Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 1048 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kliping koran Media Indonesia 2015
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Halimah; Promotor: Ratu Ayu Dewi Sartika; Kopromotor: Ratna Djuwita, Indang Trihandini; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Helda Khusun, Agus Triwinarto, Cesilia Meti Dwiriani
Abstrak:
Tingginya penyakit tidak menular pada usia muda berhubungan dengan riwayat konsumsi SFA, MUFA dan asam lemak trans. Konsumsi lemak trans yang tinggi dapat memberikan kontribusi terhadap tingginya asupan lemak sehingga menyebabkan ketidakseimbangan asupan energi dan berakhir pada kenaikan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi sumber asam lemak trans dengan gizi lebih dan obesitas. Jenis penelitian kasus kontrol melibatkan 408 mahasiswa baru usia 16-19 tahun. Kelompok kasus adalah mahasiswa yang memiliki status gizi lebih dan obesitas (Z-skor > 1SD) dan status gizi baik sebagai kelompok kontrol (Z-skor -≥2–≤1SD). Sebagai variabel independen utama adalah kebiasaan konsumsi sumber asam lemak trans (ruminansia, makanan gorengan dan produk HVO) yang diukur menggunakan metode Food frequency questionnaire (FFQ) dan variabel kovariat (kebiasaan konsumsi sayur buah, sarapan, makan malam diatas pukul 22.00, jenis kelamin, aktivitas fisik, kota asal SMU, pendidikan orang tua, pekerjaan ibu dan tempat tinggal saat ini). Analisis menggunakan uji kai kuadrat, Mc-nemar, regresi logistik dan stratifikasi. Hasil penelitian menunjukkan makanan yang paling sering dikonsumsi oleh kelompok kasus dan control antara lain ice cream, ayam/tahu/tempe/telur goreng dan biscuit/wafer. Kesimpulan, tidak ada hubungan kebiasaan konsumsi sumber asam lemak trans terhadap gizi lebih dan obesitas setelah dikontrol oleh jenis kelamin. Khusus bagi mahasiswa lakilaki perlu untuk meningkatkan aktivitas fisiknya dengan melakukan jenis olahraga yang fasilitasnya tersedia di lingkungan kampus. Selain itu, ketua kelas pada masing-masing Prodi mengingatkan dan mengajak teman-temannya untuk mengikuti senam secara rutin yang diselenggarakan oleh bagian kemahasiswaan (setiap hari Jumat). Kata kunci : Asam lemak trans, ruminansia, gorengan, produk HVO, gizi lebih dan obesitas

The high prevalence of non-communicable diseases at a young age is associated with a history of consumption of SFA, MUFA and trans fatty acids. High consumption of trans fats can contribute to an increase in fat intake, causing an imbalance in energy intake and ending in weight gain. This study aims to determine the relationship between consumption habits of trans fatty acid sources with overweight and obesity. This type of case-control study involved 408 new students aged 16-19 years. The case group was students who had overweight and obesity status (Z-score > 1SD) and good nutritional status as the control group (Z-score -≥2–≤1SD). The main independent variables were the consumption habits of sources of trans fatty acids (ruminants, fried foods, and HVO products) which were measured using the Food Frequency Questionnaire (FFQ) method and the covariate variables (habits of consumption of fruit vegetables, breakfast, dinner after 22.00, gender, physical activity, hometown of high school, parental education, mother's occupation and current place of residence). Analysis using kai square test, McNemar, logistics and stratification. The results showed that the foods most frequently consumed by the case and control groups were ice cream, chicken/tofu/tempe/fried eggs and biscuits/wafers. Conclusion: there is no relationship between habitual consumption of trans fatty acid sources on overweight and obesity after being controlled by gender. Especially for male students, it is necessary to increase their physical activities by doing any types of sports whose facilities are available on campus. In addition, the class leader in each study program reminded and invited his friends to take part in regular gymnastics organised by the student body (every Friday). Keywords: Trans fatty acids, ruminants, fried-foods, HVO products, overweight and obesity
Read More
D-541
Depok : FKM UI, 2022
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku III, Media Indonesia. hal : 46
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
koran sindo
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku II, Republika. hal : 191
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.37, No.7, Sept. - Okt. 2010, hal: 549-550
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muldiasman; Pembimbing: Besral; Penguji: Luknis Sabri, Sabarinah B. Prasetyo, Iip Syaiful, Wibowo, Yulianti
Abstrak:

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pantangan makan, anjuran makan dan makan lebih banyak dengan kejadian anemia ibu hamil di provinsi Jambi tahun 2005 setelah dikontrol dengan variabel umur, umur leehamilan, fiekucnsi pemenksaan kehamilan, tenaga pemeliksa kehamilan, pengalaman hamil, pengaiaman bersalin, pengalarnan keguguran, pengetahuan tentang tablet tambah darah, minum tablet tambah darah dan lingkar lengan atas. Penelitian ini menggunakan data hasil survei cepat anemia ibu hamil di Provinsi Jambi tahun 2005. Survei dilakukan di 9 Kabupaten/Kota dengan jumlah sampel 2296 ibu hamil. Analisis multivanat dengan analisis regresi logistik ganda Bahan makanan yang dipantang oleh ibu selama hamil merupakan sumber protein dan zat besi berupa jangek/lcrecek (15.3%), udang (14.3%) dan ikan (l1.2%), serta beberapa bahan rnalcanan lainnya. Malcanan ini dipantang dengan alasan terbanyak adalah dipercaya dapat menyebabkan kesulitan untuk melahirkan (47_96%), kemudian dapat menycbabkan keguguran (17.35%) dan beberapa alasan lainnya. Informasi ini diperoleh dari 69 orang yang melakukan pantangan makan selama hamil. Selama hamil ibu dianjurkan untuk makan makanan sumber protein zat besi bempa sayur (40.34%), susu (28.33%) dan buah (l'7.64%) serta beberapa makanan Iain. Makanan ini dianjurkan dengan alasan ibu dan janin sehat (99.06%), tidak mual (0.38%), meningkatkan selera makan (0.19%) serta beberapa alasan Iainnya. Informasi ini diperoleh dari 322 orang yang mempunyai anjuran makan saat hamil. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa ada hubungan pantangan makan dengan kejadian anemia ibu hamil setelah dikonuol oleh variabel anjuran makan, makan lebih banyak, umur, umur kehamilan, pengalaman keguguran, minum tablet tambah darah, lingkar lengan atas dan interaksi antara anjuran makan dengan pengalaman keguguran. Ibn hamil yang mempunyai pantangan makan 3.28 kali lebih besar kemungkinannya untuk mengalami anemia dibandingkan dengan ibu yang tidak mempunyai pantangan makan (OR=3.28; 95%CI = 1.65 - 6.54). Tidak ada hubungan anjuran makan dan makan lebih banyak dengan kejadian anemia ibu hamil. Variabel umur, umur kehamilan, pengalaman keguguran, minum tablet tambah darah dan lingkar lengan atas berhubungan dengan kejadian anemia ibu hamil.


ABSTRACT The purpose of this research for studying relation of three items, avoidance of several foods, food suggestions, and eating more with anemia in pregnancy in Province ot' Jambi in 2005 after adjusted by variables, age, pregnant age, pregnant inspection frequency, pregnant inspector, pregnant frequency, parity experience, abortion experience, knowing Fe supplement, Fe supplement consumption, and arm circumference. We used data from rapid survey of anemia in province Jambi in 2005. the total sample was 2296 samples collected trom 9 sub district. We analyzed the data using logistic regression. The avoidance foods ware source of protein and Fe foods. Those ware jangek/krecek (l5,3%), shrimps (l4,3%), fish (1 l.2%), and others. The reasons to avoid those food ware believing those will make difficulty in birth (47.9%) , making abortion (17,3%) and others. We took the information from 69 pregnancy women. The food suggestions ware source of protein and Fe foods. Those ware vegetables (40,3%), milk (28,3%), fruit (17.6%), and others. The reasons of food suggestion ware making mother and fetus be health (99.1%) , no nausea (O.4%), and others. We took the information from 322 pregnancy women. From this research we know that there is relation between avoidance of several foods with anemia in pregnancy after adjusted by variables, tbod suggestion, eating more, age, pregnant age, abortion , Fe supplement consumption, arm circumference, and interaction between food suggestion and abortion experience (OR=3.28; 95% CI =l.65- 6.54). And no relation between food suggestion, and eating more with anemia in pregnancy. Variables, age, pregnant age, abortion , Fe supplement consumption, and arm circumference related with anemia in pregnancy.

Read More
T-2525
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurwidiana; Pembimbing: Syafri Guricci
S-1156
Depok : FKM UI, 1997
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive