Ditemukan 38386 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Backgrounds: Brebes Region is one of various region which has high productivity in agricultural products, so this region has a potency for any health effects due to pesticide exposure. Several studies have shown that many health effects has occured in agirucultural workers in Brebes.
Pajanan kebisingan terhadap tenaga kerja mcnycbabkan ketulian (gangguan fungsi pcndengaran). Kehilangan daya dengar yang disebabkan oleh kebisingan msrupakan gangguan kesehatan yang tidak dapat diobati. Terjadinya ketulian pada tenaga kenja di industri maka kehilangan alat komunikasi yang dapat mcnyebabkan teljadinya kesalahan pelaksanaan kerja. Industri baterai PT ABC lntercalinc Indonesia mcrupakan industri yang memiliki bagian-bagian dimana intensitas kebisingannya di atas baku mutu yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pajanan kebisingan terhadap penurunan iimgsi pendengaran tenaga kerja PT. ABC. Intercalline Indonesia. Rancangan penclitian ini adalah kohor retrospektif dcngan membagi daerah terpajan dan tidak terpajan yaitu bagian yang intensitas kcbisingannya lebih dari 85 desibel dan bagian yang kurang dari 85 desibel. .Iumlah sampel pada masing-masing daerah adalah 80, sehingga total sampel 160 dari seluruh pekerja populasi 480 tenaga ke1ja. Daerah terpajan dipilih bagian Produksi, Komponen, Sinc Slug dan Alkaline dan daerah tidak terpajan dipilih bagian Mekanik dan Jaket. Data yang terkumpul selanjutnya di analisis secara univariat, bivariat menggunakan Chi-Square dan multivariat menggunakan Regresi Logistik. Pada analisa bivariat ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara penurunan fungsi pendengaran dengan intensitas kebisingan dan penggunaan APT. Sedangkan variabel lain yaitu masa kenja, umur dan riwayat penyakit tidak menunj ukkan adanya hubungan yang bennakna. Hasil analisa multivariat mendapatkan variabel yang berhubungan dengan penurunan fungsi pendengaran adalah intensitas pendengaran, penggunaan APT dan interaksi kcbisingan-APT. Pada kelompok yeng bekenja di tempat bising, besamya risiko mengalami penurunan fungsi pendengaran bagi yang tidak menggunakan APT sebesar 24,2 kali. Sedangkan yang selalu menggunakan APT, tidak menunjukkan adanya hubungan yang bcrmakna. Pada kelompok yang tidak menggunakan APT, bekexja di tempal bising memberikan risiko sebesar 18,92 kali untuk mengalami penurunan fungsi pendengaran. Sedangkan yang bekerja di tempat lidak bising, tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Dari hasil peneletian ini didapatkan bahwa penggunaan APT dapat memuunkan risio teljadinya penurunan fungsi pendcngaran. Sehingga disarankan kepada pekerja untuk selalu menggunakan APT. Kepada perusahaan, disarankan untuk mewajibkan penggunaan APT, sedangkan APT yang disarankan adalah earplug.
Noise exposure to labour cause decrease of hearing function. Lose hearing energy which is because of noise represent the health trouble which cannot be cured. The happening of deafness at labour in industry hence loss of communication means which can cause the happening of mistake of job execution. Industrial battery of PT ABC Intercaline Indonesia represent the industry owning shares of where its noise intensity above permanent of quality which have been specified. This research purpose is to know the influence of noise exposure to degradation of hearing function at labour PT. ABC. Interealline Indonesia. This research used a cohort retrospektif design by dividing exposure area and non-exposure area that is shares which its noise intensity more than 85 desible and shares which less than 85 desible. Sum up the sampel at each areas are 80, so that totalize the sampel 160 from all population worker 480 labour. Exposure area selected by Production unit, Component unit, Sine Slug unit and Alkaline unit and non-exposure area selected by Mechanic unit and Jacket unit. Then collected data analysed in univariat analysis, bivariate analysis use Chi-Square methode and multivariate analysis use the logistic regretion. At bivariate analysis found noise exposure have a meaning correlation with the hearing trouble, use the APT correlation with the hearing trouble, while the other variables ; year of service, age and disease history do not show the existence of relationship with the degradation of hearing function At multivariate analysis known the most dominant factor have an effect on to the happening of hearing function degradation is noisy intensity ( 10,48 times), while use the APT with the degradation of hearing function have opportunity ( 8,08 times). To decrease the risk of hearing function degradation at labour suggested to always to use the APT. Suggested APT is earplug.
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan pertama pada sepuluh data penyakit terbesar di Desa Padabeunghar Kecamatan Jampangtengah Kabupaten Sukabumi. Hal tersebut disebabkan oleh adanya kegiatan industri kapur. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui hubungan pajanan PM10 terhadap gangguan iritasi dan infeksi saluran pernapasan yang dialami oleh penduduk dengan menggunakan rancangan studi potong lintang (cross sectional). Sebanyak 30 RT terpilih sebagai cluster dan mencakup 334 penduduk sebagai responden. Analisis data menggunakan uji kai kuadrat dan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian diperoleh Konsentrasi PM10 0.017 – 1.101 mg/m 3 dengan rata- 3 rata 0.292 mg/m . Jumlah responden yang mengalami gangguan pernapasan 107 orang (32%). Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara Konsentrasi PM10 (p=0.0005), Intake PM10 (p=0.005), lama tinggal (p=0.029), bahan bakar memasak (p=0.044) dan anggota keluarga mengalami gangguan pernapasan (p=0.018) dengan gangguan saluran pernapasan penduduk. Hasil uji regresi logistik ganda model faktor risiko menunjukkan adanya hubungan antara konsentrasi PM10 udara ambien dengan gangguan saluran pernapasan nilai (OR=2.4 ; 95% CI : 1.168 – 5.078). Kata Kunci : Pencemaran udara, PM10 Udara Ambien, Penambangan Batu Kapur Tradisional, Gangguan Saluran Pernapasan
Acute Respiratory Infection (ARI) is defined as the first health problem amongst the worst 10 health problems in Padabeunghar Village, Sub District of Jampangtengah in the regency of Sukabumi. It is due to the limestone industry activities in this area. This study was to perceive the relationship between the exposure of PM10 and respiratory irritation and infection, which was being suffered by the people, using Cross Sectional approach. As many as 30 neighbourhood associations had been selected as a cluster with 334 respondents. Chi Square and Double Logistic Regression Tests were used for data analysis. Experimental results showed that PM10 concentration ranged between 0.017 – 1.101 mg/m 3 with the average of 0.292 mg/m 3 . Number of respondents that were suffered respiration tract disorder is 107 (32%). The results showed the correlations amongst concentration of PM10 (p=0.0005), intake PM10 (p=0.005), exposure period (p=0.029), cooking fuel (p=0.044), and family members experiencing respiratory infections (p=0.018) with the respiration infected people. Double logistic regression test yields risk factor model OR=2.4 (95% CI: 1.168 – 5.078) for correlation between concentration of PM10 air ambient and respiration infections. Keywords: Air pollution, PM10 air ambient, traditional limestone mining, respiratory tract disorder
