Ditemukan 37809 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
David, Joyce Djaelani Gordon
615.78 DAV b
Jakarta : Ford Foundation, 2004
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Asma Nabilah; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji; Yovsyah, Siti Nurlela Marliani
Abstrak:
Pelajar/mahasiswa merupakan kelompok rentan atau berisiko untuk melakukan kenakalan remaja, salah satunya adalah penyalahgunaan narkoba. Hal ini dikarenakan pelajar/mahasiswa berada pada fase atau masa remaja dimana pelajar/mahasiswa mengalami krisis identitas, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta cenderung bersifat labil sehingga akan mudah dipengaruhi baik dengan hal yang positif maupun negatif oleh lingkungan disekitarnya. Salah satu lingkungan yang dapat mempengaruhi pelajar/mahasiswa adalah teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengaruh teman sebaya terhadap perilaku penyalahgunaan narkoba pada pelajar/mahasiswa di Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekumder yang berasal dari hasil Survei Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba pada Kelompok Pelajar dan Mahasiswa Tahun 2016 oleh BNN dan PPK UI dengan menggunakan desain studi cross sectional. Sampel merupakan pelajar/mahasiswa di 18 provinsi terpilih yang sesuai dengan kriteria inklusi dengan jumlah sampel sebanyak 27.939 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelajar/mahasiswa yang memiliki teman sebaya yang menggunakan narkoba mempunyai risiko 7,4 kali lebih besar untuk memiliki perilaku penyalahgunaan narkoba dibandingkan dengan pelajar/mahasiswa yang tidak memiliki teman sebaya yang menggunakan narkoba setelah dikontrol variabel jenis kelamin, kerawanan lingkungan sekolah/kampus dan riwayat ditawari narkoba.
Students are vulnerable or risk group for juvenile delinquency, one of which is drug abuse. This is because students are in adolescence where students have an identity crisis, high curiosity, and tend to be unstable so it will be easily influenced both with positive and negative things by the surrounding environment. One of the environments that can affect students are peers. The purpose of this study is to find the influence of peer towards students drug abuse behavior in Indonesia. This study uses secondary data from the Drug Abuse National Narcotics Board Republic of Indonesia Survey In Students 2016 by BNN and PPK UI and uses Cross Sectional design study. Sample in this study is students in 18 selected provinces that compatible with the inclusion criteria with a total sample of 27,939 respondents. The results showed that students with peer had a history of drugs in it were 7.4 times more likely to abuse drugs after controlled by sex variable, vulnerability of the school campus environment and history of drugs offer.
Read More
S-9771
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amry Ismail; Pembimbing: Kemal N. Siregar; Penguji: Iwan Ariawan, Sabarinah B. Prasetyo, Mufti Djusnir, Ismoyowati
T-2397
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Erma Antasari; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Syarif Syahrizal, Agus Irianto
Abstrak:
Pendahuluan: Pekerja merupakan salah satu kelompok rentan penyalahgunaan narkoba. Penggunaan narkoba oleh pekerja dapat menyebabkan hilangnya produktivitas, kecelakaan dan cedera di tempat kerja, peningkatan ketidakhadiran karyawan, penurunan semangat kerja dan gangguan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan demografi dan psikososial penyalahgunaan narkoba pada pekerja di Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan analisis data sekunder dari Survei Nasional Penyalahgunaan Narkoba pada Kelompok Pekerja Tahun 2017 dengan jumlah responden sebanyak 34.397. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi logistik. Hasil: Uji multivariat menunjukkan perilaku penyalahgunaan narkoba pada pekerja berhubungan dengan karakteristik demografi (pendidikan), karakteristik psikologis (sikap setuju terhadap penyalahgunaan narkoba, perilaku merokok, perilaku minum minuman beralkohol, perilaku seks berisiko dan melakukan pekerjaan berisiko tinggi/ berbahaya), dan karakteristik sosial (lingkungan rumah rawan narkoba, kemudahan mendapatkan narkoba, keluarga menggunakan narkoba, teman kerja menggunakan narkoba, teman sepergaulan menggunakan narkoba, konflik dengan keluarga, konflik dengan rekan kerja, usia pertama kali bekerja kurang dari 15 tahun dan jarang/ tidak pernah melakukan kegiatan beribadah). Kesimpulan: Banyak faktor yang berpengaruh terhadap penyalahgunaan narkoba pada pekerja, oleh karena itu perlu adanya upaya komprehensif untuk mendorong terciptanya program pencegahan penyalahgunaan narkoba pada pekerja di Indonesia
Introduction: Workers are one of the vulnerable groups for drug abuse. Drugs use by workers can lead to loss of productivity, workplace accidents and injuries, the increase of employee absenteeism, the decrease in morale and health problems. The purpose of this study was to determine the demographic and psychosocial determinants of drug abuse among workers in Indonesia. Methods: This study was an analysis of secondary data from the 2017 National Survey on Drug Abuse in the Working Group with a total of 34,397 respondents. Data analysis was performed using logistic regression. Results: The multivariate test showed that drug abuse behavior among workers was related to demographic characteristics (education), psychological characteristics (the agreeable attitude towards drug abuse, smoking behavior, drinking behavior, risky sex behavior and doing high-risk/dangerous work), and social characteristics. (drug-prone home environment, easy access to drugs, family consuming drugs, coworkers consuming drugs, friends consuming drugs, conflict within the family, conflict with the co-workers, age at the first time working less than 15 years and rarely/never doing religious activities). Conclusion: Many factors influence drug abuse among workers, therefore there is a need for comprehensive efforts to encourage the creation of a drug abuse prevention programs for workers in Indonesia.
Read More
Introduction: Workers are one of the vulnerable groups for drug abuse. Drugs use by workers can lead to loss of productivity, workplace accidents and injuries, the increase of employee absenteeism, the decrease in morale and health problems. The purpose of this study was to determine the demographic and psychosocial determinants of drug abuse among workers in Indonesia. Methods: This study was an analysis of secondary data from the 2017 National Survey on Drug Abuse in the Working Group with a total of 34,397 respondents. Data analysis was performed using logistic regression. Results: The multivariate test showed that drug abuse behavior among workers was related to demographic characteristics (education), psychological characteristics (the agreeable attitude towards drug abuse, smoking behavior, drinking behavior, risky sex behavior and doing high-risk/dangerous work), and social characteristics. (drug-prone home environment, easy access to drugs, family consuming drugs, coworkers consuming drugs, friends consuming drugs, conflict within the family, conflict with the co-workers, age at the first time working less than 15 years and rarely/never doing religious activities). Conclusion: Many factors influence drug abuse among workers, therefore there is a need for comprehensive efforts to encourage the creation of a drug abuse prevention programs for workers in Indonesia.
T-6259
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aprilya Setyawati; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Sabarinah B. Prasetyo; Endang Mulyani
S-9618
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
John H. Procton, William M. Thornton
658.312404 PRO l
Jakarta : Bina Aksara, 1983
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
John H. Procton, William M. Thornton
658.312404 PRO l
Jakarta : Bina Aksara, 1983
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Biro Hukum dan Humas Depkes
362.11 IND b
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 1997
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amal C. Sjaaf; Pemb. Fahmi D. Saifuddin
A-285
Jakarta : FKM UI, 1977
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Salsabila Benazir; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Krisnawati Bantas, Endang Mulyani
Abstrak:
Penyalahgunaan narkoba pada pelajar dan mahasiswa di Indonesiameningkat setiap tahun. Rokok dapat menjadi salah satu awal untukmenyalahgunakan narkoba. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antarakebiasaan merokok dengan penyalahgunaan narkoba pada pelajar dan mahasiswadi 16 provinsi di Indonesia tahun 2011. Studi cross-sectional ini merupakananalisis data sekunder Survei Nasional Perkembangan Penyalahgunaan danPeredaran Gelap Narkoba Pada Kelompok Pelajar dan Mahasiswa di IndonesiaTahun 2011 oleh Puslitkes UI dan Badan Nasional Narkotika Nasional. Hasilpenelitian menggambarkan prevalensi penyalahgunaan narkoba pada pelajar danmahasiswa sebesar 2,3%. Terdapat interaksi antara . Responden perempuanpernah merokok berpeluang menyalahgunakan narkoba 3,3 kali (95% CI 2,3-4,7),sedangkan responden perempuan perokok aktif berpeluang menyalahgunakannarkoba 3,4 kali (95% CI 2,1-5,4) dibandingkan laki-laki tidak pernah merokokterhadap kejadian penyalahgunaan narkoba, setelah dikontrol oleh variabelkovariat tingkat pendidikan, pengaruh teman, konsumsi alkohol, dankeharmonisan keluarga. Responden laki-laki perokok aktif berpeluangmenyalahgunakan narkoba 2,9 kali (95% CI 1,1-8,2) dibandingkan laki-laki tidakpernah merokok terhadap kejadian penyalahgunaan narkoba setelah dikontrol olehvariabel kovariat jenis kelamin, pengaruh teman, konsumsi alkohol, dankeharmonisan keluarga. Kebiasaan merokok memiliki hubungan signifikandengan penyalahgunaan narkoba pada pelajar dan mahasiswa, sehingga upayapreventif dan promotif terkait bahaya rokok dan narkoba harus terus ditingkatkan.Kata Kunci: Narkoba, Merokok, Pelajar, Mahasiswa.
Read More
T-4710
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
