Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32744 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Awi Muliadi Wijaya; Pembimbing: Rachmadhi Purwana, Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Dewi Susanna, Marti Kusumaningsih, N. Budi Santoso
Abstrak:

Malaria is still a major public health problem in many countries, especially in sub-Sahara African region, and common found in tropical and sub tropical areas like Indonesia. In Indonesia, Bayah sub district (Lebak District, Banten Province) also has malaria as a public health problem. The number of malaria cases in Bayah Health Center has increased significantly in the last 4 years. Malaria outbreak occurred in July 2005 with 480 cases, 50 cases positive falciparum and vivax and I death. Study design used in the research is descriptive study. This study aims to get information the trend of falciparum and vivax malaria transmission in seashore. The specific objectives aims to understand the trend of falciparum and vivax malaria transmission at Bayah sub district, to know risk factors of malaria falciparum and vivax transmission, and to know result of the efforts malaria control program. The research conducted include risk factors of malaria survey, epidemiological observation on breeding places, and interview with malaria control officer. The research is conducted since June 2006 with all malaria cases since October 2005 until June 2006 as population in this study. The number of malaria cases registered in laboratory facilities is 155 cases. From this population, 117 interviewed cases can be taken as sample. The analysis of study shows that malaria vivax is dominant within a year. Most proportion of cases is malaria vivax, more 1 st years age group, female, married, have job, education is more of elementary school, economic status is more on the average, never malaria disease before, knowledge is good, attitude to effort malaria prevention is good, behavior of malaria prevention is bad, living on seashore ecosystem. The seashore at the Bayali District have at least two kind breeding places that lagoon and rice field areas. Lagoon play an important role on June to October or November every years, but the rice field areas play an important role within a year. Bayah sub district have two kind environment in one seashore ecosystem areas which are seashore and rice field ecosystem areas, This needs intervention efforts continuously to reduce malaria falciparum and vivax.


 

Penyakit malaria masih merupakan penvakit yang menjadi masalah kesehalan ntasyarakar di hanyak negara di cluitia, lertilanra dacrah sub-Sahara Alrik,r dan sccirra unium di dacrah tropis dan subtropis ter-masuk Indonesia_ Sala!) satu wilayah di Indonesia yang mengalami masalah malaria adalah Puskesmas Kecamatan Bayah (Kabupaten Lebak, Provinsi Bantu). Jumlah kasus malaria di Puskesmas ini mcningkat dalam 4 tahuit tcrakhir dan pada bulait Juli 2005 Malt terjadi KLB malaria di wilayah kerja Puskesmas ini, dengan total kasus beijumlah: 480 kasus, jumlah kasus positif malaria.fa/cipw'um dan ricrac pada pemeriksaan sediaan darah malaria sebanyak 50 orang, 1 (satu) orang meninggal dunia. Desain penelitian yang digunakan adalah studi dcskriptif Tujuan umum penelitian ini untuk memperoleh informasi mengenai pola penularan malaria falcip arrrm dan vit?ax di daerah ekosistim pantai. Sedangkan tujuan khususnya untuk mengetahui frekwensi dan penyebaran kasus malaria, mengetahui faktor-faktor risiko kejadian malaria .falciparum dan malaria virar, dan mengetahui pengaruh upaya program pemberantasan malaria di wilayah Puskesmas DTP Bayah. Penelitian yang dilakukan meliputi survei faktor-faktor risiko malaria, melakukan pengamatan epidemiologi di tempat-tempat perkembang-biakan nyamuk malaria dan wawancara dengan pelugas pembcranlasan malaria di wilayah kerjanya. Pelaksanaan penelitian di lapangan dilakukan pada bulan Juni 2006 dengan populasi semua kasus malaria sejak Oktober 2005 sampai Juni 2006, yaitu sejumlah 155 kasus yang tercatat di buka register laboralorium malaria, di wilayah kerja Puskesmas DTP Bayah. Sampel penelitian ini diambil dari total populasi kasus malaria yang berhasil diwawancara, yaitu sejumlah 117 responden. Hasil analisis mengungkapkan bahwa malaria yang dominan sepanjang tahun di wilayah ini adalah malaria vivax proporsi penderita malaria terbanyak adalah kelompok usia ? 18 tahun, perempuan, sudah menikah, sudah bekerja, pendidikan SD, status ekonomi > rata-rata. dengan riwayat tidak pernah menderita malaria sebelumnya, berpengetahuan balk/ > rata-rata, bersikap positif/setuju terhadap upaya pencegahan malaria, berperilaku pencegahan malaria yang buruk, bertempat tinggal di daerah pantai. Daerah ekosistim pantai di wilayah ini memiliki sedikitnya 2 jenis tempattempat perkembang-biakan nyamuk (breeding places) yaitu lagun dan persawahan. Lagun sebagai tempat perkembang-biakan nyamuk Anopheles hanya berperan pada musim kemarau antara bulan Juni sampai Oktober atau November setiap tahunnya, sedangkan area persawahan memiliki kontribusi sebagai sumber transmisi kasus malaria sepanjang tahun. Dengan adanya 2 jenis lingkungan di daerah ekosistim pantai yaitu lagun dan sawah, maka di_perlukan upaya intervensi yang berkesinambungan sepanjang tahun untuk menekan kejadian malaria falciparmur dan malaria vivax.

Read More
T-2339
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Susanna; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi, Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Hasbullah Thabrany, Sugeng Juwono Mardihusodo, Damar Tri Boewono, Adang Bachtiar, Syahrizal Syarif, I Made Djaja
D-112
Depok : FKM-UI, 2005
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widiawati; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami, I Made Djaja; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Olivia Esrana Simbolon, Moh. Ichsan S
Abstrak:

Pneumonia balita merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pemapasan akut yang disebabkan oleh peradangan atau ixitasi pada salah satu atau kedua pam akibat infeksi, ditandai dengan adanya batuk dan atau kesukaran bemapas disertai napas eepat.Puskemas Klapa Nunggal,menduduki urutan ke 2 terbesar penderita pneumonia (1?7,25%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor risiko kejadian pneumonia balita di wilayah keqja Puskesmas Klapa Nunggal Kabupaten Bogor. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah kasus konlroi, perbandingan kasus : control adalah lzl. Kasus adalah balita yang datang dan berobat ke Puskesmas Klapa Nunggal selama bulan Nopember 2005 - April 2006 dan didiagnosa oleh dolcter/paramedic menderita pneumonia, sedangkan kasus adalah balita yang datang dan bcrobat ke Puskesmas Klapa Nunggal selama bulan Nopember 2005 - April 2006 dan hasil diagnosa dokter/paramedic bukan pneumonia. Jumlah sample dalam pcnelitian ini adalah 260 yang terdiri dari 130 kasus dan 130 kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan ibu balita responden dan observasi dan pengukuran lingkungan tempat tinggal responden. Selanjutnya basil yang diperoleh dianalisa dengan analisa univariat, bivariat dan multivariate. Hasil analisa bivariat adalah faktor risiko kejadian pneumonia balita : Status ekonomi keluarga (OR=2,35), Status gizi (0R=2,29), Pemberian ASI Eksklusif (OR=4,59), Jumlah hunian rumah (OR=1,7) dan jumlah hunian kamar (OR= 1,84). Hasil anaiisa multivariate menunjuukan bahwa factor~faktor dominan dengan kejadian pneumonia adalah tidak ASI eksklusif dengan jumlah hunian kamar padat (OR=2,91). Kesimpulan : Faktor risiko dominan kejadian pneumonia balita di Puskesmas Klapa Nunggal Kab.Bogor adalah jumlah hunian kamar padat dengan tidak ASI Elcsklusifi Saran meningkatkan penyuluhan dan promosi kepada masyamkat khususnya ibu balita mengenai pentingnya memberikan ASI Ekslcusif, makanzm bergizi serta rumah sehat di wilayah keija Puskesmas Klapa Nunggal.


 

Under five pneumonia is one of the Acute Respiratory Infection (ARI) disease which is the inflammation or irritation to the one or both lung caused by infection, signed by cough and sort of breath. The purpose of this study is to know the risk factors of under tive pneumonia incidence in public health center at Klapa Nunggal area, Bogor district. This study using case control study design. Comparison of case and control and using (lzl). The group case is children under tive that come to the public health center at Kjapa Nunggal from november 2005 until april 2006 which diagnosed by the doctors and paramedics with pneumonia cases, and the control is children under tive that come to the public health center at Klapa Nunggal from november 2005 until april 2006 which diagnosed by the doctors and paramedics with non pneumonia. Number of samples in this study is 260 which is consist of 130 cases and 130 control cases. The data is collected by interviewing the mother of respondent, measuring and observation the respondent residence. The data analyze with univariate , bivaiiate and multivariate analyzes. Result bivariatc analizes shows that the variable which is the risk tactor variable for incidence of under five Pneumonia : Economic status of ,thc family ( OR=2,35), Nutrition status (OR=2,29), exclusive breast feeding (OR==4,59), The house population dencity (OR=l ,7), The room population dencity (OR=l,84). It has conclude that the risk factors for incidence Pneumonia children under tive are children in the public health center Klapa Nunggal, Bogor district are very density room population with no exclusive breast feeding (OR=2,9l)_ Advice increase health education and promotion to the community in this area especially to mother of the under five children about the importance of exclusive breast feeding, good nutrition and healthy houses in the public health center at Klapa Nunggal.

Read More
T-2296
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Markani; Pembimbing: Budi Haryanto, Haryoto Kusnoputranto
T-1997
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurholis Majid; Pembimbing: Bambang Wispriyono, Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Iwan Suwarsa, Dian Roslan Hidayat
Abstrak:

Angka kesakitan diare di Indonesia tahun 2003 diperkirakan sebesar 374 per 1.000 penduduk dan angka kesakjtan diare di Propinsi Jawa Barat tahun 1999 pada kelompok umur 1-4 tahun diperkirakan 188 per 1000 penduduk. Sedangkan angka kesakitan diare di Kabupaten Garut pada tahun 2004 diperkirakan 103 per 1000 penduduk. Kejadian diare di Puskesmas Cisurupan Kabupaten Garut dengan prevalen rate: 160 per 1000 balita. Penelitian ini merupakan kajian epidemiologi kesehatan lingkungan dengan fokus penelitian faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare yaitu variabel karakteristik ibu balita, karakteristik balita, kondisi sarana air bersih, tingkat kepadatan Ialat dan kondisi jamban dengan kejadian diare pada balita (12-59 bulan) di wilayah kerja Puskesmas Cisurupan Kabupaten Garut tahun 2006. Desain penelitian ini menggunakan studi kasus kontrol dengan menggunakan data primer. Kasus adalah balita yang telah didiagnosis dengan gejala diare dan datang ke puskesmas serta bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Cisurupan. Kontrol adalah balita yang tidak menderita diare paling Iama 2 mingu terakhir dan bertempat tinggal sama dengan kasus. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kondisi sarana air bersih (OR=2,077 C195% : 1.066-4.045), kepadatan lalat (OR=2,139 C195%:1.137-4.021) dan kondisi jamban (OR=2,1 11CI95%:1.103-4.040) dengan kejadian diare pada balita. Sedangkan hasil uji interaksi melalui analisis regresi logistik menunjukkan tidak ada interaksi. Dari hasil penelitian terlihat faktor lingkungan merupakan faktor dominan terhadap kejadian diare. Untuk itu diperlukan peningkatan upaya-upaya inovatif dalam pengendalian lingkungan yang dilakukan bersama baik oleh masyarakat, puskesmas Cisurupan, dinas kesehatan Garut dan sektor terkait lainnya. Misalnya, upaya pemberdayaan masyarakat di bidang higyene and sanitation melalui pengembangan program klinik sanitasi dan methodology partisipatory assessment- partisipatory hygiene and sanitation transformations (MPA-PHAST). Diharapkan dengan peningkatan upaya tersebut target pencapaian IPM 80 pada tahun 2010 dapat-tercapai.

Read More
T-2431
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Minerva TP Simatupang; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Dewi Susanna, Laila Fitria, Lukman Hakim, Marti Kusumaningsih
T-4203
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elfi Cut Mutia; Pembimbing: Agustin Kusumayati, I Made Djaja; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Alma Lucyati, Kusno Dihardjo
T-2400
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yan Bani Luza Prima Wangsa; Pembimbing: Budi Haryanto, Syahrizal Syarif; Penguji: Ririn Arminingsih Wulandari, Ratu Tri Yulia, Cecep Suherlan Alamsyah
Abstrak: Latar belakang : Kejadian penyakit diare yang dijumpai dalam suatu masyarakat masih cukup tinggi dan kematian karena diare merupakan bagian yang terbesar dari penyebab kematian di Indonesia.

Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara kualitas bakteriologis Escherichia coli dari peralatan makan (piring) balita dan hubungan antara faktor-faktor resiko lingkungan serta faktor-faktor resiko lainnya terhadap kejadian penyakit diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat tahun 2005.

Metode : Menggunakan desain penelitian Cross Sectional, dengan populasi adalah seluruh anak balita yang berumur kurang dari lima tahun dan berdomisili di wilayah kerja puskesmas Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 150 sampel, dan cara pengambilan sampel menggunakan sistematic cluster random sampling dengan terlebih dahulu membuat sampling frame sebelumnya. Sebagai responden adalah ibu yang memiliki anak yang berumur kurang dari 5 tahun. Kualitas bakteriologis peralatan makan dilihat dengan adanya Escherichia coli yang dinilai dengan metode total plate count, menggunakan media agar EMBA (Eosin Methylen Blue Agar) dan inkubator dengan suhu 25oc serta dihitung dengan colony counter. Analisis bivariat dengan uji beda proporsi chi square.

Hasil : Analisis bivariabel diperoleh tidak ada pengaruh kualitas bakteriologis peralatan makan dengan kejadian diare pada balita, namun kondisi pembuangan sampah dan kondisi air kulah yang tidak memenuhi syarat serta higen perorangan ibu yang tidak baik mempunyai pengaruh.

Kesimpulan : Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan di masyarakat secara terus menerus dan berkesinambungan tentang higien perorangan yang baik melalui berbagai media yang ada dan memberikan suatu bentuk stimulan percontohan sarana pembuangan sampah yang memenuhi syarat kesehatan dan juga memberikan pedoman tentang cara-cara penggunaan air kulah yang baik dan menginformasikan dampaknya secara terus menerus dan berkesinambungan, pembinaan dan pengawasan dengan melakukan penyuluhan dan pemantauan penyakit diare dengan ikut serta melibatkan lintas program dan sektor terkait. Selanjutnya perlu dilakukan pula penelitian yang sejenis namun dengan disain penelitian yang lebih kuat seperti studi case control atau cohort, serta meningkatkan jumlah variabel yang secara substansi berpengaruh.

Kata kunci : Kualitas bakteriologis Escherichia coli , diare, faktor resiko lingkungan, faktor resiko lain dan analisis univariat, analisis bivariat serta uji chi square.
Background : The incident of diarrhea found in community still quite high and mortality due to diarrhea take bigger part on cause of death in Indonesia

Objective : To evaluate the relation between Escherichia coli bacteriological quality of infant utensil of eating, environment risk factor and other risk factor with incident of infant diarrhea disease within working area of Puskesmas Sukaresmi at Cianjur District, Province West Java Year 2005.

Methods : Cross Sectional design researches is used, with working population is all infant below five years old and domicile within working area of Puskesmas Sukaresmi in Cianjur district, Province West Java. Total samples were taken 150 samples and data were collected by sistematic cluster random sampling , with pre-prepared sampling frame. The respondents are mothers with infant below 5 years old.. Bacteriological quality of infant utensil of eating was determined by the presence of Escherichia coli which judged using total plate count method, method utilize gel media EMBA (Eosin Methylen Blue Agar) and 25oC incubator and counted using colony counter. Analysis bivariat with chi square proportional differential test.

Results : Analysis bivariat result show that bacteriological quality of infant utensils of eating has no effect with infant diarrhea incidents, however the below standard garbage dumpster and ?kulah? water condition altogether with poor mothers individual hygiene has effect.

Conclusions : Its deem necessary to continually improve community knowledge on good individual hygiene through various available media and giving a stimulant of the exile garbage and administer some form of stimulant such as model on hygienic qualified garbage dumpster facility, guidance on method of good "kulah" water usage along with its impacts by continuously and sustainability. Education and monitoring of diarrhea incidents which involve integrated cross program and inter sector participation is needed in order to promote and supervise this program.. Beside that it's also necessary to conduct similar research but with stronger design research approach such as case control or cohort study, also with increase on numbers of variable which has substantial effect.

Key word : Escherichia coli bacteriological quality, diarrhea, environment risk factor, other risk factor, and univariat analysis, bivariat analysis, also bivariat analysis with chi square test
Read More
T-2175
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deni Mulyana; Pembimbing: Agustin Kusumayati, I Made Djaja
T-1700
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuyun Kurniawati; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto, Gindo Mangara Simanjuntak; Penguji: Widarso HS, I Made Djaja, Dede Mulyadi
T-2154
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive