungan tersebut, maka perhitungan EOQ yang disesuaikan merupakan yang paling cocok agar pemesanan obat jenis antibiotik menjadi optimal. Kata kunci (keywords) : Antibiotik, Analisis ABC, Forecasting, Economic Order Quantity
Background: Pharmacy Unit serves a major revenue center which plays important roles in determining a hospital’s good or poor services. Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina Daan Mogot (”A Hospital for Women and Children”) spended Rp5.333.811.214,00 for this unit in 2003 or 30.53% of the total hospital expenditures, and out of the amount, 30% - 35% was allocated for 127 antibiotic medicines. Of this number, 36% can not actually be served by the hospital. Objective: To Optimizing the planning of antibiotic drugs, and made subdividing it according to usage level, investment level, need level, calculate critically indexing and to evaluate drugs purchasing system at year 2005.. Methods: Using quantitative approach, it is anticipated to obtain information about medical administration and types of priority medicines, while forecasting the latter and economic optimum inventory draws operation research and to calculate numbers of optimal inventory with Economic Order Quantity Results: of the ABC Analysis calculation according to total investment identify that Group A comprises 16 items of antibiotic medicines with 41.06 % of the total investment into this medicine and 39.45 % of the total usage whereas Group B 39 items, 39.45 % of the total usage of antibiotic medicines while its investment value reaches Rp 468.735.748 or 46,21 % of the investment into antibiotic medicines. Weighted moving average 6 period is an appropriate forecasting method at the least error for projecting total antibiotic requirement. Conclusions: Recognizing projection of the total antibiotic requirement and usage, one will be able to calculate Economic Order Quantity and thus adjusted EOQ is the most appropriate method to keep the order antibiotic medicines optimum. Keywords : Antibiotics, Analisis ABC, Forecasting, Economic Order Quantity
Read More
B-846
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Leawaty; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Puput Oktamianti, Amal Chalik Sjaaf, Yuliana; Dewa Ayu Nyoman Martasari Badung
Abstrak: Grup Rumah Sakit Pondok Indah telah memiliki Panduan Pengurangan Risiko Cidera Pada Pasien Akibat Jatuh namun hingga saat ini insiden pasien jatuh masih terjadi dan masih ada pasien yang cidera akibat jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa terhadap implementasi Panduan Pengurangan Risiko Cidera Pada Pasien Akibat Jatuh di unit rawat inap pada Grup Rumah Sakit Pondok Indah selama tahun 2015-2017 dengan metode cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah dokumen dan rekam medis, serta wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 39 kejadian pasien jatuh terdapat 18 pasien tidak mengalami cidera dan 21 pasien mengalami cidera, kepatuhan dan kelengkapan perawat dalam melakukan pengkajian adalah 66,7%, kepatuhan perawat dan kelengkapan dalam memberikan penandaan risiko jatuh adalah 89,7%, kepatuhan dan kelengkapan perawat dalam melakukan edukasi kepada pasien dan keluarga adalah 46,2%, kepatuhan perawat dan kelengkapan dalam melakukan monitoring intervensi adalah 56,4% dan kepatuhan dan kelengkapan perawat dalam melakukan handover antar shift adalah 56,4%. Dari kelima variabel tersebut hanya pemberian edukasi risiko jatuh yang secara bermakna mempengaruhi terjadinya cidera pada pasien akibat jatuh. Rekomendasi perbaikan implementasi Panduan Pengurangan Risiko Cidera Pada Pasien Akibat Jatuh yang diusulkan mengacu kepada teori Malcolm Baldrige yang disusun berdasarkan tujuh aspek penilaian yaitu kepemimpinan, rencana strategi, pelanggan,manajemen pengukuran, analisis dan pengetahuan (perbaikan mutu), tenaga kerja (sumber daya manusia), sistem informasi / proses kerja dan hasil.
Read More
B-2097
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive