Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19100 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nurdjanah Julistia; Pembimbing: Luknis Sabri, Besral; Penguji: Artha Prabawa, Siti Hajar, Marlina Widyadewi
Abstrak:

Usia sekolah dasar adalah masa penanaman perilaku sehat sedini mungkin. Pada masa sekolah, siswa diberikan pengetahuan, sikap dan perilaku sehat dengan harapan akan membentuk kebiasaan hidup sehat sampai masa dewasa. Oleh sebab itu, masa usia sekolah dasar sangat panting dalam pembangunan SDM kesehatan.Upaya pembinaan kesehatan sekolah selama ini telah dijalankan melalui program yang dinamakan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Puskesmas Sukasari adalah salah satu puskesmas yang memiliki sekolah binaan dan siswa binaan UKS yang banyak dibandingkan dengan puskesmas lainnya. Mengingat banyaknya jumlah sekolah dan siswa yang dipantau oleh Puskesmas Sukasari, maka kebutuha.n untuk menciptakan Sistem Informasi yang menggunakan teknologi komputer dirasa sudah mendesak. Permasalahan yang ada adalah belum ada Sistem Aplikasi Praktis Program UKS. Sehingga penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Aplikasi Praktis Program UKS yang dapat menginput data, mengolah dan menganalisis data UKS, dan menyajikan hasil analisis berdasarkan indikator program UKS. Diharapkan hasilnya nanti dapat mempermudah dan memperlancar kegiatan puskesmas, terutama untuk penyusunan tindak lanjut program UKS. Sistem Aplikasi Praktis Program UKS ini akan dilaksanakan di bagian Sie Kesehatan Puskesmas Kota Tangerang. Adapun sampel penelitian diambil dari laporan bulanan program UKS tahun 2005. Proses pelaksanaan pengembangan sistem ini dilaksanakan hanya sampai tahap uji cobs prototype di laboratorium FKMUI. Dalam mewujudkan tujuan penelitian maka pendekatan yang digunakan dalam kerangka pikir adalah pendekatan sistem (masukan, proses dan keluaran). Aplikasi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, studi dokumen, observasi dan melalui tahap pengembangan sistem yang terdiri dari pengumpulan kebutuhan, perancangan cepat prototype, pembentukan prototype, evaluasi prototype dengan pemakai, hasil sistem atau dikenal dengan metode Sistem Development Life Cycle (SDLC). Langkah-langkah Pengembangan Sistem yang dilakukan dimulai dari tahap Perencanaan, tahap Analisis Sistem, tahap Perancangan Sistern, dan tahap Implementasi Sistem. Dari basil telaah dokumen dan wawancara rnendalam ditemukan beberapa kendala dalam mengerjakan pelaporan UKS. Dalam alur pelaporan ditemukan beberapa kendala pada input, proses dan output. Penulis kemudian merancang aplikasi yang dibatasi pada kegiatan yang meliputi standar pelayanan UKS, kegiatan BIAS dan Penjaringan/Screening di tingkat puskesmas. Sistem Aplikasi Praktis UKS ini memerlukan spesifikasi software dan hardware sebagai berikut : a) Kebutuhan Software: Sistem operasi Windows 98120001xp, Office 2000 atau lebih tinggi, dan Microsoft Access; b) Kebutuhan Hardware: Pentium III atau lebih tnggi, RAM 128 MB, Hardisk 10 GB, dan monitor SVGA Dalam rancangan database UKS ini meliputi beberapa file yang sating berhubungan yaitu Data Master (File sekolah, file siswa), Data Kegiatan (File sarana, File kegiatan), Laporan (disajikan dalam bentuk tabel dan grafik) dan Pemeliharaan Data (File backup dan restore). Pengembangan sistem aplikasi ini masih memiliki beberapa kekurangan sehingga pengembangan dari sistem harus terns dilakukan untuk mengikuti kebutuhan pemakai.Sedang kelebihannya dengan adanya basis data maka akan memudahkan bagi pengguna untuk pemasukan, pencarian maupun pengambilan data dan informasi yang dibutuhkan dengan cepat. Agar sistem baru ini dapat berjalan maka diperlukan pelatihan bagi teknisi clan Jana dan komitmen yang kuat dan Kepala Puskesmas Kota Tangerang agar pengembangan sistem ini berkesinambungan.


 

Primary school age is the crucial period to instill healthy lifestyle in children. During this period, children are equipped with knowledge of how to lead a healthy life so that they will have healthy habits later on as adults. Therefore, it is important to develop human resources on health during the primary school age. Effort to promote health issues in schools has been run through a program called School Health Program (SHP). In Tangerang, there is one Puskesmas, Sukasari Puskesmas, that fosters more schools' SHP than the other Puskesmas in the city. Concerning the number of schools and students that this Puskesmas supervises, it is urgent to make Computerized Information System to support the Puskesmas and SHP itself. One major problem in sustaining the program is there is no integrated Database Information System of SHP available. This research aims to develop an integrated database information system which can input data of SHP, process and analyze the data, and present the analyses based on the program indicator of SHP. It is expected that the outcome of this system will ease and promote the clinic's work, especially in constructing the follow up program of SHP. The development of Integrated Aplication System of SHP will be done in Health Unit of Puskesmas of Tangerang, Banten Province. The research sample was taken from monthly report of SHP in 2005. The process of the system development implementation was executed up to prototype try out phase in the laboratory of Faculty of Public Health, University of Indonesia. This research applied the systemic approach (input, process, and output). The database system development used the qualitative approach through intensive interviews, documents study, observation, and system developmental phase which consists of collecting what are needed, System Development Life Cycle (SDLC). The document study and intensive interviews showed that there are several obstacles in doing the SHP report, such as difficulties in the input, process and output phases. The writer then designed a system which is limited on the activities related to SHP services, BIAS, and screening in Puskemas level. The Database Information System of SHP needs the following software and hardware requirements: a) Software: Windows Operation System 98120001Xp, Microsoft Office 2000 or higher, and Microsoft Access; b) Hardware: Pentium III or higher, 128 MB RAM, 10 GB HDD, and SVGA monitor. In the database design, there are several files that are interrelated, named Master Data (school files, student files), Activity Data (facility files, activity files), Report (presented in forms of tables and charts) and Data Maintenance (backup file and restore). There are yet some flaws in this system development; therefore, it is necessary to continuously advance the system according to the users' needs. Apart from that, this new system has some good features. It is more complete than the previous system (the analyses are based on the available indicators) and the output display is more informative and attractive (as they are presented in forms of tables and charts based on the activities of each school or puskesmas). In addition, because of the database availability, users can easily make some inputs, do some searches and quickly take data or information that they need. In order to run the new system well, it is necessary to have some training for the technicians. Funding and strong commitment from the Head of Puskesmas of Tangerang are also fundamental in sustaining the system advancement in the future.

Read More
T-2325
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Johari; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Tris Eryando, Milla Herdayati, Sam Askari Soemadipradja, Astuti Arifin
Abstrak:

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah upaya kesehatan masyarakat yang dilaksanakan dalam rangka pembinaan kesehatan anak usia sekolah. Anak usia sekolah (6-21 tahun) merupakan kelornpok yang sangat strategis untuk mempersiapkan generasi penerus pembangunan yang sehat, mandiri, produktif, berkualitas, tangguh dan mampu bersaing secara global tetapi juga kelompok yang rawan karena sedang mengalami masa perturnbuhan fisik yang sangat cepat dan tidak Seimbang dengan perkembangan mental dan sosialnya. Pelaksanaan Program UKS di Dinas Kesehatan Kabupaten Punvakarta berada di bawah Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar pada Bidang Pelayanan Kesehatan Dasar sesuai Pemturan Bupati Purwakarta Nomor 11 Tahun 2005 tentang Tugas pokok dan fungsi Dinas Kesehatan Kabupaten Punwakarta. Hasil kegiatan UKS di Kabupaten Purwakarta berasal dari laporan hasil penjaringan dan laporan keadaan UKS, sedangkan laporan LB4 kegiatan UKS pada SP3 sesungguhnya berasal dari Iaporan penjaringan meskipun ada beberapa variabel yang berbeda. Berdasarkan pencapaian kegiatan UKS dari Standar Pelayanan Minimal tahun 2005 yaitu Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita dan prasekolah sebesar 74,57%, cakupan pemeriksaan kesehatan siswa SD dan setingkat oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih (guru UKS atau dokter kecil) sebesar 61,82% dan cakupan pelayanan kesehatan remaja sebesar SI,I7%. Angka ini masih dibawah target SPM secara nasional. Pencapaian sekolah UKS di Kabupaten Purwakarta tahun 2006 yaitu TK/RA 58,6%, SD/MI 88,8%, SMP/MTS 8l,0% dan SMA(K)/MA 870,7% sedangkan pencapaian strata/paket pelayanan UKS sekolah yang mencapai paket optimal dan paripurna masih sangat kecil yaitu berkisar 0-17,5% pada paket optimal dan O~l,8% pada paket paripuma. I-Iasil penjaringan kesehatan rnenunjukan penyakit terbesar yang ditemukan pada anak usia sekolah adalah penyakit gigi dan mulut. Metodologi yang digunakan berdasarkan 5)/stem Development Li/22 Cycle (SDLC) yang terdiri dari tahap perencanaan, analisis, perancangan dan implementasi sistem/uji coba prototype. Pengumpulan data dan informasi melalui wawancara xnendalarn, telah dokumen dan obsrvasi. Unit kexja yang menjadi obyek penelitian adalah Dinas kesehatan, Puskesmas Jatiluhur, Puskesmas Campaka dan Puskesmas Plered di Kabupaten Purwakarta. Dalam penelitian ini telah dihasilkan prototipe Sistem Informasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Kabupaten Purwakarta yang diharapkan dapat membantu pelaksanaan manajemen UKS sehingga dapat meningkatkan kualitas Iaporan dan pencapaian kegiatan UKS. Pelaksanaan sistem informasi ini agar berjalan dengan baik dan berkelanjutan membutuhkan komitmen dan kebijakan yang kuat dari penentu kebijakan, aturan yang jelas tentang organisasi pelaksana, motivasi yang kuat dari pelaksana dan dukungan dana yang berkesinambungan.


Health effort at school (UKS) is a public health effort which is conducted in health training for school age children. School age children (6-21 years old) are most strategic group to prepare next generation of health development, self-supporting, productive, quality, delay and can compete globally but they are also a gristle group because they have been experiencing a high physical growth period and this is not balance with their physical growth and social. UKS program at Health Service Department in District of Purwakarta is conducted at Section of Primary Health Service in Department of Primary Health Service based on Regent Regulation of Purwakarta No. ll in 2005 concerning main duty and function of Health Department at District of Putwakarta. UKS activity result at District of Purwakarta comes from connection result report and UKS report, while LB4 report of UKS activity on SP3 comes from connection report although there are some different variables. According to UKS activity result of Minimize Service Standard in 2005 such as early detection coverage of children underfive years old and pre school children growth are 74,57%, health check coverage for Primary School children and the same level by health worker or expert (UKS teacher or young doctor) are 61,82% dan health service coverage for adult are 5l,l7%. This number is still under SPM target nationally. UKS School coverage at District of Purwakarta in 2006 included kindergarten are 58,6%, Primary School are 88,8%, Junior High School are 8l,0% and Senior High School are 87O,7%, while level coverage of UKS service at school which reached an optimal and paripurna level is still low, it is 0-115% on optimal level and 0-l,8% on paripurna level. Health coverage level indicated that the biggest disease which is found in school age children are tootle and mouth disease. This study used a System Development Life Cycle (SDLC) method which contains steps of planning, analysis, arrangement and implementation of prototype test system. Data and information was collected by in-depth interview, document study and observation. Job unit which became study object is Heath Service Department at District of Purwakarta., Primary Health Care of Jatiluhur, Primary Health Care of Campaka and Primary Health Care of Plered at District of Purwakartai This study resulted a prototype of UKS Information System at District of Purwakarta which is suggested it can help UKS management implementation so it can improve report quality and UKS activity coverage. This information system implementation is suggested can conduct well and continue. It needs a high commitment and policy from policy maker, good regulation of organization officer, high motivation from officer and continuity of financial support.

Read More
T-2529
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bayu Kurnia; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Muhtar Lintang
S-6080
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farida D. Andayani; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Kusharisupeni, Ede Surya Darmawan, Hesti Iswandiri, Didik Supriyono
T-2515
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amir Alkhoiri; Pembimbing: Martya Rahmaniati; Penguji: Artha Prabawa, Soegiharto Soebijanto, Omo Abdul Madjid
Abstrak:

Pembinaan dan pemantauan terhadap mutu pendidikan Spesialis Obgin menjadi sebagai salah satu usaha memberikan jaminan mutu pendidikan sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat. Dengan sangat bervariasinya penyelenggaraan pendidikan Obstetri dan Ginekologi menunjukkan betapa pentingnya manajemen pembinaan dan pemantauan Pusat Pendidikan Obstetri dan Ginekologi di dalam melaksanakan standar pendidikan yang ditetapkan Kolegium Obgin. Untuk itu diperlukan suatu sistem informasi manajemen pembinaan dan pemantauan di Kolegium Obstetri dan Ginekologi supaya kualitas pendidikan Obgin dapat terjaga dengan baik. Dari hasil penelitian didapatkan permasalahan-permasalahan di dalam sistem informasi lama. Adanya peluang untuk dikembangkau bahwa Sistem Inforrnasi Manajemen Pembinaan dan Pemantauan Kolegium Obstetri dan Ginekologi didasarkan pada pertimbangan kelayakan teknis, ekonomi, dan organisasi. Sistem Informasi Manajemen Pembinaan dan Pcmantauan Kolegium Obstetri dan Ginekologi menggunakan Aplikasi Website dapat menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk pemantauan, evaluasi dan perencanaan Pendidikan Obstetri dan Ginekologi secara cepat dan akurat.


Directing and monitoring toward Obstetrics and Gynecology Specialist Education quality as one of strategy to protect the people, to guide the doctors, and to empower professionalism/institutions. In Indonesia, the holding of Obstetrics and Gynecology Specialist Education is still variously. These is shown that Management Infomation System of Directing and Monitoring for Education Center of Obstetrics dan Gynecology Specialist is very urgent. In order to protect and improve the quality of specialist medical education of Obstetrics and Gynecology, Indonesian College of Obstetrics and Gynecology should be to develop management infomation system of Directing and Monitoring. Based-on research result, researcher find the problems in the old information system From the feasibility study of technics, economics and organization, there are the opportunity to develop Management information System of Directing and Monitoring in the Indonesian College of Obstetrics and Gynecology. The Management Information System of Directing and Monitoring in the Indonesian College of Obstetrics and Gynecology using Website Application can produce information that useful for, monitoring, evaluating and planning of Obstetrics and Gynecology Specialist Education quickly and acuracy.

Read More
T-2634
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hikmahwaty; Pembimbing: Milla Herdayati, Popy Yuniar; Penguji: R. Sutiawan, Devi Maryori
Abstrak:

ABSTRAK

Latar belakang : Usia Harapan Hidup (UHH) diperkirakan pada 2014 sudah mencapai 72 tahun. Peningkatan tersebut akan berdampak pada peningkatan jumlah lansia. Pada tahun 2050 mencapai 2 milyar lansia. Meningkatnya jumlah lansia menjadi perhatian kita semua, baik pemerintah, lembaga masyarakat maupun masyarakat itu sendiri. Kementerian kesehatan Republik Indonesia telah menetapkan indikator dalam pelayanan kesehatan lanjut usia. Namun dalam pelaksanaannya, target indikator tersebut masih belum tercapai, terutama skrining kesehatan pada 100% lansia di panti werdha.

Tujuan : Mengembangkan sistem informasi pemantauan status kesehatan lansia agar dapat memonitoring status kesehatan lansia.

Metode : menggunakan metode kualitatif dan System Development Life Cycle (SDLC).

Hasil : Dengan dikembangkannya sistem informasi pemantauan status kesehatan lansia berbasis panti werdha, maka panti werdha dapat memberikan informasi capaian skrining kesehatan lansia dipanti kepada puskesmas dan suku dinas kesehatan. Selain itu, keluarga lansia juga dapat memonitoring status kesehatan lansia.

Kesimpulan : Pengembangan sistem informasi ini menghasilkan data status kesehatan individu lansia dilevel panti terkait capaian indikator skrining kesehatan pada 100% lansia dipanti yang dapat dimanfaatkan oleh puskesmas, suku dinas kesehatan maupun keluarga lansia.


ABSTRACT

Background: life expectancy estimated in 2014 has been reached 72 years. The increase will have an impact on the increasing number of elderly. In 2050 will be reached 2 billion elderly. The increasing number of elderly being attention for government, community agencies and the community itself. Indonesian republic's ministry of health has set an indicator in elderly health care. But in practice, the target indicator is still not achieved, especially at 100% health screening elderly in nursing homes.

Objective: develop monitoring health status information systems to elderly.

Methods: using qualitative methods and System Development Life Cycle (SDLC).

Results: developed of monitoring information system based on the health status of elderly nursing homes, can provide performance indicator of elderly health screening to the primary health care and district of health. In addition, elderly relatives can also monitor the health status of elderly.

Conclusion: these information system development to produce health status data of elderly individuals associated performance indicators nursing homes at 100% health screening elderly in nursing homes, which can be used by primary health care, district of health and elderly families.

Read More
T-3945
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nizma Fadila; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: R. Sutiawan, Tris Eryando, Diana Pakpahan
Abstrak:

Air merupakan bahan yang begitu vital dalam hidup setiap makhluk hidup, terutama manusia, sehingga keberadaannya perlu dijaga dengan baik. Kepadatan penduduk meningkatkan kebutuhan masyarakat pada air, apabila tidak diikuti dengan sanitasi yang baik maka krisis air tidak dapat dihindari. Pemanfaatan data yang tinggi dan kebuhrhan terhadap analisis yang cepat dan tepat, telah mendorong adanya kebutuhan terhadap pengembangan sistem informasi geografis kesehatan pada Air Minum dan Penyehatan Lingktrngan (AMPL) untuk menunjang proses perencaruran dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan model sistem informasi analisis spasial faktor resiko penyakit bawaan air yang mampu mendukung pengambilan keputusan dalam proses perencan.urn peningkatan kualitas dan kuantitas sarana air bersih dan sanitasi nasional. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan studi dokumen di AMPL Pusat dan Sekretariat STBM Pusat. Sistem ini dikembangkan dengan memasukan indikator faktor risiko diare melalui tiga variabel yaitu: kependudukan, lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat, yang selanjutnya dilakukan identifikasi wilayah berisiko diare di tingkat provinsi dan plotting sebaran pelaku program percepatan akses SABS. Dengan melahrkan proses analisis over laying dan plotting data dalam sistem ini, maka keluaran yang didapatkan berupa data tabulasi, grafik dan peta, yang dipercaya manlrpu melihat kesenjangan masing-masing wilayah. Analisa spasial dilakukan dengan menggunakan software Arc View 3.3 (non open source) sehingga masih dibutuhkannya eksplorasi software yang lebih praktis dalam menjawab kebutuhan pengguna sistem kedepannya.


Water is such a vital comodity in the lfe of every living teature, especially humans, so fts presence should be maintained properly. Population density increases the water needs of the community, thus the water crisis can not be avoided if onlyJbllowed by good sanitation. High data utilization ond the need for rapid and precise analysis, has driven the need for the development of geographic information systems in health Drinking Water and Sanitation (AMPL) to support planning and decision-making process. This study aimed to identify models of information systems spatial analysis of water-borne disease risk factors that can support decision making in the planning process improved the quality and quantity of clean water and sanitation facilities nation wide. Data collection methods used are in-depth interviews and document studies at the Centre AMPL and the Secretariat STBM, Jakarta. The system was developed by including indicators of risk factors of diarchea in three variables: population, erwironment and behavior of clean and healthy, which in turn made the identification of areas at risk of dianhea at the provincial level and plouing the distribution of program participants access acceleration SABS. SABSBy doing the over-laying and plotting dota analysis in this system, then its output is obtained in the form of data tabulation, charts and maps, are believed to be able ta see the gap of each region. Spatial analysis is done using soffi,vare Arc View 3.3 (non open source) so it still needs a more practical exploration software in answering the needs offuture users of the system.

Read More
T-3573
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Nugraheni; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Sabarinah B. Prasetyo
T-2067
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tati Ruslin Yanuarti; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Tris Eryando, R Sutiawan, Triovva Elsy A, Puthut Tri Prasetyo
Abstrak:

ABSTRAK Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) merupakan rumah sakit swasta yang memberikan pelayanan kesehatan bagi pegawai pertamina maupun pasien umum dan merupakan pusat rujukan dari seluruh rumah sakit yang berada di bawah PT PERTAMEDIKA, sehingga diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih sempurna dibanding rumah sakit asal rujukan. Karena itu memerlukan kesiapan SDM yang berkualitas dan bertangung jawab dalam memberikan pelayanan, dalam hal ini kesehatan adalah modal utama. Salah satu upaya perusahaan untuk memenuhi kriteria sehat tersebut adalah perlunya menyelenggarakan upaya kesehatan kerja bagi seluruh pekerja rumah sakit tanpa terkecuali. Program kesehatan kerja di RSPP berada di bawah tanggungjawab Unit LK3, yang salah satu kegiatannya adalah menyelenggarakan kegitan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) secara rutin tiap tahun untuk semua pekerja. Namun dalam kenyataannya cakupan MCU pekerja RSPP masih terbilang rendah, yaitu tahun 2003 sebesar 55,8%, tahun 2004 menurun menjadi 47,6%. Di tahun 2003 tersebut dari yang melaksanakan MCU ditemukan sekitar 18% pekerja mempunyai keluhan atau gejala penyakit yang diduga berhubungan dengan pekerjaan. Diantaranya Carpal Tunnel Syndrome, Cervical Syndrom, Iritasi Radix, Hernia Nucleo Plasmyd, Low Back Pain, Varices, Tremor, Abortus, Vertigo, Migrain, Neuropaty dan masih banyak yang lainnya. Sistem lnformasi Kesehatan Kerja RSPP dikelola oleh Unit LK3 khususnya Bagian Kesehatan Kerja, dimana sistem ini merupakan salah satu bagian dari Sistem Informasi Rumah Sakit. Bagian Kesehatan kerja sebagai pengelola program wajib membuat laporan kesehatan kerja baik intern maupun ekstem. Berdasarkan wawancara dengan Kepala Bagian Kesehatan Kerja RSPP diketahui belum adanya efisiensi pada sistem informasi kesehatan kerja dimana prosesnya belum memaksimalkan komputer dan jaringan yang sudah tersedia, karena itu perlu pengembangan sistem informasi yang mampu menghasilkan informasi :kesehatan kerja yang berkualitas, akurat dan efisien. Pengembangan Sistem lnformasi Kesehatan Kerja bertujuan selain untuk memudahkan dalam hal pencatatan dan pelaporan juga diharapkan dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan secara lengkap, akurat dan cepat, kemudian dapat digunakan pihak manajemen dalam upaya memonitor dan mengevaluasi kesehatan pekerja. Metodologi yang digunakan adalah Siklus Hidup Pengembangan Sistem, melalui tahap identiftkasi masalah; peluang dan tujuan; penentuan syarat dan analisis kebutuhan, merancang sistem yang direkomendasikan; mengembzmgkan dan mendokumentasikan perangkat lunak dan uji coba prototipe. Pengujian sistem dilakukan di lab. Departemen Biostatistika UI menggunakan data kesehatan pekerja tahun 2005. Pengumpulan data dan infomasi melalui wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi. Hasil penelitian adalah suatu otomasi pengolahan data berupa prototipe Sistem Informasi Kesehatan Kerja (SIKK) yang akan di terapkan di RSPP. Analisis sistem yang dilakukan terhadap sistem kesehatan kerja yang berjalan saat ini adalah: analisis masukan, analisis basis data dan analisis keluaran, sehingga dapat ditetapkan kebutuhan sistem dan informasi. Kebutuhan sistem adalah sistem yang terintegrasi dengan menggunakan sharing basis data dengan unit-unit terkait sebagai sumber data yaitu Unit Medical Check Up, Unit Medical Record dan SDM melalui jaringan lokal yang tersedia (LAN) yang dapat melakukan otomasi dalam pengolahan data sehingga menghasilkan suatu keluaran yang diinginkan. Keluaran dari sistem ini menghasilkan informasi yang lebih informatif dengan adanya tabel dan grafik berupa Laporan Kesehatan Kerja yaitu Laporan Bulanan, Tahunan dan Indikator Kesehatan Kerja. Selanjutnya informasi ini dapat digunakan rumah sakit dalam rangka monitoring dan evaluasi kesehatan pekerjaa.

Read More
T-2438
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rini Widyastuti Palupy; Pembimbing: Pandu Riono, Tris Eryando; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Yuliandri, Mahmud
Abstrak:

Informasi tentang besaran kasus infeksi menular seksual {IMS) yang te1jadi di populasi seringkali tidak diketahui. Meskipun surveilans pasif telah dilakukan dibeberapa negara, namun data yang ada sering tidak lengkap atau tidak akurat, sehingga cenderung untuk tidak dapat mengambarkan kendaan yang sebenamya (ViHO, 200!: 5). Ketidaklengkapan data ini dipengaruhi o1eh keberadaan IMS itu sendiri; beberapa diantaranya kasus IMS tidak bergejala, hanya sebagian orang deng:an gejaia IMS pergi ke pelayanan kesehatan karena ada stigma atau tekanan sosial, dan hanya sebagian kecit yang ditaporkan. Narnun informasi prevalensi IMS berguna sebagai awal sistem peringatan untuk HJV, meskipun di populasi belum ada kasus HIV yang di!apmkan atau ditemukan (WHO, 2000: !8-19), mengingat ada hubungan antara IMS dan H!V dilihat dari cara penularannya. Di Indonesia, ketersediaan data temang kasus IMS pun terbatas. Pengukuran kasus IMS masih bersifat sporadis dan angka prevalensi yang dilaporkan cendcrung tinggi pada sub populasi tertentu. Sistem informasi kesehatan (SIK) termasuk salah satu hal pendng dalam kegiatan kesehatan sebagai alat manajemen, salah satunya untuk pemantauan kegiatan. Pada Rencana Strn.tegis Kesehatan Kota Cirebon ditekankan untuk peduli dalam penggunaan data dan informasi yang sudah dikumpulkan sebagai salah satu sumber fa:kta dalam menentukan perencanaan program pengendaiian IMS. Saat ini, sistem data yang digunakan dalam sistem informasi kesehatan IMS berasa1 dari data yang sudah berjalan di Dinas Kesehatan Kota Cirebon, yaitu: data bulanan yang dibuat oleh pelayanan kesehatan di Kota Cirebon. Data tersebut berasal dari data kegiatan surveilans IMS pasif yang berasal dari kunjungan pasien dan tes sifilis pada ibu hamil, kegiatan VCT, dan kegiatan sero survei. Keterlambatan data dan tersebamya tempat penyimpanan data menjadi kendala dalam sistem infonnasi kesehatan lMS. Oleh karena itu. dalarn pengembangan sistem dirancang untuk mengelim.inasi keterlambatan data dengan membuat kemudahan akses bagi setiap bagian di Dinas Kesehatan untuk melihat data tersebuL Tempat penyimpanan data secara lunak berada pada satu server, sehingga akan memudahkan setiap bagian di Dinas Kesehatan Kota Cirebon untuk memasukkan dan melihat laporan. Inforrnasi yang dihasilkan dari aplikasi IMS ini adalah infonnasi kesakitan IMS (gonore, sifilis. klamidia, chancroid), cakupan pemeriksaan HIV besaran masalah HIV dan slf11is pada sub populasi berisko, dan cakupan perneriksaan sifilis pada ibu hamil. Infonnasi ini diperlukan untuk mengetahui kecenderungan pcnemuan kasus yang terjadi dan sebagai masukan dalam evauasi proses kegiatan. Sistem informasi Kcsehatan ini dibangun dengan memperhatikan kebutuhan intbrrnasi rnasa datang. Pengembanganjangka panjang dapat dilakukan cukup dengan penambahan atau penyesuain dengan kebutuhan yang diper1ukan di masa depan tanpa harus membongkar keseluruhan sistem yang ada.


The exact magnitude of the sexually transmitted infections (STls) in population is frequently unknown. Although passive STis surveillance system exists in some countries. the data is not always reliable or complete; as a result, report-based STI surveillance systems tends to underestimate substantially the total number of new cases (WHO, 200 I: 5), The completeness of the availability data depends is affected by the STis natural history, since a large number of infections are asymptomatic, only part of the symptomatic population seeks health care due to the social stigma and even a smatler number of cases are reported. However the prevalence of STis is useful as a warning system for HIV} even though there is no reported on HIV cases in population (WHO. 2000: 18-19), due to relation between STI and H!V by what means transmission of infection. In Indonesia, the availability of STis data is limited, detection of STI cases is sporadic and the prevalence is relative high at specific sub group population. Health information system (HIS) is one of important.part on health program as a management tool; which is to monitor the activities. [n Health Strateglc Planning of Kola Clrebon is emphasized to use data and information as one of source to determine the planning for controlling the STis program. Today, the health information system of the control STis in Kola Cirebon is included on the Sistem Pencatatan dan Pelaporan Puskesmas (SP3), sistem Surveilans Terpadu Penyakit (STP) dan Sistem Informasi The challenges on the STI health information system are delay of submitting data and disperser of data storage. Therefore, on developing heallh information system wasdesigned to eliminate the data delay by creating simple access for every division on Dinas Kesehatan Kota Cirebon to get those data. The data is storage in server; therefore divisions on Dinas Kesehatan Kota Cirebon have access to entry and download the report. Information from this system is STis cases (gonorrhesyphilis, Chlamydia, and chancroid)coverage of HlV test, magnitude of HIV and syphilis at sub population at risk, and coverage of syphilis test among pregnant mother. That information is need for knowing the tendency of STis cases and input on activities' evaluation. This health information system was developed with attention to the information need in the future. Further developing can be done by adding or adapting with the information need without destroy the whole system.

Read More
T-2936
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive